Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘The Fabric of Reality’

Buku sains populer yang mengetengahkan ide-ide liar dan eksotis. Jika Anda penggemar fiksi ilmiah, ada kemungkinan Anda akan menyukai buku ini. 😉

 

the fabric of reality -cover

 

Judul: The Fabric of Reality

Penulis: David Deutsch

Penerbit: Penguin Books, 1998

Jumlah Halaman: 367

 

David Deutsch, ahli fisika kontemporer asal Inggris, punya analisis yang menarik dalam memandang kenyataan. Dalam buku di atas, ia berupaya mengetengahkan cara baru dalam memandang dunia: yakni dengan memasukkan elemen sains (terutama fisika modern) ke dalam perhitungan. Hasilnya bisa ditebak: buku sains populer dengan bumbu filsafat di sana-sini.

Tentunya karena penulisnya seorang fisikawan, maka elemen yang paling dominan di sini adalah ilmu fisika. Meskipun begitu, Fabric of Reality bukanlah buku fisika. Justru sebaliknya: ia berupaya menjelaskan dunia dengan mengacu pada berbagai pilar sains modern. Di antaranya mekanika kuantum, teori evolusi, epistemologi, dan ilmu komputer.

Berdasarkan empat pilar itulah Deutsch berupaya menganalisis dan menjawab pertanyaan. What is reality like? Seperti apakah kenyataan itu?

 

The Four Strands of Reality

 

Menurut Deutsch, kenyataan yang kita persepsi sehari-hari berdiri di atas empat buah “pilar” yang saling menopang. Sebagaimana sudah disebut, empat pilar ini mewujud dalam empat tonggak sains modern, yakni:

  1. Mekanika Kuantum
    (bidang: Fisika)
  2. Atau lebih tepatnya: Many-worlds interpretation of Quantum Mechanics, temuan Hugh Everett. (selanjutnya disebut MWI)

     

  3. Teori Evolusi Dawkinsian
    (bidang: Biologi)
  4. Sintesis Richard Dawkins tentang replikasi dan meme, sebagaimana dipaparkan dalam buku The Selfish Gene.

     

  5. Church-Turing Hypothesis
    (bidang: Ilmu Komputer)
  6. “There exists an abstract universal computer whose repertoire includes any computation that any physically possible object can perform”

    Prinsip ini ditemukan oleh Alan Turing dan Alonzo Church.

     

  7. Popperian Problem-Solving
    (bidang: Filsafat/Epistemologi)
  8. Alias metodologi ilmiah yang kita kenal sekarang. Pilar ini merupakan hasil pemikiran filsuf Karl Popper.

Dalam rumusan Deutsch, empat pilar di atas saling berkaitan — bekerjasama membangun kenyataan sebagaimana yang kita persepsi. Saya takkan menjelaskan bagaimana prosesnya di sini, sebab bahasannya sangat panjang dan rada teknis (sebaiknya Anda baca sendiri). Meskipun begitu, saya akan sempatkan menyinggung ide ini di bagian selanjutnya.

 

The Radical World-view

 

Satu hal yang harus dicatat dari Deutsch adalah keberaniannya dalam ‘menembus batas’ ilmu fisika yang umum. Orang yang baru pertama kali mendengar nama Deutsch dan membaca buku ini, mungkin menyangka bahwa dia sekadar bongkar-pasang ide sci-fi. Seolah-olah dia lebih suka menyebar ide eksotis daripada menjelaskan kaidah fisika. 😕

But he isn’t. For God’s sake — he’s for real! XD

Realita yang digadang Deutsch, jika dibaca sekilas, terkesan luar biasa absurd. Meskipun begitu, semua itu memiliki landasan ilmiah (baca: peer-reviewed ideas) yang relatif kokoh.

Untuk menyebut beberapa di antaranya…

  1. Many-worlds Interpretation
  2. Bahwasanya, alam semesta terdiri atas sistem banyak-dunia (multiverse). Terlepas dari sifatnya yang eksotik, MWI adalah salah satu interpretasi QM yang dipertimbangkan serius oleh kalangan akademik.

     

  3. Barbourian Time
  4. Pendapat ini pertama kali dilontarkan oleh fisikawan Julian Barbour. Ide yang digagasnya adalah:

    Waktu itu tidak ada. Yang ada hanyalah rangkaian snapshot yang berkesinambungan.

    Analogi yang cocok mungkin seperti kaset video. Ini ide yang benar-benar radikal, dan — hingga saat ini — cuma dianggap minority report di kalangan fisikawan. 😕

    (see also: Transactional Interpretation of Quantum Mechanics)

     

  5. Alam semesta kita tidak berdiri sendiri. Melainkan, alam semesta ‘meminjam’ resource alam semesta lain untuk menjalankan Mesin Turing Universal
  6. Ceritanya panjang (dan saya tak yakin bahwa saya mengerti, BTW). =_=!

    Tapi intinya, beliau mengekstrapolasi Hipotesis Church-Turing untuk diterapkan dalam komputer kuantum dan MWI:

    Turing principle
    (for virtual-reality generators rendering each other)

    It is possible to build a virtual-reality generator whose repertoire includes that of every other physically possible virtual-reality generator.

    Bingung? Saya juga. So cheers. 😛

     

  7. Makhluk berkecerdasan memegang peran penting di alam semesta
  8. Why life (and knowledge) is significant. Ilustrasinya: apa yang terjadi jika teknologi manusia sudah sangat maju di masa depan?

    Mungkin mereka akan menghambat laju perkembangan matahari (supaya tidak sampai jadi bintang merah raksasa dan membakar bumi). Mungkin mereka akan membangun koloni di tatasurya lain. Mungkin mereka akan menyebar benih kehidupan di planet yang jauh…

    Intinya, intelligence counts. Alam semesta yang ditinggali makhluk berkecerdasan takkan sama dengan yang tidak ditinggali oleh mereka. 😕 Alhasil, dalam pandangan Deutsch, evolusi dan epistemologi memegang peran penting.

 
Dan mungkin masih ada yang terlewat. Seperti yang sudah saya tulis di awal, buku ini dipenuhi oleh ide-ide liar dan eksotis. Mungkin tak berlebihan jika saya menyebutnya buku sains — terutama fisika — postmodern. ^^;

 

Kritisisme?

 

Tentu, pandangan yang diajukan Deutsch bukannya bebas dari kelemahan. Saya sendiri menemukan bahwa beberapa idenya cenderung far-fetched — walaupun banyak juga yang masuk akal.

Pertama-tama yang harus ditanyakan adalah MWI. Mengingat ada begitu banyak interpretasi mekanika kuantum yang sejajar saat ini, MWI bukan solusi istimewa. Deutsch sendiri sempat membahas “mengapa harus MWI” di buku ini. Tetapi, orang harus ingat bahwa MWI masihlah sebuah hipotesis. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Kedua, tentang waktu Barbour: ini juga statusnya masih minority report. Walaupun terdapat beberapa indikasi bahwa Barbour mungkin benar (tidak dibahas di sini). Dan yang ketiga: belum ada bukti bahwa ekstrapolasi Deutsch atas Church-Turing benar adanya, sebab MWI sendiri statusnya masih perlu diuji.

Meskipun begitu, terlepas dari tiga hal di atas, saya harus mengakui bahwa ide Deutsch tentang alam semesta bisa dibilang orisinil — kalau tidak disebut menyegarkan. Rasanya seperti dicemplungkan ke dunia SF, hanya saja yang menulis profesor fisika kelas dunia. 😆

 

Verdict?

 

Buku yang menyegarkan, pandangan yang orisinil, dan banyak insight menarik, terutama di bagian yang membahas epistemologi. Nilai plus lain: buku ini juga mengandung penjelasan saintifik tentang konsep-konsep sci-fi yang familiar (e.g. multiverse dan time-travel).

Meskipun demikian, sebagaimana umumnya bahasan frontier physics, buku ini tidak mengedepankan “fisika untuk semua orang”. Cukup disarankan jika Anda punya sedikit pengetahuan fisika dan menggemari fiksi ilmiah. But still: best read with a pinch of salt. 😉

 
Personal Rate: 4 out of 5

 

 
——

Ps:

Sekalian pengumuman tentang seri QM. Jika tak ada hambatan berarti, bagian #4c, #4d, dan #5 akan dirilis sebelum tanggal 20 Februari.

Sorry for the long wait. IRL gets in the way… ^^a

Read Full Post »