Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘paranormal’

Sekian tahun lalu, ketika masih SMP, saya cukup rajin menonton serial Scooby-Doo. Waktu itu serial ini ditayangkan di TPI, beberapa kali seminggu, pada pukul empat sore.

 

the Scooby-Doo cast crew

Scooby dan para anggota Mysteries, Inc. Setiap episode, mereka harus menyelidiki peristiwa aneh yang berbau supernatural.

(image from wikipedia)

 
Pada umumnya, jalan cerita dari setiap episode serial ini dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Terdapat seorang klien yang mengadukan masalah gaib/supernatural.
  2. Kemudian, grup Scooby pun berangkat menuju TKP.
  3. Di TKP, mereka menyaksikan bahwa kejadian gaib yang diceritakan benar adanya
  4. Meskipun begitu, setelah penyelidikan dilakukan, ternyata semua peristiwa gaib tersebut adalah hasil manipulasi tokoh antagonis di balik layar
  5. Si tokoh antagonis terungkap. Ia pun dipaksa mengakui perbuatannya

Bisa dibilang bahwa, alih-alih bertemu hantu sungguhan, Scooby dan kawan-kawan selalu menemukan bahwa peristiwa gaib yang terjadi adalah buatan manusia. Tapi itu bisa kita kesampingkan dulu untuk saat ini.

***

Dulu, waktu menonton serial tersebut, saya memandangnya dangkal saja. “Oh, mereka sedang mengesankan pada anak-anak agar tidak takut pada hantu”; “Oh, mereka sedang menyampaikan pesan agar anak-anak bisa bersikap kritis dan berani”. Tetapi, bertahun-tahun kemudian, saya menemukan pesan yang lebih dalam daripada itu:

 

Skeptisisme

 

Setiap episode Scooby-Doo, sesungguhnya, menyiratkan pesan akan semangat yang satu ini. Alih-alih langsung meyakini “itu benar-benar hantu!” ketika melihat penampakan, Fred dan kawan-kawan selalu bertindak lebih lanjut. Selidiki, kumpulkan bukti, dan analisis. Jangan langsung percaya!

Adapun semangat yang dimiliki Fred dan kawan-kawan dalam menelusuri peristiwa ‘gaib’ yang mereka hadapi bisa dibilang unik. Mulai dari drakula, monster rawa, mumi, hingga tengkorak hidup, semuanya dikejar dengan investigasi yang cukup komikal.

    (Tidak selalu dengan gagah berani, sih, mengingat Scooby dan Shaggy aslinya penakut hingga mesti diiming-iming Scooby Snack agar mau bekerja. 😛 Tapi setidaknya Fred dan Velma cukup pemberani… )

Satu hal yang saya catat secara khusus dari setiap petualangan Scooby-Doo adalah kehati-hatian untuk tidak tertipu. Betapapun nyatanya ‘hantu’ yang mereka lihat, Shaggy dan kawan-kawan selalu berhasil membuktikan bahwa semua itu adalah tipuan belaka. Kunci di sini adalah skeptisisme: amati, selidiki, dan jangan langsung percaya.

Menurut saya, inilah salah satu pesan yang paling mengena sepanjang serial Scooby-Doo. Jika seseorang tidak skeptis, maka dia harus siap untuk tertipu mentah-mentah. 😉

 
Deception Point(s)
 

Bicara soal ini, saya jadi ingat pada kisah nyata yang dialami ibu saya. Kejadiannya kira-kira seperti berikut.

Sekitar duapuluh tahun lalu, ibu saya bertugas di sebuah desa terpencil di pulau Jawa. Saat itu belum ada penerangan listrik di sana, dan beliau tinggal sendirian di sebuah rumah bilik.

Suatu malam sehabis hujan, terdengar bunyi “dukk-dukk-dukk” pada pintu.

Karena penasaran, ibu saya pergi ke depan dan membuka pintu. Tidak ada orang sama sekali.

Tentunya beliau kebingungan. Tetapi, ketika melihat ke bawah…

…tampak seekor katak sedang meloncat hendak masuk ke dalam rumah. Beliau pun segera mengusir katak tersebut. 😆

Apakah kisah ini menyeramkan? :mrgreen:

Saya tidak menyatakan bahwa hantu (atau aktivitas paranormal lainnya) itu tidak ada. Sama sekali tidak. Pada kenyataannya, saya termasuk orang yang membuka diri pada kemungkinan terjadinya gejala paranormal… selalu ada ruang untuk percaya pada konsep-konsep elusif seperti UFO, sisa roh orang yang sudah meninggal, dan lain sebagainya. Tapi masalahnya bukan itu.

Masalahnya adalah betapa mudahnya kita mengatributkan sesuatu pada hantu dan paranormal — ketika, di sisi lain, kenyataannya tidak seperti itu. Sedikit-sedikit menisbahkan pada klaim bombastis, sebagian dari kita lebih suka angkat tangan dan berkata: “Ghostdidit!” atau “ini gejala paranormal!” begitu saja.

Lebih mudah bagi kita untuk membayangkan bunyi “dukk-dukk-dukk” sebagai polah hantu daripada tindakan katak nyasar. Lebih mudah bagi kita menyangka seprei putih tertiup angin sebagai kehadiran tante kunti. Bahkan saya pernah menyaksikan, bagaimana “tuyul” dan “siluman babi ngepet” menjadi dua tersangka utama dalam kasus kehilangan uang mendadak… hingga kemudian terdapat indikasi bahwa seorang tukang renovasi telah mencuri uang tersebut dengan kunci duplikat. Saya yakin Anda paham maksud saya.

Hal-hal yang sekilas tampak ajaib dan mengesankan, boleh jadi sebenarnya hanya “tampak luar” dari rangkaian peristiwa biasa yang masuk akal. Sebagaimana halnya para ‘hantu’ yang ditemui oleh Scooby dan kawan-kawan. 🙂

***

Ngomong-ngomong, ada sebuah kisah menarik yang terjadi pada dekade 1950-an, terkait dengan kebiasaan “ghostdidit!” yang dibahas sebelumnya. Ketika itu, militer Amerika Serikat bekerja sama dengan pemerintah Filipina untuk menanggulangi pasukan pemberontak komunis.[1][2]

Pemberontak Huk, yang terdiri atas pribumi Filipina, mempunyai mitos akan makhluk Asuang — makhluk semacam vampir yang menangkap dan menghisap darah korbannya sampai habis.

Seorang Jendral Amerika, Edward G. Landsdale, mendapat ide cemerlang berikut: “Bagaimana jika kita memanfaatkan vampir Asuang ini sebagai senjata psy-war? Tentunya bisa melemahkan mental lawan.”

Maka, pada saat tentara Huk berpatroli di sebuah bukit, orang paling belakang diculik dari barisan, dan diperlakukan sbb:

  1. Dibunuh,
  2. Lehernya diberi lubang seolah-olah digigit vampir,
  3. Mayatnya digantung terbalik, sedemikian hingga darah mengalir keluar dari lubang tersebut.
  4. Setelah kehabisan darah, mayat tersebut diletakkan kembali di jalur patroli kaum Huk

Pasukan Huk menyadari bahwa anggotanya ada yang hilang. Maka mereka pun menelusuri balik rute patroli. Bisa ditebak, mereka menemukan jasad rekan mereka yang mati kehabisan darah dengan bekas “gigitan vampir”.

Sejak saat itu, beredar gosip bahwa Asuang mendiami bukit tersebut. Pasukan Huk yang kuatir kemudian meninggalkan tempat mereka bermalam…

…yang kemudian langsung di-capture oleh pasukan antikomunis Filipina.

Lihat, betapa dahsyatnya kekuatan mitos! 😯

 
Makanya, jagalah skeptisisme. Jangan termakan mitos, apalagi prasangka. Bukan tak mungkin Anda dikerjai.

Waspadalaaah… Waspadalaaaah…!! 👿

 

—–

Referensi

 
[1] Toward a New Counterinsurgency: Philippines, Laos, and Vietnam
~ Instruments of Statecraft

[2] PsyWar Terror Tactics
~ by Jon Elliston

Iklan

Read Full Post »