Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘foto’

Salah satu kegiatan yang saya lakukan selama hiatus tempo hari adalah jalan-jalan di kota Bandung. Bukan dengan naik mobil atau angkot, melainkan dengan berjalan kaki. Saya sendiri pada dasarnya memang suka jalan kaki ke mana-mana, terutama jika cuaca sedang cerah… dan kebetulan, cuaca waktu itu juga sedang cerah. Menurut saya ini tak boleh disia-siakan. Men sana in corpore sano! 😎 Alhasil, daripada bosan mendekam di kamar, saya pun memutuskan untuk pergi jalan-jalan saja.

Kalau sebelumnya saya sudah berjalan hingga daerah Dago selatan, maka kali ini saya mencoba melanjutkan ke arah tersebut. Mulai dari Jalan Ganesa/RS Borromeus, mengikuti rute yang lalu, dan melanjutkan seterusnya dari situ. Seperti apa cerita perjalanannya, here goes…

***

Dalam perjalanan yang lalu, saya sudah mencapai daerah sekitar Plaza Dago.

 

Plaza Dago

 

Bagian selanjutnya adalah jalan lurus hingga menyeberang perempatan R.E. Martadinata dan Juanda. Jalan sedikit lagi dari situ, dan kita sampai di salah satu mal paling terkenal di kota Bandung…

 

BIP - samping

 

…yang, kalau Anda sering jalan-jalan di sekitar Dago, pastilah pernah mendengar namanya diteriakkan oleh para sopir angkot. “Be-I-Pe, Be-I-Pe…” Orang Bandung umum menyebut mal tersebut “BIP” — singkatan dari “Bandung Indah Plaza”.

 
Beberapa puluh meter ke depan, terdapat sebuah toko kue sus yang cukup terkenal, “Soes Merdeka”. Dinamai seperti itu karena letaknya di Jalan Merdeka. Konon toko ini sudah berdiri sejak tahun 1950-an.

 

Soes Merdeka

 

Sekilas tokonya terlihat nyempil dan sederhana. Mungkin rasanya aneh bahwa merek yang lumayan terkenal mempunyai gerai begitu saja. Meskipun begitu, beginilah kota Bandung — perajin kuliner terkenal biasanya memang tidak mencolok. 😆 (contoh lain di antaranya “Kopi Aroma” dan “Yoghurt Odise”)

 
Lepas dari Jalan Merdeka, saya kemudian memutuskan untuk mengikuti trayek angkot Kalapa-Dago, hingga akhirnya ‘terdampar’ di depan sebuah bangunan bergaya Belanda.

 

Kodam III Siliwangi

 

Gedung Markas Kodam III Siliwangi. Bangunan ini terletak di Jalan Aceh. Bangunan warisan kolonial ini terletak di daerah yang rimbun dan sangat hijau…

 

Boulevard - Jl. Aceh

 

…dan memiliki trotoar yang sangat terawat, biarpun lajurnya agak sempit. +1 untuk kemudahan yang diberikan pada pejalan kaki. Yay! (^_^)_v

 

trotoar

 

Meskipun begitu, tujuan akhir saya bukan di sini. Masih ada beberapa puluh meter lagi ke depan.

 
Dan inilah titik akhir yang saya tetapkan hari itu… tak lain dan tak bukan, gedung SMA Negeri 3 dan 5 Bandung. 😀

 

SMA 3 Bandung - far

 

Tak beda dengan markas Kodam III Siliwangi, gedung sekolah ini memiliki arsitektur bergaya Belanda. Bangunan aslinya sangat luas dan memanjang — sedemikian hingga dapat menampung murid dan guru dari dua sekolah.

 

SMA 3 Bandung - side

 
Bangunan sekolah ini punya legenda tentang jendela yang terbuka sepanjang malam. Konon, pada malam-malam tertentu, seorang ‘Noni Belande’ akan menampakkan diri lewat salah satu jendela tersebut. Benar atau tidaknya, masih terbungkus oleh misteri…

Saya sendiri beberapa kali lewat daerah tersebut di malam hari. Bukan jalan kaki, tentu, melainkan dengan naik angkot. Dan memang ada jendela yang terbuka sampai jauh malam… tapi kita takkan bahas lebih lanjut soal itu di sini. 😉

***

Dan, dengan demikian, acara jalan-jalan saya hari itu pun berakhir. Total dua (atau tiga) jam jalan kaki, bolak-balik, dari Jalan Ganesa/RS Borromeus.

Bagusnya kamera HP saya mau diajak bekerjasama. Tangkapan yang kali ini jauh lebih baik daripada waktu jalan-jalan yang sebelumnya… mungkin karena cuacanya juga (kebetulan) sedang bagus. Tapi, yah sudahlah.

Sayang Bandung yang seperti ini cuma ada pagi-pagi atau di hari kerja. Kalau sudah siang di akhir pekan, pastilah jadi penuh dan macet oleh mobil berpelat B… (+_+)

Read Full Post »