Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘etika’

Tadi sore, ketika saya sedang menanggapi diskusi di sebuah post yang lagi panas, mas gentole melontarkan ide cemerlang:

Itu katarsis buat dia. Bisa meledak di jalan kalau dikeluarin. Ada ide bikin layanan “anger management” untuk para bloger? Anybody?

Saya pikir, ini ide yang brilian! 😯 Jadi, langsung saja saya inkorporasikan ide beliau dalam bentuk tulisan berikut. Silakan dibaca (dan diberi masukan/koreksi jika berkenan). 😀

Seperti apa?

Read Full Post »

Win-win Solution?

Ilustrasi di bawah ini saya dengar tadi malam, ketika sedang ngobrol ngalor-ngidul dengan mas ini. Penjelasannya kira-kira sebagai berikut:

Misalnya kamu diberi uang oleh ibu kamu untuk membayar kos. Berhubung biayanya dihitung tahunan, maka ibu sengaja memberikan uang tersebut beberapa bulan sebelum deadline. (alasan: supaya uang tersebut terpisah/tidak tercampur dengan tetek-bengek rumah tangga)

Meskipun demikian, tanpa sepengetahuan ibu, kamu memutuskan untuk mendepositokan uang tersebut di rekening bank. Sedemikian hingga kamu mendapat bunga dari simpanan tersebut.

Ketika tiba masa pembayaran kos, kamu menarik uang sejumlah yang awalnya diberikan oleh ibu, dan membayarnya ke pemilik kos. Adapun bunganya kamu diamkan di rekening.

Jadi, uang kos yang dititipkan ibu kamu bungakan di bank tanpa sepengetahuan beliau. Hasil bunga tersebut kemudian kamu jadikan milik pribadi.

Pertanyaannya: apakah tindakan tersebut etis?

Ini adalah kasus yang menarik. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan di sini:

  1. Terdapat tindakan memanfaatkan kepercayaan orang yang tidak tahu dananya dimanfaatkan untuk keuntungan saya pribadi.
  2. Meskipun begitu, tidak ada pihak yang dirugikan. Ibu tidak rugi karena uangnya tidak diselewengkan. Pemilik kos mendapat jatah tahunannya. Saya pun tidak mendapat rugi/hutang apa-apa.
  3. Saya mendapat keuntungan pribadi, berupa bunga deposito, dari rangkaian peristiwa ini. Dengan menimbang (1) dan (2): etiskah jika saya menjadikan bunga deposito tersebut milik pribadi?

 
Perlu dicatat bahwa pembahasan ini tidak berkaitan dengan hukum. Murni etika. 😉

Saya sendiri rada bingung ketika melakukan pendekatan semi-utilitarian yang umum saya pakai. Secara materi, tidak ada pihak yang rugi. Mengganggu sustainable source of happiness? Tidak juga. Keuntungan jangka pendek dan jangka panjang? Baik-baik saja, tuh? 😐 Tapi tetap saja rasanya ada yang mengganjal. Rasanya aneh jika saya mengambil keuntungan pribadi dari orang/pihak yang bersifat clueless.

Kalau menurut yud1, mungkin ada kaitannya dengan tanggung jawab moral. Ada kesan tidak baik jika kita memanfaatkan kepercayaan orang dan menjadikannya unwitting pawn begitu saja.

 
Menurut Anda? 😕

Read Full Post »