Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Trivia’ Category

Akhirnya balik juga dari hiatus. Yaay.

 

onion

 

Ya, saya tahu, saya melewatkan banyak kejadian penting selama dua bulan terakhir. Sebenarnya semua itu bisa jadi topik yang menarik untuk diblog. Tapi, apa daya — saya sedang tak hendak online (walaupun tanpa direncanakan sebelumnya). Jadi, karena dibuang sayang, biarlah saya rangkum semua itu dalam bentuk kalimat pendek saja.

Dan inilah topik-topik post yang — boleh jadi — akan mewarnai blog ini, seandainya saya tak hiatus…

 
Football
 

Josep Guardiola = Master of Pep Talk (no, really).

Champions League 2009 chant: “SORRY DORRY MAN UNITED. SORRY DORRY MAN UNITED…”

Brasil > Amerika > Italia > Mesir

Miracle on Grass. Do you believe in Miracle? YES!

Real Madrid buang-buang duit di tempat yang salah.

 
Asinine
 

Persyaratan jadi bintang sinetron: (1) berpenampilan menarik, (2) pernah disiksa suami. (I’m looking at you, Manohara)

Demi Garuda di dada, aku menolak stempel 100% Mesir asli!

“Situ pro-rakyat? Kalau iya, lanjutkan. Lebih cepat lebih baik.”

Dan semua orang mendadak bicara UU ITE… (methinks it was meme of yesteryear)

 
Politics and Whatnot
 

Good night, my sista. Marg Bar Dictator!

Fars Fark News > CNN

“Tapi itu tiang pancangnya dipasang di masa jabatan saya!” ~ kata Bu Mega tentang Jembatan Suramadu.

Media massa: Apa itu Neoliberal? Neoliberal adalah… *wharrrrgarbbll*

Nenek moyangku punya Ambalat / Gemar mengarung luas samudra / Menerjang ombak, tiada takut / Menantang badai, sudah biasa~

 
Somewhat Obvious
 

Banyak jendela yang terbuka sepanjang malam di gedung SMA 3 Bandung. (it is said that a ‘Noni Belande’ may appear behind one)

Jalan Ganesa sampai Taman Lalu Lintas (Bandung) bisa ditempuh dengan dua jam jalan kaki, bolak-balik.

Adik saya ternyata nggak ngefans sama CrisRon. (“Pake shortpants gitu? Ihh, enggak banget!”)

Cake Blueberries-nya Amanda Brownies itu enak.

Biasa: tante saya menginap dua minggu di Puncak. Aneh: terdengar suara kursi berderit-derit sepanjang malam. WTF: seorang temannya mendadak terkunci di WC kusam selama 30 menit; pintu terbuka setelah ia memanjatkan doa. [Scary]

 
Personal Interests, Technical Stuffs
 

Apa itu String Theory? String Theory adalah…

Being multirace is (was?) one delicate matter. (Kathleen Tamagawa, Sunny Yamagata)

Banyak orang salah paham tentang Nietzsche. (I’m looking at you, Nietzsche Wannabes and Straw Atheists)

Camus dan Sartre itu serupa tapi tak sama. Ibarat segitiga siku-siku dan samakaki. (*wharrrrgarbl* =_=! )

Hei, ternyata baca textbook psikologi itu asyik. =3

Laughing at Nothing: Humor as a Response to Nihilism, oleh John Marmysz. Buku bagus yang mengupas tentang nihilisme dan (sedikit) eksistensialisme. Rencananya mau saya review tempo hari, tapi, yah sudahlah. Mungkin lain waktu.

*baca ulang daftar*

*kecewa*

Sial, padahal banyak yang bisa jadi postingan bagus. Kelewat dua bulan aja, udah pada basi. (x_x)

*ngomel-ngomel gak jelas*

Tapi ada sisi baiknya. Setidaknya, niat saya untuk mengucapkan SORRY DORRY MAN UNITED di blog ini tercapai…

Read Full Post »

Satu hal yang menguntungkan jika Anda punya adik perempuan — atau merugikan, tergantung sudut pandang Anda — adalah bahwa Anda tak perlu khawatir tentang niat baiknya memikirkan gebetan sang kakak. Kemungkinan besar, Anda justru mendapat masukan berarti dari sudut pandang sang adik ybs.

Sayangnya, terkadang niat baik tersebut datang tanpa diundang. Lebih sering daripada tidak, hal ini menyebalkan membuat sang kakak jadi sport jantung atau — kalau sedang makan atau minum — mendadak tersedak sambil tergagap, “APAPAPAPA!?!??!”

Ya, kalau adik Anda punya bakat detektif yang aneh hingga nyaris mengerikan, Anda paham maksud saya. Saya sendiri tak pernah bilang siapa persisnya orang yang saya perhatikan, tapi entah bagaimana dia selalu tahu…

*it’s a mystery*

Contoh dialognya kira-kira sebagai berikut. (kejadiannya waktu saya masih SMA)

Dia: Ah, gw tau. Tipe-tipe lo kayaknya anak ekskul X.

Saya: Hmmm… πŸ™„

Dia: Kayaknya pake jilbab. Enggak pecicilan juga pastinya. πŸ˜€

Saya: Enggak tau yaaa… πŸ˜†

Saya pikir saya cukup aman sejauh itu. Meskipun begitu, beberapa minggu kemudian…

Dia: Gw TAU siapa yang lo taksir! KETUA EKSKUL X KAN? Ngaku!! 😈

Saya: *kaget*

Saya: Heh, nebak sembarangan. Emang atas dasar apa lo mikir gitu? 😎

Dia: Aheuheuheu… bener kaaaan? yahoo-giggle

Saya: Tanpa bukti, semua itu palsu!! yahoo-silent

Dia: Heuheuheuheuheu… yahoo-giggle yahoo-giggle

Saya: ……

Saya: *menyerah* x(

Jangan tanya saya darimana dia tahu. It’s a mystery. Jeleknya satu sekolah sama saudara sendiri, ya, ini.

Meskipun begitu, ternyata dia cukup baik untuk menyampaikan opininya sebagai berikut.

Dia: Ya, lucu sih. Imut. Anaknya baik, enggak aneh-aneh…

Saya: Ha. Terus?

Dia: Ya gitu dee~ Serius lo mau ama dia?

Saya: Tauk. Belom juga ngapa-ngapain? yahoo-eyebrow

Dia: Ya udah… gw doain. Semoga sukses ya. ^^_cU

Well, OK. Not bad. Setidaknya sudah dapat approval dari dia…

Sayangnya kisah ini belum selesai.

Satu-dua minggu kemudian, dia datang lagi ke saya, dan menyampaikan komplain sebagai berikut.

Dia: Eh, itu si Y kok sekarang jutek sih? Tiap kali gw papasan, bawaannya kusut melulu. :-/

Saya: Mana gw tau. Ada urusan apa, kali…

Dia: Ya, dia kan gebetan lo? Perhatian dong? 😎

Saya: LO KIRA DIA PACAR GW!? 😈

Dia: Kalo sikapnya gitu, gw jadi nggak terima nih. Gimana-gimana, gw sebagai calon ipar… yahoo-silent

Saya: …… *speechless*

BTW, itu bukan cuma satu kali terjadi. Ada juga kasus(-kasus) lain di mana dia menyampaikan saran tanpa diundang. Konsekuensi logis sebenarnya. Tapi ya, itu.

Dan suatu waktu, ketika satu keluarga sedang naik mobil…

Tante: So, dulu kan ada yang bilang “I miss you” sama kamu? Kuliah di mana sekarang? πŸ™‚

(*ini orang yang lain dengan yang ditebak adik saya di atas*)

Saya: *mencoba mengingat-ingat* Di Bandung juga kayaknya. Rasanya di kampus Z…

Tante: Loh? Satu kampus sama adikmu, dong? πŸ˜•

*siiiiiiiiiing*

Adik saya: OOOOOH, kakak yang itu… Si N, bukan? πŸ˜€ Iya tuh tante, dia orangnya rada…

Mengenai bagaimana berisiknya isi mobil sesudah itu, tak hendak saya jelaskan di sini. Biarlah saya serahkan pada imajinasi pembaca saja. >__>

 

 

——

Catatan:

Semua dialog di atas adalah kisah nyata dan benar-benar terjadi. Jujur. (=_=)_v

Read Full Post »

Saya [telah] mencoba layanan microblogging plurk. Sejauh yang saya dengar, plurk merupakan layanan microblogging yang sedang naik daun di seputar blogosp

Saya [rasa] layanan ini cukup menarik, walaupun kenyataannya dia tidak unik. Sejujurnya, saya berpendapat bahwa layanan plurk tak beda jauh dengan twitt

Saya [bilang] sayangnya terdapat satu kelemahan besar dari layanan ini. Pembaca yang sering mengunjungi blog ini harusnya menyadari bahwa tulisan saya um

Saya [bilang] … 😐

Saya [pikir] ini menyebalkan. Lihat, tidak satupun paragraf di atas tertulis sampai selesai. Bahkan setengah kalimat pun terpotong. (nottalking)

Saya [benci] sekali keadaan seperti ini. Saya ini mau menjelaskan keadaan sedetail mungkin! Masa belum selesai ngomong sudah dipotong!? (angry)

Saya [bilang] coba pikir, bagaimana jadinya kalau saya mau liveplurking pertandingan bola.

Saya [bilang] seperti ini: β€œGOL BRILIAN OLEH ANDREI ARSHAVIN!! Dia melewati dua orang pemain Blackburn Rovers! Tembakan melambung dari sudut sempit yang t

Saya [pikir] Anda bisa bayangkan. Masa ide dan kosakata yang mengalir dihambat begitu rupa? (nottalking)

Saya [bilang] ya, walaupun plurk bukan tak ada kelebihannya juga sih. (thinking)

Saya [bilang] setidaknya saya suka kumpulan emoticonnya. Emoticonnya bagus-bagus! (dance) (dance)

Saya [pikir] pada akhirnya ini layanan yang cukup menarik. Hanya saja ada syaratnya: Anda harus bisa merumuskan gagasan Anda dalam bentuk seringkas mung

Saya [bilang] …… (angry)

Saya [bilang] (idiot) (idiot) (angry) (angry)

Saya [telah] memutuskan bahwasanya layanan plurk tidak cocok untuk saya. (u_u)

Saya [merasa] bahwa saya sangat terganggu dengan ketidakmampuan plurk memberikan ruang untuk penjelasan tambahan ini-dan-itu

Saya [bilang] misalnya begini.

Saya [bertanya-tanya] apa jadinya kalau saya menulis: “para fisikawan di LHC telah menemukan jejak partikel boson Higgs!”

Saya [bilang] pembaca pasti bingung. “Boson Higgs itu apa?”

Saya [bilang] tentunya mudah kalau saya menulis di blog, tinggal tambahkan uraian + catatan kaki. Tapi ini kan plurk. (annoyed)

Saya [pikir] ini tantangan besar bagi para pelajar/dosen fisika modern. “Jelaskan apa itu boson Higgs dalam 140 karakter.” (thinking)

Saya [bilang] entah kenapa rasanya seperti pekerjaan dewa. (LOL)

Saya [pikir] oh, sial. Sebenarnya solusinya gampang. (annoyed)

Saya [bilang] http://en.wikipedia.org/wiki/Higgs_boson (idiot) (idiot)

Read Full Post »

Rasanya sekarang saya bisa membayangkan, bagaimana perasaan tiga orang manajer tim Liga Utama Inggris di setiap akhir musim.

Tetapi, lebih dari itu: yang satu ini benar-benar tragis. Saya tahu ini biasa, tapi tetap saja… =_=!

 

fm-2007

 

SIALAAAAAAAANN…!!!!

 

onion

 
Perjuangan hingga detik terakhir. Derby dan Southend sebenarnya tumbang di tangan Liverpool dan Chelsea di pekan 38… tapi ternyata tim saya justru terbantai 1-5 oleh Manchester City. Apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Dua musim di EPL pun berakhir dengan penurunan paksa™.

AAAAARRRRRGGGGHHHH!!!!!! plurk-angry

***

 
Tentu, seperti biasa, selalu ada kebijaksanaan yang bisa diambil dari dunia FM. Dan kebijaksanaan kali ini adalah…

Jangan bekerja dengan para pemain yang nervous wreck menjelang pertandingan penting. Terutama yang bernama Jason Koumas, Nathan Ellington, dan Luke Steele.

SELALU UTAMAKAN orang-orang yang berhati teguh untuk tugas besar…

…dan langsung tendang kiper cadangan bodoh yang bikin perpecahan di minggu ke-37, ketika seluruh tim harusnya berkonsentrasi ke pertandingan. Fuck it.

***

On a side note, setidaknya saya punya penghiburan. Ternyata skill manajemen saya dihargai cukup tinggi di dunia FM. Nggak tahu seberapa akuratnya, tapi sempat bikin GR juga sih. ^^;

stats

GK Coaching – 14
Attacking – 17
Defending – 15
Fitness – 15
Mental – 20
Technical – 19
Tactical – 20
Man Management – 17

Working With Youngster – 10

Which makes me wonder. Kalau memang stats saya sebagus itu, kok ya tim saya terdegradasi… πŸ˜•

Jadi penasaran. Kira-kira, apa jadinya kalau saya melatih Inter, ya? 😈

Read Full Post »

Derita Mas Samir

samir nasri

[image courtesy of Arsenal.com]

 

Samir Nasri Stays In To Avoid Female Arsenal Fans

 
The Arsenal midfielder has revealed that he is forced to stay in to avoid the attentions of his frenzied female admirers…

 
Samir Nasri has today spoken out about the reclusive lifestyle he is forced to live, not because of an ascetic devotion to the ‘Beautiful Game’, but rather through necessity.

The Marseille-born winger, it seems, is so mobbed by the female of the species when he leaves his house, that his life is simply unmanageable. The overwhelming desire of his female fans is evidenced by the stacks of mail he receives containing tokens of admirers’ lust, as well as a whole host of strange appeals amongst the requests for his phone number.

“I spend lots of time at home playing β€˜Pro Evolution Soccer’,” Nasri is reported by English tabloid The Daily Mail as saying.

“Ever since I have been a professional footballer it has been harder for me to go out and not be noticed.

β€œI have never had any problems with women. I often get letters from girls, who send me their phone numbers and photos. They want to contact me because I am a footballer.”

And Nasri seems to find the attention genuinely tiresome, wistfully commenting that he wanted to meet someone more interested in the fundamental aspects of his personality, rather than his fame and money.

“Things have always worked for me in the female department – but I want people to be interested in me for who I am and not for my money,” he added.

 
Mas Samir,

Percayalah: bahwasanya saya sangat paham apa yang Anda rasakan.

Bagaimana harus berhadapan dengan secret admirer, sementara kita tak hendak memberi harapan. Bagaimana ditekan perasaan tidak nyaman yang menghantui, yang hanya bisa diusir dengan main PES. How things have always worked for us in the female department – but we want people to be interested in us for who we are and not for our money. Sejujurnya, saya merasa kita punya banyak kesamaan.

Oleh karena itu, jangan bersedih: seperempat bumi jaraknya dari tempat tinggal Anda di London, ada orang yang memahami kesulitan Anda. For all the good reasons — you’re not alone. πŸ™‚

 
Salam hormat,

sora9n

Read Full Post »

Chatting itu…

Semenjak pertama kali mengenal internet sepuluh tahun yang lalu — saya jadi merasa tua ^^; — ada satu jenis kegiatan, di internet, yang paling jarang saya lakukan. Tentunya zaman segitu kegiatan microblogging dan social networking belum marak, jadi dua itu bisa dikesampingkan dulu[1].

Nah, kegiatan yang jarang saya lakukan itu adalah chatting.

Jadi, sejak zaman mIRC punya cerita, sampai Y!M jadi berita (*halah bahasanya*), saya bisa dibilang orang yang malas chatting. Sebenarnya tidak ada alasan yang khusus amat, sih — saya sendiri bukannya antipati atau apa. Mungkin bisa dibilang selera pribadi saja.

Meskipun begitu, sebaliknya, saya lebih suka berkomunikasi lewat bentuk tulisan panjang (e.g. via e-mail, forum, atau blog). IMO ada semacam keleluasaan tersendiri dalam tiga moda komunikasi tersebut:

  1. Saya bisa menjabarkan ide seluas dan sebaik mungkin tanpa terganggu interupsi
  2. Ini penting, terutama jika Anda sedang berusaha menjelaskan tentang tema yang agak kompleks dan/atau mendalam (misal: teori evolusi atau mekanika kuantum). Tentunya repot jika saya sedang menjelaskan bagian awal, lalu rekan diskusi menanyakan perkara terkait yang sedianya dibahas belakangan. Diskusi pun berpotensi melebar ke mana-mana.

    Jadi, jika Anda menemukan bahwa saya sering berkomentar panjang dan lebar di blog orang (contoh [1], [2]), sebenarnya itu bukan sengaja. Saya hanya sedang berusaha menyampaikan dengan sedetail dan selengkap mungkin. πŸ˜›

    Nah, ini yang sulit diakomodasi oleh media chatting. Jadi, saya pun lebih betah nongkrong di blog atau ikut milis (dulu, sekarang sudah tidak).

  3. Tulisan/komentar yang hendak disampaikan bisa di-proofread, sehingga meminimalkan resiko kesalahpahaman
  4. Saya sering mengalami ini. Ketika hendak merilis komentar atau post di blog, saya melihat bahwa (a) gaya bahasa saya mungkin terlalu kasar, (b) penjelasan saya ada kurangnya, atau (c) ada fallacy yang terkandung di dalamnya. Otomatis, proofreading membantu mendeteksi adanya kesalahan tersebut.

    Sementara, jika sedang chatting, hal ini mustahil dilakukan. Kalau sudah terlanjur salah, ucapan terlalu kasar, atau ada fallacy yang terselip… apa boleh buat. They’ve gone across for good (or bad). 😐

  5. Menjaga Ritme Diskusi
  6. Dalam sepakbola, sebuah tim akan kesulitan jika mudah terbawa tempo permainan lawan. Diskusi (di internet) juga begitu. Anda akan kesulitan melawan troll yang provokatif jika Anda terbawa emosi; demikian juga Anda bisa terintimidasi jika lawan bicara Anda begitu yakin dan menyerang Anda terus-terusan. Jika Anda ingin sukses berhadapan dengan lawan bicara model ini, intinya cuma satu: tetaplah berkepala dingin.

    Tentunya mudah untuk “mendinginkan kepala” jika pertanyaan tersebut dilancarkan di forum, milis, atau blog. Anda bisa beristirahat dulu sambil memikirkan topik. Tetapi, jika debat itu berlangsung di Y!M atau sebangsanya… well, that’ll be hellish. ^^;

    Bagaimanapun, saya bersyukur bahwa diskusi semacam di postingan ini dan ini berlangsung di blog dan bukannya Y!M. Saya selalu punya waktu untuk berpikir dan menenangkan diri. Jawaban bisa dipikir masak-masak, emosi bisa dijaga, dan tanggapan akhir pun lebih memuaskan. πŸ˜›

  7. He? Memangnya kamu chatting dengan tema-tema seperti itu?? 😯
  8. Enggak juga sih. Sebenarnya saya lebih sering chatting yang biasa saja (baca: mendengarkan curhat, ngobrol soal bola, dan lain sebagainya). Tapi ini tidak mengubah preferensi saya: bahwasanya menulis panjang itu lebih asyik daripada chatting. :mrgreen:

    *dilempar sandal*

Jadi, sebenarnya ini masalah preferensi. Terkadang, jika sedang ingin, saya ‘menampakkan diri’ di Y!M. Tetapi, lebih sering daripada tidak, saya justru tidak login ke sana sampai berhari-hari. IM yang masuk pun jadi terabaikan. (untungnya jarang ada yang mengirim) ^^;

Tapi, hei, yang terakhir itu bukan sepenuhnya salah saya. Koneksi GPRS HP saya sering tidak bersahabat, sedemikian hingga saya jarang bisa login dengan sukses. Jadi tentunya ada semacam divine intervention di sini. πŸ˜›

Walaupun tidak banyak bedanya juga sih. Toh saya lebih sering invis…

 

 
——

[1] Dua ini juga termasuk yang tidak saya akrabi. Seperti halnya perkara chatting di atas, sebenarnya bukan karena antipati. Hanya saja, kok saya kurang menemukan asyiknya di mana. ^^;

Read Full Post »

Hanya ada satu macam dosa di dunia ini, yaitu mencuri. Dosa-dosa lain adalah turunan darinya.

Kalau kau membunuh seorang pria, kau mencuri kehidupannya. Kau mencuri seorang suami dari istrinya, merampok seorang ayah dari anak-anaknya. Kalau kau menipu, kau mencuri hak seseorang untuk mendapat kebenaran. Dan kalau kau berbuat curang, kau mencuri hak seseorang untuk mendapat keadilan.

 
~ Baba,
The Kite Runner

 

Terkadang saya bingung, apakah mencuri hati bisa digolongkan kejahatan juga.

Hmmmmmmmm. πŸ˜•

 

 
Catatan:

Saya tidak sedang jatuh cinta. Sungguh. 😎

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »