Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Deeper Thoughts’ Kategori

Bapak Enrico Fermi (1901-1954) adalah ahli fisika yang turut berpartisipasi dalam proyek bom atom di Los Alamos, New Mexico, pada masa Perang Dunia II. Sebagai ilmuwan yang berkecimpung di bidang fisika atom, nama beliau diabadikan lewat nama partikel fermion dan statisik Fermi-Dirac.
 

Enrico Fermi (1901-1954)
 
Biasanya, kalau mendengar istilah “fisika atom”, yang terbayang adalah perhitungan yang rumit, [...]

Untuk mentranslate bahasa

Syahdan, sebelum benua Australia ditemukan, orang Eropa punya pendapat seperti berikut.
Setiap kali saya melihat angsa, selalu berwarna putih.
Angsa di danau berwarna putih,
Angsa di peternakan berwarna putih.
Oleh karena itu, pastilah semua angsa di dunia berwarna putih.
Selama bertahun-tahun mereka terbiasa dengan “doktrin” ini, sebab memang tak ada angsa berwarna lain yang hidup di Eropa. Mulai dari Inggris, [...]

Untuk mentranslate bahasa

Dulu, waktu saya masih kecil, ayah saya pernah menyampaikan ucapan yang — kira-kira — intinya sebagai berikut.
“Setiap kali ini-itu, pasti menangis. Jangan jadikan tangisan sebagai senjata.”
Saya tak ingat waktu itu saya sedang apa, atau menangis karena apa. Meskipun begitu, ucapan tersebut sangat membekas di hati saya sampai sekarang. Merajuk itu tidak baik, begitu intinya. Kalau [...]

Untuk mentranslate bahasa

Ada sebuah scene dari buku pertama serial Harry Potter, yang sampai sekarang masih membekas di pikiran saya. Saat itu Harry baru saja berkenalan dengan Ron Weasley, dan sedang naik kereta dalam perjalanan menuju Hogwarts.
Ron had taken out a lumpy package and unwrapped it. There were four sandwiches inside. He pulled one of them apart and [...]

Untuk mentranslate bahasa

Suatu ketika, Bapak Richard Feynman, seorang fisikawan peraih Nobel, diundang hadir dalam konferensi interdisiplin. Layaknya konferensi interdisiplin, yang hadir di sana adalah para tokoh dari berbagai bidang — di antaranya teologi, filsafat, etika, dan sosiologi.
Nah, beliau diundang sebagai wakil kalangan ilmuwan.
Meskipun begitu, tak berapa lama, Pak Feynman menemukan suatu masalah. Dia tidak mengerti pembicaraan orang-orang [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tadi sore, ketika saya sedang menanggapi diskusi di sebuah post yang lagi panas, mas gentole melontarkan ide cemerlang:
Itu katarsis buat dia. Bisa meledak di jalan kalau dikeluarin. Ada ide bikin layanan “anger management” untuk para bloger? Anybody?
Saya pikir, ini ide yang brilian! Jadi, langsung saja saya inkorporasikan ide beliau dalam bentuk tulisan berikut. [...]

Untuk mentranslate bahasa

Catatan Awal:
Artikel ini adalah bagian keenam (dari delapan) tulisan bersambung, dengan tujuan menjelaskan konsekuensi filosofis mekanika kuantum pada pembaca kasual.
 
Daftar tulisan selengkapnya:

Bagian 1 – Quantum Philosophy: The Menacing Concepts
Bagian 2 – Paradoks dan Keruntuhan Superposisi
Bagian 3 – Beberapa Interpretasi Mainstream
Bagian 4 – Singgungan dengan Dunia Filsafat

a) QM dan Filsafat Determinisme
b) Memandang Kenyataan: Filsafat Para Ilmuwan
c) [...]

Untuk mentranslate bahasa

Albert Camus, filsuf yang sempat jadi pemain bola, pernah berkata sebagai berikut:
“Segala yang saya ketahui tentang moral dan tanggung jawab, semua didapatkan dari sepakbola.”
Tentu, banyak orang mafhum bahwa sepakbola adalah “miniatur” dari kehidupan manusia. Ada hierarki kekuasaan; ada kekuatan uang; kerjasama; semangat mengejar prestasi… bahkan juga keringat dan air mata! Tapi bukan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Win-win Solution?

Ilustrasi di bawah ini saya dengar tadi malam, ketika sedang ngobrol ngalor-ngidul dengan mas ini. Penjelasannya kira-kira sebagai berikut:
Misalnya kamu diberi uang oleh ibu kamu untuk membayar kos. Berhubung biayanya dihitung tahunan, maka ibu sengaja memberikan uang tersebut beberapa bulan sebelum deadline. (alasan: supaya uang tersebut terpisah/tidak tercampur dengan tetek-bengek rumah tangga)
Meskipun demikian, tanpa sepengetahuan [...]

Untuk mentranslate bahasa

“Seandainya aku tidak jadi mati, bagaimanakah? Seandainya aku diperkenankan hidup lagi? Tiap-tiap menit tentu menjadi zaman abadi bagiku, seluruh waktu akan menjadi milikku…. O tiap menit akan kujadikan abad, tidak akan kusia-siakan lagi. Menit, menit, ya menit itu akan kuisi sepenuh-penuhnya, supaya tidak percuma lagi, dan tidak akan saya sesali lagi kehampaannya.”
 
~ Fyodor Dostoyevski
(dalam pengantar [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »