Konon, kebahagiaan itu letaknya di hati. Seseorang tidak mesti kaya dan berkelimpahan untuk bisa bahagia — asalkan bisa mencukupi kebutuhan dan bersyukur, maka itu saja sudah cukup. Yang penting adalah bagaimana memaknai apa yang kita punya sebaik mungkin.
Sebenarnya ini wisdom yang amat populer; beberapa orang mungkin bilang “basi”. Meskipun begitu, mau tidak mau, saya jadi ingat juga gara-gara adegan di bawah ini.
“You can’t always get what you want, but if you try, sometimes you may just get what you need.”
~ Rolling Stones
Have a nice day, Neko-san.
——
Ps:
Belakangan ini saya jadi sering posting gambar/foto. Maunya sih menulis panjang-lebar, tapi apa daya…
(baca: mood belum balik sepenuhnya pasca hiatus)

Ah, seandainya bisa seperti itu. Kadang saya merasa bahwa kebahagiaan diri sendiri harus agak dikorbankan demi kemaslahatan umat. *stres gara-gara deadline*
Sepatunya guede ya?
Nah, kalo bahagia letaknya di hati, inside, klise memang tapi sering dilupakan.
Kadang malah perlu berjalan jauh sampai babak belur dulu baru dpt pencerahan ‘klise’ td.
Itu ga pingsan karena aroma sepatu kan?
@ lambrtz
Nganu… bukannya saya mengajarkan supaya egois. Tapi sebaiknya jangan begitu terus. ^^;
Lha kalo situ terus-terusan mengorbankan diri demi kemaslahatan umat, terus yang menanggung kemaslahatan situ siapa? Situ kan termasuk umat juga. Also consider your well-being lah.
/singlish setengah hati
:::::
@ Takodok! | ManusiaSuper
For the record, itu bukan sepatu saya. Foto itu diambilnya di depan kamar teman yang — kebetulan — memang orangnya tinggi besar.
/kalo nggak salah tingginya 1.75 m (?)
//rada tambun juga sih
Don’t know, don’t ask.
Saya selalu suka quote itu, mengajarkan saya untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita punya. Bahkan Tuhan pun lebih banyak memberikan apa yang kita butuhkan daripada apa yang kita inginkan
btw, itu kucing kasian tidur di sana dan kenapa kucingnya kurus begitu, Sora nggak pernah ngasih makan si kucing ya
kayanya kebalikan dari:
Mendukung statemennya Rukia kalau
So, kalo gak bersyukur mau apa lagi, manusia kan gak pernah puas
Btw sou, itu kucing yang belang tiga jantan atau betina, sekalian kalau tau umurnya berapa?
(lagi survei untuk mematahkan mitos kalau kucing belang tiga jantan itu hidupnya gak lama)
sepatunya sudah bulak (butut), kasian bener kucing2 itu, pingsan karna bau..
Konon, kebahagiaan itu letaknya di hati.
Kasian orang yang sakit lever…
@sora9n
Apakah Anda sudah merasa bahagia?
kawaii…. ^.^
kalau jadi kucing mungkin memang sudah cukup bahagia asal bisa makan cukup dan tidur tenang ya…
Saya setuju, memaknai setiap kejadian, setiap menit, setiap detik.
Dan ini, sulit sekali di lakukan terkadang.
*Bekas korban percaya fairy-tale thingy*
Btw, itu ga gatel-gatel kakinya? Kucing kan biasanya ninggalin bau dan kutu *sotoy*
thing is; people always want what they need and always need what they want; and what’s worse is that they always forget what they want/need once they get it.
@ rukia^^
Itu kucing penghuni kosan yang enggak tahu datangnya dari mana. Setahu saya sih memang gak ada yang memelihara — cuma kalo ada makanan sisa aja ditaruh luar.
/suka kucing
//tapi enggak suka ngurusnya (devil)
:::::
@ tierainrie
AFAIK umurnya baru beberapa bulan. Kalau jenis kelaminnya, saya nggak tahu. (o_0)”\
Waktu saya berangkat liburan kemarin sih belum ada. Tapi, pas saya balik, mendadak ada…
:::::
@ Lumiere | Grace
Lah, kan udah dibilangin, itu sepatu teman saya. Mana saya tahu soal bau dan/atau gatel-gatel?
:::::
@ Jabizri
Saya? Kadang-kadang saya bahagia, kadang-kadang tidak. Seperti orang pada umumnya saja.
:::::
@ Felicia
Believe it or not, terkadang cara hidup mereka membuat saya iri.
/no social construction
//enggak ada predator
///plus, dekat sini ada warung makan. so yeah…
:::::
@ Ali Sastroamidjojo
Somewhat off-mark, IMO. My point is: sometimes people want bigger, better, more expensive things than they actually need.
Me, I want to dine at Pronto and Hanamasa every night. But then I feel that a nearby Warung Padang is good enough, so why the luxury?
/not that I have the money though
Itu kucing legendaris yang bisa bahasa Jepang?
Wah the Rolling Stones! *los pokus*
baru … mo tanya…
dp gambar dr mana…eh telat…dah di jelaskan
biar nggak panjang lebar,alias singkat tapi mengena bro!!!
thx for sharing and remind
Sampai hari ini saya masih gak brenti mikir, sebenarnya, sebrapa besar input dari luar semestinya mempengaruhi kebahagian seseorang. Maksudnya, apa bisa bahagia out of nothing gitu aja?
Etapi saya ngiri postingan ini, pengen banget bisa posting simpel2 modal foto. Apadaya tak punya kamera…
@ Reinhart Velatrache
Euh, bukan. Yang ini masih kecil. Yang waktu itu seingat saya udah lumayan gede.
:::::
@ Kgeddoe
*tabur garam*
:::::
@ Getzu
Ah, terima kasih.
:::::
@ jensen99
IMO sih, nggak out-of-nothing juga. Sedikit-sedikit ada pemenuhan lah. Cuma nggak perlu semewah itunya amat.
Seperti yang saya bilang ke mas gentole: Kalau Warung Padang udah cukup, ngapain memaksakan diri ke Pronto? Mahal!
Saya sendiri memandangnya “seperlunya saja”. MP3 player saya belinya tahun 2005, kapasitas 128 mb. Sampai sekarang masih bagus + siap menemani jalan. Buat apa diganti baru?
/etapi senang juga sih kalo dikasih iPod
Talking about happiness, I’m kinda jealous whe another people said that they were happy or sad. I’m never understand what the meaning of happy or sad.
Maksudku aku ngga pernah merasa sedih ato bahagia. Apapun yang terjadi dalam kehidupanku, ya kujalani kaya robot. Heartless.
Thanks, Sora-kun, about remains me that there were heart in human.
kok jadi kayak http://icanhascheezburger.com/ sih? hihi..
btw, kucing calico pasti betina. genetic thingie.
euh….kucingnya lucu. *gemes*
Sekarang mari masukkan beberapa caption…
Kucingnya lucu.
sekarang masih hiatus yah.. hehehe.. kucingnya keenakan tuh di bantal karet..