Salah satu kegiatan yang saya lakukan selama hiatus tempo hari adalah jalan-jalan di kota Bandung. Bukan dengan naik mobil atau angkot, melainkan dengan berjalan kaki. Saya sendiri pada dasarnya memang suka jalan kaki ke mana-mana, terutama jika cuaca sedang cerah… dan kebetulan, cuaca waktu itu juga sedang cerah. Menurut saya ini tak boleh disia-siakan. Men sana in corpore sano!
Alhasil, daripada bosan mendekam di kamar, saya pun memutuskan untuk pergi jalan-jalan saja.
Kalau sebelumnya saya sudah berjalan hingga daerah Dago selatan, maka kali ini saya mencoba melanjutkan ke arah tersebut. Mulai dari Jalan Ganesa/RS Borromeus, mengikuti rute yang lalu, dan melanjutkan seterusnya dari situ. Seperti apa cerita perjalanannya, here goes…
***
Dalam perjalanan yang lalu, saya sudah mencapai daerah sekitar Plaza Dago.

Bagian selanjutnya adalah jalan lurus hingga menyeberang perempatan R.E. Martadinata dan Juanda. Jalan sedikit lagi dari situ, dan kita sampai di salah satu mal paling terkenal di kota Bandung…

…yang, kalau Anda sering jalan-jalan di sekitar Dago, pastilah pernah mendengar namanya diteriakkan oleh para sopir angkot. “Be-I-Pe, Be-I-Pe…” Orang Bandung umum menyebut mal tersebut “BIP” — singkatan dari “Bandung Indah Plaza”.
Beberapa puluh meter ke depan, terdapat sebuah toko kue sus yang cukup terkenal, “Soes Merdeka”. Dinamai seperti itu karena letaknya di Jalan Merdeka. Konon toko ini sudah berdiri sejak tahun 1950-an.

Sekilas tokonya terlihat nyempil dan sederhana. Mungkin rasanya aneh bahwa merek yang lumayan terkenal mempunyai gerai begitu saja. Meskipun begitu, beginilah kota Bandung — perajin kuliner terkenal biasanya memang tidak mencolok.
(contoh lain di antaranya “Kopi Aroma” dan “Yoghurt Odise”)
Lepas dari Jalan Merdeka, saya kemudian memutuskan untuk mengikuti trayek angkot Kalapa-Dago, hingga akhirnya ‘terdampar’ di depan sebuah bangunan bergaya Belanda.

Gedung Markas Kodam III Siliwangi. Bangunan ini terletak di Jalan Aceh. Bangunan warisan kolonial ini terletak di daerah yang rimbun dan sangat hijau…

…dan memiliki trotoar yang sangat terawat, biarpun lajurnya agak sempit. +1 untuk kemudahan yang diberikan pada pejalan kaki. Yay! (^_^)_v

Meskipun begitu, tujuan akhir saya bukan di sini. Masih ada beberapa puluh meter lagi ke depan.
Dan inilah titik akhir yang saya tetapkan hari itu… tak lain dan tak bukan, gedung SMA Negeri 3 dan 5 Bandung.

Tak beda dengan markas Kodam III Siliwangi, gedung sekolah ini memiliki arsitektur bergaya Belanda. Bangunan aslinya sangat luas dan memanjang — sedemikian hingga dapat menampung murid dan guru dari dua sekolah.

Bangunan sekolah ini punya legenda tentang jendela yang terbuka sepanjang malam. Konon, pada malam-malam tertentu, seorang ‘Noni Belande’ akan menampakkan diri lewat salah satu jendela tersebut. Benar atau tidaknya, masih terbungkus oleh misteri…
Saya sendiri beberapa kali lewat daerah tersebut di malam hari. Bukan jalan kaki, tentu, melainkan dengan naik angkot. Dan memang ada jendela yang terbuka sampai jauh malam… tapi kita takkan bahas lebih lanjut soal itu di sini.
***
Dan, dengan demikian, acara jalan-jalan saya hari itu pun berakhir. Total dua (atau tiga) jam jalan kaki, bolak-balik, dari Jalan Ganesa/RS Borromeus.
Bagusnya kamera HP saya mau diajak bekerjasama. Tangkapan yang kali ini jauh lebih baik daripada waktu jalan-jalan yang sebelumnya… mungkin karena cuacanya juga (kebetulan) sedang bagus. Tapi, yah sudahlah.
Sayang Bandung yang seperti ini cuma ada pagi-pagi atau di hari kerja. Kalau sudah siang di akhir pekan, pastilah jadi penuh dan macet oleh mobil berpelat B… (+_+)
Sora jalan kaki dari kos PP? berapa kilo? kuat amat
*buta arah*
*cuma pernah ke Kodam III Siliwangi*
Anda membuat kekangenan saya sama Bandung makin menjadi-jadi
BTW,
cewek-cewekpenampakan none bandungnya?coba sekali-kali jalan malam
kayanya malah lebih rame ya? ^^
wah bandung enak ya?
pengen kesana deh.
mungkin beberapa tahun yg akan datang.
semoga….
Wah, saya jadi kangen Bandung.
Udah setahun ga ke Bandung, padahal dulu lumayan sering
Sampe sekarang saya masih pensaran sama soes merdeka, belum kesampean buat nyicipin
@ rukia^^
Huh? Kos PP itu apa? :-/
Kemaren juga ditanyain mas @galeshka soal kilometer, tapi saya ga ngitung. Jauh atau dekatnya, coba dikonsultasi ke GoogleMaps.
:::::
@ Eru
Saya nggak ketemu noni yang katanya tinggal di SMA 3 & 5 sih… (*amit-amit; ntar diajak pergi gak bisa balik*)
Kalo cewek Bandung pd umumnya… gimana ya. Rasanya nggak terlalu beda dibandingin Jakarta. Kecuali mungkin lebih banyak kelihatan Sunda-nya. ^^;
/gak terlalu tertarik
//lagipula bukan tipe saya
:::::
@ Arm
Saya sih mau aja jalan2 malam. Sayangnya… (1) kamera HP saya jelek buat motret malam hari, (2) angkot di Bandung mulai sepi kalo udah jam 7.30, (3) keamanannya nggak sebaik pagi/siang hari buat jalan kaki sendirian.
/dua tahun lalu sempat ada gelombang penculikan mahasiswa
//dulu juga ada geng motor
///jadi agak serem juga
:::::
@ vya
Menurut saya sih lumayan enak. Paling nggak di daerah utara/sekitar Dago; di situ fasilitasnya lumayan lengkap. (o_0)”\
:::::
@ rhys
Saya juga jarang nyobain Soes Merdeka. Waktu kecil dulu seringnya dibawain sama tante saya… eh, tahunya sekarang sering lewat.
BTW, Bandung itu yang enak suasananya IMHO. Rasanya seperti orang liburan tiap hari.
/beda dengan Jakarta
//kesannya sibuk terus gak berhenti2
Pernah ke Jogja? Mana yah yang lebih terasa seperti liburan?
*penasaran*
BTW, jujur aja, mohon maaf sebelumnya, yang terlintas di pikiran saya kalo mendengar Bandung adalah sampah
…tapi segitu parahnya ga sih? :/
^
Ooh, yang sampah itu pas jaman saya tingkat 2. Waktu itu TPA Leuwigajah kena longsor.
Bahkan waktu itu di dekat kampus ada timbunan setinggi 1.5 meter. Masalahnya itu tempat pembuangan paling utama di kota Bandung.
Itu kejadian tahun 2005 sih. Kalau sekarang, ya, udah balik normal lagi. ^^
Pernah sih ke sana, tapi jarang-jarang. Alhasil nggak terlalu ingat.
Kan udah dibilangin kemaren: saya ini orang Jawa enggak jelas! xP
/halah jadi curhat
@ lambrtz :
Berhubung saya sekarang di Jogja, menurut saya di Jogja lebih terasa “liburannya”. Nyantai terus
Tapi, bagaimanapun Bandung menang di cuaca sih. Jadi enak buat jalan kaki keliling-keliling. Soalnya Jogja kan panas, cuacanya ga ramah buat kulit
Coba bareng Rifu, Sora, pasti jadinya sepedaan.
anw, kok ga jalan kaki sampe kiara condong, pegel pegel deh kakinya.
Kos Pulang Pergi
@ Sora | @ lambrtz
Bagaimana dengan Bali ? Mana yang lebih terasa seperti liburan? di Bali everyday is sunday
wah.. jadi inget. dulu juga saya sering tuh jalan kaki seputar dago dan sekitarnya..
tapi udah lama banget…
hi sora!!!!
BTW, bandung ‘kan dingin.
jangan” masyarakat bandung pada cool lagi?
ehehe…:lol:
ane mw pkl d bndung neh (di Gedung geologi) mau gak jadi guide ane he hehe
@ rhys3
*jarang ke Jokja*
:::::
@ Rizma
Saya lebih suka jalan kaki… lebih enak tiap kali mau nyebrang zebra cross. Plus, kalo udah capek, tinggal pulang naik angkot. Habis perkara.
:::::
@ Rukia
Bah, kirain ada kosan bernama PP. =_=!
Saya belum pernah ke Bali…
:::::
@ Billy Koesoemadinata
Saya sih karena kebetulan lagi kuliah di sini. Jadi sekalian jalan-jalan aja.
:::::
@ jean
Hi juga.
:::::
@ vya
…termasuk saya? ^^a
/dipentung
:::::
@ cholisina
Saya mudengnya cuma sekitar Dago doang. Kalau lebih ke utara/selatan, ya, saya kurang piawai.
wah enaknya jalan kaki pagi2… masih atis ya Aa…
omong” soal serem, pertigaan jln taman sari-ganesha-dayang sumbi tuh ‘kan ada penampakannya.
itu lho yg deket ITB.
iya ‘kan serem?
BTW, udah nonton harpot 6 belum?
Ini maksudnya dua tempat?
Pertigaan Tamansari-Ganesha nggak serem kok..
Malah cukup rame kalau malem
Kalau pertigaan Dayang Sumbi-Tamansari memang agak gelap, tapi saya lewat situ jam 2 malem jalan kaki sendirian juga nggak masalah.
Paling waspada sama orang mabuk di depan K bunder
ya, ‘kan belum tahu kepastiannya.
gak ada bukti, sih.
cuma gosip doang.
moga2x sih boongan.
kalau bener, siapa yg mau tanggung jawab?
Aih! Geningan… urang Bandung oge, si akang teh. Tepangkeun ah, abdi urang Kosambi.
*mulai menemukan titik terang, ketika beberapa waktu kemarin jalan-jalan ke Gunung Agung BIP, melihat seorang pemuda berkaca-mata foto-foto sekitar Merdeka, [...]*
.
.
.
Ahem.
Pertama, kita punya kesamaan; sama-sama demen jalan kaki.
Kedua, saya pernah jalan kaki dari Jl. Ahmad Yani sampai Jl. Soekarno-Hatta, hanya untuk sekedar menyambangi Perpustakaan Daerah. Dan saya kecewa, itu adalah perpustakaan menyedihkan yang pernah saya kunjungi. *mungkin lain kali mending ke ITB*
Ketiga, semestinya pemkot Bandung mencanangkan pembangunan promenade. Semenjak saya hijrah dari tanah kelahiran ke Bandung ini, saya dibikin shock dengan buruknya fasilitas mobilisasi bagi pejalan kaki, yakni tiadanya trotoar yang manusiawi. Seriusan, ini Ibu Kota??
Keempat, sekarang saya punya sepeda federal.
/GaPenting
@ Heri Koesnaedi
Muhun…
:::::
@ vya
Kalo pertigaan Tamansari-Ganesa sebenarnya lumayan ramai. Yang agak sepi ruas jalan habis itu, yakni sebelah barat ITB. Di sisi kiri bangunannya jarang; di sisi kanan lapangan parkir Teknik Sipil. Rada gelap juga kalau malam.
Pertigaan Taman Sari-Dayang Sumbi letaknya di belakang ITB, dekat Sabuga. Ini daerah sekitar perumahan — jadi harusnya nggak serem amat. Dekat situ ada Circle K yang dibilang mas Ardianto.
*coba cek di Google Maps aja sih*
:::::
@ Ardianto
Tapi harus diakui, daerah sekitar ITB itu rada serem kalo nggak terbiasa. Pohonnya gede-gede dan lampunya jarang… terutama sepanjang Ganesa & Tamansari Atas. :-/
Kata ibu dan tante saya sih. Saya sendiri biasa jalan-jalan sekitar situ, jadinya ya cuek saja.
:::::
@ Presiden AS
Mana mungkin. Pasti salah orang.
Coba lain kali main ke Tangerang, Depok, atau pinggiran Jakarta pada umumnya. Nanti kesannya berubah deh.
Ah, benar. Pasti salah orang
Hng? Ada apakah di sana? :-/
keren banget tu bandung pagi2.. masak kesana pas pagi doang kalo macet trus kabur om?
ohhh… gitu, yah ?
mudah2an segala macam hal2 yg serem itu
gak bener2 ada, deh !!
nemu lagi satu anak itb di blog…
kita pernah kenalan ga ya? hehe….
bandung emang enak kalo pagi2…
jadi inget waktu car free day kemaren2, walopun pendek banget sih jalan yang ditutupnya tapi lumayan lah…
^
Err… not to be rude, but please don’t identify me with that campus.
Salam kenal BTW. ^^
oops…gomen ^:)^
edit aja komennya kalo gitu….
salam kenal juga