Scaling Dago area by foot isn’t something I usually fancy, if only out of boredom. When the sky is clear, however, doing so would seem as one viable option.

While one doesn’t fancy Bandung to be superior to Indonesian capital Jakarta, it has something not to be shy of – in form of rather spacious trottoir,

that, as any JaBoDeTaBek citizen would fairly attest, is much of rarity in that other town.
Following the road may well lead to some means of recreation Bandung can offer. From the outlet of nationally well-known pastry-selling franchise,

to the more traditional, albeit curious, guerilla-like selling method championed by another brand in the same field of business.

Pulling a few hundred yards to the south, one may eventually find facade of Padjajaran University’s secondary campus – of which to notice the plaque among greeneries itself requires effort.

While not far from there, one particular place to hang out is readily available.

Residence complex are, at best, reminiscent of South Jakarta suburban areas,

up until one takes notice on somewhat unique, gothic-distro seems-to-be along the way:

Or something like that.
——
Ps:
Post format inspired by Tokyo Times.
Amanda Brownies merusak pandangan mata saya di seluruh sudut kota. Banyak bener.
Di Dago itu yang paling banyak ditemukan. Gerobak lah, pake truk pick-up ah, pake van lah. Gilak.
*sudah menginvasi Jogja pula itu brownies, haiyah*
Jadi, kalo nongkrong deket lokasi2 yang di foto itu, ada kemungkinan bisa papasan sama sora?
Ah, franchise2 diatas blum ada yang sampai sini…
Wah, tumben Sora bikin ginian. Kira-kira bersih tidak disana?
@ goen
Makanya saya sebut ‘guerilla’.
@ jensen99
Kalo pas saya lagi jalan-jalan, mungkin.
@ Kamerad Syllachtea
Yaa, postingan di atas itu terjadi gara-gara saya lagi bosan.
Dibilang bersih, ya lumayan… tapi nggak sekinclong kota2 kecil macam Ciamis atau Purwakarta, sih. :-/
Saya ga diajak ke Bandung sama kakak saya, padahal pengen jalan-jalan ke sana
btw, ternyata Bandung bersih juga, nggak seperti simpang lima-nya Semarang. Ya ampun… koutor
Duh, jadi kangen bandung, dah lama banget nggak ke situ.
Eh, itu yang traditional franchise punya-nya Nyonya Gunawan ya?
@ Rukia
Jangan kuatir, Bandung gak segitunya amat kok. Bagian yang bersih dan rapi cuma di utara dan sekitar Dago.
Semakin ke selatan, ya…
@ dana
Main aja sesekali, masbro. Cuma 2-3 jam dari JakTim kalau lewat tol. ^^
@ Nazieb
Ternyata Nyonya Gunawan itu terkenal.
Baru tahu saya.
kotanya tampak teduh
jadi pengen main ke Bandung, biasanya hanya lewat
Sial, itu kaget saya pas liatnya pertama kali di Bandung.
“APAA!!? BROWNIES AMANDAAA!??”
Btw, soal kota bersih… Palangkaraya FTW!
foto langitnya keren euy….
This is one quaint literary style. Inspired by the aforementioned weblog or…?
@ Arm
Dulu sih dingin, tapi belakangan ini jadi agak panas. Enggak tahu kenapa. (o_0)”\
Kalau pagi suhunya +- 20 derajat C, BTW.
@ goen
Tapi, dipikir-pikir, itu nama yang cukup umum sih.
Saya belum ke pernah ke Palangkaraya…
@ heri koesnadi
Yup, kebetulan lagi bagus. Makanya saya potret. ^^
@ Kgeddoe
Well, you may want to compare with [this one].
Saya tidak suka sama kemacetan di jalan itu tiap sore
Yang paling saya suka dan ingat dari Bandung adalah MAKANAN nyaaaaaa….
Tapi, pngalaman baru-baru, kalo mau jalan-jalan rada susah. Apalagi weekend. Macetnya naudzubillah.
Beautiful blue sky. Nature beauty is always.
____
PS
Ano, Sora, itu gambar apa make upload langsung dari WP?
*masih penasaran*
*ngarep*
@ Ardianto
Saya sih jarang kena. Lha wong ke mana-mana jalan kaki.
*daerah dekat serba ada…*
@ Snowie
Kalau weekend memang parah IMO. Dulu pernah macet panjang di dekat kosan saya…
…dan yang ngantri mobil pelat B semua. xP
Maksudnya? :-/
Semua gambar di atas itu foto. Dipotretnya pakai kamera HP + retouch pakai Photoshop. ^^;
[...] Notes from a Saturday Morning Stroll [...]
[...] Notes from a Saturday Morning Stroll [...]
Nganu,beberapa bulan yg lalu saya ke Bandung,
Mgkn itu bisa di bilang yg pertama kalinya,dan asli saya syok. Abisnya ga sesuai bygn. Macet,panas,macet,macet,macet,macet..>.<
Ato mgkn itu krn saya dtgnya siang kali ya?
Wah sayang impresi saya terhadap Bandung sudah jelek :/
Ini pas Idul Fitri bukan? Atau pas liburan? Saya juga sebel inih kalo pas hari-hari begitu Jogja rame mobil plat B
^^
tiap weekend mas, sebal..
Saudara saya datang pas weekend, nyari penginapan susah, udah dibooking orang bermobil plat B.
Tol Cipularang merusak segalanya..
hiks aku jadi kangen bandung… kangen kartika sari, kangen ngupi2, cobain makanan ngga jelas. kangen ke gasibu, kangen cari game dan komik2 diskon….betapa nikmat nya kuliah di bandung…. menikmati hidup setiap hari. beruntunglah kau nak xD
jadi pengen buka butlers cafe buat pelengkap tourism bandung, ahuahahaha
^
SAYA SETUJU!!!
SETUJU MBAK!
DAN SAYA AKAN JADI REGULAR CUSTOMER NANTINYA!
Ah, butler cafe? host club gimana mbak?
Nanti saya datang lho..tampaknya seru..
Sora, komen saya ada bagian yang gak muncul?
@ grace (1)
Kalau siang/sore memang macet. Dan panas. Saya sih kalau udah siang males ngapa-ngapain — paling banter cuma nongkrong di kosan.
@ lambrtz
Pada dasarnya sih, setiap hari libur banyak mobil pelat B.
Tahu sendirilah orang Jakarta. Kalau ke Bandung nyarinya FO, Kartika Sari, atau — yang agak jauh dari tempat saya — kopi aroma dan wisata kuliner sebangsanya.
@ Ardianto
Dan tiap weekend pula, daerah sekitar Tamansari diwarnai aroma kotoran kuda… :-/
~radaGakNyambungTapiYaGituDeh
Tapi ada sisi positifnya juga. Setidaknya dia membantu APBD Bandung. Orang Jakarta ‘kan pada umumnya datang buat belanja + rekreasi.
@ apret
Tapi kalau boleh jujur sih, mall di Bandung gak se-’wah’ yang di Jakarta amat, IMHO. :-/
*ya jelaslah*
Dari segi amusement yang lain sih lumayan. Jalan dikit ada FO; jalan dikit restoran… makanan aneh-anehnya banyak.
Yang paling gw suka jelas trotoarnya. JaBoTaBek kalah jauh. Depok? Ke laut ajalah.
kota salah asuhan itu@ grace (2)
Cowok bishie a la Butler Cafe itu bagusnya cuma di anime. Percayalah. Sebab, kalau nggak, live-action adaptation nggak akan semenjijikkan itunya amat. :-&
Masa? Salah HTML kayaknya.
Kalau ada kalimat diapit tanda < dan >, memang bakal hilang. Dianggap kode web soalnya. ^^;
Nyah, jadi tambah pingin ke Bandung.
BTW, saya jarang liat Brownies Amanda di Sby. Entah karena saya yang kurang aktif nyarinya atau emang nggak ada.
Sama kayak saya. Deket kampus ada tempat nongkrong asik. Sayangnya jarang ke sana.
@ Sora dan Grace:
Eh ternyata Butlers Cafe isinya cowo2 bule… males banget yaa… hiks hiks
tapi tapi, Hosuto Kurabu isinya bener2 cowo2 OK yg jualan tiap malem narik2 cewek2 kesepian… kyahhh
mari Grace-sama, kita jadikan business plan xD xD
Bukan, bukan itu….
Maksudnya, Upload fotonya apa langsung lewat aplikasi upload layanan WP atau di titip dulu di situs seperti Flikr….
^
Oh, itu upload-nya langsung ke WordPress. Jadi hosting gambarnya di wordpress.com…
Baik lah saya mengerti.
Monsieur Sora, Danke Schön! ^^
[...] sebelumnya saya sudah berjalan hingga daerah Dago selatan, maka kali ini saya mencoba melanjutkan ke arah [...]