Saya [telah] mencoba layanan microblogging plurk. Sejauh yang saya dengar, plurk merupakan layanan microblogging yang sedang naik daun di seputar blogosp
Saya [rasa] layanan ini cukup menarik, walaupun kenyataannya dia tidak unik. Sejujurnya, saya berpendapat bahwa layanan plurk tak beda jauh dengan twitt
Saya [bilang] sayangnya terdapat satu kelemahan besar dari layanan ini. Pembaca yang sering mengunjungi blog ini harusnya menyadari bahwa tulisan saya um
Saya [bilang] …
Saya [pikir] ini menyebalkan. Lihat, tidak satupun paragraf di atas tertulis sampai selesai. Bahkan setengah kalimat pun terpotong. (nottalking)
Saya [benci] sekali keadaan seperti ini. Saya ini mau menjelaskan keadaan sedetail mungkin! Masa belum selesai ngomong sudah dipotong!? (angry)
Saya [bilang] coba pikir, bagaimana jadinya kalau saya mau liveplurking pertandingan bola.
Saya [bilang] seperti ini: “GOL BRILIAN OLEH ANDREI ARSHAVIN!! Dia melewati dua orang pemain Blackburn Rovers! Tembakan melambung dari sudut sempit yang t
Saya [pikir] Anda bisa bayangkan. Masa ide dan kosakata yang mengalir dihambat begitu rupa? (nottalking)
Saya [bilang] ya, walaupun plurk bukan tak ada kelebihannya juga sih. (thinking)
Saya [bilang] setidaknya saya suka kumpulan emoticonnya. Emoticonnya bagus-bagus! (dance) (dance)
Saya [pikir] pada akhirnya ini layanan yang cukup menarik. Hanya saja ada syaratnya: Anda harus bisa merumuskan gagasan Anda dalam bentuk seringkas mung
Saya [bilang] …… (angry)
Saya [bilang] (idiot) (idiot) (angry) (angry)
Saya [telah] memutuskan bahwasanya layanan plurk tidak cocok untuk saya. (u_u)
Saya [merasa] bahwa saya sangat terganggu dengan ketidakmampuan plurk memberikan ruang untuk penjelasan tambahan ini-dan-itu
Saya [bilang] misalnya begini.
Saya [bertanya-tanya] apa jadinya kalau saya menulis: “para fisikawan di LHC telah menemukan jejak partikel boson Higgs!”
Saya [bilang] pembaca pasti bingung. “Boson Higgs itu apa?”
Saya [bilang] tentunya mudah kalau saya menulis di blog, tinggal tambahkan uraian + catatan kaki. Tapi ini kan plurk. (annoyed)
Saya [pikir] ini tantangan besar bagi para pelajar/dosen fisika modern. “Jelaskan apa itu boson Higgs dalam 140 karakter.” (thinking)
Saya [bilang] entah kenapa rasanya seperti pekerjaan dewa. (LOL)
Saya [pikir] oh, sial. Sebenarnya solusinya gampang. (annoyed)
Saya [bilang] http://en.wikipedia.org/wiki/Higgs_boson (idiot) (idiot)
*baca…baca…baca…*


ya jangan tulis yang terlalu seriuslah
just for fun
btw, pertamax
lambrtz [says] the problem is in you, d00d! Be concise! (LOL)
lambrtz [hates] plurk too.
lambrtz [quotes] Plurk is the opiate of the mass ~ Karl Marx
ha..ha.. jadi aneh mas..
Plurk..
Daftar
coba
udah
skr lupa passwordnya..
plurk itu memang cocoknya jadi tempat buat nyampah..
so, do you believe in karma?
(lol), eh
berkata = bilang, desho desho?
*nyampah di plurk*
140 char is kinda like sms right?
Mangkel gara2 terlalu banyak singkatan, seperti “OMG thz fr8ing” atau “sdg ada di jln, mct di gatsu. tksi gblk. mau ktbrk.”
Jadi inget telegram:
DATANG SELASA KOMA JEMPUT DI STSN GMBIR TTKHBS.
hahaha, gue juga dah nggak pernah ngeplurk lagi.
karma saya 0 skrg, hahayyy
sy jg sdh almarhum di plurk
.. alumni plurk
@ Rukia
Saya sih pakai itu buat nge-junk + curhat iseng.
Tapi tetep aja, pas ngomposnya saya kepentok sama batas 140 karakter. (nottalking)
*lha?*
:::::
@ lambrtz
sora9n [says] what? It’s not about me being not concise! It’s like you have to write blogpost in 140 chars max. Nuisance. :-&
sora9n [thinks] on the other hand, I still like it a little. At least it serves as practical ‘curhat bin™’. (tongue)
sora9n [quotes] one plurk a day keeps the diary away. (LOL)
:::::
@ heri koesnadi
Soal aneh atau tidak, bagusnya jangan tanya saya. Saya cuma mengadopsi format layanan ybs. di sini.
:::::
@ BudiTyas | dana | iChal
Saya sih nggak berhenti total; masih sesekali meng-update. Cuma, ya, sesempat dan seniatnya saja. ^^
Justru seringnya jadi plurkwalker tanpa plurk™…
*meminjam istilahnya mas jensen*
:::::
@ Nazieb | joesatch
Saya malah nggak tahu karma saya sekarang berapa. Soalnya tiap kali login, saya selalu ke plurk mobile… (unsure)
gara-gara saya fakir benwit =_=!:::::
@ goen
Saya [bilang] wah, mohon maaf. Saya biasa pakai set qualifier yang bahasa Inggris.
:::::
@ dnial
OMFG, gaya bahasa telegram…
Iya tuh, pas jaman SD dulu diajarin. “CEPAT PULANG KOMA AYAH SAKIT KERAS TTK HBS”. Dipikir-pikir, dulu saya bingung kenapa kita belajar itu.
Baru sekarang saya tahu alasannya. Ternyata bapak dan ibu guru kita dulu sudah mengantisipasi kehadiran Plurk…
*ditimpuk*
:::::
@ almascatie
Sebentar… itu alumni program kompetensi apa? D2, D3, atau S1?
Ah, yang jelas, saya bisa belajar dari pengalaman Anda
*untung gak pernah daftar*
(lmao)
saya ndaftar. saya bermain kata-kata didalamnya. siapakah saya?
grace (bilang) (lmao)
grace (pikir) plurk itu adiktif
grace (rasa) plurk lbhh enak buat mengeluarkan sesuatu yang memang cuma berupa gagasan
grace (tanya) sora punya plurk ya? (woot)
grace (akan) add plurk sora nanti (dance)
Gak punya plurk. gak punya teman.
Mendingan juga Face book. Tapi gak begitu keurus juga.
Kesimpulan: blog tetep No. 1 (walau jarang bisa update juga)
Tambahan: Model Shout talk begitu saya lebih suka via YM. apa yang di ingat langsung bilang. Nggak ada jejak, Saat OFF message nya Ilang
tapi, katakerja nya lucu juga.
*nyoba ah*
Snowie [pikir] kata kerjanya lucu juga…
Snowie [pikir] tapi, enakan FB, ada versi mobile nya
@ Snowie
Rukia^^ [bilang] plurk juga ada kok versi mobilenya (dance)
@ sora9n
Saya juga (tongue) (doh)
Wah, temannya cuma plurkbuddy…
Estranged, ini!
*add*
September 2008, waktu sedang tanya2 blogger lain via Y!M ttg “apa itu plurk?”, (gaptek) langsung dicegah tuk ikut karena beresiko kecanduan.
jadi agak antipati sejak itu
Sampai hari ini masih ada saja blogger yang ngajak ikutan plurking tapi masih blum tergerak, takut susah bagi waktu (& benwit) dengan blogging.
belum lagi yang ngajak2 buat fesbuking xPPlurk itu haram.
lambrtz [says] @sora9n I have tried that, d00d! The problem is still in you! (dance) (dance)
He he he yah Sora itung-itung latihan menyampaikan ide seringkas mungkin

btw plurk untuk ngiklan kan bisa
eh saya izin mencuri gambarnya yang di gallery ya
mana plurknya sora? mana? mana?
*ngoprek-ngoprek plurk*
@ semua yang nge-add friend
Anoo…
Berhubung saya fakir benwit (tiap kali cuma ke plurk mobile), dan saya nggak niat ngeplurk… semua permintaan friend nggak akan saya approve. Mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kalau mau nge-add jadi fans sih, silakan saja. ^^v *halah*
:::::
@ frozen
Ya, bukannya jelek banget sih. Sebenarnya asyik juga. Cuma, ya, saya mengisi sesekali saja.
:::::
@ Yuliazmi
(dance) (dance)
:::::
@ sofianblue
…kok nanya saya? ^^;;
:::::
@ grace
sora9n [senang] karena ada yang penasaran dengan plurknya (dance)
sora9n [senang] karena ada yang hendak meng-add plurknya
sora9n [pikir] tapi saya udah jarang ngeplurk. login ke halaman utama saja tak pernah.
sora9n [bertanya-tanya] bagaimana mau meng-approve friend?
sora9n [bilang] mohon maaf grace-san. tapi sekarang ini, saya tak bisa membalas perasaanmu…
*dihajar* x(
:::::
@ Snowie
Plurk juga ada versi mobile-nya kok.
Ah, saya nggak terlalu suka Facebook (atau friendster dan sebangsanya). Lebih suka ngeblog saja.
:::::
@ Rukia
sora9n [bilang] makanya itu saya jadi jarang ngeplurk. (tongue)
:::::
@ Abu Geddoe
sora9n [bilang] plurk saya memang statusnya coba-coba. jangankan add friend, plurkwalking aja jarang kok. (doh)
:::::
@ jensen99
Resiko kecanduannya memang besar, masbro. Apalagi kalau doyan plurkwalking.
Saya sendiri sebelumnya cuma plurkwalking tanpa plurk™. Itu pun, berkali-kali sempat tergoda untuk tebar komentar…
:::::
@ ahgentole
Tetapi menarik juga untuk dicermati, mungkin sebenarnya terdapat kontribusi umat Islam dalam perkembangan Plurk?
Bahwasanya plurk itu seperti durr mufassalt. Mutiara kenangan yang terpisah-pisah di layar monitor…
*ngaco*
:::::
@ lambrtz
sora9n [says] well, perhaps I’m destined to be prominent esaist. writing in 140 chars doesnt suit me at all. (nottalking)
sora9n [thinks] BTW perhaps I can do some training in this blog. (thinking)
sora9n [says] the next post may as well be: “learning nihongo in 140 characters”. w00t! (woot)
:::::
@ secondprince
Tampaknya saya memang harus belajar menyampaikan ide seringkas mungkin. Oh well. xP
*sambil nyari buku SD tentang ‘menulis telegram’*
Oh, silakan. Yang penting copyleft-nya diingat. Saya sih gak masalah. ^^
:::::
@ cK
Silakan cari…
…dan kalau udah ketemu, gak usah repot-repot nge-add friend. Nggak bakal diapprove juga kok. (haha)
@sora9n
Kekekekeke…
Jah tagnya salah…
chika [bilang] @sora9n menyebalkaaan! (idiot)
:: Rukia | Sora9n
Ya maap. Saya khan gak punya plurk. Wajar toh kalo saya gak tau
Sora, bagi saya Fesbuk bukan masalah suka atau bukan. Tapi melaluinya setidaknya saya bisa dengan mudah memantau kabar para families dan friends yang kini telah menyebar ke seluruh penjuru mata angin, All in One. u_u
Sehingga tentu saja, isinya mayoritas adalah mereka-mereka yang telah saya kenal secara nyata, begitu juga sebaliknya. ^^
@ ahgentole
Sudah dibetulkan.
:::::
@ cK
Kok lo belakangan ini jadi maksa sih? (annoyed)
Jangan maksa gitu ah. Gak ada yang suka sama cewek posesif, tauk! (evil_grin)
:::::
@ Snowie
Lah, pan masalahnya kalau di fesbuk, nggak afdol kalo gak pake nama asli. Sementara saya lebih suka anonim, ini. ^^;;
rifu [takut] kecanduan apa itu namanya.. ah, iya.. Plurkrastinasi!™
Heuheueheu bikin ngakak nieh bacanya xD
tapi setuju ama sora-kun ..microblogging just not for me~
plurk + twitter + facebook = stalker friendly
@ sora9n
Saya gak pake nama asli di FB loh… & tidak ada masalah..
^
…aneh. Baru tadi malam saya mikir daftar fesbuk pakai pseudonim. Sekarang dikomentarin ini.
/kebetulan? ^^;;
^
Kalo bukan kebetulan apa dong? Mindreading?
BTW, jangan lupa add saya
Kenapa sih Sou masih pesudonym aja? Kamu anaknya SBY kah? Atau ponakannya Roy Suryo?
@Ali Sastro
*tu quoque*
Emangnya situ nggak.
@ jensen99
Ndak, siapa tahu ada divine intervention, gitu.
Atau global consciousness…
/halah
//not that I expect it, though
Lha, ini statusnya baru wacana. Belum nyemplung betulan.
:::::
@ Ali Sastroamidjojo
Saya ini saudara jauh Barack ObamaNdak, cuma males aja. Terutama kalau ada orang dari IRL/masa lalu gugel2 terus ketemu saya. Rasanya gimanaaa, gitu./lebih suka memisahkan aktivitas internet dan dunia nyata
:::::
@ lambrtz