Tadinya saya hendak menulis review untuk serial ini di blog. Meskipun begitu, sehubungan dengan adanya beberapa kesibukan, akhirnya rencana tersebut tertunda… oh well. Tanpa terasa sudah dua bulan lewat sejak serial ini selesai tayang di negeri asalnya.
Sebenarnya belum lama sih, tapi saya kok malas ya bikin review. ^^;;
Jadi, sebagai gantinya, kali ini saya akan membahas beberapa hal yang — menurut saya — cukup menarik untuk dicatat dari serial ini. Tentunya berdasarkan pendapat saya pribadi. Sebagaimana tahun lalu saya membahas CG dari sudut pandang lain, maka demikian juga tulisan untuk R2 kali ini.
Seperti apa catatannya? Here goes…
- Perhatian:
Spoiler galore! Jika Anda belum nonton, atau berencana nonton dalam waktu dekat, sebaiknya Anda berhenti membaca saat ini juga. Post ini tidak baik untuk kesenangan Anda.
Anda sudah diperingatkan.
1. “Holy shit!” Moment
Mungkin Anda masih ingat pada pesta kelulusan Milly Ashford. Segala sesuatu terasa indah. Ninja Sayoko menggantikan Lelouch; Gino dikejar serombongan gadis; Anya mengendarai Mordred untuk ikut lomba. Sementara itu Shirley makin dekat dengan Lelouch…
…ketika, di akhir episode, kita melihat Jeremiah Gottwald mengaktifkan Geass Canceller keluaran terbaru.

Apa yang terjadi selanjutnya, kita semua sudah tahu. Sebenarnya, saya masih melongo waktu ending theme mulai mengalun.
2. Kita tidak butuh Rolo
Setidaknya, saya tidak butuh Rolo. (u_u)
Ayolaaah, dia itu cuma magnet yaoi fangirl pemuda cilik brother complex. Buat apa sih dikasih episode banyak-banyak?
Harusnya 6-7 episode sudah cukup untuknya. Kita lebih perlu informasi tentang Bismarck, Knights of Rounds, atau keluarga Britannia… atau informasi tambahan tentang Geass. Bukannya nontonin cecunguk merindukan bulan Nii-san.
*ditabok fans Rolo*
3. Orang-orang Bangkit dari Kubur
Suzaku, Guilford, Cornelia, Nunnally, Sayoko-san… ada lagi? ^^;;
4. Dari mana datangnya Geass?
Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang™.
5. Figuran yang Saya Suka
Cecile-san.

IMO, beliau itu terkesan seperti gabungan Akiko Minase ditambah Ciel-senpai. So you know what this fuss is all about.
6. Cue Irony
Nina menciptakan FLEIA, sebuah senjata pemusnah massal. Kemudian dia menyesal.
Ada yang tahu nama keluarganya Nina?
7. Hal yang Terlalu Ajaib
Bagaimana mungkin Lulu bisa memasukkan rekaman video “interaktif” di episode 24, tanpa ada selip dalam melakukan timing? Dia bereaksi tepat setelah Schneizel selesai bicara, dan itu terjadi bolak-balik.
Saya yakin bahwa Lulu sudah mencuri transkrip episode 24 — dan menghapalnya — sebelum dia menyerbu Damocles. Pasti itu!!
8. Shirley… T__T
Yang ini tak perlu dijelaskan. Saya yakin Anda mengerti.

SHIRLEY…
*nangis bombay*
9. CLAMP Design, All Get X’ed
Sejak season 2 dimulai, ending theme serial ini diwarnai oleh ilustrasi dari CLAMP. Jika Anda pernah memperhatikan artwork serial X, maka Anda akan merasa… familiar.
Sayap putih? Sayap kelelawar? Bishonen dirantai-rantai?
Semua ada.

W-wha… Suzaku?

This is even more Kamui than Lulu

Okay, I get too much X already…

*muntah darah* =_=!
Saya curiga bahwa CLAMP melampiaskan kekecewaan, atas hiatusnya X, lewat artwork CG R2. Hmmmmm.
10. Schneizel, oh Schneizel…
Seandainya saja dikau punya Geass…
Seandainya saja dikau punya mecha…
Seandainya saja dikau punya Geass Canceller — atau Geass Blocker — atau apapun itu yang bisa membuatmu tetap digdaya…

Dikau pasti mampu mengalahkan adikmu yang menyebalkan itu…
*kecewa berat*
*Lulu sucks!*
11. Finale: Apakah Lulu masih Hidup?
Lebih baik tidak. Sebagaimana saya pernah bilang, dia akan lebih ganteng kalau tetap mati. Percayalah. (u_u)
***
Pertanyaan Bonus. Ada Ide Pairing?
Shirley x Lulu. Di alam sana.
BTW, nama “Karen Weinberg” kedengarannya bagus juga. Masih lebih keren dibanding “Karen Kururugi”, sih.
*ditabok karena bikin pasangan seenaknya*
IMO, seharusnya mereka cukup bisa membatasi diri… dengan menggunakan bumbu yang bernama ‘Geass’ itu secukupnya saja dalam cerita.
that being said,
that.
~too much hyperrealism kills
~really
Ah, lagi2 nemunya di anime…
@ yud1
IMHO, sebenarnya nggak persis juga kalau disebut “bumbu”. Geass itu berpotensi jadi axis cerita secara keseluruhan kalau digarapnya bagus.
Kalau mereka bisa mengombinasi Geass, sejarah Britannia, resistansi, dsb. dengan baik, plotnya R2 bisa jadi par excellence. I.e. seperti FF7 — tahu lah, dari Avalanche -> ShinRa -> Mako -> Jenova + Sephiroth… dst.
Tapi, bagaimanapuun, serialnya sudah berakhir. Puas tidak puas, begitulah adanya.
Lagipula Rolo kebanyakan dapet airtime. Bleh. x(:::::
@ jensen99
Gimana yaaa…
bukan itu… maksudnya kalau fokusnya ke perselisihan Britania Raya dan pembebasan Jepang dan sebagainya, IMO elemen Geass itu seharusnya dibatasi seminimal mungkin. lha ini? ada Geass Canceller, terus tiba-tiba banyak orang punya Geass… sampai tahu-tahu Knight of One bisa punya Geass sendiri.
on a side note, kalau Geass ini dipakai sebagai tema sentral, cerita utama yang sudah dibangun sejak R1 malah potensial jadi mubazir. ada juga jadinya trainwreck juga… tapi dalam bentuk yang lain, sih.
seriously, it’s whore at best. trainwreck at the very worst.
^
Yaah, soal Geass-whoring itu memang rada… ^^;
Tapi, terlepas dari itu, tetap harus ada penjelasan tentang asal-usul Geass. Biarpun fokusnya adalah pertempuran Jepang-Britannia. Kecuali kalau mereka berniat menjadikan Geass sekadar motif.
Atau mereka lebih suka menjelaskannya lewat buklet DVD dan CD drama. Given the habit, it’s more likely like that.
Hmm, mungkin nggak usah sentral amat. Paling nggak jadi semacam elemen dominan, gitu. Dua season harusnya cukup untuk bikin plot yang punya tiga “kaki”: Black Knight, intrik Britannia, dan hakikat Geass.
Lha, dorama 12 episode aja bisa menggabungkan 3 subplot dengan manis. IMHO ini bukan tantangan yang berat banget untuk serial se-notable CG.
Karakter yang kurang jam tayang:
Diethart Reed,
Emperor Charles di Britannia
Mainly karena VA mereka George Nakata dan Norio Wakamoto. Suaranyaaa…
Lloyd juga, just because.
^
Gino juga kurang jam tayang, IMO. Menilai dia sebagai teman dekatnya Suzaku di Rounds, rasanya kok rada tersia-sia ya? ^^;;
Yang lainnya mungkin Bismarck, tapi itu udah disebut di atas, sih.
Cecile juga… (x_x)
*padahal suaranya bagus*
Hmm… saya ngga nonton Code Geass… tapi, Geass-whoring itu sekilas terdengar serupa seperti kasus Bankai di Bleach ya?
Bankai, kekuatan terkuat yang mestinya hanya dimiliki satu orang dari beberapa generasi bangsawan, belakangan agak diekspos bahkan orang biasa pun bisa mendapat Bankai… jadi ngga begitu terkesan eksklusif.
Ataukah ini peristiwa yang umum di anime-anime?
rrr… ada kesamaannya ndak, ama death note?
RU-RU-SUCKS?!
W..WHAT?!
HOW COULD YOU?!
DIA ITU LEGENDA TAUX!
*fangirl=mode off*
Iya,sedikit menyebalkan sih.Gaya nya yang terlalu lembut sama nunally,terlalu baik sama cewek2 (sebenernya dy suka siapa sih?), terutama gaya ketawa sok berkuasa nya zero, huek,narsis banget!Bikin ilfil!
Tapi gimanapun suzaku lebih ngeselin!
@ Xaliber von Reginhild
Kurang tahu. Saya nggak ngikutin Bleach, soalnya. ^^a
Tapi poinnya sama sih. Kesannya kok, senjata yang ‘langka’ dan ‘mandraguna’ jadi… banyak yang punya. xD
:::::
@ esensi
Ada. Tokoh utamanya mirip Light.
*beneran!*
:::::
@ Grace
Tapi… tapi… tapi…
Tapi Schneizel lebih ganteng!
Dan jantan!!(*terbawa fangirl mode*)
Begini. Biarpun dia itu tebar pesona sama banyak cewek (C.C., Karen, Kaguya, dst), sebenarnya di hatinya cuma ada Shirley.
Waktu ada masalah cinta
antara Tianzi sama Xingke, dia nelpon Shirley. Waktu Shirley menderita gara2 kenangan, memorinya dihapus sama Lulu. Bahkan waktu Cupid Day di Ashford, Lulu nrimo aja tuh topinya diambil sama Shirley.Sebenarnya Lulu sayang banget sama Shirley. Makanya dia minta dibunuh sama Suzaku di Zero Requiem… dia pengen ketemu lagi sama Shirley di dunia sana.
*dilempar panci*
*bletaaakk* x(
Suara doang masih mending. Lha, pose-pose aneh dan gerakan tangannya itu lho…?? xD
*liat aja setiap kali Zero pidato*
*berasa kayak konser Gackt* xD[fangirl teasing mode]
Tapi… Suzaku itu aslinya baik…
Dia cuma ngikutin kata Lulu aja, kok…
[/fangirl teasing mode]
Ih, dasar anime, suka lebay.
Mending nonton Zabogar, Lion Man atau Google V.
@gentole
*front pembela anime mode on*
Ga selalu lebay kok

Neon Genesis Evangelion dan Ghost in The Shell misalnya, kalau saya tidak salah analisis punya dosis psikologi, agama, dan filsafat yang cukup besar
dan dua-duanya favorit saya
Konon katanya anime Akira juga, tapi saya belum pernah nonton, ga bisa komen.
*front pembela anime mode off*
*kabur sebelum ditembak meriam garamnya sora*
@ gentole
Hus, hus. Ini anime genre mecha (baca: robot-robotan). Jadi wajar saja kalau di sana-sini banyak elemen keberlebihan™.
……sayangnya zaman kita berbeda.
Sementara situ ngomongin Zabogar, Lionman, Gaban, dan Sharivan, generasi saya kenalnya Ksatria Baja Hitam, Jiraiya, Winspector, dan Pasukan Turbo.
Ini menunjukkan bahwa perkara Jejepangan™ sekalipun tak bisa lepas dari zeitgeist.
*halah*
:::::
@ liroesdy
Kalau sama Ciel yang versi “sempai”, ya, mirip sih. Baik, sopan, reliable, dan sebagainya…
BTW, saya curiga kalau sebenarnya Cecile-san itu dirancang berdasarkan modelnya mbak Ciel. Seriously. =3=
[/gakPentingMode]
:::::
@ lambrtz
Yup, yup. Tiga itu memang anime kelas berat. ^^
Ada lagi yang (IMHO) cukup bagus, tapi genrenya drama. Judulnya Grave of The Fireflies. Anime jadul, sih. Keluarnya tahun 1988. (o_0)”\
Satu lagi, drama juga: Spirited Away. Sayangnya waktu itu saya nontonnya sambil lalu, jadi udah nggak begitu inget juga. ^^;
Damn! Bulan lalu di kampus saya disetel anime ini! Dan gratis! Entah kenapa saya melewatkannya…hiks
Anyway, thanks sudah ngasih tahu.
Sekarang tinggal gimana nyarinya, mengingat konon katanya di Singapore rental film jarang ditemukan (orang lebih memilih beli, tapi saya ga suka beli film), apalagi yang anime gini.
Ini masuk trope apa cliche ya?
Iya sih sora,schneizel lebih jantan daripada lulu-sama,tapi blonde hair nya itu lho yang,IMO,jadi nilai minus nya..itu kan magnet andalan para boyband! *di bunuh fans schneizel-sama*

Btw,lulu syg shirley? Bisa aja sih.
Soalnya,entah kenapa,saya ngerasa lulu-sama berada di titik paling cakep nya ya waktu ada shirley. Aura nya itu lho,beda.
Curiga saya sih emang lulu-sama jaim dan berusaha kelihatan sbg cold-but-care guy di depan shirley! *analisa amatir pengamat anime*
Suzaku..dia itu mau di apain juga emang nyebelin!
IMO,gaya nya emang naturally ngeselin buat saya.Jadi justification apa juga ga ngaruh..
Susah memang kalau sudah menyangkut perasaan..
Btw,maaf ya sora,g bs blockquote ato masukin link..dari hape sih..hehe
@ lambrtz
Kalo saya sih, minjem DVD punya teman.
:::::
@ Xaliber von Reginhild
AFAIK, klise itu sebenarnya trope juga. Hanya saja dia cenderung overused, sehingga kesannya jadi negatif. CMIIW. (o_0)”\
Ibaratnya dulu trope “Pangeran menyelamatkan Putri Raja” sangat laku, tapi sekarang orang memandangnya… yaa… begitu deeh.
:::::
@ Grace
Lha, bukannya itu yang disukai cewek-cewek?
Dia itu cowok tsundere…
*digeplak fangirl Lulu*
Heran, padahal Suzaku itu orang yang paling ‘lurus’ di serial ini. Kok banyak yang benci, ya?
Apa cowok baik-baik sekarang pasarnya lagi turun…Heh, heh. Omongan siapa tuh?
GRAAAAAH…. DIE YOU ROLLO-HATER!!! *firing Bazooka*
All Rollo-haters must die! All hail Rollo!!!
xD xD
^
Rolo itu dapat jam tayang banyak, karena produser pengen jualan yaoi ke pemirsa… =3=
*sambil nyungsep menghindari bazoka*