*rehat dulu dari seri postingan mekanika kuantum*
Belakangan ini, saya jadi ingat pada sebuah post di blognya Pak Enda.
“Tapi ya silahkan saja untuk dicoba”, tambah MEREKA, “kami tidak pernah menghalangi siapapun untuk menyebrang dan hidup di alam maya, kami cuma mengharap agar kamu dapat cerdas dan bisa beradaptasi dengan baik, berperilaku sesuai normal, kebiasaan yang sudah berlaku disini.”“Kata orang bijak, masuk kandang kambing mengembik masuk kandang harimau mengaum.” MEREKA berperibahasa. “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”
[...]
Alam kasar dan ALAM MAYA pun kadang bersinggungan. Kadang-kadang penduduknya bisa ketemu, dan itu biasanya menimbulkan kengerian.
Beginilah jadinya kalau orang tidak siap berhadapan dengan internet. Datang-datang langsung main ad hominem, fallacy, dan trolling. Belum tahu dia kalau ini ranah publik yang punya etika.
Satu lagi:
[...] gw baru saja liat blog teman2 segenggongblogmu yang ternyata semua sama saja dengan engkau, mikir cuma di permukaan dan tidak mencoba untuk ke dasarnya. bagusnya mereka tidak seagresif dirimu. dan gw perhatikan tuhan kalian itu wikipedia yak. bagus sekali, itu memang tuhan yg selalu up to date.
[sumber]
Generalisasi apa ini? Mempertuhankan Wikipedia? Saya kan temannya Si Lemon di WordPress Indonesia; otomatis saya juga kena, dong.
Kalau iya… makan tuh referensi.
~can’t help
~but feeling amused
***
Begini, bukannya saya peduli Si Lemon itu siapa, berbuat apa, dan mau diapain. Itu urusan kalian. Permintaan saya cuma satu:
Mbok ya kalau bertingkah di blogosphere itu yang dewasa. Jangan menyerang kepribadian, apalagi generalisasi gak jelas. Ditambah lagi hate-speech-nya sampai merambat ke blog orang lain (here, here). Paling tidak, tunjukkanlah kesan yang relatif baik dan bersahabat.
You’re disrupting the peace here. ‘Nuff said.
———
Baca juga:
-
The Core Rules of Netiquette
— Tentang etika di internet
last updated at: Sept 19, 2008. 11:56 am
*minum kopi seusai sahur*
Ehmm… ehmm..
Ada yang salah dengan mempertuhankan Wikipedia?
Kalau mempertuhankan digg.com atau youtube?
Eniwey, tuhan saya Google, Wikipedia hanya salah satu dari nabi-nya. Jadi menyamakan wikipedia dengan tuhan adalah blasphemy!!!
@ dnial
Wah, jangan tanya saya. Tanya sama yang punya ide, dong?
*wikipedia itu berhala™*
Yeeeesshhh…. All hail google…
Tafi ini kesempatan besar untuk memperkenalkan budaya blogsphere bro. Mumpung yang komen di sono banyak. mayankan?
@ dana
Saya sih udah ngomen soal netiquette di CatharsisCorner-nya mas Catshade, tapi nggak pakai link. Bukan apa-apa: MALES kalo blog sendiri jadi sasaran troll. (-_-)
*teringat pengalaman Xaliber*
*tapi mungkin nanti…*
i don’t see what’s wrong, or maybe i can’t?
Sebenarnya Wikipedia itu kan ngasih referensi juga. Tanpa referensi, Wikipedia tidak bisa dipertanggungjawabkan. Masalah sumber erat kaitannya dengan pertanggungjawaban, bukan jaminan apakah informasi yang kita sampaikan benar atau salah. Memang tidak semua ujung informasi bisa dipercaya. Baiknya memang lihat catatan kaki dan further reading kalo “belajar” dari Wikipedia. Saya gak ngikutin lagi tuh soal ITE. Maksudnya Mas Dana “di sono” itu di mana?
@ spidolhitam | gentole
Sebetulnya sih bukan apa-apa. Cuma, beberapa waktu terakhir ini ada semacam feud di sekitar WordPress Indonesia…
(nggak berhubungan dengan UU ITE)
Kisah selengkapnya bisa ditelusuri lewat:
[sini]
[sini]
[sini]
Saya sih nggak dukung siapa-siapa di situ. Cuma jengkel aja liat kelakuan troll. Nggak sopan, membabi-buta, dan katro abis.
*sambil update post supaya lebih jelas*
Saya kok lupa terus mau posting ginian, ya? Nggak sempat ke warnet. Ok, akhir pekan ini saya posting.
BTW, let’s introduce blog to them.
Or maybe we’ve to challenge them to blog?Memang seharusnya ada pembatas ketika mengeluarkan pendapat. Karena ga semua orang bisa menerima perbedaan.
Kok Wiki jadi dibawa-bawa? Saya ga begitu mengikuti perkembangan ‘kasus’ ini, jadi kurang tahu…
Hei.. hei…
Siapa yang pertama kali mengguncang perdamaian?
*menikmati pertunjukan di sela2 ngoding.*
Baru nyadar, perdebatan g jelas kayak gini bisa menghibur otak yang stress.
by the way what is “segenggongblogmu” mean?
Anyone care to explain?
Kok menyebar-nyebar ke “teman-teman segenggongblog”-nya si Lemon?
Troll sekali, datang-datang, alih-alih mengkritik demi menyelesaikan masalah, justru mengipas asap supaya menyebar ke tetangga. Sontoloyo.
Mengenai Wikipedia, betul yang disebutkan oleh mas Gentole. Itu buat saya namanya the Wikipedia fallacy; a.k.a. the defense of “Itu ‘kan Wikipedia!™”. Berlaku dan bisa dipakai kalau Wikipedia mendukung tesis musuh.
Padahal pada dasarnya ‘kan Wikipedia itu berbasis referensi yang bisa dilacak juga. Kalau artikel-artikel yang besar dan penting, rasanya sudah bisa diandalkan. Minimal memakai fasilitas link keluarnya.
BTW, Tuhan saya Google, bukan Wikipedia. Fitnah™ ini.
no.4, bener tuh. jadi pada tau blogosfer, kan…. haha… tapi yang komentar itu emang pada ga sopan (gw juga dong?). yah sama aja sama si bloggernya, emang dia cari mati duluan sih…..
Kena juga, sora-sensei?
ue o mite kudasai…
@ p4ndu_454kura®
IMHO sih, saya nggak mempermasalahkan kalau ributnya di blognya Lemon aja (tanggung jawab dia, soalnya ‘kan dia yang mulai
). Mau komentarnya sampai 2000+ atau 3000+, itu konsekuensi yang harus dia ambil.
Masalahnya kalau semangat hate speech merambat ke blog-blog tetangga. Mana asyik kalo blogwalking terus nemu komen: “itu karena dia menulis tanpa otak!
”
Cape dee~
Hohoho! Menarik juga. Sekalian menumbuhkan netiquette, tuh.
:::::
@ syaorannatsume
Lha, itu komentarnya saya link. Diklik aja. ^^
:::::
@ dnial
Siapa ya. Saya kok lupa.
*dilempar sandal*
*ah, serius* (u_u)
IMHO sih, itu urusan pribadinya Lemon. 1200+ komen yang masuk itu konsekuensi tulisannya sendiri. Itu pembelajaran yang harus dia ambil.
Tapiiii… pembelajaran itu jangan jadi salah sasaran, dong. Dia ya dia; blogger lain ya blogger lain. Jangan dicampur-campur.
Oh, tidak… perjuangan Peleton 2007 masih lebih menghibur. Bahkan saking serunya, sampai-sampai timbul nama aneh seperti “si jahel wedeHELL” dan “joebangsatch”.
:::::
@ K. geddoe
Exactly my point…
Kalau saya lihat sih, titik lemahnya wikipe itu karena dia gampang kena vandalisme. Jadi nggak heran juga kalau ada klaim: “itu ‘kan cuma wikipedia!” ^^;;
BTW, ya, terlepas dari kontennya, external link-nya cenderung berkualitas. Saya dapat banyak resource bermutu — dari sana — waktu nulis tentang QM tempo hari.
Bukannya FSM?
:::::
@ fragaria
Yaa, saya sih silakan aja kalau mau habis-habisan di blognya ybs. Syaratnya cuma satu: perselisihannya jangan dibawa keluar ke blog orang.
Masa sampai blognya anak ITS dan UI kena getahnya. Rasanya kok gimanaa, gitu.
:::::
@ syaorannatsume (lagi)
Ndak, itu mah biasa. Santai aja lagi.
@Sora9n
Susah om, para oknumnya ga ada yang ngakses halaman ini…(CMIIW)
Sigh…:-<
Prihatin…
Apalagi kalo membandingkan dengan keadaan di sini, pada saat meeting orangnya berdebat kenceng tapi selesai rapat ya sudah haha hihi, malah pada kasus lain saling membantu…
Oh iya..pernah tau ga ya?
Aku waktu SMP pernah diajarin kalo ada yang namanya jendela blablabla. Ini konsep dalam Ilmu Psikologi yang menjelaskan bahwa ada bagian dari pribadi manusia yang :
1. dia dan orang lain tahu,
2. dia tahu tapi orang lain tidak tahu,
3. dia tidak tahu tapi orang lain tahu,
4. dia maupun orang lain tidak tahu.
Kata tahu mungkin bisa diganti dengan sadar/menyadari.
Nah apakah blablabla ini? Lupa…
Soalnya saya guemese puoll kalo ada orang berargumen “kalian orang luar, tidak tahu apa-apa mengenai kami”, seperti yang saya lihat di salah satu link tersebut.
Silakan dipakai deh teori ini, kalo bisa untuk melawan mereka…bukan saya yang buat kok…hehehe
BTW di blog mereka, walaupun pake nickname lain, avatarmu tetep kelihatan lo…
@syaorannatsume
Sora sudah tahan banting
Dulu aja dah sering diserang para fundies…heheheh
Kok komenku ga konsisten ya, kadang aku kadang saya
Buat saya ya Wikipedia itu (kalau dipakai serius) lebih ke seperti wadah dan portal. Waktu menulis berbagai laporan untuk tugas sekolah, misalnya, saya pakai Wikipedia, tapi setiap klaim mesti selalu diperiksa ke bibliografinya. Dan yang dicatat sebagai sumber ya, link terusannya itu.
Saya kira ini sudah jadi pengetahuan umum. Jadi sentimen “itu ‘kan hanya Wikipedia!™” itu kesannya (pribadi sih), sour grapes banget.
(Kalau betul-betul patut dipertanyakan ‘kan bisa meminta sumber akademis lain.
)
Nanggung, Haruhi aja deh.
@ lambrtz
Nggak juga sih, soalnya saya udah kirim trekbek. Harusnya ada link ke sini dari post-nya Pandu, Xaliber, dan Lemon. ^^
*dan memang ada aliran traffic dari situ*
Ah, itu namanya Jendela Johari. Gugel aja, atau cek di
tuhan yang up to date™wikipedia: [Johari window].Setahu saya itu buat menguji self-awareness seseorang. Jadi bukan buat berdebat. (o_0)”\
Ya iya lah. E-mailnya sama, wajar aja gravatarnya nongol.
Blogger WP yang sering ke OMG harusnya tahu Sousakiy IM itu saya
nama notorious
. Kenapa ganti nick + nggak pakai link, penjelasannya di komen nomor #5 di atas. ^^Hus. Saya ini cuma seujung kuku™ dibandingkan mas Joe dan alm. wadehel. (u_u)
[/hiperbola]
^^;;
@ K. geddoe
Wah, beruntunglah ente. Saya kalo nyari bahan kuliah di wikipe jarang yang sukses. ^^;;
Bukan apa-apa — soalnya mereka biasa pakai pendekatan populer, sementara kerjaan saya mintanya rumus matematika kompleks. Alhasil nyambungnya cuma sedikit.
Indeed.
Ah, saya kok lebih suka kalau Nagato yang jadi omnipotent. Dia itu… lebih
imut dandignified sebagai dewi, IMO.[/ngocehGakPenting]
O berarti ga bisa dipakai ya? Terima kasih atas infonya
Oh ya sudah kalau begitu.
Tadi kan takutnya kalau ada orang yang ngliat gravatar itu dan tiba2 sampai ke sini, tahu kalo Sousakiy IM = sora9n, lalu meracau di sini.
Looooo malah diperjelas….???
Oalah Joe…Joe…:p
In google we trust,,,,
@ lambrtz
Lah, di halaman about udah saya cantumin? ^^;
Gitu deh.
[/OOT]
:::::
@ ManusiaSuper
Betul, Mas. (u_u)
Masa Kanjeng Gusti Gugel™ dipersamakan dengan wikipedia. Penodaan terhadap agama™ ini!
[/sarcasm]
Haiah, kalo Nagato itu beneran dewi di ceritanya mungkin saya sembah IRL. Nyatanya ‘kan ndak. You can’t have it both ways lah.
saya baru baca postingan yg diprotek itu. kayaknya wajar aja deh dia nulis gitu. kalo saya jadi dia saya juga mungkin bakal nulis yg seperti itu di blog. orang2 yg komen sampe kasar2 tuh lebay, kalo kata saya.
untung fakultas saya ga aneh2, haha
Lho, saya rasa justru sebaliknya. Ia, the so-called-troll, adalah seorang pemberi pencerahan. Sangat enlightening. Kalimatnya mencerahkan saya bahwa rupanya Wikipedia sudah menyabot posisi Gusti Google sebagai tuhan. Ia juga menyadarkan akan kedongkolan dan ketidakdalaman pemikiran saya. Tampaknya saya mesti bertapa ke gunung sebelah weekend ini.
*ngawur*
Jujur, waktu saya baca komennya soal “teman2 segenggongblogmu”, saya agak kesal.
Tahu-tahu ia juga pidato di tempat saya pula. Tapi untungnya saya sedang diburu tugas, jadi nggak sempat menanggapi.
…jadi nggak kebayang gimana menghadapi oknum-oknum yang lebih parah dari ini.
Sementara soal Wikipedia, momennya pas sekali. Kebetulan di kampus saya rasa apatis dan anti-wikipedia itu kerasa sekali. Sampai ada yang bilang kalau masih percaya sama Wikipedia itu berarti ketinggalan zaman.
@ K. geddoe
Bikin referendum yuk: “Yuki Nagato for Omnipotence”
*anti-Haruhi fanblast*
:::::
@ fragaria
Lho, sudah dibuka? (o_0)”\
Saya baca post itu (dan komentar) sekitar minggu lalu. Habis itu diproteksi, saya jadi nggak pernah ke sana lagi.
Menurut saya sih, terlepas dari benar/salahnya kritik di tulisan ybs, dua-duanya punya salah. Yang nulis kurang mempertimbangkan perasaan yang baca, sementara yang bales juga berlebihan. Jadinya ya kayak begitu. ^^;
Saya pribadi mengembalikan ke internal mereka buat penyelesaiannya. Nggak perlu merambat ke tempat lain, lah.
:::::
@ Xaliber
Weleh…
Kok bisa kesal. Memangnya arti kata “segenggongblogmu” itu apa?
Sebaiknya Anda menimba ilmu pada alumni Perang Salaf™ dan Ng*duTr*fik 2007.
Saking seringnya berlatih dengan troll, Exp. Points mereka nggak bisa diremehkan. Mungkin sekarang udah Lv. 50-an.
*dilempar konsol*
Ah, saya pernah dengar soal itu. Kayaknya ada hubungannya sama ini:
[Wikipedia Founder Discourages Academic Use of His Creation]
Yaa… ada benernya sih… ^^;;
Eh, Sou, di blognya fragaria itu juga ada, lho. Nggak kamu tambahin juga?
^
Ditambahin di mana?
Saya sih cuma nge-list komen negatif di luar blognya Lemon. Setahu saya di postingnya si mbak nggak ada troll-nya?
CMIIW. (o_0)”\
Arr… cuman makhluk magis itu aja rupanya.
[...] lain dengan topik yang sama: Perilaku Senior dan Alumni FSRD ITB di Internet: Sebuah Studi Kasus Quote of the Day FSRD di Blog Kasus Blog Sang [...]
Jadi Google itu Tuhan dan Wikipedia itu Dewa? begitukah?
*liat komen mas Xaliber*
Anti-wikipedia? emang ada, ya?? saya malah sering mendapatkan bahan tugas lewat ensiklopedi bebas ini.
Dan baru tahu kalau ada anti-wikipedia.
Jadi mereka ambil bahan dari mana di Internet?
Tahu, ah… Saya lihat, si Lemon udah bikin postingan ‘permohonan maaf’ disana. Meski para ‘penyerang’ belum menyerbu kesana.
Dan ‘kasus’ mungkin akan segera ditutup,,
@sora9n:
Maksudnya bukan di kata “segenggongblogmu” tapi di kalimat yang mas sora kutip itu.
Termasuk yang di mempertuhankan Wikipedia itu. Gara-gara ybs sering melihat tautan ke Wikipe mungkin.
50-an?
Rupanya tempat hunting saya masih kurang bagus. Saya memang mesti belajar dari pengalaman para veteran kalau begitu.
@syaorannatsume:
Kesannya seperti Wikipe itu nggak ada benernya.
Sebenarnya banyak sumber lain, jurnal-jurnal online atau ebook-ebook. Tapi masalahnya, misalnya saya lagi ikut tanya-jawab pas presentasi dan diketahui sumbernya dari Wikipe, biasanya tanggapannya, “Ah, itu kan dari Wikipedia!”
Hmm kayaknya saya ketinggalan berita nih
jadinya cuma bisa menyimak aja deh
Saya sependapat dengan Mas Gentole, referensi itu pertanggungjawaban bukan ukuran benar salah.
Menjadikan suatu tulisan kaya referensi sebagai tulisan yang pasti benar adalah suatu bentuk Fallacy.
Saya…kayaknya soal masalah trolling yang menyebar ke blog-blog lain itu, saya entah kenapa merasa harus mengklaim ikut bertanggung jawab atas reaksi berantainya. ^^;
Setahu saya, saya blogger pertama (ini bukan memuji diri sendiri… saya sendiri separuh menyesal melakukannya) yang menulis blog post khusus untuk menanggapi fenomena komentar-komentar troll di blognya lemon itu. Trackback tidak saya nyalakan (walau naruh link), tapi kayaknya mereka tahu blog post saya dari hasil pencarian google (sumpah, SEO-nya WP.com mantap!).
Lalu ya begitulah, mungkin saya dianggap “teman segenggongblog-nya Lemon” yang membela dia. Para blogger (yang biasanya otomatis mencantumkan alamat blognya) yang komentarnya kelihatan pro-saya atau pro-Lemon di blog kami masing-masing kelihatannya mendapat kunjungan juga.
Dan akhirnya yang terjadi adalah efek Streisand
. Beberapa blogger yang kecipratan akhirnya malah ikut menulis fenomena ini lengkap dengan link dan trackback-nya. Untung kasusnya keburu selesai sebelum para troll mulai menggelindingkan bola salju…
@ ardianto
Menurut fundamentalis di atas, Wikipedia itu Tuhannya sekte segenggongblog™. Menurut sekte lain, yang Tuhan itu Google.
Ada juga yang mengakui Google sebagai Tuhan, tapi menganggap Wikipedia sebagai nabi. Masalah ini memang membingungkan.
*dilempar kulkas*
:::::
@ syaorannatsume
Sebenarnya wikipedia itu bagus. Hanya saja kelemahannya satu: gampang diobrak-abrik.
Orang yang nggak punya akun wikipedia pun bisa menulis & update halaman. Makanya disebut “encyclopedia that anyone can edit”. ^^
:::::
@ Xaliber von Reginhild
Ah, kalimat itu memang menyebalkan. Saya juga jengkel pas bacanya.
Kita maklumi, anggap saja ketidakmengertian. Mungkin beliau baru pertama kali ke blogosphere. ^^
::::::
@ secondprince
Kalo browsing-nya pake tarif per kilobyte, sebaiknya jangan ditelusuri. Bisa tekor.
*nggak melebih-lebihkan* xD
Yup, yup. =3
:::::
@ Catshade
Astaga…
Selama ini saya kira masuknya lewat trekbek. Ternyata bukan toh?
[/shock]
Yup. Dengan alasan yang sama, saya akhirnya menulis komen tanpa link. Enggak banget lah dikunjungin sama troll.
[OOT] Arti kata “segenggongblog” itu apa tho? Saya kok sampai sekarang nggak tahu. ^^a
@ sora9n
Hmm…
@geddoe:
*nemu 1 hasil yang isinya kutipan komentar sendiri*
Entah kenapa Google kayaknya lagi menyukai saya belakangan ini…
@sora:
Saya kok mengartikannya sebagai “gerombolan anjing blog” ya… y’know, “geng” dan “menggonggong”
@ K. geddoe
Yuki Nagato for Omnipotence…! All Hail Nagato…!
:::::
@ Catshade
…satu lagi bukti ‘kesaktian’ WP.
Kok saya jadi ingat “anjing yang mengonggong wedeHELL” di tahun 2007. ^^;;
*nggak ada makhluk lain?* xD
@ Catshade
Kalo betul itu artinya, ini hitungannya upaya membuat neologisme yang berhasil atau gagal?
BTW, ngomongin anjing-anjing jadi ingat Peleton 2007 ah.
@ sora9n
Yuki Nagato for Omnipotence!
Jadi terhitung sebagai ajaran heretic di Haruhiism…
@ K. geddoe
*menjura in absentia pada wak Abu Bakar al Makassariy*
*sungguh meme yang kekal™ lagi universal™* (u_u)
Bagus juga kalau diberi nama Jaringan Yuki-isme Liberal (JYL).
*mulai ngakak tak terkendali*
*ikut menjura*
Ah, tapi karena ini mengubah sesuatu yang dianggap inti dari ajaran Haruhiisme, mungkin lebih tepat dinamai Nagatoiyah.
Wah, salah-salah dianggap sebagai penodaan™ terhadap agama.
* * *
BTW, soal yang Peleton 2007, saya jadi ingat, tiap kali saya denger istilah “Wede-HELL” itu saya kok mikirnya, “you don’t get the pun“, ya?
Ada Nagato-iyah Tokyo dan Kansai?
Nagato-iyah Tokyo memandang Yuki sebagai pembaharu, sementara Nagato-iyah Kansai memandang Yuki sebagai pengganti Haruhi.
Secara akidah™, Nagato-iyah Tokyo tidak menyimpang dari Haruhiism, tetapi Nagato-iyah Kansai itu aliran sesat!
~komporMeleduk
~kokJadi Beginii xD
Sebenarnya mereka telah menemukan pun baru di balik nama itu. Hanya saja ilmu kita masih kurang, sehingga mustahil untuk bisa paham.
*dengerin wejangan sambil makan popcorn*
Tapi ini bukan masalah kebebasan agama, ‘kan? Ini masalah penodaan™.
Makanya mesti dipandang secara akidah™. Nagatoiyah Tokyo sebaiknya menanggalkan atribut-atributnya dan kembali ke Haruhiisme tanpa embel-embel™.
Kalau Nagatoiyah Kansai, itu sudah berpotensi merusak akidah anak-anak kita™, dan mesti dibasmi.
//komporMeleduk
Halah, apologi emang ga ada matinya.
Do you all know that Haruhi supported the Palestinians’ cause? Maybe she’s a Moslem, after all…
@ Catshade
Itu cuma heretik yang mengganti-ganti isi kitab dan mengatributkannya pada Haruhi.
kok jadi ngalor ngidul yah?
Memper-Tuhan-kan wikipedia? saya sempat kesal melihat kometar itu. menurut saya itu komentar yg berlebihan.
that’s all…
^
Habis troll aslinya nggak dateng. Akhirnya kita ngomongin yang pernah muncul dalam sejarah WP, deh.
Yup, betul. Makanya saya quote secara khusus. Sok tahu banget.
Sering me-link wikipe, bukan berarti mengandalkan total. Lebih ke arah bagaimana supaya pembaca mendapat gambaran tentang hal yang lagi dibahas.
@sora9n:
Kayaknya tipikal troll yang semacam itu hanya melihat-lihat sekali, misuh-misuh sepuasnya, kemudian pergi tak kembali?
Perlu mancing Ogre atau Goblin lain*melihat komen akhir-akhir*
Jadi inget RO ane, jadi pada ngomongin Ogre, Goblin, dan Troll….
*melihat tulisan*
)
Serius mode :ON
Ranah dunia maya bukanlah sebuah tanah tanpa hukum…. Walaupun tidak ada hukum yang berlaku, paling ndak kita punya akal dan hati kan?
Pada hakikatnya kita berhadapan dengan manusia lainnya, bukan dengan serangkaian kode-kode dalam berbagai bahasa (maklum, anak Ilkom
Serius mode :OFF
Heheheh..
Salam kenal ya^^
^
Yup, yup. =3
Salam kenal juga. ^^
Blogger Indonesia mengerikan sekali … Tidak cinta damai, hobinya menyerang individu untuk mendapatkan source of comfort *__* (gw merinding baca studi kasus ad hominem itu)
~ternyata kekerasan dan vandalisme bukan hanya di dunia nyata
~ternyata di dunia maya juga
~kapannya kita mau maju ya kalau saling menghargai aja nggak bisa
~hiks gw jadi sedih *mellow mode, kelaperan nungguin buka*
^
Hei, mereka itu bukan blogger…!
Mereka itu troll yang kebanyakan pada nggak punya blog. Beneran.
Seandainya makhluk yang bernama “Troll” itu benar-benar ada di muka bumi ini. Atau memang sudah ada ?
Tapi soal wikipedia, biasanya kalau saya merujuk ke wikipedia, saya justru melihat pranala dalam/luar yang ditulis di wikipedia. Selalu melakukan periksa-silang (cross-check) sebuah informasi dengan informasi lain. Jadi semacam second opinion. Kalau sama dan mendukung baru ditulis pranala wikipedianya.
Kalau soal etika, no comment aja dah…..
^
Ada Mas Fertob…
*menjura*
*ketularan Geddoe*
*halah*
Kalau saya sih lihat-lihat dulu kepentingannya seperti apa. Kalau cuma menyinggung tim bola A, atau serial anime X, saya biasanya nggak terlalu peduli. Sebab tujuan utamanya sekadar memberi tahu: “ini lho benda yang dimaksud”.
Di sisi lain, kalau post-nya bertema serius dan menyinggung bidang studi (seperti post QM tempo hari), ya, mau nggak mau harus cross check. Ada tanggung jawab gede, soalnya. ^^;;
Yaaaah…
*kuciwa*
*kirain mau ada omongan soal psikologi massa, gitu*
[...] Kerak Terol Diterbitkan Jumat, 17 Juli 2009 Around the World Leave a Comment Tags: ababil, bukan makanan, internet, ITB, troll Alkisah, pada bulan September lalu, karena melempar komentar pada entri yang ditulis oleh seorang kawan, blog saya sempat dikunjungi sesosok troll. Sebenarnya bukan hanya saya, tapi juga bloger lain yang kebetulan juga menjadi teman segenggongblognya. [...]