Singkat kata, pergelaran Euro 2008 pun berakhir. Dan yang berhak meraih trofi untuk kali ini adalah…
…pasukan matador dari Spanyol.
Salut!

[photo taken from here]





…
…
Dengan mengandalkan pass pendek dari kaki ke kaki, disertai dengan penguasaan yang dominan di lapangan tengah, Spanyol sukses menumbangkan Jerman yang hendak memperoleh Piala Eropa untuk keempat kalinya. Penyelesaian akhir yang mantap oleh Fernando Torres di depan gawang Jens Lehmann menjadi coup de grace — Spanyol unggul 1-0, dan Piala Eropa pun kembali berlabuh di Andalusia setelah empat dekade.
Meskipun demikian, hasil ini tak lepas dari performa Jerman yang cenderung di bawah form tadi malam. Entah kenapa Michael Ballack dan Bastian Schweinsteiger seolah kehilangan kreativitas dan kesulitan mengalirkan bola ke lini depan. Lapangan tengah Jerman pun tenggelam di bawah dominasi Marcos Senna dan kawan-kawan — yang, lebih parah lagi, justru berulangkali sukses menembus kotak penalti dan membahayakan gawang Jens Lehmann.
Bagaimanapun, Spanyol sudah membuktikan diri sebagai yang terbaik. Permainan atraktif dan menghibur, defense yang kokoh (cuma kebobolan 3 gol!), dan lini tengah-depan yang dominan — tidak salah kiranya jika slogan “best team wins” disematkan untuk El Matador di Piala Eropa tahun ini. ^^
Viva Espana! 
—–
Ps:
BTW, saya tak akan mendukung Sutrisno Bachir di pilpres 2009. Boleh saja kalau mau kampanye, tapi mbok ya yang tepat waktu dan tepat sasaran. Terutama pada waktu partai semifinal Spanyol vs. Rusia tempo hari; kental betul political speech-nya.
Pencinta bola ingin koresponden di Austria membahas kabar dan taktik, Pak, bukan politik!
Tim yang saya dukung selalu kalah. Itu sebabnya saya agak ilfil sama sepak bola, terlalu sering sakit hati. Coba Turki melaju ke final…waktu lawan Rusia, Spanyol gak bagus-bagus amat, apalagi Jerman waktu lawan Turki.
sepertinya kwan2 saya penggemar bola banyak yang kecewa dgn hasilnya..
tapi ada juga yang bilang “gw ga suka spanyol menang, tapi gw juga ga tahan liat wajah sedih xabi alonso”
ckck..
namanya juga usaha….~
iya saya juga makin sebel sama Sutrisno Bachir, kelewatan tuh laporannya, bukan hanya saat Final, waktu semifinal juga gitu, pdhl presenter Ricky Joe udah mencoba memotong pembicaraan dia
btw tentang Spanyol, memang tim ini pantas Juara, benar2 Juara sejati, bermain atraktif, memasukan gol paling banyak, dan pemainnya Top skor pulak
alhamdulillah akhirnya berakhir juga…
~akhirnya saya tak kan lagi mendengar teriakan2 pada jam 3 pagi, dan mendengar weker berkali2 bunyi pada pagi hari buta T____T (cewe2 serumah ada yg demen nonton)
@ gentole
Bwakakak…
Itu seninya sepakbola, Mas. Prediksi, emosi, dan sakit hati itu bagian dari kebanggaan yang dimiliki fans!
[/berlebihan]
Tapi memang Euro kali ini banyak kejutannya sih. Di samping banyaknya gol2 menit terakhir yang tercipta juga…
:::::
@ grace
THIS. IS. FOOOTBAAALLLL!!!
*fanatik*
BTW pas Indonesia tampil di Piala Asia kemaren, banyak juga yang menangis terharu lho. Sampai seorang wapres JK pun ikut menghambur ke lapangan waktu Indonesia menang pertandingan pertama. ^^;
:::::
@ adit
Pokoknya™ Euro kali ini sukses membuat saya hilang simpati sama beliau.
Yang bikin nggak enak juga, pas telewicara labelnya “Sutrisno Bachir/Ketua Umum PAN”. Paling nggak bikin kek label yang lebih netral, seperti “Sutrisno Bachir/Pencinta Sepakbola” atau sebangsanya… >_>
Jangan lupa juga kipernya; cuma kebobolan 3 kali + sukses memblok penalti dua algojo Italia.
:::::
@ Apret
Nontonlah. Seru kok.
[/propaganda]
Hidup Brazil!!
*nyampah*
Sebenernya saya lebih suka finalnya Turki vs Rusia, karena kedua tim tersebut sama2 tidak diperhitungkan…
Tapi ya sudahlah…
Selamat buat tim Spanyol
(dah lama kan gak menang euro, apalagi piala dunia :p)Champéone… champéone…
Ole… ole… ole…
Viva España!!
Saya sebenarnya sudah menduga Spanyol yang akan menang. Permainan yang cepat dan pertahanan tangguh menjadi ciri mereka pada Euro kali ini.
IMO, Jerman nggak terlalu jelek sih. Cuman mereka agak lemah di segi defense. Kiper yang agresif dan sering blunder, serta defender yang kurang fokus dalam menjaga. Hanya penyerangan mereka yang mengantar Jerman menuju puncak.
* AFI (Akademi Football Indonesia) mode=”on”*
BTW, saya pernah baca di koran ada yang jualan boneka voodoo di Euro kali ini. Apa itu yang membuat Spanyol sampai ke final dan merebut juara, ya? Soalnya mereka sukses menyingkirkam Italia yang secara trackrecord selalu di atas Spanyol, dan menghentikan laju Rusia dan Arshavin-nya (yang ditawar secara resmi oleh Barca, udah baca link yang kukasih di post ‘Gus Hiddink’, kan?).
Cara memakainya cukup menusuk boneka yang sudah diberi nama pemain lawan berikut negaranya. Bahkan pembuatnya memberi moto ‘Tusuk aku, kau juara’. 0_0
Ahem, siapa yang nyetak gol? Bisa diulangi?
*jumawa*
Ya. Permainan Spanyolo memang lebih baik daripada Jerman. Dan mereka layak juara setelah menanti selama 44 TAHUN!!
Apalgi Spayol memang satu satunya tim yang tak terkalahkan selama EURO 2008.
Setidaknya Claim bahwasanya Liga Spanyol merupakan salah satu Liga Terbaik dunia bukanlah isapan jempol.
TIDAK SEPERTI LIGA INGGRIS YANG MENGKLAIM DIRI SENDIRI SEBAGAI LIGA TERBAIK DUNIA PADAHAL CUMA MERUPAKAN LIGA YANG PALING BANYAK DIBESAR BESARKAN OLEH WARTAWAN SELURUH DUNIA.
Ups, bagian terakhir mengalami gangguan caps lock rupanya.
F*** EPL!!!
@ lambrtz
Hidup Argentina!
Brasil? Ke laut aje!
*digaplok*
:::::
@ p4ndu_454kura©
IMO sih, sebenarnya Jens Lehmann itu tergolong jago. Refleksnya bagus + jago memblok penalti. Sayangnya cuma… beliau itu suka blunder di saat-saat krusial… ^^;
*tapi di Euro kali ini mainnya relatif bagus kok*
Lah, ditawar kan bukan berarti pasti jadi. Masih harus nunggu keputusan kontrak dari pemain ybs, lho.
BTW katanya Pak Wenger jadi kurang tertarik sama Arshavin. Katanya staminanya kurang bagus?
[link]
Jangan percaya klenik, ah.
:::::
@ Amed
Hus, nggak ada siaran ulang!
:::::
@ Mr. Fortynine
IMHO sih, EPL itu kelebihannya di tempo permainan. Pace-nya lebih tinggi dibandingkan Italia dan Spanyol; jadi duel tim papan tengah-bawah (e.g. Tottenham, Newcastle, dsb) pun masih rada enak ditonton. ^^
Sebaliknya Spanyol dan Italia rada lambat. Enak sih ditontonnya, kalo yang main punya pemain berteknik tinggi (banyak gocek + juggle). Tapi kalo yang tampil lagi tim papan tengah-bawah, rasanya kok ya jadi terlalu buang2 waktu di pertandingannya… ^^;
*IMHO loh ya*
biasanya ada kutukan klo juara euro itu gak lolos piala dunia.qt liat ajah prestasi spanyol di kualifikasi piala dunia
Piala eropanya udah bubar, Mas. Hus, hus, sudah bubar. Ayo balik belajar dan kerja yang bener.
Ya. Betul. Maksudnya EPL memang tempo dan tensinya hampir sama tiap partainya. Dan…….
Kalau menurut saya justru disitulah bodohnya EPL. Kualitas antara tim atas dan bawah hampir sama.
herannya kok tim tim lain terasa susah ngalahin tim EPL.
Untuk tim tim La Liga dan Serie A. memang selain big four klasmen biasanya kurang enak ditonton. mungkin itujugalah yang menyebabkan kurangnya pemain dari tim semenjana yang masuk timnas.
Permasalahannya sekarang, EPL yang digadang gadangkan sebagai Liga terbaik dunia itu. Kalau liga termahal dari segi gaji mungkin iya. Tapi kalau liga dengan hasil terbaik untuk timnas?
Saya kira Spanyol layak juara, sebab memang konsisten tampil bagus sepanjang turnamen (Belanda dan Jerman misanya, meledak-ledak di beberapa pertandingan dan tampil melempem di pertandingan lain).
Yang agak mengecewakan adalah ternyata partai finalnya berupa antiklimaks.
Satu-kosong, 90 menit, Fernando Torres?
Agak kurang menarik apabila dibandingkan dengan pertandingan-pertandingan awal yang penuh drama gol-gol di menit akhir, perpanjangan waktu, atau adu penalti.
Minimal ya mbok golnya Torres itu di injury time kek…
* * *
BTW, saya nonton pertandingan terakhir ini setelah pulang ke Indonesia untuk liburan. Reaksi spontan: Siapa itu Soetrisno Bachir?
@ toim
Tim juara dunia aja kesulitan lolos dari grup Piala Eropa, kok.
Tuh, itu.
:::::
@ gentole
Ogah ah. Saya kan lagi libur.
:::::
@ Mr. Fortynine
Mungkin karena tim2 EPL lebih fokus ke teamwork, jadi permainannya relatif tidak bertumpu ke satu-dua pemain. Sementara tim2 Italia/Spanyol biasanya terpaku pada teknik individu… jadi kalau pemainnya ditempel ketat susah mengembangkan permainan.
Sebaliknya tim2 Inggris gayanya lebih pakai passing. Jadi biarpun Cesc Fabregas atau CR7 di-manmark, permainan Arsenal sama Man-U bakal masih jalan… walaupun tentunya bakal sedikit terhambat.
Yah, itu memang…
:::::
@ K. geddoe
Jangan, kasian para pemain Jermannya. Ntar nangis2 di lapangan kayak Italia 2000, lagi.
Baca labelnya dong. Di bawah namanya kan ada tempo hari:
Oh dear…