…mungkin bukanlah mereka yang melatih tim papan atas langganan Liga Champions. Melainkan para pelatih klub divisi satu dan Serie B.
Kesan ini saya dapat setelah menghabiskan waktu liburan dengan main Football Manager 2007. Secara relatif, game ini mengajarkan saya bahwa sepakbola bukan hanya sekadar taktik — melainkan juga termasuk manajemen pemain, staff, dan finansial.
Bahkan, kalau mau main jujur, game yang satu ini sangat susah untuk dimainkan dengan sukses!
Kenapa bisa begitu, coba saya jabarkan berikut ini.
- Mulai main dengan status “unemployed”
- Kemudian saya memilih sebuah tim yang (rasanya) cukup memadai materi pemainnya
- Maaf, klub terlilit hutang. Kami tak bisa menyediakan transfer budget untuk musim ini
- Berkaitan dengan masalah finansial sebelumnya, tolong perhatikan kebijakan gaji Anda kalau mau menawarkan kontrak
- Akhirnya pemain-pemain yang lumayan sudah didapat. Tapi…
Ternyata kualitas pemain tidak merata.
Pemain yang ada di first team kualitasnya rada njomplang dibandingkan cadangannya. Ditambah lagi jadwal liga yang diikuti 24 tim memaksa saya menjalani pertandingan setiap 3-atau-4 hari sekali.BAGAIMANA SAYA BISA ROTASI PEMAIN KALAU BEGINI… T__T
- Tak mengapa. Dengan taktik yang baik, saya mungkin bisa mencuri angka di setiap pertandingan
- Staff-nya pun cenderung “biasa”
- Reputasi tim agak rendah; beberapa pemain/staff target jadi ogah ditawari kontrak
- Ekspektasi board: juara divisi dan promosi!
Dengan begini, Anda hanya bisa mendapatkan tim non-divisi utama (atau timnas) yang sedang kosong atau memiliki “kursi panas”. Itu pun Anda harus melamar ke klub/timnas ybs. dulu. Kalau ditolak? Yah, silakan cari tim lain. =_=!
Tentunya saya juga bisa “merampas” kepelatihan Arsenal dari Pak Arsene Wenger, kalau mau, di FM ini. Tapi saya kan orang yang jujur dan menyukai tantangan™.
Sayangnya tim ini sedang terbelit masalah finansial. Yang kemudian berlanjut ke poin-poin di berikutnya. x(
Maka saya pun hanya bisa berburu pemain yang tidak terikat kontrak. Yang usianya pada umumnya berada di bawah 18 tahun atau di atas 30 tahun. Yang mana sebagian skill-nya sudah melorot atau belum matang sama sekali.
Ada pemain bagus yang ingin saya gaet ke tim saya, dan statusnya free-transfer. Saya pun menyorongkan kontrak padanya.
Apa lacur, executive board menyatakan bahwa besar gaji maksimal yang boleh diberikan adalah sebesar [sekian] ribu dolar per minggu. Lebih parah lagi kalau total gaji pemain saya sudah melampaui budget (baca: saya terlalu banyak signing tanpa offloading). Maka board akan menegur; lantas membatasi kontrak2 selanjutnya dengan gaji maksimal 245 dolar saja. x(
Segalanya berjalan lancar sampai menjelang musim dingin. Bulan pertama dan kedua tim saya duduk di zona promosi, bulan ketiga turun ke peringkat enam, dan terakhir… tim saya baru saja mengalami streak kalah dan seri di lima pertandingan beruntun.
What the hey!?
Tampaknya rotasi pemain menjadi faktor kunci di sini. Doh. x(
Berbeda dengan Arsenal yang mempunyai physio dengan poin physioterapy 20, saya harus bekerja dengan physio yang memiliki poin (maksimal) 18. Scout pun hanya ada dua orang, yang dengan poin Judging Player Ability/Potential 16/16 dan 15/11. Adapun coach-nya relatif lumayan, sih. (o_0)”\
Terutama kalau target saya berasal dari Liga Premier yang jauh lebih bergengsi; atau dari Divisi Utama negara tetangga; atau langganan timnas kelas A di Eropa. Duh.
……………… XD
*speechless*
*walaupun bukannya nggak mungkin juga sih*
…
…
Yah, kurang lebih begitu. Terkadang saya beruntung mendapat masukan budget sebesar 88 ribu dolar yang bisa dibelanjakan pemain setelah musim berjalan; terkadang saya juga berhasil menggaet pemain bagus dengan free-contract. Tapi kok ya… ^^;;
***
Di awal tadi, saya menulis bahwa pelatih divisi rendahan mungkin sama (atau bahkan lebih) hebat daripada counterpart mereka di divisi utama. Sebenarnya concern-nya begini saja:
Para pelatih divisi utama, pada umumnya, bisa lebih berkonsentrasi pada taktik dan mind-game terhadap sesama manajer lewat media. Biaya transfer pun umumnya tersedia, minimal dalam orde jutaan dolar. Belum lagi kalau melatih tim besar: bukan hanya finansial yang terjamin, melainkan juga terdapat pemain kelas dunia, staf berkualitas, dan cadangan yang (boleh jadi) cukup untuk bermain di tiga-empat kompetisi sekaligus dalam satu musim.
Hal yang sama tidak terjadi kalau Anda menangani tim yang lebih kecil — atau, setidaknya, jika Anda melatih tim papan tengah-bawah di divisi utama.
Mendadak saya jadi iri pada para pelatih tim kelas dunia itu. Dan kemudian saya teringat: bahwa saya pun, ketika main CM 2001, pernah complain karena hanya tersedia biaya transfer 4 juta poundsterling…
*nangis bombay* =((
Woh… jadi malu
Saya biasanya langsung milih klub gede pas mulai, trus kalo mau tanding di save dulu, jadi kalau kalah bisa rematch
@ Nazieb
Ndak papa, masbro. Saya juga baru kali ini kok main FM secara jujur dan alamiah.
*malu sendiri* xD
Weleh…FM ya…
Aku cuma tahan maen 3 musiman, habis itu biasanya ganti tim…
Yang bikin frustasi itu, aku pernah pake tim dari divisi 2 slovakia (dan yang paling jelek pula –> prediksi media ranking akhirnya bakal paling bawah). Duit awal, 0. sampe 3 musim masih 0, padahal dah naik ke divisi 1…males…
Tapi yang bisa aku banggain (+ biasanya aku pamer2in), dulu pake PSMakasar aku pernah ngalahin Boca Juniors (apa River Plate ya?) 4-0 di semifinal Piala Dunia Antarklub, dan di final hanya kalah penalti dari Barcelona
)
(dah diulang2, ya kalah penalti itu yg terbaik
Kasian banget kamu bro.
Btw, gimana kalo loan pemain aja. Keknya saya dulu pernah sukses dengan taktik itu, pas menangani tim antah berantah.
*yang merampas kepelatihan dari alex ferguson*
Saya pernah main FM 2005. Pegang tim Castel di Sangro di Serie C1 Liga Italia. Tahun pertama peringkat 6. Tahun kedua promosi ke Serie B. Tahun ketiga peringkat 5 Serie B. Tahun ke-4 promosi ke Serie A. Tahun ke-5 dapat jatah UEFA dan runner-up Piala UEFA. Tahun ke-6 Scudetto dan Juara Liga Champion tahun berikutnya.
Dan saya langsung resign setelah Juara Champion.
Hampir semua klub-klub besar menawarkan jadi pelatih/manajer, termasuk beberapa timnas.
Kalau dipikir-pikir, memang tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan kalau langsung menangani klub besar. Yeah, sama seperti yang ditulis diatas.
Tapi banyak juga klub yang ekspektasinya TERLALU TINGGI terhadap si manajer. Barcelona misalnya. Saya pernah megang Barca dan 10 pertandingan awal masih ada di peringkat 9, dan langsung kena pecat. Sial, padahal untuk dapat gelar juara masih sangat mungkin. Inter Milan juga begitu.
Tapi salah satu yang tersulit itu kalau pegang Athletico Bilbao. Benar-benar menyebalkan karena hanya pemain dari Provinsi Basque yang boleh dikontrak/dibeli. Basque ? Sepertinya cuma Iniesta saja yang pemain asli Basque yang lumayan bersinar.
saya gak pernah maen beginian.
*coba cari link donlotannya*
sepertinya para maniak FM mesti berguru banyak ke Guus Hiddinl
si tangan midas mengubah tim kelas teri jd tim kelas kakap
FORZA RUSIA (loh)
@ lambrtz
Ini sekali jalan, atau diulang-ulang, atau harus lewat beberapa musim dulu? ^^;;
*jangan2 pake jurus Ctrl+Alt+Del*
:::::
@ dana
Loan memang bisa jadi alternatif; cuma itu kan jangka pendek. Sementara saya maunya bikin tim yang skuadnya permanen (atau minimal semipermanen).
Rencananya sih, paling nggak para pemain intinya harus secure dulu. ^^
:::::
@ goldfriend
Nggak pakai ngulang? Nggak pakai cheat? Beneran??
*sembah sujud, mulus banget perjalanannya* XD
Kok saya jadi kebayang, Persija Jakarta cuma boleh diperkuat anak Betawi…
pemain Betawi yang bagus siapa?
:::::
@ cK
Game ini bukan buat cewek yang gak ngerti bola, tauk!
[/sadis mode] xD
:::::
@ adit
Lha,
GusCakGuus Hiddink mah ndak perlu berhadapan sama urusan transfer. Urusannya tim nasional terus?Viva Espana… Siempre en mi corazon…
*bahasa spanyol alakadarnya*Dulu pernah main CM, pengen install lagi. *lirik Adik*
Ah, nanti pinjam CD FM punya dia saja.
klo aq sih sukanya chelsea, abis dananya gak terbatas krn disokong oleh mr.roman
tp sayang susah bgt jd juara
Huahahahahaha!
Kehidupan itu pahit, Jenderal!
@ Nenda Fadhilah
…lo main game kayak begini? ^^;
*cewek langka*
:::::
@ toim
Ah, Chelsea…
Di sesi FM saya yang ini, mereka beli Adriano (US$ 60M) dan Esteban Cambiasso (US$ 20M). Di awal musim pula. XD
(duiiiit, duiittttt!!
)
:::::
@ K. geddoe
Begitulah adanya, Kopral!
itu musim kedua, dan harus diulang2
(sayang kalo fitur Save Game + Load Game ga dipake, mubazir :p)
Ouh, begitu ya sulitnya jadi manajer? Saya kira kerjaannya cuma bikin lemon pie dan ngecengin pemain ganteng saja…
*terlalu banyak baca serial shoujo*
Saya lebih suka merampas™ kursi Mourinho dari Chelsea yang uangnya sekilang minyak. Dan membeli pemain-pemain kelas dunia™.
Tapi kekuatan Arsenal musim ini justru terletak di skuad mudanya, kan? Karena mereka sudah dibina dari pemain berharga murah dan bau kencur menjadi pemain kelas dewa yang harganya jutaan pounds.
Atau… karena Arsenal nggak mau keluar uang banyak?
What the…

Kalau nilainya segitu sih, kayaknya tinggal satu solusinya…
…
…
Edit aja code-nya. Jadiin 20 semua.
*dibacok*
Yah… nggak terlalu berlebihan, sih. Masih mending daripada musim ini target juara dan promosi, musim berikutnya target juara Premier dan Liga Champions. ^^
Yup, mulus dan lancar.
Kalau nggak salah sekali-kalinya ngulang itu waktu lawan Barca di final Liga Champion. Sampai 3 kali ngulang waktu itu.
Itupun karena niatnya harus menang dan langsung resign. Jadi setidaknya sudah tercatat dalam sejarah.
Btw, yang bikin saya kesal main di Liga Inggris itu karena reserve-nya cuma 5 pemain, jadi nggak bisa bereksperimen dengan banyak pemain cadangan.
@ lambrtz
Ah, fitur yang itu memang sakti.
Saya pun dulu pernah dibantai di final Liga Champions. Kemudian saya load, main lagi pakai strategi ultra defensif… baru deh akhirnya bisa menang tipis. xD
Benar kata orang, kekalahan adalah kemenangan yang tertunda™. (u_u)
*dibacok*
:::::
@ Catshade
…… ^^;;
Dan semua itu terjadi di tim olahraga tingkat SMA?
:::::
@ p4ndu_454kura©
Skuad muda Arsenal memang dahsyat, kok. Bahkan di FM 2007 yang saya mainin, harga + skillnya udah pada melambung dari awal. Bahkan Cesc Fabregas, Jeremie Aliadiere, dsb.-nya harganya udah berkisar di angka US$ 4 juta. x(
*mahal*
Ya iya sih… tapi rasanya kok ya… ^^;
:::::
@ goldfriend
*menangis tersedu-sedu*
*ternyata saya sedang bicara dengan seorang dewa* T__T
[/berlebihan]
Dulu pernah sok2an ikt2n ngliatin adek maen gnian
pake cheat tapinya,tp bgitu kalah melulu,jd males sndri..Tp hikmah yg saya dpt adlh,ga cm satu tim d isi pemain2 ternama,tim nya jd unbeatable..*mengenang*
@ Grace
Masalahnya, bikin tim yang isinya para pemain ternama itu butuh duit… ^^;
He,kyny wkt it ko adek saya pnya dana unlimited?pake gameshark katanya..Tapi dia jg cuma brthan sbntr tuh,ktnya susah bgt..
Ckck,game cowok..
*kmbali main harvest moon dan jojo fashion*
Susah BANGET… =((
Kabar terakhir: tim saya kalah 5 kali beruntun. Padahal sebelumnya sempat duduk di posisi puncak. =((
*nangis bombay*
[...] Kebetulan — salah satu pemain andalan di tim saya bernama Vasilis [...]
[...] ceritanya, saya baru saja memainkan game Football Manager 2007 di komputer saya (lagi). Meskipun begitu, berbeda dengan sebelumnya, kali ini saya tidak melatih Leeds United — [...]