Sejujurnya, saya sering bingung sendiri kalau sudah menyangkut masalah ini, dan beberapa kali jadi korban karenanya. Bahwasanya, beberapa orang berkata bahwa tindakan tersebut aneh dan ‘menyeramkan’; bahkan sampai dikait-kaitkan dengan perilaku orang yang mengalami keterbelakangan mental.
Menurut saya, klaim-klaim tersebut menyebalkan. Hasty generalization, tidak akurat, bahkan cenderung basi.
Kenapa dibilang basi, coba kita runut berikut ini.
1. Mengapa kita tersenyum?
Sudah tentu karena ada hal menyenangkan yang terlintas dalam pikiran. Entah hal menyenangkan tersebut baru saja terjadi di depan kita, ataupun datangnya dari kenangan yang sudah lewat. Yang jelas kita (umumnya) tersenyum karena merasa senang.
Tentunya ada pengecualian, dalam kasus terjadi gangguan motorik pada otot wajah atau keterbelakangan mental, mengakibatkan peristiwa “tersenyum” yang tidak mesti bersumber dari kebahagiaan. Tapi ini cerita lain untuk saat ini.
2. Terkadang, Anda teringat hal-hal yang konyol ketika sedang melakukan kegiatan tertentu.
Ini tak mengenal tempat. Anda bisa saja teringat lelucon garing teman Anda ketika sedang berjalan-jalan di supermarket; atau teringat pengalaman pribadi yang mengundang tawa beberapa waktu setelah peristiwanya berlangsung. Tentunya kalau sudah begini Anda akan spontan tersenyum, atau malah sampai nyengir sedikit kalau dosis humornya terlalu kuat.
3. Jangan sok tahu!
Nah, ini yang bikin jengkel. Orang-orang yang tak tahu apa yang dipikirkan oleh orang yang mendadak tersenyum, langsung saja memberikan cap aneh-aneh. Serem lah, gangguan mental lah, kebanyakan melamun lah… Padahal tahu apa yang orang itu pikirkan pun tidak.
Boleh jadi ia tersenyum karena teringat hari ini akan bertemu keluarga yang sudah lama ditinggalkan merantau. Boleh jadi ia tersenyum karena teringat akan guyonan rekan di kampus. Bahkan boleh jadi juga, orang itu tersenyum karena baru saja ketiban lotere. Apapun itu. Tapi mereka yang tidak tahu langsung saja memberi cap negatif.
***
Menurut saya, ini menyebalkan. Orang-orang jadi begitu sok tahu dan main tuduh dengan ketakutan yang mereka buat sendiri, padahal kenyataannya belum tentu begitu. Saya tak tahu apakah saya memang segitu berbedanya dari orang lain, tapi saya yakin: mereka pun akan tersenyum juga kalau mengingat hal yang menyenangkan! Hanya saja mereka lebih suka melempar cap aneh-aneh tersebut tanpa mau berpikir lebih lanjut.
Saya kira mereka perlu belajar membayangkan isi pikiran orang lain. Ironisnya, justru orang-orang yang sama inilah yang tempo hari menuduh saya tak punya kepedulian sosial dan sebangsanya. Padahal peduli pada sesama saja mereka tak bisa.
…
…
…
Sekarang saya jengkel. I seek justice for this. Di satu sisi, saya pernah dibilang (mistakenly) nggak pedulian gara-gara cenderung bersikap dingin dan tidak emosian. Di sisi lain, ketika sedikit saja merayakan emosi, saya justru dianggap orang aneh. Macam apa pula ini?
Ya, saya yakin beberapa orang tertentu tak peduli saya tersenyum karena apa, dan lebih suka berpikir apa yang mereka mau. Tapi, harusnya, seseorang tertentu yang pernah menuduh saya nggak pedulian bisa sedikit berusaha — untuk menelaah apa yang ada di pikiran saya sebelum angkat bicara — bukannya bersikap apatis dan langsung loncat ke kesimpulan begitu saja.
——
Catatan:
Tidak berhubungan dengan kegiatan di blogosphere.
Saya rasa anda cuma menjustifikasi fakta bahwa ada itu ‘menyeramkan’ karena senyum-senyum sendiri.
hihihihi…kalau saya sering senyum-senyum sendiri pas baca postingan atau lagi ceting. kadang ngakak sampai dibilang orang-orang kantor saya ini rada-rada nyeremin.
tapi bukannya senyum itu ibadah?
lagipula banyak senyum lebih sehat.
Itu indikasi kegilaan, Mas, simply karena orang kebanyakan menganggapnya begitu. Hehehe…
BTW, asal ada obyek yang tepat, senyum-senyum sendiri itu sah-sah saja, kok. Kecuali kalau masbro ketawa megalomaniak di depan cermin.
errr.. mungkin sudah waktunya dan ada baiknya mas sora memperlihatkan postingan ini kepada si orang yang pernah menuduh, kalo dia orang dekatnya mas sora. Mana dia tau kalo gak ada yang kasih tau?
Tapi ya.. kalo tidak sih, gimana ya, susah merubah pikiran orang terhadap kita, gak bisa dipaksa
ah, eniwei, senyum itu menyehatkan. Justru dengan senyum itu tanda peduli terhadap lingkungan, karena menebar sudah kebahagiaan lewat senyum
Selama senyumnya nggak bermaksud yang aneh-aneh mestinya nggak apa-apa, toh?
I sense yet another clueless-ism.
this.
*kabur sebelum digorok*
@ K. geddoe [1]
Kok bau ad hominem, ya?
@ cK
Itu kayaknya rada… terlalu ekspresif. ^^;
Tapi paling nggak kan orang-orang bisa liat kalo lo lagi browsing atau chatting. Sekurangnya lo nggak disangka ketawa tanpa sebab.
@ gentole
Justru itu yang saya pertanyakan. Kenapa pula orang yang sedang tersenyum langsung dituduh ‘nggak sehat’? Ramai-ramai pula. Fallacy ini!
@ K. geddoe [2]
Masalahnya obyek yang “tepat” itu nggak terlihat oleh orang lain, dan langsung saja diasosiasikan sebagai hal yang negatif.
Padahal kenyataannya belum tentu semenyeramkan yang mereka pikirkan. Ketakutan kok dibuat sendiri; udah gitu salah sangka pula.
@ takochan
Sudah saya sampaikan sedikit-sedikit lewat lisan, dan hasil akhirnya…
…saya masih disuruh supaya “jangan bersikap aneh-aneh”.
Cape deh. :-L
@ Cynanthia
Teringat acara keluarga di rumah ketika kita naik bus kota, tergolong aneh nggak?
@ yud1
Jangan bikin red herring, ah. Intinya itu false prejudice. Terlepas dari apakah si korbannya itu memang tergolong clueless atau nggak…
Seharusnya senyum sendiri ngga aneh… selama sesuai sikon.
Kalau tiba-tiba senyum-senyum sendiri (karena suatu hal) yang secara tak sengaja terjadi setelah melihat seseorang, bisa gawat itu.
Kalau ngomong sendiri bagaimana?
hati2 yang punya blog gila, suka senyum2 sendiri
:p
*peace v^_^, joke*
ah lamanya ga mampir sini…
Hmmm,, Kalo buat orang yang ngerasa Sora itu jarang senyum, Sora yang senyum jelas aneeh,,
Sama kaya kalo Ma diem, jelas dianggep aneh sama orang, padahal Ma lagi ada sariawan atau lagi dismenore,,
*lha? lhaa??*
Komen terstandar:
Yaelah Sora, namanya juga orang,, Yang gitu diperatiin,,
Ya mungkin orang itu punya pemikiran: “Yang tidak sama dengan saya itu aneh/salah/sesat”
Ah, jadi inget mereka itu…
@ Xaliber von Reginhild
Hayo, ngomongin apa!?
Itu kayaknya rada… ekstrim. Kalo nggak ada orang yang diajak ngobrol, ngapain ngomong sendiri? (o_0)”\
@ lambrtz
Heh, heh…
BTW, iya, mas ini lama nggak kelihatan.
@ Rizma
Tapi namanya disalahpahamin, tetep aja rasanya nggak enak.
Lha, kok langsung dituduh demikian; padahal kenyataannya belum tentu begitu.
@ Nazieb
Hayo, ngomongin siapa??
Hmm… tergantung situasi?
*dijitak*
Saya jadi senyum sendiri baca tulisan ini
Sabar Mas, nyantai aja
Ada yang menggonggong, cuek aja
*padahal sendirinya nggak gitu*
Mau saya periksa ?
Itu sepertinya bukan hasty generalization, tapi identifikasi. Ada ciri-ciri umum yang dipercaya oleh masyarakat yang menjadi penanda khas “orang gila” misalnya senyum-senyum sendiri.
Mungkin ciri-ciri ini yang salah kaprah. Apa yang dipercayai belum tentu benar. Identifikasi ciri akhirnya bisa jadi stereotype, lalu bisa jadi prasangka, dan melebar kemana-mana. itu generalisasi yang lumrah terjadi dalam masalah sosial.
*ngomong apa sih gw*
Nah, ini banyak juga terdapat di masyarakat kita, seperti “orang idiot bisa dilihat dari bentuk mukanya (memangnya sindrom down)” atau “gadis yang masih perawan kelihatan dari cara jalannya”
dan yang lain.
Solusinya ? Gampang…. :Bilang aja “memang saya gila dan menyeramkan, lalu kenapa ?”
so what gitu lho….
@ secondprince
Well, bukannya mau ad hominem nih, tapi… kok mendadak sarannya jadi nggak terasa meyakinkan ya?
@ goldfriend
…no thanks.
*entah kenapa punya perasaan aneh bahwa saya bakal dikerjain kalo sampai diperiksa sama mas Fertob*
Lha, iya… tapi masalahnya disalahsangkain itu nggak enak. Mana disalahsangkainnya negatif banget, pula.
Kalau omongannya Snape ke HarPot sih, *kalo gak salah inget*: “aku tak mau kau pergi dengan ide yang salah tentang diriku”.
*ngomong apa nih gw?* xP
@sora9n:
Seperti nyeletuk-nyeletuk beberapa kalimat ketika sedang komputeran.
…atau kata dalam hati yang diucapkan.
Huahaha… pas banget postingannya sama insiden gw di kantor baru baru ini hiks..
Gw senyum2 gak jelas pas rapat penting sama Managing Director -terus beliau menyangka kalau gw :
1) mau resign
2) sudah apply ke perusahaan lain
3) sering bitching tentang para bos di pantry
T____________T
Padahal penyebab senyum2 adalah : belum selesai membaca email GJ dari para otaku2, terus keburu dipanggil rapat
Moral of the Story :
Senyum senyum sendiri juga harus tau tempat, hiks
@ Apret
Sebetulnya inti masalahnya sama, mbakyu™.
Lha wong orang lain nggak tahu senyumnya kenapa, kok nebak-nebak sendiri. Udah gitu BT sendiri. Udah gitu, ternyata salah sangka, pula!
Tapi untungnya gw belom pernah ngalamin salah paham yang terkait dengan pekerjaan.
Ps:
Semoga ketabahan selalu menyertai Anda™. (u_u)
*dilempar kulkas*
Yaa… tergantung persepsi tiap orang sih. Tapi, IMO, kalau memang tidak tahu apa yang dipikirkan orang lain, sebaiknya diam saja.
Saya sering jadi bahan tertawaan juga dulu masalah ini.
Karena saya murah senyum.
*aseli ngakak*
Jangan lupa, sumbing juga tidak dihitung.
Er… every single individual are unique.
Wajar kan kalau berbeda?
Mungkin, karena jarang terlihat di kegiatan-kegiatan kampus oleh mereka yang suka menghina itu?
Ah, tapi post ini terasa lho emosinya. XD
@ p4ndu_454kura©
Well, yang kali ini kejadiannya bukan di kampus, sih…
Hus, hus…
Ah, maksud saya masbro dulu mungkin dapet cap nggak pedulian™ gara-gara jarang terlihat saat ada acara.
*sotoy mode : on*
…. berarti sebenarnya anda ini cowo sensitif ya
melihat komen2 diatas ini… oh.. ternyata begitu banyak cowo sensitif di blogosphere… *lari ke timbuktu*
@ p4ndu_454kura©
Wah, ndak tahu juga kalau yang itu.
::::
@ Apret
Hueh, hebat betul. Kemaren dulu gw dibilang “cowok tsundere” sama lo. Sekarang “cowok sensitif”…
Ini pasti efek fangirlism. Kayaknya lo terlalu terobsesi sama uke, nih.
hmm…curhatan mu ini mirip curhatan temenku
he..
mau kukasih masukkan nggak?
Jangan terlalu mikirin omongan orang
alias jangan masukin ke hati semua omongan orang
terlalu banyak orang usil di dunia ini..
kalo aku sih orangnya nggak usil he he
jadi diri sendiri…
btw kalo ada orang usil gitu sekali-kali kamu debat dong..
bilang aja “eh emangnya kamu merasa normal..bla bla”
dan jangan mendam kemarahan di hati atau di blog..bagus kalo temanmu baca blog mu. nah kalo nggak? mending langsung aja debat dia (tentu dengan etika tertentu)
*ah udah lah kenapa saya jadi ngomong panjang lebar*
eh iya si apret bilang kamu cowok sensitif…
he hee bisa juga sih
malah kamu tuh agak mirip cewek..yang sensitif
aku aja cewek tapi nggak terlalu gitu-gitu juga sih..
@ lily
Saya pun biasanya begitu. Cuma liat dulu yang ngomong siapa…
*kalo cuma temen sih sebodo amat*
Udah. Dan hasil akhirnya seperti yang saya sampein di komen #8, yang bagian reply buat mbak takochan. ^^;
cieee….jadi ini ceritanya siapa nih..
oh mungkin ada kalanya kamu dengerin orang itu, direbungkan, dan jangan emosi duluan
siapa tahu kamu emang terlalu sering senyum2 sendiri sehingga terlihat aneh..artinya dengerin dia dan pikirkan omongannya kalau kamu emang merasa dia orang yang penting atau berpengaruh bagi kamu
*btw saya masih inget cara bikin quote yah hehe*
*online lagi nggak yah??*
well, saat membaca postingan ini pun saya senyum2 sendiri ^^
” Nah, ini yang bikin jengkel. Orang-orang yang tak tahu apa yang dipikirkan oleh orang yang mendadak tersenyum, langsung saja memberikan cap aneh-aneh. Serem lah, gangguan mental lah, kebanyakan melamun lah… Padahal tahu apa yang orang itu pikirkan pun tidak ”
saya setuju sama pendapat sora-kun. kalau seandainya kita mulai beranggapan aneh2 saat melihat ada orang yg cengar-cengir sendirian, bukankah itu pertanda kita termasuk orang yg mudah berpikiran buruk (a.k.a suudzon)? kecuali kl emang orang yg cengar-cengir sendirian menjawab ’saya ketawa sendiri tanpa ada alasan..’ Naaah.. baru dah, silakan berpikir bahwa orang tersebut rada2 menyeramkan..
Oh iya, kalau mau, datanglah berkunjung ke RSJ, disana akan lebih banyak melihat adegan2 ‘tertawa sendiri’ nya loh ^____^
tukeran link yukkk
salam kenal tukeran link yukk
“senyum sendiri pertanda fall in luv,lho”
itu kata cowok yg aku suka,tapi dia malah gak tahu perasaanku