Belakangan ini, saya sering menggambar komik yang mengetengahkan karakter penguin, yang bentuknya terinspirasi oleh Tux a.k.a. Si Penguin Linux. Beberapa contoh komik tersebut misalnya di sini, sini, dan di sini.
Sebenarnya tak ada alasan kreatif khusus yang melatarbelakanginya. Saya sendiri iseng saja melakukan tracing image Tux dan menjadikannya karakter komik, semata karena pertimbangan berikut ini.
- Gampang di-trace ke dalam bentuk vektor
- Tampangnya Lucu dan Bersahabat
- Mengesankan Kebebasan dan Keterbukaan™
- Lisensinya Bebas
Dalam menggambar komik, biasanya saya membuat image berupa vektor dari karakter yang ditampilkan, lalu memodifikasi vektor tersebut sesuai dengan pose yang dibutuhkan.
Nah, karena image Tux itu sendiri kesannya kartun, pekerjaan tracing pun jadi lebih mudah. Belum lagi karena penggunaan warnanya cuma sedikit. Ukuran file pun jadi lebih kecil. ^^
Well, believe it or not. Seenggaknya mbak ini pernah bilang begitu di salah satu post lama saya. xD
Adapun dengan sedikit modifikasi, sang penguin bisa terlihat bertampang licik-tapi-rada-bego; karakter yang sangat cocok tampil di komik strip bertema gag dan satir yang sering saya garap. Seperti apa modifikasinya, silakan cek sendiri. 
[berlebihan mode]
Karena banyak pembaca mengasosiasikan penguin dengan linux, maka saya boleh berharap bahwa mungkin akan timbul kesan serupa di benak pembaca ketika melihat sang penguin tersebut di komik strip buatan saya.
[/berlebihan]
Mengutip penjelasan dari sang pencipta maskot,
Permission to use and/or modify this image is granted provided you acknowledge me <lewing [at] isc.tamu.edu> and The GIMP if someone asks.
– Larry Ewing
Tentunya akan merepotkan jika saya harus menanggapi semua pertanyaan yang masuk.
Jadi, untuk mengatasinya, saya tinggal meletakkan disclaimer di artwork yang melibatkan sang penguin tersebut. ^^
***
Dan begitulah, saya pun jalan terus dengan karakter penguin tersebut. Hingga pada suatu malam, seorang Kopral Geddoe membahas soal penguin ini lewat Yahoo! Messenger.
Saya: Saya sih cuma nggambar penguin. Orang-orang aja yang terbiasa beranggapan bahwa “Penguin == Tux”. ^^
Geddoe: Lha, Howard the Duck?
Geddoe: Mirip banget sama Donal Bebek, tapi pembelaannya juga “Bebek != Donal Bebek”
Saya: Masih beda, IMO. Donal Bebek kan punya distinguished features daripada bebek asli. Tangannya berjari, matanya bulat…Saya: …tapi nggak tahu juga sih. (o_0)”\
Nah, sejak itu saya jadi kepikiran soal sang penguin.
Ngomong-ngomong soal distingushed features. Kira-kira seberapa banyaknya sih perbedaan antara Tux dan penguin asli? Jangan-jangan ada banyak elemen kreatif yang ditambahkan oleh Pak Ewing, sehingga membentuk Tux sebagai makhluk ‘baru’ yang unik. Tak beda jauh dengan Donal Bebek yang berjari empat.
Jadi, saya pun menghabiskan waktu sore ini jalan-jalan di Wikipedia dan mengecek berbagai foto penguin di sana. Dari sana saya menemukan beberapa spesies penguin yang — tampaknya — paling mendekati penampilan si penguin linux… walaupun tentunya dengan disertai perbedaan.
Adapun perbandingannya adalah sebagai berikut:

Dari kiri ke kanan:
King Penguin (Aptenodytes patagonicus)
Adelie Penguin (Pygoscelis adeliae)
Gentoo Penguin (Pygoscelis papua)
Linux Penguin(Protagonys linuxis tux)alias Tux ()
…
Kesimpulannya?
Berdasarkan perbandingan di atas, terlihat bahwa Tux tidak begitu mirip dengan penguin asli di dunia nyata. Harus diakui bahwa Pak Larry Ewing, dalam merancang desain Tux, telah memasukkan unsur-unsur kreatif yang unik; menjauhkan sang maskot dari image “penguin yang sebenarnya” menuju nuansa kartun.
Sebagaimana seorang Dick Lundy telah menganimasikan Donal Bebek yang humanoid, berbulu putih, bermata bulat, dan memiliki tangan, Larry Ewing telah merancang Tux sebagai makhluk yang khas dengan cirinya sendiri. Bahkan jika Anda tanya saya, saya cenderung memandangnya sebagai maskot berbadan penguin, berparuh platypus, berkaki bebek, dan memiliki mata bulat imut disertai perut yang ndut.
…
…
Tentunya ini berarti argumen “saya menggambar penguin” yang saya sampaikan pada K. geddoe di atas menjadi tidak valid, karena penguin asli jelas nggak mirip dengan Tux. Oh well. Setidaknya Pak Ewing masih memberikan lisensi bebas untuk memodifikasi karakter ciptaannya. ^^;;
Paling tidak, saya belum akan kena lawsuit gara-gara menampilkan karakter penguin di komik strip saya. Tapi itu cerita lain untuk saat ini.
——
Mungkin Terkait:

)
nggak coba nyiptain karakter sendiri? misalnya kayak onion head itu?
@ tante: onion head emg siapa yg bikin, tanz?
@ cK
Kalo lagi mau bikin karakter sendiri, sebenernya gak masalah juga sih. Kayak di komik yang [ini], misalnya. (o_0)”\
Cuma, entah kenapa penguin itu punya daya tarik tersendiri…
:::::
@ grace
AFAIK sih, yang bikin orang Cina. Websitenya di sini:
http://blog.roodo.com/onion_club/
Diupdate secara berkala.
salam kenal aja ah!!!!eh boleh donk dtambah pengetahuan tentang bahasa jepang,lagi tertarik bahasa jepang juga nih!!!trim`s
Trus, kapan tux-nya diberi kostum Inter Milan?
*maksa*
Komik strip berikutnya ditunggu lho…!
@ bagas
Salam kenal juga.
Kalo soal bahasa Jepang, mendingan cek secara berkala ke halaman [direktori nihongo]. Kalau ada post baru tentang bahasa Jepang selalu saya cantumkan link-nya di situ.
Blog ini sendiri temanya umum, jadi postingnya nggak mesti berkaitan dengan bahasa Jepang aja. Kurang lebih begitu sih. ^^
:::::
@ jensen99
Kapan yaa… :-”
*cuma siul-siul*
Ah, kalau begitu, mendingan mangkalnya di blog sebelah aja. Soalnya saya berencana ngomiknya lebih banyak di sana. ^^
klo diliat-liat emang sih logo penguin tu imud bgt.apalagi aq jg kebetulan penggemar linux
sayang aq gak bs nggambar, itu ajah
Kenapa Linux pake penguin mungkin juga didasari kampanye antiglobal warming.
Lha, bukannya Sora itu pendukung Arsenal? Atau jangan-jangan dia selingkuh ke Milan.
Meski saya (sedikit-banyak) menggemari Linux, entah kenapa saya ndak begitu suka dengan maskot Tux itu. Agak terlalu “kanak-kanak” sih di mata saya
Errr… kemarin sepatu, sekarang penguin?
Fetish yang makin aneh…
*ngacir*
@ toim
Karena lucu itu, makanya saya adaptasi jadi maskot.
:::::
@ p4ndu_454kura©
Saya tetap setia mendukung Arsenal. Sekalipun pihak-pihak yang tak bertanggungjawab™ telah menghasut saya agar memihak tim lain seperti Inter. (u_u)
:::::
@ alex®
Justru karena terkesan imut itu, makanya cocok dimasukin jadi tokoh komik satir.
IMO sih…
Hush, hush.
*tabur garam*
*sekalian siapin tuntutan “pencemaran nama baik” berdasarkan UU ITE*
Saya kayaknya lebih suka penguin aslinya.
Tux terlihat lebih komikal?
Ah, tapi saya lebih suka yang ada di sini.