Awal mulanya, beberapa hari terakhir ini saya sedang dilanda kebosanan. Mengapa bisa begitu, bahwasanya itu karena klub yang saya dukung kelihatan kurang aktif di bursa transfer pemain. Padahal sudah seminggu berlalu sejak le boss Arsene Wenger menyatakan hendak membeli pemain baru di musim panas ini.
Bolak-balik ke Arsenal.com maupun blog pundit Arsenal yang bertebaran di WordPress tidak membuahkan hasil. Selain berita transfer Samir Nasri yang katanya sudah hampir positif tapi nggak jadi-jadi sampai sekarang =_=!, bisa dibilang tak ada berita tentang pergantian pemain di tubuh Arsenal. Tentunya mengecualikan isu mengenai hendak perginya Alex Hleb dari Emirates Stadium — tapi itu cerita lain untuk saat ini.
Jadi, gara-gara bosan itu, saya pun iseng mengisi hari minggu ini dengan merancang tim saya sendiri sahaja™.
Lupakan dulu Samir Nasri, David Dunn, Miguel Veloso, Micah Richards, atau siapapun itu yang katanya berpotensi memperkuat skuad Arsenal musim depan. Untuk kali ini, saya sedang ingin bernostalgia dan berandai-andai dengan melibatkan seluruh pemain Arsenal yang pernah bergabung sejak 10 tahun terakhir.
…atau, dengan kata lain, sejak saya pertama kali suka dan tertarik mengikuti berita bola.
Here goes.
***
Kiper (GK):
Untuk posisi ini, ada tiga nama yang saya pertimbangkan, yaitu David Seaman, Jens Lehmann, dan Alex Manninger. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri; bisa dibilang tak ada yang benar-benar perfect sebagai kiper dari ketiga penjaga gawang tersebut.
Seaman memiliki ketenangan dan kharisma di bawah mistar gawang. Meskipun begitu kecenderungannya untuk maju dan ‘menjemput’ bola berpotensi jadi bumerang; hal inilah yang dimanfaatkan Ronaldinho Gaucho ketika membobol gawang Inggris di Piala Dunia 2002 Jepang/Korea.
Lehmann piawai memblok tendangan penalti dan memiliki refleks mumpuni. Meskipun demikian ia sering terjebak melakukan blunder — sebagai contoh pada saat berlangsungnya final Liga Champions 2006. Sedangkan Manninger memiliki refleks yang baik dan (saat itu) masih berusia muda; hanya saja kekurangannya handling-nya relatif lemah. Ia lebih sering memblok dan menangkis dibandingkan ‘memetik’ bola, mengakibatkan gawangnya beberapa kali kebobolan karena bola muntah yang dimanfaatkan lawan.
Saya pribadi cenderung menganggap Lehmann dan Seaman relatif setara dan bisa dipertukarkan sebagai pilihan pertama dan kedua. Meskipun begitu saya lebih memilih Lehmann sebagai kiper utama. Alasan utamanya adalah rekor clean sheet Arsenal di Liga Champions 2005/2006… yang akhirnya tumbang oleh dua gol Barcelona di partai final. T_T
Center Back (CB):
Dua nama: Tony Adams dan Martin Keown. Sang kapten legendaris dan sang pekerja keras sebagai palang pintu. Saya terutama mengagumi Keown karena permainannya yang tegas dan tackle-nya yang mantap. Sayangnya pada tahun 1998 mereka sudah tiba di senja karier mereka, sehingga kecepatan mereka relatif telah pudar. Meskipun begitu kualitas marking, tackling, dan koordinasi mereka bisa dibilang sangat baik.
Cadangannya? Siapa lagi kalau bukan Steve Bould.
Side Back (SB):
Di sisi kiri, Ashley Cole. Seimbang dalam bertahan maupun menyerang; di samping itu juga memiliki kecepatan yang ditunjang oleh usia muda. Jelas melampaui Nigel Winterburn. Gael Clichy tampil relatif cemerlang musim ini, tetapi saya masih lebih memilih Cole untuk posisi bek sayap kiri.
[UPDATE] Saya baru ingat bahwa Sylvinho itu LB — bukannya RB seperti saya tulis sebelumnya (koreksi dari mas jensen99). Tapi bagaimanapun saya masih lebih memilih Cole untuk posisi ini.
![]()
Di sisi kanan… siapa ya.
Dixon, Lauren, Sagna… tampaknya saya memilih Lauren. IMHO Sagna masih belum mantap, dan Dixon sudah berusia di atas 30 tahun — kecepatan dan staminanya bisa dibilang sudah lewat puncak pada akhir tahun 1990-an.
…Eboue? Siapa itu? xD
Center Midfielder (CMF):
DMF: Patrick Vieira. Saya yakin Anda setuju.
Tackle keras, permainan dominan, mampu mendistribusikan bola dengan baik. Pemain yang tadinya dikenal temperamental ini berhasil ‘mendingin’ dan menunjukkan kualitas permainan yang piawai selepas pergantian abad yang baru lewat.
Untuk CMF pendampingnya ada banyak kandidat yang memadai — tapi pilihan saya adalah Cesc Fabregas.
Muda, berbakat, passing akurat, playmaker, dan long shot-nya sering berbuah gol. Sayangnya gelandang komplet ini baru ‘matang’ setelah Vieira pindah ke Juventus tahun 2006. Sungguh disayangkan.
Side Midfielder (SMF):
Untuk sayap kiri, Marc Overmars dan Fredrik Ljungberg adalah favorit saya. Punya kecepatan, bisa melakukan penetrasi ke kotak penalti, dan berpotensi turut mencetak gol. Meskipun begitu Ljungberg masih lebih unggul secara teknik dan gocekan, sedikit berbeda dengan Overmars yang cenderung mengandalkan sprint dan stamina yang kuat.
Posisi sayap kanan… Ljungberg sebenarnya juga bisa masuk di sini, tetapi saya lebih memilih Robert Pires. Walaupun speed-nya cenderung biasa, tetapi pass dan tekniknya sangat di atas rata-rata. Kemampuan mencetak golnya juga tak bisa diremehkan; ia telah mencetak 62 gol dari 189 penampilan selama memperkuat Arsenal. ^^
Second Striker (SS)
Sebutkan kriteria SS ideal.
Pass akurat? Kreativitas tinggi? Teknik mumpuni? Insting mencetak gol tajam? Punya visi cemerlang sehingga bisa melepas umpan tarik untuk dimangsa striker yang berdiri di depannya.
Dua kata: Dennis Bergkamp. Habis perkara.
Sebagai cadangannya mungkin Nwankwo Kanu. Pass-nya tak secemerlang yang bisa dilepas oleh Bergkamp, tetapi tekniknya lumayan setara. Terlebih lagi ia mampu ‘menggoreng’ dan menahan bola di kakinya sementara rekan di sekitarnya mencari posisi — kecenderungan yang sama yang dimiliki oleh Alex Hleb. Hanya saja yang terakhir itu kurang memiliki kemampuan mencetak gol. Entah kenapa. ^^;
Center Forward (CF)
Tentunya untuk melayani umpan tarik dari seorang DB10, dibutuhkan striker yang mampu berlari cepat dan punya penyelesaian yang tenang di depan gawang. Nicolas Anelka memiliki style yang mirip seperti ini, dan kebetulan ia sempat bermain dengan Bergkamp di awal karirnya. Tapiii…
…Thierry Henry jelas tak tergantikan.
Dengan kemampuan lari yang luar biasa, finishing yang tenang, dan kemampuan mengeksekusi tendangan bebas, TH14 adalah kandidat serasi untuk ditandemkan dengan fantasista Dennis Bergkamp. Bayangkan sebuah pass dari lapangan tengah di-flick oleh Bergkamp ke area kosong di depannya. Dan Henry berlari menyambar pass tersebut — tanpa terjebak offside — sebelum akhirnya melepas tembakan keras nan mematikan ke tiang jauh gawang lawan.
Crowning moment of awesome? You bet.
The Scheme?
Mungkin seperti di bawah ini. ^^
Henry
………… Bergkamp
Ljungberg …… Vieira ………… Fabregas …… Pires
Ashley Cole …… Keown ………… Adams (c) …… Lauren
Lehmann
———
Subs:
———
Seaman (GK)
Bould
Gilberto Silva
Overmars
Kanu
———
…
…
…
……dan kemudian saya tersadar, ternyata sekarang ini sudah hari Minggu sore.
So much for procrastination. xD Mungkin nanti saya bikin custom team Arsenal All-Stars di WE kalau saya berminat. Tapi itu cerita lain lagi untuk saat ini.
Ho ho ho… fans Arsenal to?
Kalau menurut saya, Pores sebaiknya diganti sama Overmars. Soalnya di cepat, bisa bikin gol dan multi sisi.
Sayang saya ga punya klub luar yang saya cintai sepenuh hati selain klub lokal Barito Putra
Sebenarnya dulu suka MU. Namun ada beberapa pemain yang bikin saya terus ga bisa cinta MU. Seperti Andy Cole. Bisa nyetak karena dibanti Dwight York tapi sok tajam.
Lalu sekarang ada CR7 yang sok hebat, padahal nyetak gol ke gawang Chelsea aja baru sekali. bahkan kontribusinya buat MU ketika menghadapi klub besar macam barca adalah: 0 BESAR!
lalu ada Wayne Rooney yang cuma hebat di media. Sumbangsihnya nyatanya apa? Di final kemaren melakukan shots on goal saja TIDAK! dan kalau Rooney memang hebat, Inggris tidak akan gagal lolos ke Euro 2008.
yah, saya memang benci Inggris kok!
maksud saya Pires
Apa itu!? Ljungberg di sayap kanan FTW!
@ Mr. Fortynine
Ya, iya. Saya memang fans Arsenal dari jaman dulu, kok. ^^
Jangan samakan dengan seseorang tertentu yang sempat jadi murtadin™ dan mendukung Chelsea akhir musim lalu…
Kelebihannya Overmars memang di kecepatan sama kemampuan bikin gol. Tapi kalau menurut saya sih, tekniknya Pires masih lebih tinggi. Jadi walaupun speed-nya biasa, passing sama gocekannya jadi nilai plus tersendiri. ^^
Lho, sama. Kalau saya malah dari dulu, yaitu gara-gara seorang pemain bintang™ superseleb™ idola para wanita™ yang bernama David Beckham.
BTW, iya tuh. Timnas Inggris terlalu overrated. Padahal pemainnya biasa-biasa aja.
@ Kopral Geddoe
Swap aja sama Pires. Dua-duanya kan LR-footed?
BTW, saya lebih suka Ljungberg di kiri. Soale mengingatkan saya sama sayap2 pelari kencang sebangsanya Overmars dan Ryan Giggs.
*Walcott sama Henry juga beberapa kali ditaruh di kiri kalo ga salah*
Arsenal… ndak seberapa tahu.
tapi memang benar, Martin Keown + Tony Adams emang legenda.
saat Arsenal masih banyak dihuni pribumi Inggris.
@ ghaniarasyid™
Wah, para pemain bertahan yang pribumi Inggris, itu memang semuanya legenda Mas. Pasukan yang waktu tahun 1999 cuma kebobolan 18 kali di EPL. ^^;;
Bahkan kipernya pun Inggris juga, David Seaman. Lengkap deh… xD
Overmars.. Satu-satunya pemain paling hebat di sayap kiri – setelah Giggs tentu
@ ManusiaSuper
Kalo katanya wartawan BOLA, Overmars itu “Ryan Giggs made in Arsenal”.
saya bukan pengamat bola. tapi saya dukung liverpool.
*ditendang karena gak nyambung*
@ cK
Hush, hush…
*tabur garam*
Sou, Sylvinho itu bukannya LSB?
@ jensen99
*cek*
Eh, iya. Ternyata betul LSB.
Langsung di-update. Makasih koreksinya. ^^;;
meski bukan penggemar arsenal, tp aq ngliat emmanuel eboue punya potensi koq….sbg biang kekalahan arsenal
ndak koq, aq ngliat dia bagus jd bek sayap.umpan silangnya jg akurat….. try it on WE
Entah kenapa saya cenderung memilih Arsenal daripada Lehmann. Kiper yang sering maju justru unik, lho. Schmeichel dulu kan juga gitu. Dan kalau ndak salah, di Liga Argentina juga ada kiper yang setipe.
RSB memang lebih baik Lauren. Dia bisa menyerang dan bertahan dengan efektif, tipikal seorang bek sayap, sama seperti Ashley.
…
BTW, formasinya kok ndak pake 4-1-3-2? Kan lebih efektif peran Vieira (DMF) dan Fabregas(CMF)-nya.
Arsenal teh siapa?
Waduh, salah.
*tepuk jidat*
Maksudnya Seaman.
@ toim
Kalau di WE, bek kanan Arsenal paling bagus memang Eboue. Sagna stats-nya masih kroco banget di situ. ^^;;
*mudah-mudahan data musim depan udah lebih bagus*
:::::
@ p4ndu_454kura©
Kalo saya sih terpikat sama Lehmann gara-gara kemampuannya membaca tendangan penalti. Cuma kalo lagi blunder ya… ^^;
*teringat final LC 2006 dan awal musim 2007/2008* (-_-)
Sebenarnya formasinya nggak jauh beda kok. Kalau di WE, biasanya DMF saya mundurin sedikit, dan CMF didorong lebih ke depan. Jadi mirip 4-1-3-2 juga. ^^
Pertimbangan kenapa 2 CMF-nya bersisian, supaya lapangan tengahnya nggak ‘bolong’. Soalnya saya suka nyerang lewat sayap. Jadi kalo sayapnya lagi naik ya…
:::::
@ Kopral Geddoe
Tony Adams.
Nickname-nya kan Mr. Arsenal.
[/losPokus]
Tony Adams sebagai kiper?
kok mirip aku ya?
main WE aku juga serangan sayap…
soalnya aku biasa pake tim dg wingback yg speednya tinggi,
lalu nerusin pake umpan tarik ke striker
Entah ini karakteristik Premier League atau ndak, kebanyakan klub Inggris menyerang lewat sayap. Saya kalau maen WE (Chelsea of course
) juga cenderung mengandalkan sayap yang dimotori J. Cole dan Malouda sebelum melepaskan tendangan maut ala Lampard.
Oops, saya kurang setuju dengan beberapa posisi Mr. Sora Aoi.
Kalau Tony Adams masuk ke skuad, berarti itu sudah memasukkan kuartet bek legendaris Arsenal : Adams, Keown, Dixon, dan Winterburn. Keown memang tidak seumuran tapi 3 yang lainnya itu sama umurnya. Dan menurut saya belum ada yang bisa menandingi kuartet itu sampai saat ini. Plus Bould.
Berarti Dixon dan Winterburn masuk juga dong….
Okelah, Cole lumayan bagus tapi apakah sebagus Winterburn ? Lauren juga begitu, apakah sebagus Dixon ? Karena yang bisa menandingi kuartet Arsenal itu cuma kuartet bek MU : Steve Bruce, Denis Irwin, dkk.
Sorry, karena saya pernah menonton mereka main dan pernah membanding-bandingkan kemampuan kuartet bek-bek legendaris itu.
Dan masih ada juga Sol Campbell yang lumayan bagus selama di Arsenal. Waktu Wenger melatih Arsenal, Campbell hampir tak tergantikan di lini belakang, mirip dengan Vieira dan Henry.
Untuk yang lain, nggak ada masalah terkecuali pilihan kiper yang memang dilematis antara Seaman Si Manusia Laut dan Lehmann
@ K. geddoe
Hus, hus…
*tabur garam*
:::::
@ ghaniarasyid™
Kalo saya sih kerjasama sayap sama SB. Kadang-kadang one-two, tapi sering juga umpan tarik ke SB kalau SB-nya overlap. (o_0)”\
BTW saya juga sering pakai umpan tarik ke striker dari sayap. ^^;;
:::::
@ p4ndu_454kura©
IMO sih, kalau di dunia WE penjelasannya sederhana saja: Pass tombol segitiga itu lebih susah dipotong di sayap dibandingin di lapangan tengah…
*pengalaman pribadi*
:::::
@ goldfriend
Heh, heh…
Beda, Mas. Adams, Keown, dan Bould itu masih relatif favorable, soalnya posisi mereka di CB. Notabene nggak membutuhkan stamina dan daya jelajah tinggi.
Sebaliknya di bek sayap, kecenderungan saya (kalo main game
) adalah menyuruh SB rajin naik dan turun, bertukar pass dengan SMF. Bahkan sering juga justru SB yang melepas crossing, bukannya SMF. ^^
Makanya saya mementingkan stamina dan kecepatan di sini. Kalau mau pake empat back flat, pilihan terbaiknya memang Dixon dan Winterburn.
Cuma, cara main saya cenderung ‘brutal’ kalo pake bek sayap…
Dalam hal daya jelajah dan speed, iya.
Kalau soal disiplin, saya gak begitu yakin juga sih. (o_0)”\
Iya, ya. Sempat ada Campbell. Kok saya lupa ya?
*sama sekali gak terlintas nama beliau* xD
Yup, yup. ^^
Heh, nostalgianya kok jadi lari ke WE…?!?
@ jensen99
Itu pelampiasan, sebab saya cuma bisa mengatur strategi Arsenal lewat game. Bahkan dari duluu, sekali, saya tak pernah bisa mengatur tim Arsenal yang sebenarnya. (u_u)
*curhat*Alhasil cara meracik strategi saya pun dipengaruhi cara main WE dan FM. Post ini pun strateginya terpengaruh cara main WE saya…
[OOT]
FM-nya itu Football Manager apa FIFA Manager?
Karena saya melihat dua-duanya punya kekurangan :
@Football Manager :
ndak ada 3D Match-nya & data pemain + klub sangat sedikit.
@ FIFA Manager :
nama-nama pelatihnya bukan yang asli.
Tapi selama ini saya lebih suka main FIFA Manager
[/OOT]
@ ghaniarasyid™
[OOT]
Football Manager, yang kelanjutannya Championship Manager (a.k.a CM). ^^
Saya sendiri aslinya cuma main CM, tapi karena pembaca sekarang lebih familiar sama FM… ya saya sebut FM.
Wah, ndak tahu. Dia bukannya gameplay + databasenya mirip CM? Kalo pas saya dulu main, rasanya datanya relatif lengkap… tapi itu CM sih. CMIIW.
[/OOT]
kenapa cadangannya Gilberto Silva ndak Flamini ?
@ adit
Gilberto itu, tampil bagusnya selama beberapa musim. Kalo Flamini, tampil bagusnya cuma satu musim. Alhasil saya pun memilih Gilberto.
*alasan gak jelas*
Saya lebih suka ama formasi 4-4-2 Lehmann, Tony Adams, Kolo Toure, Ashley Cole, Laurent, Fabregas, Vieira, Ljungberg, Flamini, Thierry Henry, Emanuel Adebayor
@ fender
Ah, iya, Flamini memang lumayan bagus. Sayang tampil gemilangnya cuma satu musim.
Kalau Henry-Adebayor mungkin cocoknya dengan strategi dua ujung tombak. Sementara kalau saya lebih suka pakai penyerang lubang; makanya saya pilih Dennis Bergkamp. ^^
tanpa bermaksud menggurui, saya kira david seaman lebih hebat daripada lehman si tukang blunder, dan overmas pemain wajib di left wingers arsenal, masih banyak lagi pemain hebat arsenal 1998 – 2008 yang belum masuk dream team anda
Makasih
@ H Adam Basrindu
Tak mengapa, saya sendiri juga sadarnya belakangan kalau ada yang terlewat.
E.g. Sol Campbell dan Oleg Luzhny sama sekali terlupa, padahal dua2nya lumayan bagus.
Soal Seaman vs. Lehmann, saya masih lebih memilih Lehmann. Pertimbangan utamanya refleks dan teknik, terutama dalam memblok penalti — hal ini kurang dimiliki Seaman. Walaupun ia beberapa kali terjebak blunder. Kelebihan Seaman sebaliknya, yakni ketenangan dan leadership, tapi tekniknya cenderung biasa.
Saya memilih Ljungberg > Overmars karena secara teknik + teamwork Ljungberg sedikit lebih bagus. Overmars terlalu sering bawa bola sendirian, IMHO.
Lagipula dia cenderung egois di depan gawang.
Tentu saja saya nggak menyebut semua. Jatahnya kan cuma 11 + 5 subs; bisa habis kalau saya juga harus memasukkan pemain lama seperti Petit dan Ray Parlour.