Ada sebuah dialog yang sampai sekarang masih saya ingat, yang berasal dari bonus episode serial GARO. Saya sendiri menonton episode tersebut sekitar hampir setahun lalu; sekitar bulan Maret 2007.
Syahdan, karakter Kaoru Mitsuki mengalami mimpi aneh di mana ia bertemu dengan mendiang ibunya, yang bercerita tentang sang ayah di masa lalu.
(FYI: ayahnya Kaoru ini bernama Yuuji Mitsuki, beliau bekerja sebagai pelukis dan ilustrator buku anak-anak)

Mrs. Mitsuki:
“He used to say this: ‘up until now, I was happy just to draw. That’s the reason I keep drawing’
But one day, his thought changed. A person appeared; someone who felt something for the paintings he made. She said, “it was pretty. How fun! How scary! And so on.”
Kaoru:
“That person, she was… you, Mom?”
Mrs. Mitsuki:
(smiles)
“The paintings he created were able to affect someone. There’s someone waiting for the drawings he is creating…
…He said, having such an important person makes him happy.”
***
Yah, begitulah.
Yuuji Mitsuki, pada awalnya, sekadar menjalankan apa yang dia suka. Menggambar adalah hal yang membuatnya bahagia — sebagaimana yang disebutkan oleh ibunya Kaoru di atas, itu adalah salah satu alasan mengapa ia terus menjalani hobinya itu.
Hingga akhirnya dia menyadari bahwa ada orang yang mengamati karya-karyanya. Orang yang menyukai dan menanggapi karya yang dibuatnya. Mengomentari lukisannya. Dan juga, menunggu setiap kali ia menyelesaikan lukisannya. Hal yang pada akhirnya menjadi sumber kebahagiaan dan motivasi dalam berkarya di masa depan.
…
…
But, fun thing is, it doesn’t only apply in painting.
Hal yang sama juga terjadi dalam bidang tulis-menulis. Seseorang mungkin memulai hanya karena ia suka menulis. Apapun itu — entah itu sekadar tulisan pribadi, atau opini, ataupun cerpen dan fiksi sebangsanya. Ada semacam kebahagiaan jika orang membaca tulisannya, lalu memahami apa yang ingin disampaikan. Lebih lagi jika pembaca menilai bahwa tulisan tersebut menarik. Atau malah menanggapi idenya dan menyumbangkan saran: “Hei, mungkin lebih baik begini. Mungkin lebih baik begitu…” dan lain sebagainya.
Sebagaimana Pak Yuuji di atas mendapatkan motivasi dari perhatian atas karya-karya beliau, seorang penulis (atau blogger pada versi lebih ringannya) pun berpotensi merasakan hal yang sama lewat atensi pembaca.
Tentunya ada kemungkinan sebaliknya, yaitu tulisan yang dirilis justru menjadi pemicu debat berkepanjangan dan tidak berujung (evolusi, anyone?
). Tetapi tak bisa disangkal bahwa atensi pembaca adalah hal yang penting dalam semangat berkarya seorang penulis.
…
…
…
Dua tahun yang lalu, saya adalah mahasiswa biasa yang senang menulis. Dengan alasan tersebut, saya mendaftarkan diri di sebuah layanan blogging gratis, dan meletakkan post pertama saya di sana. Menyusul setelahnya adalah post-post lain yang arsipnya bisa Anda lihat di sini.
Sejak saat itu, saya telah menerima banyak respon dan tanggapan — yang, pada gilirannya, telah membuat saya makin bersemangat dalam menulis dan menyampaikan ide-ide saya. Tanggapan-tanggapan yang, boleh jadi, telah memacu diri saya untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik dari sebelumnya… walaupun tanpa saya sadari.
Dan hari ini, tanggal 29 Mei 2008, pukul 19:45… adalah tepat dua tahun keberadaan saya di blogosphere.
I simply have, as always, been motivated by all your support through time. Thank you for everything. ^^V
Terima kasih banyak dari saya untuk semua dari Anda yang telah:
Membaca tulisan-tulisan saya. Entah dengan diiringi reaksi positif, negatif, atau malah cuek saja. Pokoknya: thank you for reading. ![]()
Menulis komentar dan melakukan trackback — terima kasih, karena telah membantu saya memahami pemikiran Anda, juga membantu saya memandang topik dari sudut pandang lain. ^^ Melanggankan blog saya via feed. Terima kasih sudah menganggap blog saya cukup noteworthy untuk diikuti. ![]()
Berkunjung ke blog ini. Terima kasih telah membantu menaikkan hits.![]()
Memasukkan tulisan saya ke del.icio.us. Menyebut saya dengan akhiran -sensei. Sebetulnya saya sendiri nggak terlalu suka disebut demikian — but thanks anyway. ^^;; Bersedia berdiskusi dengan saya di seantero blogosphere. Percayalah, saya belajar banyak dari semua tanggapan yang Anda berikan. ![]()
…dan seterusnya. Mungkin ada yang terlewat, jadi silakan ditambahkan lewat fasilitas komen kalau berminat. ^^
Dan akhirnya, terima kasih sudah membaca post ini sampai habis. Sampai jumpa di post berikutnya, dan selamat malam.
—–
Ps:
Gak terima komen berisi “makan-makan™!”. Tagihan berpotensi dikirim ke akismet. ^^
PPs:
Ternyata hari ini bertepatan dengan ultahnya Joe dan Om ManSup. Kebetulan yang aneh…? ^^;
heee…omedetto!
2 tahun ya?
saya juga udh setahunan nge blog, tapi kalo di compare sm tulisan2 sora, jadi malu sndiri..hehe
@ grace
Kalo dihitung dari blog lama, dua tahun; kalo dari blog yang ini satu setengah. ^^
(yang ini mulainya Desember 2006, soalnya) (o_0)”\
Happy 2nd b’day!
tanjoubi omedetou!!
udah 2 tahun… sugoi!
Well, aku sendiri baru mulai…
tadi dikirain posting ini jadi review live action ato drama atau yang sejenisnya.
@ Stash
Terima kasih. ^^
@ otakushoujo
Makasih juga.
Kalau review, biasanya saya masukin di kategori J-stuffs. Kalo yang di post ini sih cuma sambil iseng aja… ^^;;
Bah, menjijikkan… Ultah blog kok barengan sama dua makhluk itu… Mbok cari tanggal lain aja, Sensei… Daripada ntar ketiban sial…
*kabur sebelum yang dijijiki datang*
@ Amed
Mana saya tahu? Saya kan waktu itu belum kenal sama mereka…
kalau tahu sih udah saya mundurin daftar blognya satu hari
Ebuset, sekarang ikutan dipanggil sensei sama mas Amed…
*ketawa miris sambil keringat dingin* ^^;;;;;;
agree…
Seem that not for me. My motivation in writing not depend on one’s attention to it. refering to my ‘publised writing’ and the present comment as hint.
Well, I will always publish my writing as long as I have an Idea and time on it. can share my idea, experience and opinion, just enough for me. Don’t care is there any reader for that or not.
in blog case, incoming comment tte wa kanarazushimo hitsuyou jaa nai yo!
… But, still I’d be happy if there someone out there who like to read it, and get ’something good’ which can be useful for they life or alike.
finally,
????? ?? ?? ? ???? ??????
??? ?????????? ???? ^^
??? ? BLOG ??? ?? ???? ????? ?????? ??? ? ?
@ Snowie
Kalo mbak meresapi omongannya Pak Yuuji di atas, mbak bakal ngerti bahwa maksud saya nggak beda jauh dengan yang mbak pikirkan.
Atensi memang bukan hal yang penting kalau saya memang aslinya suka menulis. Tapi atensi dan tanggapan itu sangat berperan dalam membantu berkembangnya style dan cara berpikir saya ke depannya.
*go figure…*
…
BTW, kanjinya gak nongol. Salah encoding?
*padahal kanji di website lain bisa saya baca* (o_0)”\
Atensi memang bukan hal yang penting kalau saya memang aslinya suka menulis. Tapi atensi dan tanggapan itu sangat berperan dalam membantu berkembangnya style dan cara berpikir saya ke depannya.
No comment, never been there… still, I can’t really understand smt that never happen to me
[gak punya perasaan mode: OFF]
BTW, kanjinya gak nongol. Salah encoding?
G’ ada masalah dengan encodingnya kok. Iya, heran. Padahal biasanya juga g’ masalah kok… kali ini aja.
mungkin memang nggak seharus nya aja kali ya, tulisan itu dibaca. Habis… ada sedikit unsur curehat™ nya si…
Daijobu ne…