‘Teguran’ dari Sepotong Komik
April 18, 2008 oleh sora9n
Belum lama ini, ketika sedang membaca sebuah manga doujinshi serial Tsukihime, saya menemukan dialog di bawah ini.
note: read it from right to left.
![]()

[doujinshi scan provided by Gaku Gaku Animal Land]
…
…
Mendadak saya jadi merasa berdosa pada orangtua saya. ^^;;
Well, karena saya ini orangnya melankolis. Tampaknya saya harus belajar menemukan kebahagiaan hidup kalau begini.
Ps:
No, that doesn’t include the so-called tips bahagia a la Mbah Russell. ![]()
I sense yet another Fahri syndrome. What’s that boyo doing there being all virtuous with the girl blushing frantically?
I call for decapitation.
Dekapitashuunnn!!!111!!
Of wiff his heaadd!!!111
Saya sih setuju-setuju saja dengan Geddoe…
*nyamar jadi fast reader*
Ya, ya, yaaa… Hidup saya bahagia, cuma kok rasanya pendidikan saya rada ngadat… *siul2*
makanya kamu belajar yang rajin. jangan mengecewakan orangtuamu, nak…
@ Kopral Geddoe
Hush. Kebenaran tetaplah kebenaran, sekalipun asalnya dari mulut boyo.
*ditimpuk batu bata* xD
Well… knowing that a virtuous guy with glasses winning Ciel-senpai’s heart? I’m going to tolerate it a little. Period.
*melihat bayangan diri sendiri*…
BTW, OOT tuh.
:::::
@ Goenawan Lee
*nyiapin akismet buat yang OOT*
This, I agree.
*toast* ^^_cU
:::::
@ cK
…for that one: no, thanks.
…
BTW, tidak semua orang akan jadi orang tua, toh?
Itu pemaparan fakta™, lho.
[courtesy of joesatch]
Lha, kok malah jadi ngomongin “jadi orang tua”? (o_0)”\
*gag nyambung*
Wah ternyata sekadar ‘orang dewasa’ saja, toh?
*gagal lari dari tanggung jawab*
belum baca neh… tapi memang banyak kutipan-kutipan bagus dalam sebuah komik…
lha ini baru sadarnya cuman gara2 mbaca tsukihime aja, sora?
nyari happiness ya…wlopun sedih tapi memaksakan bilang “saya bahagia,kok!” apa itu termasuk happiness juga?
wah saya gak ngerti postingan ini…apa hubungannya ama fahri?
@ Kopral Geddoe
…… ^^;;
:::::
@ alid abdul
Yup, yup. ^^
:::::
@ grace
Bukannya “baru sadar” juga sih… rasanya lebih seperti kena sepet.
Itu mah tipikal cewek menderita.
*teringat Hikaru lagi*
~auu… x_x
:::::
@ gentole
Ah, itu… sebetulnya gak ada hubungannya sama Fahri. ^^;; Geddoe aja yang hubung2in isi postingnya sama komen saya di tempat lain.
*walopun ada kesamaannya sih… cowok berkacamata di atas itu banyak ditaksir cewek juga*
komik membawa berjuta makna
maap oot dulu ya sora…
sora, mbak mau minta maap klo dulu pernah nyepam di Y!M, nyepam yang ga penting padahal sora lagi sibuk. Maap ya…
maap ya… m(_ _)m
maap ya…
nyepam cuman bilang pertamax, maap ya….
anyway…
klo saya pernah baca di koran jadul hopla tentang ini-itu nya manga,, yaitu hal2 yang bisa kita pelajari dari komik, ini untuk meng cover pernyataan generalisasi bahwa komik bisa berakibat buruk untuk pendidikan anak.
kalo tidak di filter, ya pasti begitu akibat dari komik. Tapi klo kita bisa mem-filternya, insya Alloh tak apa apa.
sebab anak-anak tak bisa dilarang secara ekstrim untuk tidak menyukai sesuatu, semacam komik dan film kartun. Jadi baiknya, ya anak diarahkan untuk mengkonsumsi komik yang cocok untuk usia mereka.
tentang pelajaran di komik atas itu…hm, saya ga terlalu expert basa inggris sih..
tapi kayaknya emang anak2 mesti mendapat kebahagiaan yang cukup saat masih kecil. menikmati masa kecil sewajarnya sebagai anak -anak sehingga mereka bisa mengekpresikan perasaannya. karna itu akan berakibat pada kehidupannya nanti di masa depan ^^.
menurut saya sih begitu.
saya jadi ingin kayak gitu “bahagia”
seandainya bisa
Heeei… Happiness is not destination, it is lifestyle!
:: jensen99
indeed.
yg namanya hidup ya timbal balik.Org tua ngasuh anak, anak nyenengin ortu

Tp apa iya aq udah nyenengin ortu yah
@ azaxs
Yup, yup. ^^
::::
@ eMina
Ya, ya. Dengan ini kesalahan telah diterima dan dimaafkan™.
*ditimpuk* ^^;
Ya, iya. Makanya sebetulnya jadi orangtua itu berat. Masalah tanggung jawab, sih… (o_0)”\
::::
@ secondprince
Same here…
:::::
@ jensen99 | yud1
Saya pun berpikir begitu, cuma tampaknya banyak orang nggak yakin sama cara berbahagia a la saya.
:::::
@ toim
Nah, itu… (-_-)
*sepemikiran*