Melanjutkan pembahasan sebelumnya di sini.
Catatan:Untuk memudahkan pembaca, sekarang Anda bisa melihat indeks kategori “nihongo” di halaman khusus tersendiri. Terkadang ada beberapa post sampingan yang berada di luar seri “Struktur Dasar” — dan mungkin tercecer — so there you have it. ^^
4. Partikel “ya” dan “to”
Partikel “ya” dan “to” memiliki arti yang mirip, yaitu sama dengan kata sambung “dan” dalam bahasa Indonesia. Fungsinya adalah menyatakan sejumlah benda secara bersamaan.
Meskipun demikian, terdapat suatu perbedaan. Partikel ‘to’ digunakan untuk menyatakan himpunan lengkap. Sedangkan partikel ‘ya’ dipakai untuk menyatakan himpunan sebagian.
Well… kedengarannya memang agak rumit sih. Meskipun begitu, penjelasannya akan lebih mudah jika diterapkan dalam contoh berikut:
[JAP] Watashi to Taro wa tomodachi desu.
[JAP] 私 と タロ は 友達 です-> “watashi” = “saya” = 私
-> “tomodachi” = “sahabat” / “teman dekat” = 友達*) “Taro” di sini adalah nama orang
[INA] Saya dan Taro adalah teman dekat.
Dalam contoh di atas, subyek dibatasi pada “saya” dan “Taro”. Dengan kata lain, hanya “saya” dan “Taro” yang menjadi pokok pembicaraan di sini.
Sedangkan penggunaan partikel ‘ya’ agak sedikit berbeda:
[JAP] Shiki ya Arihiko ga KAFETERIA ni iru
[JAP] シキ や アリヒコ は カフェテリア に いる-> “KAFETERIA” = “kantin”/”kafetaria”
-> “iru” = “ada”/”berada”*) “Shiki” serta “Arihiko” di sini adalah nama orang
[INA] Shiki dan Arihiko berada di kafetaria
Dalam penggunaan di atas, terlihat bahwa Shiki dan Arihiko sama-sama berada di kafetaria. Meskipun demikian, tidak hanya mereka berdua saja yang ada di kafetaria — melainkan juga terdapat orang-orang lain.
Dapat dikatakan bahwa partikel ‘to’ mewakili complete list. Sedangkan partikel ‘ya’ menyatakan incomplete list.
5. Partikel “he”
Partikel ‘he’ (atau biasa diucapkan ‘e’) berfungsi untuk menyatakan atau menunjukkan arah.
Misalnya, dalam bahasa Indonesia kita biasa menyatakan:
[INA] Saya pergi ke kampus
Dalam bahasa Jepang, kalimat tersebut akan berbunyi sebagai berikut:
[JAP] Watashi wa daigaku he iku
[JAP] 私 は 大学 へ 行く-> “watashi” = “saya” = 私
-> “daigaku” = “kampus” = 大学
-> “iku” = “pergi” = 行く[INA] Saya pergi ke kampus
Contoh lain…
[JAP] Ano otoko wa TOIRETTO he hashiru
[JAP] あの 男 は トイレット へ 走る-> “ano otoko” = “pria itu” = あの 男
-> “TOIRETTO” = “toilet” = トイレット
-> “hashiru” = “berlari” = 走る[INA] Pria itu berlari ke arah toilet.
Jadi di sini, terlihat bahwa partikel ‘he’ menyatakan arah dari suatu pergerakan/aktivitas. Misalnya “pergi” (iku), “berlari” (hashiru), “berjalan” (aruku), dan lain sebagainya. ^^
***
…
Sekian dulu untuk sesi kali ini. Pembahasan selanjutnya tentang partikel disambung di bagian 5.
Yey, nggak telat!
*Masuk ke kelas*
Udah bener, kan?
Ah, lupa. Saya save, ya?
Domo arigatou gozaimasu…
*CTRL+S*
HETURIKKU.
*minum teh hijau*
aha…~
lumayan belajar struktur baru~
*nyoba2*
saya baru mo mulai sabtu besok
:: p4ndu_454kura
anoo, seharusnya HETORIKKU. peng-katakana-an dari huruf ‘T’ dan ‘D’ bukan jadi [T|D]U, tapi [T|D]O. (e.g. ‘omaigat’ = ‘OMAIGATO’, ‘traffic’ = TOREFFIKU)
ah, tokorode. yoroshiku onegaishimasu.
uuun,. gomen ne..
*Ctrl+S*
doumo arigatou, sora-sama.
[...] Mei 28, 2008 oleh sora9n Melanjutkan pembahasan sebelumnya di sini. [...]
boleh ikutan belajar bahasa jepang gak
susaahhhhhh…….
gimana bar cept msuk otakx hikz…hikz…hikz…!!!
Btw partikel “が” (ga) kok ng pernah dijelasin ya? Apakah penggunaanya sangat rumit sekali?
^
Soal partikel “ga”, belum pernah saya bahas secara khusus di post — tetapi sudah pernah dalam bentuk komentar:
[link]
Mengenai kenapa nggak di-post, karena (sedikit-banyak) pemanfaatannya mirip dengan “wa” di post bagian 1. Walaupun ada juga perbedaannya.
Mungkin kapan-kapan saya tulis dalam post tersendiri. Terima kasih masukannya. ^^
ano, sumimasen…….saya terlambat baru dateng ke klas…
pengen lbih lancar lagi nih bahasa jepangnya