Kalau Anda suka mengamati karya seni berupa lukisan atau foto, harusnya Anda pernah mengalami perasaan “aneh”. Saya sendiri beberapa kali mengalami hal tersebut. Bahwasanya, gambar yang sedang Anda lihat itu seolah sedang menyampaikan emosinya sendiri. Kalau meminjam istilahnya yud1, “emosinya nyampe“.
Nah, cara untuk menyampaikan emosi dalam gambar ini ada banyak. Bisa lewat tarikan garis, lighting effect, komposisi warna, dan lain sebagainya. Bukan berarti yang satu lebih baik daripada yang lain sih — sesungguhnya, setiap elemen dalam gambar itu biasanya saling melengkapi. Tapi itu cerita lain untuk saat ini — sebab yang ingin saya bahas kali ini adalah soal penggunaan warna untuk membangun mood.
***
Seperti apa psikologinya? Nah, ini menarik.
Kalau misalnya saya memberikan gambar sebagai berikut. Apa kesan Anda?
[dimodifikasi dari gambar ini]
Saya berani taruhan, bahwa Anda tak menganggap gambar di atas itu berkesan ceria.
Yup, gambar di atas itu memang berkesan ‘sedih’, ‘sunyi’, dan boleh jadi ‘bikin merinding’. Tentunya salah satu faktor dominan adalah karena di gambar tersebut terdapat image kuburan. Meskipun demikian, gambar tersebut menerapkan perpaduan antara warna biru gelap, hitam, dan putih. Dengan kesan biru gelap dominan, akan lebih mudah bagi pemirsa untuk menangkap kesan ‘sunyi’ dan ‘sedih’. ^^
***
Meskipun begitu, kombinasi warna yang tepat juga bisa memberikan efek ceria. Mungkin bisa saya contohkan dengan gambar di bawah ini.
Sedih dan sunyi? Jelas tidak.
Warna biru muda mempunyai efek relaksasi untuk orang yang melihatnya. Ya, efek yang sama dengan ketika kita pada umumnya melihat jauh ke arah laut atau langit. Dengan demikian, memberikan warna tersebut adalah satu langkah untuk membuat gambar (atau, dalam kasus saya, wallpaper
) yang memberikan kesan ‘damai’.
Sapuan warna putih dan efek cahaya juga membantu dalam memberikan kesan damai. Tambahkan warna kontras senada (coklat) dan komposisi warna yang ada harusnya akan jadi lebih hidup. ^^
Intinya sendiri pada kombinasi warna itu. Yang jelas, Anda tak akan berhasil memberikan kesan ‘marah’ kalau Anda memakai kombinasi warna biru muda-putih di gambar Anda.
***
Masih ada lagi yang lain. Bahwasanya, manusia itu sangat senang menatap warna hijau (kata dosen saya sih, itu karena panjang gelombang warna tersebut bisa ditangkap tanpa membuat mata berakomodasi
). Ini adalah warna alam, maka memadukannya dengan coklat, krem, dan kombinasinya bisa memberikan mood tersendiri.
Tambahkan sedikit garis-garis hitam untuk memperkuat, dan Anda mendapatkan sebuah lukisan yang memberikan kesan ‘hutan’.
BTW, kesan misterius gambar di atas lebih terbentuk karena lighting-nya — bukan karena warnanya. Jadi bisa Anda kesampingkan untuk saat ini. ^^;;
***
Kesan ‘antik’ juga bisa dihadirkan dengan bantuan komposisi warna. Meskipun demikian, ini sangat tergantung pada kualitas tarikan gambar tersebut. Kebetulan saya mendapatkan material yang memiliki gaya agak klasik seperti berikut.
Dengan dominannya warna coklat, coklat tua, dan coklat muda di gambar tersebut, maka terbentuk kesan seolah-olah Anda sedang menatap lukisan kayu. Perpaduan dengan warna biru dan ungu sebetulnya berpotensi menghilangkan keharmonisan pada gambar — meskipun demikian, jika kontrasnya direndahkan, kedua warna tersebut bisa melebur dan berjalan harmonis dengan kesan ‘kayu’. Kesan ‘antik’ pun bisa dipertahankan.
***
Tentunya psikologi warna ini hanyalah berupa pengamatan dari saya, seorang mahasiswa tanggung yang sangat hobi menggambar dengan photoshop. Mungkin mas Fertob bisa menjelaskan dengan lebih baik (soalnya beliau memang lulusan psikologi, sih
). Yang jelas, kesan-kesan macam di atas itu biasanya universal — setidaknya, banyak orang merasakan efek yang mirip ketika melihat gambar dengan kombinasi warna seperti di atas.
*disambung kapan-kapan, contohnya masih banyak soalnya*
P T A… M A X~
*kata dimodif biar ga kejaring anjing akismet*
Belajar…belajarrr… *catat*
Uh-on, blog saya kerasa monochrome banget… = =;
betul apa yang di katakan diatas, perpaduan warna sangat berpengaruh pada obyek yang kita liat yang dapat memberi kesan tersendiri bagi yang melihatnya *halah sok jadi pengamat seni*
bagus juga hal ini dibahas dalam blog
bingung mo komen apa. tapi kadang warna mempengaruhi mood juga. misalnya kalau pakai baju hitam, kelihatannya mood-nya lagi suram. kalau pakai baju merah, terlihat lagi ceria. betul ga?
*manggut-manggut*
Menarik…
Apa belum?
Berarti blog saya sudah cukup sesuai dengan tujuan; menampilan kesan sunyi.
@ rozenesia
Kata “pertamax” belom saya masukin blacklist akismet, kok.
Monokrom? Lha, itu bukannya gara2 ketularan gayanya Mas Anto?
:::::
@ Video otomotif
Yup, warna memang menentukan kalau dalam gambar. Sebab komposisinya adalah hal pertama yang langsung kelihatan dengan jelas ketika kita menatap karya tersebut.
BTW, salam kenal ya.
:::::
@ cK
Bisa dibilang, sih. Coba aja lo bayangin seorang cowok pake baju hem merah dan celana panjang warna kuning. Hampir pasti lo bakal ngira kalau dia itu cowok centil-eksentrik yang bawaannya ceria terus.
:::::
@ Xaliber von Reginhild
Kesan gelapnya sih udah ada. Tapi header-nya item, jadi yang terasa malah kesan rada ‘dingin’…
BTW, itu sesuai sama image ‘robot’ yang digadang-gadang mas Xaliber lho.
*manggut2* ternyata sampe segitunya ya.. warna bisa memperngaruhi mood….
@sora9n:
Hoo… berarti sudah cukup pas lah.
…he? Kenapa jadi robot?
Bingung mau komentar apa, tapi kayaknya saya ngerti
*ditabok*
*namaku disebut*
Uh, warna dan makna warna itu sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Dan biasanya selalu dikaitkan dengan perlambangan sesuatu. Tapi sorry mas, saya nggak terlalu mendalami masalah warna dan maknanya. Itu area yang agak “abu-abu” karena bermain dalam bentuk simbol.
Biasanya mereka yg mendalami psikologi warna ini bekerja di bidang periklanan, reklame, atau pencitraan (self/brand-image), dll.
Tapi satu yg saya ingat, warna merah menyala itu berkaitan dengan emosi yang ekspresif, nafsu, hasrat, dan penyaluran emosi.
*makanya banyak rumah makan cina yang desain interiornya mayoritas berwarna MERAH karena merangsang nafsu makan*
Tapi saya juga bermain dengan warna di blog saya. Abu-abu, merah dan kuning.
untung bukan ungu…
@ Xaliber von Reginhild
Lho, dulu bukannya ngomen di blognya Rozen soal jadi robot?
:::::
@ Cynanthia
Saya nggak memperlakukan orang lain dengan jahat, kok. ^^;;
apalagi yang udah manggil saya “Kak” xD:::::
@ Pyrrho
Ah, mas ini ke-GR-an aja. Saya kan nyebutnya “fertob”; kok malah mas Pyrrho sih yang nyahut??
[/gagPenting]
Ooh, jadi itu cabang lain psikologi ya. Baru tahu… (o_0)”\
*siap-siap daftar buat kerja di bidang yg disebut*
BTW, mungkin itu jadi area abu-abu karena penafsiran simbol itu cenderung relatif, ya?
Yup, apalagi kalau dipadukan dengan gradasi warna kuning dan jingga; maka akan memberikan kesan ‘api’.
Memangnya ungu kenapa? (o_0)”\
Lagunya bagus-bagus, kok
Entah mengapa jadi teringat guru seni rupa yang suka ribut kalau anak-anak didiknya menggunakan warna gelap dalam tugasnya
@ Cynanthia
Waduh…? ^^;;
Oh ya, benar.
Tak disangka rupanya komen aneh saya terbaca juga.
Kalau jadi pasang banner dari Front Mission mungkin jadi robot beneran ya.
Wah, jadi gitu ya rupanya…
Eeeh, jadi ingat, pernah baca buku lupa-judulnya, dibilang psikologi orang terkadang bisa ‘terbaca’ dari warna bajunya pilihannya…
*nyambung kemana coba*
[...] mungkin imej robotik yang saya sukai akan agak luntur, tapi demi kenyamanan dalam layouting, apa boleh buat. [...]
Gambar dan Psikologi Warnanya di tambah dong klo bisa yang dulu2/kemarin2 dibuat page/perlembar karena dapat menambah wawasan selain tuu bisaaa tuh untuk yang baru tahap blajar senirupa.
pokoknyaaa top dehh di tambahin yaaaacj!! goo chayoooo!!
sudahkah? tambah2 tambah…. di tambah trus yaaa lanjutannya di tunggu loo……………:P
^
Lha? Saya bukan mahasiswa seni rupa. Yang di atas itu sekadar menuliskan apa yang saya tahu. (baca: amatiran) ^^;
Background saya di bidang teknik. Kalau pengetahuan formal seni rupa, ya, saya nggak mendalami.
Bahwasanya, manusia itu sangat senang menatap warna hijau (kata dosen saya sih, itu karena panjang gelombang warna tersebut bisa ditangkap tanpa membuat mata berakomodasi
).
Terus kalo liat DMX yang gurem eh salah burem itu mata kita capek karena kenapa. Dosen nt bisa jelasin ga? *Tanpa maksud menyinggung ras*
^
Dalam menganalisis kondisi lingkungan (optik/akustik/temperatur), ada dua jenis pengukuran: pengukuran subyektif dan obyektif.
Pengukuran subyektif melibatkan sejumlah naracoba yang kemudian hasilnya diperbandingkan satu sama lain. Sifat kualitatif.
Pengukuran obyektif menggunakan alat ukur, mengukur besaran-besaran fisis (i.e. kecerahan, panjang gelombang cahaya, dsb.). Sifat kuantitatif.
…
…
Jadi, kalau Anda bilang bahwa melihat DMX itu bikin mata capek, itu namanya persepsi subyektif Anda sebagai naracoba. Nggak menunjukkan apa-apa. Mana tahu kalau Anda punya sentimen sama dia?
Kecuali kalau orang banyak yang setuju. itu baru perlu dipertimbangkan.
BTW, semua itu ada di mata kuliah kondisi lingkungan. So you know I didn’t make that up.
Bukan sentimen, bahkan gw lumayan suka dengan kungfu hiphop nya dia waktu main “cradle 2 the grave” bareng jet li.
Aduh jd oot.
Ya.. kalo ga ada yg namanya oot maka in the topic kan juga jd ga ada.
Hm.. bahasa njelimet yg bikin percakapan kaya benang khusyut. Yah apalah… asal langit tidak runtuh menimpa kepala kita.
kalo gitu kenapa warna bisa MEMPENGARUHI kondisi psikologis SESEORANG????
kalo gitu MENGAPA warna bisa MEMPENGARUHI kondisi PSIKOLOGIS SESEORANG?????
ing in mencari
jodoh
yang,,!!
setiya ,,,,,??
mo tanya gambar cewek yang di kelilingi naga tu manga apa ya????????
hoi..hoi..hoi….W paling sk wrn HITAM/black….!!!!smpE kMr w ja w ksh wrn HITAM lhooooooooo……..trs w ksh bntk2 putih biar kaya bintang and bulan ………he..he..he…!!!!semua perlengkapan pribadi ja smpE HITAM lhooooo….. kalau gak da wrn HITAM rasanya gimANA……………………………….???????
bagi w cowo yangsk wrn pink…???hrsnya pikir2 lg dech… bagi cewe kaya w wrn pink yang di skai cowo itu BENCIS….. alias BENCONG ABISSSSSS…..sory2 ja ni yach bagi yang merasa sk wrn pink untk cowo…tapi bagi w kalau gak ngerasa BENCIS gak ush mrh yang mrh berarti merasa d00000nnkk…..!!!!!!!he..he..he…
menarik sekali ya