tentu saja begitu.
eh tahu engga, ada sebuah pepatah begini..
“orang yang kuat itu, bukanlah orang yang selalu memenangkan setiap kompetisi dalam kehidupan. Tapi kuat itu adalah, ketika kita jatuh namun kita bangkit lagi untuk melanjutkan perjuangan (tetap bertahan).”
makan tetaplah bertahan. maka berarti kau itu kuat. karena pasti akan ada yang menguatkan kita, iya kan? Keyakinan kita pada Sang Pencipta, dan juga pada orang -orang terdekat kita yang selalu mecintai kita.
eh, sora OOT nih,
saya minta gambar kamui nya ya ^_^
saya save nih ‘>_____<
kiyuuut banged !!!!
(sora: o silakan jangan sungkan sungkan)
makasih atas ijinnya
di/pada Desember 3, 2007 pada 3:01 pm7 restlessangel
hahaha…..moga2 reason-nya itu bukan krn ‘uda males’ ‘patah arang’ dll yg sejenis. moga2 krn uda nemu hikmah -cieeee bahasanya- ato sebangsa serendipity-nya itu lah^^
uhmm…..
sebenarnya dilema kamu ini, termasuk klasik kok. apalagi kl ada pilihan lain, tp ga berani / bingung untuk memilih, krn ketakutan keluar dr zona nyaman itu -ha, maksud gw diatas, moga2 reason to stay-nya bukan krn itu-
hik, soalnya jd inget gw.
seperti juga kisah klasik para karyawan yg sebenarnya sgt membenci pekerjaan mereka, yg udah bertahun2 bahkan berdekade dijalani. sick, muak, mual, muntah, tp tiada berani mengambil keputusan. entah, mgkn krn melihat menjadi apa yg mrk impikan sama mengerikannya dg mengerjakan apa yg sdg dikerjakan (dan dibenci).
To stay or not to stay, that is the question;
Whether ’tis nobler in the mind to suffer
The slings and arrows of outrageous fortune,
Or to take arms against a sea of troubles,
And by opposing, end them. To go, to leave;
No more; and by a departure to say we end
The heart-ache and the thousand natural shocks
yah.. nggak cuma di kampus anda koq.. di kampus ku juga.. tapi mending nggak usah dipikirkan, ntar malah bisa stress sendiri. ini contohnya Legenda Kampus MIPA Selatan UGM
Frequently addressed as HQM, I am currently 21 years old, and attending an Institute of Technology as a (supposedly) final year student. Fond of digital imaging (usually using Adobe Photoshop), PC world, Japanese musics and stuffs such as manga, anime, and movies.
___
Ps:
Right now I'm using a portable PC named 新剣 ("SHINKEN"). Hence, some instances referring to my PC in this blog are mentioned as "Shinken" -- or, to be brief, "Shin".
This blog is a personal property which is publicized. Readers are free to use and republish any informations supplied here, with little or no modification, as long as the source is mentioned.
Indeed.
*currently in a hectic cognitive dissonance*
@ Kopral Geddoe
Banyak pertimbangan jugakah?
nggak jadi berhenti, khan?
*lagian siapa yang mau berhenti ya?*
To stay or not to stay…
tentu saja begitu.
eh tahu engga, ada sebuah pepatah begini..
“orang yang kuat itu, bukanlah orang yang selalu memenangkan setiap kompetisi dalam kehidupan. Tapi kuat itu adalah, ketika kita jatuh namun kita bangkit lagi untuk melanjutkan perjuangan (tetap bertahan).”
makan tetaplah bertahan. maka berarti kau itu kuat. karena pasti akan ada yang menguatkan kita, iya kan? Keyakinan kita pada Sang Pencipta, dan juga pada orang -orang terdekat kita yang selalu mecintai kita.
saya yakin, sora bisa !!!
eh, sora OOT nih,
saya minta gambar kamui nya ya ^_^
saya save nih ‘>_____<
kiyuuut banged !!!!
(sora: o silakan jangan sungkan sungkan)
makasih atas ijinnya
hahaha…..moga2 reason-nya itu bukan krn ‘uda males’ ‘patah arang’ dll yg sejenis. moga2 krn uda nemu hikmah -cieeee bahasanya- ato sebangsa serendipity-nya itu lah^^
uhmm…..
sebenarnya dilema kamu ini, termasuk klasik kok. apalagi kl ada pilihan lain, tp ga berani / bingung untuk memilih, krn ketakutan keluar dr zona nyaman itu -ha, maksud gw diatas, moga2 reason to stay-nya bukan krn itu-
hik, soalnya jd inget gw.
seperti juga kisah klasik para karyawan yg sebenarnya sgt membenci pekerjaan mereka, yg udah bertahun2 bahkan berdekade dijalani. sick, muak, mual, muntah, tp tiada berani mengambil keputusan. entah, mgkn krn melihat menjadi apa yg mrk impikan sama mengerikannya dg mengerjakan apa yg sdg dikerjakan (dan dibenci).
ah, jd inget Sang Alkemis…….
Dan apakah itu?
there’s always a reason… there’s always a choice…
btw, tinggal berapa semester lagi tah?
Dah tahun terakhir kan? Ambil cuti sj dulu habis semeter ini. Refreshing kmana gitu, cari inspirasi & motivasi…
reasonnya apa? *pengen tahu*
OK. Maybe. Yuck.
just follow your heart bro..
bingung sendiri, muak sendiri, jawab sendiri..
ditunggu kelulusannya.
@ cK
Kan gw bilang “maybe”…
::::
@ Kopral Geddoe
–modified from Shakespeare’s Hamlet
:::::
@ eMina
*garuk-garuk kepala* (o_0)”\
Anu.. kayaknya rada kebalik. Justru orang itu bertahan karena kuat, bukannya kuat karena bertahan…
…walaupun ada juga orang yang tambah kuat karena memaksakan diri, sih.
Ah, silakan. Jangan lupa disebutin asalnya dari blog ini kalau di-upload di tempat lain. ^^
:::::
@ restlessangel
Sebetulnya sih bukan karena masalah meninggalkan zona nyaman juga. IMO, kayaknya alasannya rada beda. ^^
BTW, kan saya cuma bilang “maybe”. Belum pasti kok.
:::::
@ p4ndu_454kura
Ra-ha-si-a.
:::::
@ Tito
Yup, yup. ^^
Ah, sekarang saya mahasiswa tingkat akhir. Lagi semester 7 berjalan sekarang. ^^
:::::
@ jensen99
Mungkin juga sih. Kita lihat nanti aja, IMO.
:::::
@ warnetubuntu
Jawabannya sama seperti buat mas Pandu di atas.
:::::
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth
Hum. Probably. Yaiks.
:::::
@ brainstorm
…and logic too.
:::::
@ atmo4th
Yah, syukurlah saya masih (merasa) bisa menjawab pertanyaan2 saya sendiri, dan nggak terombang-ambing dalam kebingungan setelahnya.
BTW, saya kan bilang “maybe”. Belum final lho. ^^
Dengan asumsi saya nggak ditendang karena kehabisan waktu studi, tentunya. Saya kan udah menghabiskan 3.5 tahun dari jatah 6 tahun yang disediakan.
Hoooo….
*nggak baca tulisan sebelumnya*
[...] Maybe there’s always a reason to stay… itu ada benarnya juga.Yah, maybe. [...]
dulu, juga spt itu. tapi ketika memutuskan bertahan, entah kenapa semua terlewati dgn sendirinya, hohohohoho…
*cobalah untuk sedikit berburu gadis2*
yah.. nggak cuma di kampus anda koq.. di kampus ku juga.. tapi mending nggak usah dipikirkan, ntar malah bisa stress sendiri. ini contohnya
Legenda Kampus MIPA Selatan UGM
yep…
karena hiduf itu juga merufakan sebuah alasan….
*ndak tau afa-afa tafi sok tau*