Apa benda yang paling berharga bagi seorang mahasiswa rantau?
Kuliah? Pacar? Sahabat? Komputer?
Maaf, jawaban di atas ternyata sama sekali tak mewakili. Karena, berdasarkan pengalaman yang saya alami akhir-akhir ini, jawabannya adalah…
…
…kartu ATM.
Ya, benar saudara-saudara. Bagi seorang mahasiswa, inilah dewa penyelamat yang paling wahid. Di manapun Anda terdampar — tak peduli itu di Bandung, Jokja, Jakarta, atau malah di negeri jiran Malaysia — kartu ATM adalah pegangan nomor satu kecuali kalau Anda sudah punya kartu kredit . Dengan selembar kartu ini Anda bisa melakukan banyak hal: memperbagus komputer, memanjakan pacar, nongkrong di warnet, blanja-blanji™, dan lain sebagainya. Pokoknya, inilah penyelamat kehidupan nomor satu bagi mahasiswa!!
…dan, sialnya, kartu ATM saya baru saja lenyap ditelan mesinnya. Benar, saudara-saudara. Baru seminggu yang lalu kartu ATM saya ditelan untuk kedua kalinya oleh mesin kampus saya.
…

“kembalikan, kembalikaaaaaannnnn….!!!”
Ya, inilah mesin laknat yang sudah menelan kartu saya dua kali semester ini!!
…
Apa yang bisa terjadi di hari Rabu malam? Saya pun tak tahu. Yang jelas, waktu itu saya baru pulang malam dari kampus — dan menyadari bahwa uang saya tinggal sedikit. Tidak cukup untuk membayar laundry swadaya kost-an, yang (konon) cukup murah untuk ukuran mahasiswa kere macam saya. Alhasil, terpaksalah saya berbelok dan memasuki bilik ATM sebelum pulang.
Dan takdir pun bergulir… in 2007, my fate was foreordained. berlebihan
Tanpa pilihan lain, saya pun memasuki bilik ATM yang berlokasi di depan kampus.
“Ziiii…” *bunyi mesin ATM membaca kartu**menu keluar*
Pilih: “bahasa Indonesia”.
Masukkan PIN: ****
Masih lancar sejauh ini.
Ambil uang sebesar: Rp. 100.000
…
Silakan Tunggu, Transaksi Anda sedang Diproses
…
Dan, selang sekian detik, terjadilah malapetaka itu.
“Anda Terlalu Lama Meninggalkan Kartu. Kartu Anda Kami Tahan”
Lalu terdengar bunyi aneh: “piiiip — jeglek”.
Dan layar mesin ATM langsung menampilkan iklan. Seolah kartu saya tak pernah masuk ke dalamnya.

UUUAAANJR****TTTT!!!!!
Apa yang harus saya lakukan? Mencongkel paksa ATM laknat tersebut supaya kartu saya dikeluarkan lagi? Tidak, itu tindakan anarkis. Pergi ke bank terdekat? Mana mungkin! Itu sudah jam 8 malam!!
Untungnya, saya punya kartu ATM cadangan yang merangkap kartu mahasiswa (kebetulan akun banknya disamakan dengan rekening pembayaran kuliah –ed). Jadi, malam itu juga, saya meninggalkan bilik yang telah ‘mengkhianati’ saya itu, dan mengambil uang dari rekening yang (harusnya) cuma dipakai untuk membayar uang semesteran kuliah.
…
…
Di awal tadi, saya bilang bahwa kartu saya sudah pernah ditelan dua kali. Sebetulnya, memang demikian yang terjadi. Dan dua-duanya terjadi di semester yang sama, dan dua-duanya ditelan oleh mesin yang sama pula!!
Aaaarrgghhh….
Seorang Sora-kun dikhianati dua kali oleh mesin ATM yang sama? Apa kata dunia?? x(
***
Jadi, apa yang saya lakukan? Tentu saja pergi ke bank cabang terdekat secepatnya. Karena kartunya tertelan hari Rabu malam, maka saya berencana mengambilnya hari Jumat siang.
Mengapa Jumat siang? Karena, berdasarkan pengalaman, kartu ATM yang tertelan akan langsung dikirim ke kancab terdekat ketika ATM-nya diisi ulang. Jadi, saya pun sengaja menunggu dua hari, supaya kartu tersebut sudah sampai di kancab tersebut ketika saya datang. ^^v
Dan apa yang terjadi di hari Jumat?
[Lokasi] Kantor Cabang Bank X
[Waktu] Hari Jumat Siang
Mbak Customer Service (CS):
“Maaf Pak, kata petugas yang melakukan isi ulang kemarin, di ATM kampus itu cuma ada tiga kartu yang tertelan, tapi tidak ada yang atas nama Bapak.”Saya:
(sambil merasa rada aneh karena dipanggil “Pak”)“Umm, memangnya isi ulang yang terakhir itu kapan ya mbak?” ^^;;
Mbak CS:
“Hari Rabu sore Pak. Jadi mungkin sorenya diisi, terus ATM Bapak tertelan malam harinya.”Saya:
xD
Dan rencana saya mengambil kartu ATM di hari Jumat pun kandas. Tampaknya saya memang tak ditakdirkan mengambil kartu itu secepatnya, sebagaimana Shirou Kamui tak ditakdirkan untuk mengalahkan Monou Fuuma sebelum perang terakhir berlangsung… halah, X lagi x(
Saya pun pulang naik angkot. Lesu. Seperti pasukan kalah perang. Sampai hari Senin, saya harus menunggu kartu kesayangan saya itu kembali. Dan sampai saat itu saya harus berhemat… entahlah jika kartu itu masih belum sampai ke sana esok hari.
ed. note: sebenarnya masih ada sekitar dua ratus ribu rupiah di rekening pembayaran kuliah; tapi biarlah saya dramatisasi saja untuk kali ini.
![]()
***
Bagaimana akhir ceritanya?
Well, saudara-saudara… bukan kebiasaan saya untuk bercerita kalau masalahnya belum selesai. Jadi, baru siang tadi saya mendapatkan kembali sumber kehidupan kartu ATM saya yang tertelan itu. Mengapa baru hari ini, karena kuliah-kuliah saya selalu penuh di hari Senin dan Selasa. Alhasil, kembalilah kartu plastik berpita magnetik tersebut mengisi dompet saya pada akhirnya.
…
…
Jadi, apa pesan moral dari cerita di atas?
Ada dua hal yang bisa Anda pelajari.
Pertama: jangan percayai ATM kampus yang pernah menelan kartu Anda. ATM itu cuma tersedia satu bilik untuk sekitar 30.000 penghuni kampus, yang mana saya tak tahu berapa persen dari mereka yang menjadi nasabahnya. Jadi, kalau kartu Anda pernah ditelan secara gaib di sana, pergilah ke ATM lain untuk mengambil uang. Kecuali kalau mesinnya sudah diganti, tentu saja.
Dan, kedua: kalau Anda merasa pernah dikhianati dua kali oleh ‘makhluk’ yang sangat Anda percaya, jangan bersedih. Sebab saya juga pernah mengalaminya. Bahkan lebih parah lagi, saya sampai terancam mati kelaparan gara-gara pengkhianatan tersebut. Jadi, cheer up — Anda tidak sendirian di dunia ini.
—–
Ps:
Yaa, walaupun saya sudah pernah mengalami kejadian serupa ini sebelumnya, rasanya saya tak perlu menceritakan kisah ‘penelanan’ gaib yang pertama. Jalan ceritanya rada mirip, soalnya.
Entah saya harus bangga atau bagaimana, karena saya belum dibekali kartu ATM. Masih dijatah. Sial.
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth
Makanya, ngekos yang jauh. Saya juga SMA dua jam pulang-pergi uangnya dijatah kok.
Harusnya sih, dengan sekolah/kuliah yang lokasinya jauh seorang anak/mahasiswa bakal dikasih kartu ATM. Praktis soalnya, terutama kalau udah beda kota. ^^
Bank Central Aneh….
@ manusiasuper
Bukan mas, kartunya ketelen di Anjungan Tunai Mandiri…
*ngakak guling-guling*
hmm.
membayangkankalau saya sih…~nyaris
~pengalamanPribadi
@ yud1
Lo tuh yaa… emang bakat avonturir atau gimana….?
~sadar, oiii….
waduh…jangan sampe kayak gitu deh…
*liat komen yud1*
memangnya kalau si mbak itu single, kamu mau nembak?
*siul siul*
Ow..
Salah ya….
Telan balik aja Anjungan Tunai Mandirinya…
@ cK
Maka bersyukurlah, karena saudari tak pernah mengalami kesulitan hidup yang berat macam di atas itu.
*ditimpuk batu bata*
Lah, yud1 itu mah hobinya memang tepe2 gak jelas gitu, kali… lo kayak nggak tau dia aja.
eh… apa memang nggak tau ya? (o_0)”\:::::
@ manusiasuper
Wah, nggak bisa. Saya kan bukan vandalis. Terlebih lagi, saya bukan manusiasuper yang bisa menelan mesin ATM sekali lahap…
sayangnya kamu nggak pake bank chika asyik. kalo pake, ntar saya transfer duit hohoho…
@ cK
Hmm, hmm. BTW, bermimpi pun ada batasnya lho mbak.
[/sadisModeOn]
lihat inisialnya donk, sora…
Bank Chika Asyik…
@ cK
[OOT]
Ya, ya, namanya bagus… Nyambung kok. Udah gitu nggak maksa lagi.
(biar gak nangis
)
[/OOT]
Bener, ATM sangat vital buat kelangsungan hidup. Lha uangnya dari mana lagi, coba?
Kartu saya nggak pernah ditelan, sih. Kalau yang keluarnya lama, pernah. Tapi akhirnya keluar juga setelah mesinnya dipukul-pukul sedikit.
@ Berry
Lha, ente nggak tinggal sama orang tua?
lebih menjengkelkan mana, dikhianati ATM atau dikhinati pacar?
Bukan kartu ATM mas. Tapi BAPAK SAYA!
Kalau saya punya kartunya tapi bapak saya nggak ngirim duit ya masuk ATM, tarik, nggak keluar uangnya, keluar ATM, bilang sama teman, “Sori lek, duite rung dikirim. Isih ono 20.000 ra? Aku njilih sek”
ya.. dikhianati emang menyakitkan…
apalagi yg berkhianat cuek bebek seperti tidak punya dosa…
IMHO ini adalah logika yg salah.. dikhianati itu ya tetep bikin sedih.. punya teman yg pernah dikhianati keknya gak gitu pengaruh terhadap kesedihan deh..
*kok komentar saya serius banget ya*
hahahaha… pengalaman saya juga hampir sama dengan Difo, kartu ATM pernah ketelan dan saya mukul-mukul agak keras dan sedikit anarkis. lho…. kok bisa keluar
coba yang keluar duit sekian juta..wah saya malah kebalikannya loh mas..
waktu jadi mahasiswa dibandung saya malah nemuin ATM masih ada didalem mesin dan ada tulisan di screen nya percakapannya begini..
@ mas fertob
Kalau nunggu cukup lama, bakal keluar juga.
Tapi kayaknya pukulan-pukulan itu dan keluarnya kartu ATM-nya nggak berhubungan, lho.
(Jadi ingat diskusi di blog saya. Nggak kausatif, hehehe.)
untungnya gue blom pernah kejadian sampe begini…btw bukannya klo kelamaan gitu suka ada peringatannya ya? koq bisa tiba2 di telen??
klo ketelen lagi..elo sodok aja atmnya biar muntah~
eh brainstorm..rejeki banget dehh loooo..ha3
@ Kopral Geddoe
Gebuk-gebukin? Kayak vending machine yang kemaren dulu itu ya?
:::::
@ marsitol
Dikhianati pacar nggak bikin saya terancam mati kelaparan mas… dikhianati sama mesin ATM itu jauh lebih berat.
Di samping nggak bisa makan, saya mungkin juga harus
menebalkan mukamerendahkan diri untuk minta ‘bantuan’ sama temen saya. Demi bertahan hidup… itu pun kalau mereka bersedia.:::::
@ nuragus
Ya, sama aja toh. Kalau bapaknya udah ngirim duit, tapi nggak bisa diambil, itu kan sama aja kita nggak bisa hidup.
Mau lewat bank? Enggak bisa. Udah kartunya lenyap, buku tabungannya di orangtua pula.
:::::
@ warnetubuntu
Betul mas…
Persis seperti itulah yang saya rasakan.
Sebentar, kebersamaan itu mengurangi kesedihan Mas… dengan adanya perasaan senasib-sepenanggungan-sependeritaan, justru kesedihan itu akan jauh berkurang. Bahkan perasaan senasib ini sampai memicu pendirian ASEAN lho. Pengalaman sedih akibat penjajahan membuat masyarakat bersatu dalam kerja sama.
*hlaaah, ngelantur* xD
Siapa suruh?
:::::
@ Pyrrho
Euh, Mas… kata si mbak CS yang kemaren saya temuin, katanya terkadang kartu itu keluar sendiri setelah ‘tertelan’
(tertelan suri?)
. Jadi, IMHO, hipotesis ‘anarki bisa mengintimidasi mesin ATM’ ini masih perlu diuji lagi kebenarannya.[/sokSaintifik]
:::::
@ brainstorm
Janganlah begitu anakku; tak banyak mesin ATM yang masih jujur dan tidak menelan kartu di dunia ini.
*batuk-batuk*
*elus-elus jenggot*
*sok tua*
:::::
@ Kopral Geddoe (lagi)
Yup, yup… ^^
:::::
@ chielicious
Wah, yang ini nggak ada peringatannya, mbak. Langsung ‘ditelan’ bulat-bulat.
Makanya saya tulis kata gaib buat jelasin peristiwa di atas.
gak pernah kejadian tuh selama ber-tahun2 pake ATM Bank Central Asyik
*gak mau pindak ke lain
hatibank*Dua kali?
Aku dikhianati ATM sampai 4 kali sudah. Terakhir kapok, malas ngurus-ngurus lagi. Mana mesti bikin surat keterangan lagi…
Pakai buku tabungan saja. Bisa menghemat juga, karena malas ngantri
Maksudnya Sora, saya lebih sering
dikhianaatitelat dikirimi uang bapak saya daripada kehilangan ATM.Hehehehe…
welgedewelbeh
mas ini…, mahasiswa kere kok nge laundry pakean…., he…he… lain kali jangan sampai dikhianati lagi ya……..:)
Saya malah belum buat kartu kredit.
Bila error berlanjut, hubungi dokter.
Kamui Shirou emang keren XD
lha emang kamui berhasil mengalahkan Fuuma ya?
<— pembaca x yang ga pernah tamat tamat
maap komen saya diatas OOT
hm, ATM saya ga pernah tertelan, sih. tapi kalau merasa kacau gara2 ATM sih pernah. Gara garanya pas butuh banget uang buat pulang kampung, eh atm malah ga bisa dipakai transaksi.
jadi? terpaksa ngutang, soalnya tak punya cadangan lain.
atm itu pula udah pernah dibabat sama copet, tpi alhamdulilah udah kembali sama dompetnya. sempet diblokir tuh walau ga ada isinya
tapi sekarang msh di blokir, malas aktivin lagi ^^
apa jadinya klo semua serba tunai
hehhehehe
KTM-ku isinya cuman 5000 doank, diisinya cuman tiap semester klo pas mau bayar spp
ditelan sampai 2 kali???
yang error mesin atau KTM nya tuh…
ga bisa dibayangkan dah
@ Tito
Jangan menggeneralisasi suatu agama dari tingkah pengikutnyajangan menggeneralisasi suatu Bank dari tingkah laku ATM-nya, mas…:::::
@ alex
Hueh, empat kali??
*sembah sujud ke
mbahmas alex; ternyata pengalaman saya ini belum ada apa-apanya*:::::
@ nuragus
Yeee…. itu mah lain urusan, mas… ^^;;
:::::
@ mulut
Lha, murah banget soalnya. Sebulan Rp. 45.000, dan boleh masukin empat potong baju/celana/dsb setiap harinya.
Itu kan berarti Rp. 1500/hari. Harga cuci sepotongnya di bawah Rp. 500 lho.
:::::
@ p4ndu_454kura
Saya pun belum, ndul. Ini juga kartu ATMnya merangkap kartu debit doang.
Hus, hus…
:::::
@ eMina
Ah, saya juga nggak pernah baca manganya X kok. Saya nonton animenya doang.
BTW, manganya X memang nggak tamat-tamat kok. Kan digantung sama CLAMP di edisi 18… sampai sekarang belum dilanjutin lagi. (o_0)”\
Ah, soal itu… sebaiknya saya nggak kasih tahu. Jadi spoiler soalnya, mendingan nonton aja sendiri.
Saya juga pernah dulu, pas mau semester pendek. Karena harus tunai, jadi dananya harus ditarik lewat ATM…
…dan karena yang mau semester pendek itu banyak, akhirnya ATM kampusnya kehabisan uang. Nyari ATM lain deh.
:::::
@ Luthfi
Jadinya? Makin banyak orang yang berkantong dan berdompet tebal.
*makna denotasi*
:::::
@ alief
Entahlah… kalau menurut saya, mesin ATM-nya udah mengkhianati saya dua kali. Berarti, pasti mesinnya yang salah!!
*soalnya saya tes di ATM lain gak masalah tuh*
:::::
@ almascatie
Ya, yang nggak kebayang itulah
tantangan hidupkesulitan besar yang saya alami tempo hari.wah, bener tuh, kartu atm memang dewa penyelamat!
Jadi kisahnya telah menelan yaa…
@ Sora & Geddoe :
Saya cuma mengaplikasikan apa yang saya tonton di film Armageddon.
Waktu itu pesawatnya si Bruce Willis (Independence) mau berangkat tapi mesin-nya/alat elektronik masih mati alias ngadat.
Dan si kapten Rusia (lupa siapa namanya) dengan semangat menggebu-gebu bilang, “semua alat elektronik di AS itu buatan Taiwan, dan cara memperbaikinya gampang” *sambil menggebuk-gebuk mesin yang ngadat*
Dan mesinnya memang hidup setelah digebuk.
Memang nggak ada hubungan kausatif, tetapi itu salah satu problem solving dengan cara “rule of thumb”
*problem solving yg lain adalah algoritm*
*ini problem solving di psikologi lho…*
@ sipahi.oftheporte | kurtubi
Yup, yup… begitulah. ^^
:::::
@ Pyrrho
Hehehe, dan menurut teori generatio spontanea, makhluk hidup muncul tiba-tiba dari berbagai keadaan kimiawi antah-berantah. Mungkin mesin juga bisa hidup kembali dengan prinsip by chance yang sama.
*apa, by chance?*
*melihat gerombolan bigot anti teori evolusi*
*kabur* xD
Bener, Dibanding yang lain, kartu ATM emang paling penting. dan tentu yang paling asyik hehehehe
dan, aneh banget ya mesin ATMnya, tiba2 nelan kartu. aku blom pernah ketelan sih kartu ATMku… mendingan gak usah narik uang di mesin ATM yang sama lah mas….