Kata Ganti Orang Pertama dan Kedua dalam Bahasa Jepang
Nopember 21, 2007 oleh sora9n
Pre-post Note:
Seharusnya post ini sudah saya upload di bagian awal kategori nihongo di blog ini, yaitu setelah post Struktur Dasar Bahasa Jepang (informal) (1). Meskipun begitu, karena satu dan lain hal, maka baru bisa saya post hari ini. ^^;;
Selamat membaca.
Tambahan:
Post-post lain tentang bahasa Jepang di blog ini bisa Anda temukan di halaman direktori nihongo.
Dalam bahasa Indonesia, kita membagi penggunaan kata ganti untuk menyebut orang lain berdasarkan tingkat kesopanan. Misalnya,
[INA] “Saya”
–> untuk pembicaraan formal
[INA] “Aku”
–> untuk suasana yang lebih santai
[INA] “Gue”, “Aing”, dan sebagainya
–> untuk pembicaraan antar teman, berkesan kasar
(contoh mengambil dialek Jakarta dan Bandung)
[INA] “Anda”
–> untuk pembicaraan formal
[INA] “Kamu”
–> untuk suasana yang lebih santai
[INA] “Lo”, “Maneh”, dan sebagainya
–> untuk pembicaraan antar teman, berkesan kasar
(contoh mengambil dialek Jakarta dan Bandung)
Dalam bahasa Jepang, prinsip yang sama juga berlaku. Kata ganti yang kita gunakan akan berbeda tergantung pada siapa orang yang kita ajak bicara. Meskipun demikian, kata ganti bahasa Jepang memiliki variasi lebih luas daripada yang kita miliki di Bahasa Indonesia.
Pembagiannya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kata Ganti Orang Pertama
(i.e. “saya”, “aku”, dan sebagainya)
[JAP] “watashi”
[Kanji] 私
–> kurang lebih sama dengan “saya” di Bahasa Indonesia. Konotasinya netral; bisa digunakan baik oleh pria maupun wanita.
[JAP] “watakushi”
[Kanji] 私 — sama dengan “watashi”
–> kata ganti sangat formal; biasa diucapkan oleh politisi/orang yang memiliki kedudukan sosial yang tinggi di masyarakat. Beberapa kali digunakan oleh Lacus Clyne dalam pidato politiknya di Gundam SEED Destiny. nyontohin dari anime ajalah xD
[JAP] “atashi”
[Kanji] 私 — sama dengan “watashi”
–> kata ganti “saya”, khusus digunakan oleh wanita. Lebih informal daripada “watashi”.
[JAP] “atakushi”
[Kanji] 私 — sama dengan “watashi”
–> bentuk lebih formal dari “atashi”; merupakan bentuk feminin dari “watakushi”.
[JAP] “boku”
[Kanji] 僕
–> mirip seperti “aku” dalam bahasa Indonesia. Umumnya hanya digunakan oleh pria, walaupun tokoh-tokoh wanita seperti Ayu Tsukimiya dan Hiyori Kusakabe juga memakai kata ini untuk menyebut diri mereka. ^^;;
[JAP] “ore”
[Kanji] 俺
–> penggunaannya mirip kata “gue” dalam bahasa gaul Indonesia. HANYA digunakan oleh pria dalam pergaulan; tendensinya lebih kasar daripada “boku” dan cenderung meninggikan diri sendiri.
[JAP] “washi”
[Kanji] tidak ada; hanya ditulis dengan hiragana わし
–> yang ini hanya digunakan oleh orang-orang tua. Priest Amon di serial GARO sering menggunakan kata ini ketika berbicara. ^^
[JAP] “ware”
[Kanji] 我
–> artinya sama dengan “saya”. IMO, penggunaannya tak jauh berbeda dibandingkan dengan “watashi”.
Kata Ganti Orang Kedua
(i.e. “Anda”, “Kamu”, dan sebagainya)
[JAP] “anata”
[Kanji] 貴方 ; meskipun begitu lebih sering ditulis dengan hiragana あなた
–> bentuk umum untuk menyatakan “Anda”. Bisa juga digunakan untuk kepentingan formal.
[JAP] “kimi”
[Kanji] 君
–> kurang lebih sama dengan kata “kamu” di Bahasa Indonesia. Bisa dipakai untuk berdiskusi dengan teman atau orang yang lebih muda daripada Anda.
[JAP] “omae”
[Kanji] お前
–> lebih kasar dibandingkan “kimi”. Umumnya digunakan dalam pergaulan di mana Anda tak merasa perlu menghormati orang-orang di dalamnya. Penggunaannya mirip kata “lu” dalam dialek “gua-elu”. ^^
[JAP] “anta”
[Kanji] tidak ada, hanya ditulis dengan hiragana あんた
–> hanya digunakan pada rekan akrab, atau pada orang yang lebih ‘tinggi’ tapi tidak Anda ingin hormati (
). Sering dipakai oleh Shirou Kamui ketika berbicara dengan Hinoto-hime dalam serial X.
[JAP] “temme”
[Kanji] tidak ada, hanya ditulis dengan hiragana てっめ
–> kata ini digunakan jika Anda sedang ingin merendahkan lawan bicara. Umumnya dipakai di dunia kaum berandal semacamnya Harima Kenji dan Sawamura Seiji. ^^;;
[JAP] “kisama”
[Kanji] 貴様
–> kata “kamu” yang sarkastis. Bisa digunakan kalau Anda punya orang yang Anda benci, sedemikian hingga Anda siap berkelahi dengannya saat itu juga.
[JAP] “onore”
[Kanji] 己
–> hanya digunakan untuk mengutuk dan menghina. SANGAT kasar. Pernah diucapkan oleh Horror menara jam di GARO episode 3.
***
Derajat Kesopanan?
Berhubung kesopanan adalah hal yang sangat menentukan dalam bahasa dan budaya Jepang (di samping situasi di mana diskusi berlangsung), maka berikut ini saya mengurutkan kata ganti di atas berdasarkan nilai kesopanannya. Urutannya kurang lebih sebagai berikut:
Untuk Kata Ganti Orang Pertama
- watakushi = atakushi
- watashi = washi = ware
- atashi = boku
- ore
(sangat sopan)
(sopan, tapi umum juga digunakan dalam keseharian)
(informal)
(sangat informal)
Untuk Kata Ganti Orang Kedua
- anata
- kimi
- anta
- omae
- temme = kisama
- onore
(sopan, tapi umum juga digunakan dalam keseharian)
(informal)
(tidak hormat)
(agak kasar)
(sangat menghina
)
(mengutuk lawan bicara. Jarang digunakan, IMO.
)
***
Yah, kurang lebih seperti itu sih. Penjelasan mengenai kata ganti orang ketiga dan jamak akan disambung di post yang lain.
—–
Ps:
Masukan dan pertanyaan bisa disampaikan lewat kolom komentar di bagian bawah post ini.
watashi no namae wa chika desu…
*langsung praktekin*
@ cK
Wueeh, hebat. Ternyata lo itu pinter juga ya Chik….
*langsung kabur*
Boku wa Sara desu
Kisama wa dare???
*sembah sujud mohon ampun*
Ayumi Hamasaki juga selalu pake Boku ya ?? hmm, trend anak gaul, kah???
aa, makasih untuk postingannya
Oalah, sering denger “temme” pas orang mao berantem di anime, ternyata artinya itu toh :S
Reques kata2 makian dunkz XD
@ saRe’
Heh, jangan kurang ajar sama guru!
*dibakar massa*
Soal “boku”, kayaknya penggunaannya jadi lebih berkembang di kalangan cewek akhir2 ini… lagu2 J-Pop juga banyak kok yang vokalisnya cewek tapi pakai “boku”. Kayak Maaya Sakamoto, Chihiro Yonekura, dllsb. ^^
IMO memang ada kesan kalau cewek pakai “boku” itu terasa lebih kasar; mirip cowok yang pakai “ore”. Padahal kalo cowok yang pakai justru kesannya jadi lebih sopan/mild-mannered lho. Kayak Pak Aoki di X, tuh.
:::::
@ Apret
Ya, itu. Makanya sering dipake di pelem2 yang ada anak SMA berandalnya.
Kata makian mah belajar aja sendiri. Di anime & tokusatsu kayaknya banyak tuh.
hmm.. dipikir2 bahasa jepang mirip dgn bahasa jawa dan beberapa bahasa daerah diindonesia ya… yg menerapkan derajat kesopanan *walopun sekarang sudah mulai luntur untuk bahasa jawa*,

dulu waktu jaman saya sd-smp ada pelajarang bahasa jawa… yg menerapkan 6 tingkatan bahasa menurut derajat kesopanan… *mulai dari kasar sampai yg paling halus*
Ngoko, Ngoko andhap, Madhya, Madhyantara, Kromo, Kromo Inggil
cuman karena jarang dipakai, saya sendiri hanya bisa ngoko (kasar) dan jarang sekali menggunakan kromo (halus) biasanya kalau ada orang yg ngomong kromo ke saya.. saya jawab dgn bahasa indonesia
sorry oot
@ warnetubuntu
Soal derajat kesopanan, kayaknya itu hal yang umum di negeri2 Asia… CMIIW. Mungkin karena budaya Timur itu punya kecenderungan untuk menerapkan budaya hormat. Termasuk di Sunda juga ada lho.
Beda dengan bahasa Inggris/Jerman/Prancis yang untuk menyatakan “aku” dan “kamu” cuma satu kata aja. Mungkin karena mereka lebih terpaku pada semangat egaliter. (o_0)”\
*BTW, nggak terlalu OOT kok
*
Aaaaaaaahhh…!!!
Gomeeenn… Osoku natte. m(_ _)m
*Lari masuk kelas*
*Catet*
*Minum teh setelah mencatat*
Boku wa Pandu desu.
Ehm… kimi Raikkonen?
*Dihajar*
jadi inget…
@ p4ndu_454kura
Raikkonen janai… Sora desu.
*gubraakkss* xP
:::::
@ yud1
hoyyyy ..omae …. @%%^
dorama no atarashii kotoba .. …
hehehe…
hey hey sora kun, hajimemashite…
watashi wa rashoova desu..
dozoo yoroshiku ne ^^ ….
@ rashova
Kochira koso, douzo yoroshiku. ^^
Thankz… cukup membantu…
Klo bisa sih dikasih lagi tut bahasa jepangnya yang lebih banyak….
@ kazetku
Sama-sama. ^^
FYI, sementara ini semua post tentang bahasa Jepang disimpan di kategori [nihongo]; silakan cek di sana buat post2 yang lain.
Sementara ini belum nulis lagi sih; mungkin nanti kalau ada waktu. (o_0)”\
“Gua” udah diklaim malesa euy !
http://tempe.wordpress.com/2008/01/30/malesa-emang-loetjoe/
nagai koto o-jama itashimashita
@Rovicky
Ckck…….
Itu indonesia jg niru kata “Gua” dr bhs hokkian sudah dr jaman dahulu kala~~~
“Gwa” bhs hokkian artinya saya.
Bhs hokkian byk dipake oleh org Medan (bukan hanya medan, yg bs bhs hokkian byk)
Maling teriak maling…..
Parah2.
Kalo masalah budaya sih itu mmg punya Indonesia.
Jd wajar kalo budaya diklaim protes~~
Krn budaya~~.
Omoshiroi….:
[...] April 17, 2008 oleh sora9n Melanjutkan pembahasan tentang kata ganti orang pertama dan kedua di sini [...]
konnichiwa,moshi nihonggo wo motto benkyo shita kattara..rendaku shite ne.bambang7714@yahoo.co.id.mata wa,bambang7714@yahoo.com.henji mattemashou..sore jya,mata ne..