…
…Agama apa yang mereka anut, ya? (o_0)”\
(postingan terpendek selama 16 bulan ngeblog)
November 7, 2007 oleh sora9n
…
…Agama apa yang mereka anut, ya? (o_0)”\
(postingan terpendek selama 16 bulan ngeblog)
Ditulis dalam Deeper Thoughts | & Komentar
-=-=-=-=-=-=-=-
.: Gallery's Main Page :.
-=-=-=-=-=-=-=-
| meysa di License | |
| piccO di Bukti Kemajuan Zaman | |
| Herl di Fancy Russian Names | |
| nina di [nihongo-1] Kalimat Aktif Sede… | |
| Ai di [nihongo-1] Kalimat Aktif Sede… |
*senyum-senyum sambil ngerokok di pojokan*
agama alienism…
*tumben sora bikin postingan OOT*
keduaxxxx!!!
Ahh, entah kenapa saya langsung teringat Star Wars.
Seandainya alien itu berkultur, mungkin tergantung kulturnya masing-masing? IMO sih kayaknya bakal lebih cenderung ke kepercayaan daripada agama.
Seperti cult Void of Death yang dianut ras Charon di Star Wars.
Atau mungkin justru animisme. Atau ateisme.
wow! fertanyaan yang asek sangadh, ringan tafi berad :p
hmm…*mikir*
ah ya! semacam scientology mungkin?!
Mungkin seagama dengan agamanya Tom Cruise: sainstoloji
Seandainya alien itu ada… mungkin tergantung tingkat intelektualnya kali…
misalkan intelektualnya dibawah manusia kemungkinan mereka tidak beragama *seperti hewan*
misalkan tingkat intelektualnya sama dengan manusia kemungkinan konsep mengenai agama gak jauh beda dengan kita..
kalau tingkat intelektualnya jauh diatas manusia.. ini yg saya juga bingung dan juga ingin tau
FYI, Han Solo dari Star Wars adalah seorang atheis… Setidaknya sebelum episode VI.
Walau menurut saya sih Star Wars mempromosikan paham Pantheistik. The Force anyone?
Kembali ke topik, saya setuju dengan mas WarnetUbuntu. Kalau yang berintelegensi rendah seperti hewan, maka tidak beragama. Kalau lebih kurang paralel dengan manusia, maka mereka akan punya nabi dan kultur agama sendiri. Dan, seiring dengan perkembangan, mungkin puncaknya adalah kepercayaan a la freethought…
masalah utamanya adalah,
*drumroll*
…kalau begitu, seberapa validnya agama-agama yang diklaim sebagai ‘berasal dari Sang Pencipta Yang Maha Benar’ oleh para manusia bumi?
btw, implikasi dari pertanyaan ini bisa panjaaaaaaang sekali, lho. good thing is, judulnya adalah Seandainya Alien itu Ada…
seandainya, bukan?
~dilematic
~agamaUniversal?
@kopral geddoe
kayaknya kalau di starwars tuh ‘tuhannya’ the force..
sepertinya mereka sama-sama aja kayak kita, ada yang atheis, yang sesat, yang extrim, mungkin juga ada yang masuk islam kalau tinggal di bumi
@ yud1
Lha iya. Memang implikasinya langsung ke situ.
@ atmo4th
Iya, makanya agak pantheistik, IMO.
@ Kopral Geddoe | yud1
Penjelasan untuk itu bisa makan satu, dua, atau bahkan tiga post tersendiri, lho. Saya kan cuma melemparkan ide aja.
Atau bisa juga mereka menemukan cara lain berkomunikasi dengan Tuhan. Mungkin mereka punya indra khusus untuk itu?
*mulai ngayal*
:::::
@ cK
Hei, ini postingan serius; bukannya OOT. Sesungguhnya inilah post yang mencerahkan bagi orang-orang yang mau berpikir™.
*ditimpuk batu*
:::::
@ Xaliber von Reginhild
Bisa saja, sih. Cuma masalahnya, apakah para alien itu menyembah ‘Tuhan’ yang sama dengan kita atau tidak? Itu kalau mereka nggak atheis, lho.
BTW, saya miskin info banget nih soal Star Wars. Gak pernah nonton/main gamenya, soalnya.
:::::
@ hoek | alex
Lah, itu alien tau scientology dari mana? ^^;;
*kecuali, mungkin, kalau mereka sendiri yang ngasih ‘wahyu’ tersebut ke Tom Cruise dkk.*
:::::
@ warnetubuntu
*melamun*
*teringat pada agama yang (konon) adalah rahmat semesta alam*
Apa mereka menganut agama itu juga, ya?
:::::
@ atmo4th
Kemungkinan sih, begitu. Tapi apa mereka menyembah ‘Tuhan’ yang sama dengan kita atau nggak? Itu yang jadi misteri.
*duh, kok jadi ngayalin alien mulu…*
Ah! Mereka menyembah Suzumiyaaaaa…!!!
*mata bersinar-sinar*
*tendang Geddoe*
*masih BeTe sama anak kecil sengak ketiban omnipotence ala Haruhi*
Ah, BTW, mungkin kapan-kapan saya bakal bikin post: “There’s Something About Haruhi”. Kayaknya bagus juga…
(niru2 judul postnya Mas Fertob tuh)
*melamun*
*teringat pada agama yang (konon) adalah rahmat semesta alam*
Apa mereka menganut agama itu juga, ya?
Menurutku konsep rahmat semesta alam disini adalah konsep ketuhanannya mungkin? , buktinya.. nabi2 pendahulu disebut muslim padahal jelas2 tidak punya Alquran ?
@ warnetubuntu
Hmm, saya sendiri berpikir begitu. Soalnya, sangatlah aneh seandainya makhluk luar angkasa (jika ada) malah memeluk agama yang orientasinya sangat ‘manusiawi’. I.e., sangat janggal jika membayangkan bahwa alien mengikuti teladan Muhammad ataupun kisah hidup Yesus… kalau mereka betul-betul ada lho.
Untuk ini, saya cenderung memandang “rahmat”-nya sebagai suatu nilai yang universal. Kira-kira sama lah dengan yang disampaikan masnya di komen itu.
Hehehe, tapi Haruhi itu parody God yang sempurna, IMO.
*mata bersinar-sinar*
hmm..
gimana, ya? mereka dan kita berbeda peradaban. beda perspepsi.
mungkin mereka menyembah Tuhan dengan cara lain : kayang 40 hari nonstop barangkali??
Aduh, aku ndak bisa menjawab… secara aku ndak bisa menyelami pola pikir alien. Wong pola pikir manusia beragama aja susah… apalgi pola pikir makhluk bukan dari Bumi itu…
mungkin mereka ga butuh agama?
btw, mengenai alien.. saya kebetulan pernah tertarik dgn ilmu astrobiologi ini..
saya lebih suka membayangkan bentuk fisik dan perilakunya.. misalkan bahan dasar alternatif selain hidrocarbon seperti silicon dengan solvent ammonia dll.. http://en.wikipedia.org/wiki/Alternative_biochemistry
perilaku alternatif dari alien juga menarik.. selama ini kita mengenal kesadaran individu dan kesadaran sosial manusia yg relatif seimbang.. tetapi jika kesadaran sosial (collective conciousness) mereka sangat tinggi… mungkin mirip Zerg di starcraft..

btw, game starcraft jg salah satu game yg membuka wawasan alternatif kita terhadap alternatif2 bentuk alien
kalau untuk film mungkin film star trek dan star wars
Aah, postingan saya beberapa jam lalu nda masuk rupanya… koneksi di luar rumah kacau sih.
*ketik ulang seingat mungkin*
@Kopral Geddoe:
Mungkin kalau the Sith Code di Star Wars, dalam beberapa hal, bisa disamakan dengan ‘aliran sesat’ yang “memanfaatkan ‘Tuhan’” ya.
Waha, setuju.
Kalau alien yang beragama, kayaknya kembali ke ‘ras’nya masing-masing, mengingat ngga ada konsep alien yang benar-benar mutlak. “Hewan” extraterrestrial aja kayaknya sudah bisa disebut alien…
Btw, katanya ada agama The Force beneran di bumi.
@sora9n:
Hmm… ‘Tuhan’ yang sama ya.
Entah kenapa, saya cenderung beranggapan bahwa para alien (yang beragama) itu lebih condong ke cult yang ‘keras’, kepercayaan-kepercayaan kuno dan ritual-ritual seperti manusia di bumi zaman dahulu. Dan entah kenapa lagi, saya kayaknya cenderung beranggapan bahwa agama para alien itu akan sangat dipengaruhi oleh kulturnya masing-masing…
Soal Star Wars, saya juga cuma main game sama nonton 2 triloginya aja. Sisanya, kalau lagi iseng, mungkin bisa dibaca di Star Wars wiki.
Oh ya, baru ingat…
)
Rasa-rasanya trilogi game Halo juga rada sarat hubungannya dengan agama… (meskipun mungkin ngga mewakili apakah agama alien itu
Terutama figur Prophet of Truth, yang mungkin benar mewakili apa yang ada di dunia nyata.
Agamanya alien? Sama kali kayak kita…
Lagian definisi alien kan luas. Kita juga alien kok.
apa perlu beragama?
Yang pasti bukan aliran Al-Qiyadah hehehe….
@ Kopral Geddoe
……
:::::
@ morishige
Mungkin… Atau malah harus koprol dulu supaya doanya diterima Tuhan.
*cuma bisa menduga-duga*
:::::
@ rozenesia
Aha!
:::::
@ caplang™
Mungkin. Atau malah kayak komennya Mas Xaliber di nomor #3 di atas — ada yang animisme-dinamisme, atau punya kepercayaannya sendiri. (o_0)”\
:::::
@ warnetubuntu
Wah, iya. Saya juga dulu pernah baca seri Animorphs. Di situ digambarkan soal kebingungan si alien Aximili tentang penemuan teknologi manusia. Katanya harusnya telepon baru ditemukan setelah chatroom.
Yang jelas, kemungkinan besar budaya kita dan mereka akan cukup berbeda. Tapi seberapa besar perbedaannya, kayaknya kita belum akan benar2 tahu.
Ritual-oriented ya… hmm, bisa saja sih.
Saya sendiri mikirnya kalo mereka cukup pandai untuk menemukan piring terbang. Kira-kira dengan teknologi yang begitu canggih, apa kepercayaan dan ritual itu masih berlaku? (o_0)”\
Hohoho, itu mah udah pasti. Agama-agama di bumi juga kebanyakan terpaku pada budaya tempat mereka muncul, kan?
:::::
@ Lemon S. Sile
Hmm, kalau begitu mereka juga tahu Islam, Kristen, Buddha, dan kawan-kawan, dong?
:::::
@ qnewt
Hohoho, masalahnya di sini bukan pada perlu atau tidaknya agama.
Coba baca komentarnya yud1 di nomor #8, deh. Harusnya itu cukup menjelaskan, ke arah mana sebetulnya bahasan post ini.
:::::
@ prasso
Salam kenal,
Yee, itu mah gak usah ditanya… kecuali kalau mereka pernah turun ke bumi dan ikutan taklim Al-Qiyadah.
*apa mungkin ya?
*
Di planet bumi di galaksi yang lain lagi misalnya, (dan kalau ada manusianya) mereka kenal Tuhan gak ya?
*nyari gara-gara*
*ditimpuk*
@ jejakpena
Kenapa ditimpuk? Justru berbagai pertanyaanlah saya harapkan. Blog kan media pembelajaran™.
Ayo, masih banyak hikmah yang bisa diambil oleh kaum yang mau berpikir.
*lari dikejar massa bergolok* xD*Mesin berputar*
Ckatakatakatakatakatak…
DUAR !
KALIAN SEMUA SALAH DAN SESAT!!!
yang benar, kalo para alien itu berakal, tentunya mereka akan menjadi pengikut teguh salafush shalih. Berpikirlah jika kalian benar2 berakal!
*kabur, sebelum ketahuan ngejunk*
mereka akan menyembah para Goa’uld yang memeperbudak mereka
atau setidaknya sampai dibebaskan Tauri
but seriously, terjangkit masalah antropomorfik nih. pertanyaan kaya gitu kan muncul karena kita berpikir tentang alien dengan mengikuti pola pikir manusia.
eh.. bukannya kita selalu memikirkan Tuhan dengan pola pikir yang sama?
Tuhan itu indefinit, bahkan oleh kata indefinit itu sendiri.
*ah, malah meracau*
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth
Hueh…?
:::::
@ Agiek
Wuah, hebat betul. Kaum wahhabi udah bikin roket buat dakwah ke luar angkasa, euy…
:::::
@ rifu
*nggak tau apa itu Gou’aid dan Tauri*
Bukan begitu. Penjelasannya begini:
(1) Tuhan itu menciptakan semua makhluk, betul?
(2) Kalau begitu, seandainya alien itu ada, maka pasti Tuhan juga yang menciptakan.
(3) Karena Tuhan biasanya menyediakan dirinya untuk dikenali, pasti ada semacam kepercayaan/agama yang berkembang di planet para alien itu (kalau mereka cukup cerdas)
(4) Pertanyaannya: apa mungkin alien tersebut mendapat wahyu agama yang sama dengan yang kita dapat di bumi?
…
Apa mereka pergi ke misa? Atau shalat 5 kali sehari?
saling bunuh seperti Sunni-Syiah? Atau bikin kreasionisme yang menyatakan bumi diciptakan dalam 6000 tahun?That’s not the case. Case is, God must be universal (if He does exist). Kecuali mungkin kalau para alien itu sangat serupa dengan manusia, sehingga ajaran yang mereka terima bisa sama persis dengan yang kita terima di bumi.
IMO sih mungkin saja berlaku dengan kultur-kultur klasik macam itu, meskipun sudah ada teknologi canggih. Mungkin mereka masih punya semacam kepercayaan yang ‘kental’ dan mungkin justru menyembah beberapa hal tertentu. Tapi bukan yang sifatnya kuno seperti dewa matahari yang disembah manusia zaman dulu itu. Mungkin sesuatu yang lebih… ‘ekstrim’.
Seperti misalnya kepercayaan ras Charon di Star Wars, Void of Death. Dimana mereka percaya bahwa kedamaian cuma bisa dicapai dengan memusnahkan seluruh kehidupan. Tapi mungkin yang saya maksud versi lebih halusnya, soalnya kayaknya itu ‘terlalu’ ekstrim.
Kalau ngga mungkin animisme-dinamisme dan justru ateis.
…atau itu gara-gara saya kebanyakan menghayal.
Ja… One can’t help but consider the horrible possibility that today’s religions, when they were originated, weren’t even aware of the cosmological concept required for ‘aliens’ to exist…
I mean, earth as a mere spherical astronomical object… Ancient people perhaps didn’t see that coming.
*laughs eerily*
Yah, kalo jadi warganegara Indonesia harus memilih dari agama yang di akui pemerintah.
entahlah.
nanti kutanyakan.
Euh, ralat, kurang koma dan salah kata penghubung.
Harusnya:
Kopral Geddoe:
Waha… Bukannya itu yang sering digambarkan di film-film kartun?
Saya alien hybrid (setengah manusia setengah alien) akan menjawab Anda:
Alien tak beragama. Karena mereka sudah banyak tahu, jadi mikirnya tehnologi melulu.
Tapi ada sekelompok alien di setiap galaksi yang mempercayai sama seperti yang dipercayai Hindu, yaitu meyakini energy yang meliputi seluruh alam ini sebagai Tuhan. Tentunya kelompok ini sangat sedikit jumlahnya dibandingkan grup alien yang lebih mengedepankan tehnologi dalam berpikir dan berpendapat.
Percaya gak, semua agama di setiap bumi/planet yang dihuni makhluk manusia adalah hasil sebaran alien, dan mereka melakukannya dengan mudah seperti menyebar pupuk di sawah.
Mereka ingin melihat reaksi-reaksi manusia pada masing-masing agama yang dikirimkannya ke setiap nabi.
lia eden adalah nabi, suka atau tak suka. karena dikepalanya juga ada nano chip buatan alien, yang berisi petunjuk-petunjuk untuk membuat agama. Sama dengan chip di kepala Saya.
Tujuan alien seperti yang Saya katakan di atas: melihat reaksi mereka terhadap agama yang ditebar itu dan menyimak pertumbuhan penganutnya. Dari situ, kaum alien mengolah lagi tehnologinya untuk kepentingan mereka dulu. Sesudah diujicoba ke planet mereka baru dibagi ke manusia. Begitu seterusnya.
Manusia pun kelak akan punya sayap, entah dalam bentuk apa. Tapi sesudah 2012 semua akan punya ilmu untuk terbang, sesudah saya bagikan petunjuknya ke seluruh dunia.
Untuk lebih jelasnya baca artikel-artikel di blog-blog Saya.
Ohya, jangan dibiasakan bersikap konyol seperti “inilah artikel terpendek”. jika sedang mau post pendek ya sudah, tak usah pake gaya.
Tuh, dijawab sama sang nabi.
*sembah sujud ke sang alien hybrid dengan nanochip*
*ngakak*.. nunggu komentar sora atas komentar sang baginda ratu….
*jadi ga sabar nunggu tahun 2012 neh*
Wah…
Btw, kalau ngga salah ini teori yang mau disampaikan Lemon S. Sile.
Itu teori Annunaki. Memang teori ini cukup populer, sebab boleh dibilang memang memenuhi nafsu fiksi ilmiah manusia; benar-benar a la Xenogears.
Tapi kalau disambung-sambung dengan nanochip sama tapak Buddha segala macam, baru sekali ini saya dengar.
*sembah sujud lagi ke alien hybrid bernanochip*
*baca komen sang alien*
waduh…alien dimana-mana…
ketahuan ngga pernah nonton stargate nih sora-kun :p
jadi Goa’uld itu adalah ras alien yang mendiasporakan ras manusia (Homo sapiens) ke penjuru galaksi dengan menggunakan Stargate. nah, Tauri itu Homo sapiens yang berasal dari Bumi.
haha, padahal Goa’uld aslinya juga cuman parasit yang numpang di tubuh manusia.
belum lagi ras Ancient (yang sudah mencapai ascension), Nox, Furlings sama Asgard.
*halah2 keterusan ngomongin stargate nya*
*balik dari OOT*
nah, yang gw maksud masalah antropomorfik itu, sadar atau tidak, ketika kita berpikir tentang alien, dan tentang kemungkinan agama mereka, kita masih terpaku sama pola pikir kita, sama apa yang sudah kita pernah dengar/ketahui tentang apa yang disebut alien.
disebut antropomorfik karena, semua itu adalah hasil budaya manusia. hasil pikiran manusia. hasil imajinasi manusia yang sedikit banyak pasti dipengaruhi pencerapan dari lingkungan sekitar juga. gitu.
dan hubungannya sama Tuhan, ya iya lah, ada yang pernah ketemu Tuhan dan menceritakannya kembali ke dunia? tapi hal ini bukan berarti Tuhan tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk memahami tanda2 keberadaannya. cuma, ketika kita berpikir tentang Tuhan, contoh, ketika saya mendengar sepintas frasa “tangan Tuhan”, yang pertama kali terlintas di pikiran ya wujud tangan manusia gitu (antropomorfik).
sama lah ketika kita berpikir tentang alien, yang terlintas pertama kalo ngga makhluk kurus pendek abu2 dengan mata besar, atau monster hitam berekor dengan cairan tubuh yang korosif. bahkan seliar apapun imajinasi kita tentang apa alien itu, bentuk kehidupan alien yang sebenarnya mungkin tidak mirip sama sekali (in case alien itu ada yah).
dan selanjutnya, ketika kita berpikir tentang agama alien (aku tau ini cuma contoh dari mu sora-kun, but anyway..) yang terllintas juga apakah mereka shalat ke masjid atau misa ke gereja kan?
nah, ini yg gw maksud masalah antropomorfik.
dan ya, Tuhan itu universal, kita nya aja yang masih terlalu bermasalah dengan keterbatasan-keterbatasan kita sendiri.
fiuh, posting pendek berujung diskusi ini memang melelahkan
bisa-bisa malah ngga akan berakhir ini. nyambungnya kemana2.
anyway, time for OOT lagi, hehe, blog lu masuk “Blog yang Tumbuh Cepat” lagi nih, memang blog seleb
Waha, jadi simpang-siur teori ya.

Kayaknya game Halo juga rada senada dengan teori Annunaki, tapi bedanya bukan agama yang disebarkan ya…
*kapan-kapan mau coba*
@ Xaliber
Lha, kata alien-nya di komen #38 banyakan pada atheis, tuh. Berarti pendapatnya Mas ini udah pasti™ salah. Aliennya sendiri yang ngomong, kok.
Eh, banyak mengkhayal itu salah satu ciri orang kreatif lho…
walaupun ada juga orang yang hobi ngayal karena gak punya hal lain buat dipikirin
:::::
@ Kopral Geddoe
Mungkin bukan begitu juga. Kalau kita memandangnya lebih positif, bisa saja memang Tuhan tak memandang perlu untuk memberitahu. Mungkin itu termasuk open possibilities yang tak dijelaskan dalam skriptur. Seperti halnya bahwa manusia akan mengarungi angkasa sebelum kiamat tiba…
Atau alien sebenarnya tidak ada, melainkan cuma wishful thinking manusia aja. That’s also possible.
:::::
@ danalingga
Kalo mereka lebih suka tinggal di planetnya sendiri?
:::::
@ nieznaniez
Salam kenal,
Hue? Jangan-jangan mbak ini aslinya alien, ya?
:::::
@ Polisi Alam Dewa Mentari Ratu Adil Satria Pinandhita Putra Bintang Pendekar Suci Tapak Buddha Supersakti
Ah, terima kasih. Senang rasanya mendengar informasi dari tangan pertama.
Terima kasih, tapi… ada bukti? (o_0)”\
Jadi inget X-Files…
Ah, so… masih nungguin 22 Desember 2012, ya.
BTW, apa Anda akan membagikan ilmu aerodinamika dan propulsi jet dari teknologi alien? Ini bisa jadi kesempatan alih teknologi buat manusia lho.
Lha, memangnya saya nulis apa?
Saya kan menuliskan fakta. Ini tulisan terpendek saya. Itu fakta lho…
Bukannya sok-sokan. Masa sih manusia hibrida alien, dengan nanochip di kepalanya, nggak bisa membedakan hal seperti itu?
:::::
@ Kopral Geddoe (lagi)
Hei, hei…
:::::
@ warnetubuntu
Udah saya jawab tuh diatas.
:::::
@ Xaliber (lagi)
Lho, iya ya? (o_0)”\
*baru tahu saya*
:::::
@ Kopral Geddoe (lagi-lagi)
Ah, teori itu juga muncul di season terakhir The X-Files lho.
:::::
@ cK
Iya, gw jadi kuatir. Kayaknya kok jadi mirip Roswell High, Animorphs, sama X-Files ya?
:::::
@ rifu
That wasn’t my point, oii… Itu kan contoh ekstrim yang rada mustahil, supaya bisa lebih menggambarkan apa yang gw maksud. >_>
Begini. Point is, hampir mustahil mereka memiliki pemahaman agama yang sama dengan kita. Lalu, seberapa validnya agama kita, dan ritualnya, yang diklaim umatnya sebagai “paling benar semesta alam”?
Itu masalahnya.
Nah, itu… ^^
Memang iya. Makanya cukup dengan satu baris itu aja buat isinya. Nggak pernah kan gw nulis post sependek ini sebelumnya?
Hus, hus…
:::::
@ Xaliber (lagi-lagi)
Nggak simpang-siur lah. Lha, itu udah dijawab langsung sama alien-nya.
*Haruhi Suzumiya mode on*
Ehm… Agama apa ya yang dianut alien?
*Menghubungi Dubes Alien*
Ah, salah sambung rupanya.
*Liat komen sang “Nabi”*
Saya ga perlu sayap. Saya udah cukup senang bisa menginjak tanah. Dan kalau mau pergi tinggal teleport.
*Ngeloyor pergi*
@ Kopral Geddoe
Janganlah kecewa begitu, itu kan baru kemungkinan…
:::::
@ p4ndu_454kura
Dubes alien? Lha, itu aliennya udah ada. Ngapain nelpon?
Pake rune hasil koleksi ya?
Jadi kayaknya sudah ada deus ex machina-nya ya untuk persoalan ini…
@ Xaliber
Maksudnya ’sang nabi’?
Yuk kita tanya, apa beliau memang bisa dianggap deus ex machina…
[UPDATE:]
Ah, lagipula udah banyak pendapat orang yang masuk ke sini. Mari kita pilih apa yang mau kita percaya dari yang udah ada.
Kalo belum ada yang sreg, ya, kita tunggu ide baru lagi. ^^
*cynical mode*
oke deh, gini Sou-kun, daripada capek mikirin apa agamanya alien, sementara kita sudah sadar dengan keterbatasan kita sendiri, mending mikirin yang lain. hanya menghabis kan waktu. lebih baik kita dengerin apa kata-kata dari orang yang lebih tau aja.
*well, not too cynical though*
hmm, kalau mau dirunut, mungkin diskusinya bisa sampe nyambung ke bentuk kehidupannya dulu lho. come to think of it, apakah spiritualitas hanya terbatas pada makhluk dengan kecerdasan tingkat tinggi? pertanyaan ini nyambungnya kesini, bila alien itu ada, tp ngga punya otak?
apakah, dengan sayang sekali, bila alien itu beneran ada tapi hanya setingkat mikroba, relevan untuk bertanya tentang agama nya? kenapa kita ga berpikir terlebih dahulu tentang spiritualitas dari monyet misalnya? atau kalau dengan argumen bahwa agama adalah produk budaya, apakah monyet berbudaya?
atau kembali ke topik, kalau alien itu ada, apakah alien itu akan memiliki budaya? atau ngga perlu kecerdasan untuk menerima wahyu? atau sebenarnya bentuk ibadah makhluk hidup itu tidak terbatas dengan ritual? bila Tuhan memang universal, pasti ada bentuk2 ibadah yang universal kan?
ah, malah tambah bingung…
*ngakak terguling-guling*
Benar, mari kita serahkan pada ahlinya. Sesungguhnya akal kita itu terbatas, tidak boleh kita mendewa-dewakannya™.
Coba baca komennya warnetubuntu yang di nomor #6.
Kemungkinan itu pasti ada. Cuma, apakah kemungkinan itu kita akan/mau coba untuk eksplorasi, itu yang penting. Gw sih menampung aja semua kemungkinan itu.
Wahahaha… Baginda Ratu di sini juga tho??
Sora, pancinganmu ternyata mengena berhasil menarik simpati Baginda Ratu… hehehe…
*serius*
Perkiraan saya Alien adalah juga manusia, manusia dari masa depan yg mengadakan perjalanan waktu kembali ke masa kini (entah utk alasan apa, sumber daya alam mungkin). Karena kwalitas udara masa ini kurang bagus maka mereka memakai masker/helm dan yg semacam itulah shg yg kelihatan hanya sepasang mata bundar dan kepala bulat plontos.
Hal ini (perjalanan menembus waktu) dimungkinkan krn belakangan adanya teori para astrofisikawan bhw cahaya dan gerakan adalah penyatuan ruang dan waktu yg melengkung hingga mencapai titik asal, dan bila ruang dilengkungkan cukup kuat maka waktu akan berhenti. Juga adanya teori astronomi modern bhw ruang fisik bisa dipelintir jadi cincin2 kosmik utk menghasilkan mulut ruang Hyper dan lubang hitam yg mengarah keluar dari alam 3 dimensi ini.
tapi.., ya itu tadi… masih teori krn utk pembuktian dibutuhkan kecepatan bbrp kali lipat cahaya.
*teringat film “Planet of the Apes” versi layar lebar”
utk Baginda Ratu…
semoga teoriku ini bisa menjadi wacana tambahan utk khayalan masa depan anda…
sayap? (jadi teringat sayap Ade, hihihi) bukannya teleport lebih simple??? Harusnya teknologi teleport sdh bisa diterapkan mengingat nanochip aja udah bisa ditanam di jidat Baginda…
whuakakakakka…
“Ulama mode”
Islam! Karena Islam adalah rahmatan lil alamin. he he he
@ CY
Ah, itu rasanya saya juga pernah nonton di film apaa, gitu.
BTW, betul, hampir semua teori warp dan perjalanan angkasa berhubungan dengan kecepatan di atas kecepatan cahaya. Karena sejauh ini mustahil untuk melampaui kecepatan cahaya, maka sejumlah teori tersebut masih harus menunggu untuk diuji kebenarannya. (o_0)”\
Itu, si Pandu (#49) udah bisa teleport, pake rune Suikoden.
:::::
@ Fortynine
Heh, heh…
@ Rifu
*ngungsi*
@ Sora
Ma malah mikir iseng, kalo misalnya Islam nih, ternyata waktu nabi naik Buraq itu ketemu makhluk2 di sana juga, dan nyebarin agama di sana,,
*ngarang sejati!!*
dan mungkin mereka lebih percaya sama mukjizat-mukjizat, siapa tau mereka bilang,,
“kita aja bisa, mungkin aja nabi juga bisa”
*ngarang lagi*
,,,,,,,,,
Udah ah, kebanyakan ngarang,,
kenapa ngungsi Ma?
@sora
*baca komen nomer enam*
hmm, maksudku gini lho, duh, gimana yah, agama kalo ngga tergantung dengan ritualnya, pasti ada satu “kebenaran sejati” yang semua entitas di dunia ini mengakuinya, bahkan dalam ketidak sadarannya (atau ketidak intelegensiaannya).
duh, bingung sendiri.. hmmm, konsep yang serupa mungkin adalah “ayat kauniyah”. tapi ngga tau juga sih
heheehhh…
klo soal alien sih, sebaiknya jangan ngomongin tentang agama…
kekekek…
@ Rizma
Ah, Rifu itu memang jahat. Udahlah mbak ma, jangan diambil hati omongannya itu…
*kabur secepat kilat*
:::::
@ rifu
Lha, kan itu yang gw omongin sama lo dari kemaren. Kemane aje lu…?
*coba baca lagi yang komen #32 sama #47, kalo nggak yang #14 sama #15*
:::::
@ Jabz
Lho, kenapa? Alien kan (mestinya) ciptaan Tuhan juga tho?
hei hei hei, omongan gw yang mana?
ah, ahaha, maap ni bang, spid riding nih aye, kelewat dikit nggapape kan?
*abis baca komen lagi* hooo… *manggut2*
alien kan ciptaan manusia…
@ Jabz
Tergantung bagaimana kita memandangnya, sih…
coba baca agama kaum elf di seri kedua eragon : eldest. disitu bagus baget bahasannya. intinya gak ada itu tuhan. mungkin alien itu kayak elf agamanya.
ni kutipannya. mungkin kayak gini kepercayaan alien. yang elf itu oromis
Nine days later, Eragon presented himself to Oromis and said, “Master, it struck me last night that neither you nor the hundreds of elven scrolls I’ve read have mentioned your religion. What do elves believe?”
A long sigh was Oromis’s first answer. Then: “We believe that the world behaves according to certain inviolable rules and that, by persistent effort, we can discover those rules and use them to predict events when circumstances repeat.”
Eragon blinked. That did not tell him what he wanted to know. “But who, or what, do you worship?”
“Nothing.”
“You worship the concept of nothing?”
“No, Eragon. We do not worship at all.”
The thought was so alien, it took Eragon several moments to grasp what Oromis meant. The villagers of Carvahall lacked a single overriding doctrine, but they did share a collection of superstitions and rituals, most of which concerned warding off bad luck. During the course of his training, it had dawned upon Eragon that many of the phenomena that the villagers attributed to supernatural sources were in fact natural processes, such as when he learned in his meditations that maggots hatched from fly eggs instead of spontaneously arising from the dirt, as he had thought before. Nor did it make sense for him to put out an offering of food to keep sprites from turning the milk sour when he knew that sour milk was actually caused by a proliferation of tiny organisms in the liquid. Still, Eragon remained convinced that otherworldly forces influenced the world in mysterious ways, a belief that his exposure to the dwarves’ religion had bolstered. He said, “Where do you think the world came from, then, if it wasn’t created by the gods?”
“Which gods, Eragon?”
“Your gods, the dwarf gods, our gods… someone must have created it.”
Oromis raised an eyebrow. “I would not necessarily agree with you. But be as that may, I cannot prove that gods donot exist. Nor can I prove that the world and everything in it was not created by an entity or entities in the distant past. But I can tell you that in the millennia we elves have studied nature, we have never witnessed an instance where the rules that govern the world have been broken. That is, we have never seen a miracle. Many events have defied our ability to explain, but we are convinced that we failed because we are still woefully ignorant about the universe and not because a deity altered the workings of nature.”
“A god wouldn’t have to alter nature to accomplish his will,” asserted Eragon. “He could do it within the system that already exists… He could use magic to affect events.”
Oromis smiled. “Very true. But ask yourself this, Eragon: If gods exist, have they been good custodians of Alagaësia? Death, sickness, poverty, tyranny, and countless other miseries stalk the land. If this is the handiwork of divine beings, then they are to be rebelled against and overthrown, not given obeisance, obedience, and reverence.”
“The dwarves believe—”
“Exactly! The dwarvesbelieve. When it comes to certain matters, they rely upon faith rather than reason. They have even been known to ignore proven facts that contradict their dogma.”
“Like what?” demanded Eragon.
“Dwarf priests use coral as proof that stone is alive and can grow, which also corroborates their story that Helzvog formed the race of dwarves out of granite. But we elves discovered that coral is actually an exoskeleton secreted by minuscule animals that live inside the coral. Any magician can sense the animals if he opens his mind. We explained this to the dwarves, but they refused to listen, saying that the life we felt resides in every kind of stone, although their priests are the only ones who are supposed to be able to detect the life in landlocked stones.”
For a long time, Eragon stared out the window, turning Oromis’s words over in his mind. “You don’t believe in an afterlife, then.”
“From what Glaedr said, you already knew that.”
“And you don’t put stock in gods.”
“We give credence only to that which we can prove exists. Since we cannot find evidence that gods, miracles, and other supernatural things are real, we do not trouble ourselves about them. If that were to change, if Helzvog were to reveal himself to us, then we would accept the new information and revise our position.”
“It seems a cold world without something… more.”
“On the contrary,” said Oromis, “it is a better world. A place where we are responsible for our own actions, where we can be kind to one another because we want to and because it is the right thing to do instead of being frightened into behaving by the threat of divine punishment. I won’t tell you what to believe, Eragon. It is far better to be taught to think critically and then be allowed to make your own decisions than to have someone else’s notions thrust upon you. You asked after our religion, and I have answered you true. Make of it what you will.”
Their discussion—coupled with his previous worries—left Eragon so disturbed that he had difficulty concentrating on his studies in the following days, even when Oromis began to show him how to sing to plants, which Eragon had been eager to learn.
Eragon recognized that his own experiences had already led him to adopt a more skeptical attitude; in principle, he agreed with much of what Oromis had said. The problem he struggled with, though, was that if the elves were right, it meant that nearly all the humans and dwarves were deluded, something Eragon found difficult to accept. That many people can’t be mistaken, he insisted to himself.
When he asked Saphira about it, she said, It matters little to me, Eragon. Dragons have never believed in higher powers. Why should we when deer and other prey consider usto be a higher power? He laughed at that. Only do not ignore reality in order to comfort yourself, for once you do, you make it easy for others to deceive you.
*baca tulisan atas*
@ isha
*baca*
*baca-baca*
Wah, makasih cuplikannya. Betul-betul memberikan pandangan baru buat saya.
(nggak pernah baca Eragon sebelumnya)
:::::
@ p4ndu_454kura
Dah selesai belum?
Agamanya Alien lah.
Ini pertanyaan anak teka, sangat-sangat ndak mutu
@ islaMModern
Hoo, pertanyaan gak mutu? Yakin?
Coba baca dan pelajari dulu semua komentar di atas Anda, baru lihat ke arah mana sebenarnya postingan ini menuju. Nanti juga terlihat kok bahwa pertanyaan ini sebenarnya ‘bermutu tinggi’.
alien punya agama???hahaha….!!!nggak tuch menurut saya!
karna menurut informasi yang saya dapat dari berbagai media,,alien itu kerjanya hanya tidur dan berpikir sambil menemukan hal-hal yang baru…itu juga tidur cuma satu jam per hari,,
makannya itu dunia mereka sering di katakan dunia yang sudah super elit yang di mana semua sudah serba terbuat dari aluminium..mereka juga lebih pintar dari orang terpintar yang berada di bumi
maka itu karna seringnya mereka yang slalu berpikir,,kepala mereka besar…
jadi mana ada sempat waktu mereka untuk mempunyai sebuah keyakinan,,apalagi beribadah dengan yang mereka yakini…
hehe…
^
Medianya seperti…?
Buletin teori konspirasi dan forum internet termasuk media juga, lho. Itu pun kebenarannya belum terjamin.
[...] missing link-nya teori evolusi, lonjakan kemampuan otak manusia yang diluar prediksi, serta komentar nyeleneh tentang tuhan yang merupakan Alien dari kawasan nun jauh di angkasa sana, serta pendapat yang lebih [...]
Kalo menurut saya sih Islam.
*sekali-sekali ngasih ayat di blog Sora*
^
Lha, iya. Soal “islam universal” / “agama universal” itu kan sudah disinggung di komen no. #14 dan #15. ^^;
Saya kira masbro paham, bahwa saya sedang mempertanyakan religionisme yang terlalu… *ahem* saklek dan antroposentris.
Hoho sudah dijawab toh. Yo wis.
saya bertanya kenapa mereka menyembunyikan diri