[satire mode = on]
Ha, ada keadaan gawat. Darurat. Betul-betul kacau, saudara-saudara.
Jadi, ceritanya, kampus saya yang berlokasi di Jalan Ganesa 10 mendadak tertutup. Tidak ada mahasiswa yang bisa masuk kampus. Bahkan, para mahasiswa yang sedianya melakukan ujian hari ini pun terpaksa digusur.
Saya sendiri baru tahu ketika menjejakkan kaki di gerbang kampus. Glek, apa yang terjadi? Gerbang dipenuhi polisi. Tentu saja para polisi ini bukannya hadir untuk mengatur lalu lintas di sekitar Tamansari-Ganesa, yang sering padat di hari libur — soalnya mereka sendiri kelihatannya hanya berjaga saja di depan kampus.
Jelas ini keadaan besar!! Satu peleton polisi!! Berjaga di depan kampus!!
Tunggu. Mungkin ada aktivis terorisme yang terjebak di dalam. Konon katanya, sterilisasi lingkungan kampus ini sudah berlangsung sejak pukul tujuh pagi; jadi mungkin saja si gembong teroris sudah lemas dan kelaparan. Harusnya para polisi itu bisa meringkus mereka hampir tanpa masalah, dan kampus bisa dibuka kembali sebentar lagi.
Oh, bisa juga ada senjata pemusnah massal! Jangan-jangan ada tuduhan makar dari penguasa — boleh jadi sekarang kampus kami dituduh mengembangkan senjata biologis. Wah, gawat ini….
Jadi, setelah menimbang berbagai kemungkinan buruk yang mungkin terjadi, saya membayangkan bahwa masa depan kampus kami sedang terancam:
Bayangkan, kampus kami ditutup!!
Riset bakal terbengkalai!!
Dosen bakal merana!!
Dan, yang paling parah: tiada lagi akses internet murah dari kampus!!! \(~o~)/
Wah, ini tidak bisa dibiarkan. Harus diluruskan, ini…
***
Maka, saya pun menghubungi seorang rekan via telepon. Kabar yang saya dapat lebih menyesakkan:
“Ujian jurusan gw digusur… kita harus ujian di luar ruangan nih. Gelaran tiker gitu…”“Serah terima jabatan Presiden KM nggak bisa berlangsung. Ditunda senin. Kuorum nggak bakal terpenuhi.”
“Acara bedah buku terpaksa dipindah ke Sabuga. Padahal pengumumannya udah jauh-jauh hari, mau dilaksanain di Campus Center.”
“Btw, lo tau kan siapa aja yang jadi pembicara bedah buku? Pak Amien sama Kang Jalal gitu lho. Digusur!
Glek, apa yang terjadi? Kampus ditutup, dan mahasiswa nggak boleh masuk. Ujian terpaksa di alam terbuka. Dan acara bedah buku yang direncanakan jauh-jauh hari pun dipindah lokasinya!! Padahal, kalau dilihat dari pembicaranya, masa sih acara kayak gitu nggak direstuin kampus??
Huah, ini pasti ada yang salah. Keadaan gawat!! Sampai KM, dosen, dan bahkan acara bedah buku sampai harus kalah.
Benarkah gawat? Ha, pertanyaan macam apa itu. Kalau acara2 seperti di atas sampai harus dikesampingkan, dan digantikan oleh satu peleton (atau kompi?) polisi yang berjaga di depan dan sekitar kampus, itu pasti keadaan gawat. Tambah lagi internet hotspot tidak bisa diakses!!!
Ini gawat!! Coba, peristiwa apa lagi yang bisa membuat kejadian di atas tidak terlihat gawat?
Apa?
Apa?
Apa?
Tidak ada kan?
Nah. Untungnya, post-effect dari peristiwa ini tidak sebegitu besarnya. Sekitar pukul 15.30, sepasukan polisi tersebut akhirnya pergi, dan kampus pun kembali terbuka untuk umum. Semua lega, dan saya senang — karena akhirnya dapat akses internet lagi buat bikin tulisan blog ini.
…
…
…
Tunggu sebentar. Apa sih yang bisa membuat kekacauan dan kesedihan begitu rupa bagi kami, para warga kampus yang baik hati, nrimo, dan berdemo pun dengan sopan memprotes kekacauan ini ?
Ini:

(Foto diambil oleh Rifu)
.
Oooh, Pak JK lagi berkunjung toh. Pantesan aja… kirain apa.
Saya kira tadinya ada pembunuh berantai atau teroris berkeliaran, ternyata keadaannya nggak separah itu. Fyuuuh…
*mengusap keringat*
Btw, kuliah umumnya Pak Wapres lebih penting toh — daripada UTS-nya anak jurusan mikrobiologi, serah-terima jabatan presiden KM, dan bedah buku yang menghadirkan dua tokoh nasional. Baru tahu saya… ^^;;
*manggut-manggut, tangan di dagu tanda berpikir*
.
~~~~~
Ps:
[satire mode = off]
Sekian, reportase pandangan mata dari Jalan Ganesa 10. Dari Bandung, Sora-kun melaporkan.
PERTAMAXXX!!!
walah…tak kirain ada apa toh…tau2nya kuliah umum oleh wapres.
eh…emang wapres masih kuliah?? wkakakakak…
JK kasih kuliah umum? Sepertinya JK tidak tahu ungkapan seorang
sora-kunpujangga yg ini:Being a good vice president doesn’t make you a good lecturer, SIR
Is JK a good vice president?
ooohh..pantes temen2 IF ku pada ga online…huhu.ternyata gara2 ga ada akses internet murah toh…
Beliau itu pedagang eh ekonom, tahu apa soal pendidikan dan urusan kampus? Maklum dong deh.
@ cK
Iya, tau tuh. Udah dateng nggak bilang-bilang, semua orang kaget, eeh taunya jadi dosen tamu…
Ajaib. (~_@)”\
Dia rindu sama suasana kampus, kali…
:::::
@ deKing
SSssstt… *sambil mengamati keadaan sekeliling*
Mungkin gini mas,
Huehehehe….
:::::
@ Fajri Hanny
Lah, kampus aja baru buka lagi jam setengah empat? Gimana mau online kalo rumahnya jauh?
Yang nginep di kampus sih ada, cuma kayaknya mereka beruntung — soalnya nggak disapu keluar sama protokolernya Pak Dosen ybs.
:::::
@ wadehel
Iya, beliau mana ngerti soal itu? Lha, tema yang disampaikan sama tindakannya aja beda jauh gitu lho…
“Penyelesaian Konflik Secara Damai di Indonesia”, disampaikan sambil bikin jengkel yang punya kampus.
Rasanya kok….?
Berarti JK itu tidak memberi manfaat bagi semua melainkan hanya bagi sebagian orang. Selayaknya seorang Wapres, seharusnya JK bisa menjadi manfaat buat semua, termasuk KM, mahasiwa yang ujian dan tokoh lain yang akan hadir dalam bedah buku.
Pemimpin nasional kok hanya bermanfaat buar sebagian orang. Aneh.
bettul sekali!!! saya juga kesal!!!!
sudah pasang semangat dari kosan bangun pagi di hari sabtu mau kuliah ternyata tidak bisa masuk!!!!!
asssik!!!!!eh, kessalll!!!!!!
akhirnya lgsg pulang trus nulis jg ttg beginian (hoho, kayaknya semua anak itb juga punya pikiran sama soal kasus ini ya……btw anak itb juga tnyt?) trus tidur….
yang aneh, melihat banyaknya anak2 yg bingung artinya acara ini eksklusif banget ya?ga ada pemberitahuan sebelumnya…
@ Kang Kombor
Betul… Makanya tadi anak-anak kampus pada nyanyi2 di jalan dari pagi. Saya kira ada apaan, ternyata…
Yang kasihan ada lagi, rekan saya yang bikin invitasi tenis meja. Udah ngundang2 para peserta selama berbulan-bulan, tahunya pas Hari-H kampus malah ditutup. Akhirnya jadi kerepotan deh tuh ngurusin kelanjutannya.
:::::
@ damarberlari
Halaaaahh….
Kalau saya jengkelnya gara2 mau internet murah; eh ditolak. Pas nanya ada apa, cuma dibilangin “pokoknya baru bisa masuknya sebentar lagi”.
Untung polisinya sambil senyum.
Iya. Kan udah ditulis di sidebar, “in an Institute of Technology”. Tapi emang jarang nyebut2 nama kampusnya sih.
Memang betul sih. Biasanya, kalau ada tokoh penting dateng, kan ada selebaran atau baliho gede di depan kampus. Tapi yang ini nggak ada tuh. Kenapa ya? (o_0)”\
pengamanan yang sedemikian ketat itu mencerminkan kalau wapres merasa punya banyak musuh! merasa ngga dekat lagi dengan rakyat nya…
dasar pemerintah gombal! huehue…
takut didemo kali ya ? emangnya penghuni Ganesha 10 suka demo-demo ?
tapi koq TOTAL ditutup ? apa nggak ada cara lain supaya sama-sama senang. pejabat-pejabat indonesia emang kadang gak bisa lihat situasi, dianggapnya mereka yang PALING penting
Bubu ..?
eh maaf .. salah ketik, keburu kepencet submit
:D:D
Jus
ufKallapaemang nyusahin deh ^_^;Oalah, nggak minta tanda tangan?
Begitulah klo orang “Gede” sedang jalan2 keluar dari sarangnnya (baca ; istana). Pasti banyak yang dirugikan
Masih ingat juga kan iring-iringan kendaraan Pak Presiden yang menyebabkan tabrakan beruntun di 2004 kemarin…
Tak lama kemudian, di Ganesha 10 keluar daftar menu baru:
Jus of Kallapa Muda: Rp. 5 jt
Bagi yang berminat silahkan hubingi nomor dibawah ini:
1122334455xxx
@ antobilang
Yang jelas, gara2 dia dateng, musuhnya dari kalangan kampus saya nambah banyak.
:::::
@ fertobhades
Lah, jangankan Ganesa 10… anak2 kampus biru, kampus kuning, dan Bulaksumur juga kayaknya bakal demo deh kalau Pak Wapres sowan ke kampus mereka.
*tanya kenapa…
*
Iya, ini yang jadi pokok permasalahannya. Sebetulnya, kalau mau, bisa aja JK ngadain kuliah umumnya di Sabuga (tinggal nyebrang jalan dikit dari kampus); atau di Gedung Sate. Anehnya, yang dipilih malah kampus yang notabene selalu penuh oleh mahasiswa…?
*bingung*
:::::
@ leeloos
Salam kenal,
Ah, nggak juga kok. Buktinya ada temen saya yang seneng tuh, gara2 kuliahnya dibatalin…
:::::
@ Mr. Geddoe
Hush, ngapain minta tanda tangan? Ogah amat saya memuja bapak yang menghambat saya dari koneksi internet
hampirgratis…:::::
@ p4ndu_454kura
Walaah, kamu™ tuh yaaa…. berani-beraninya mainin nama orang tua. Nggak sopan!! Soalnya kurang nyambung!!
(kalau nyambung sih nggak apa-apa…
)
-bercanda ding-
Kenapa? Saya Jusuf Kalla fanboy, nih?
Huahahahaha
@ Mr. Geddoe
*jingkat-jingkat*
*copy-paste dari blognya yang komen*
Eskatologi, eskatologiii….
*Kena skak mat*
Btw kok larinya ke eskatologi, ya?
@ Mr. Geddoe
Salah tulis… maksud saya ‘eskapologi’ (plesetan, escape-o-logy
), yaitu menghindar dari masalah utama yg lagi dibahas.
Btw, Mas kalo komen jangan dibawa2 OOT dong… jadi jauh nih dari bahasannya.
*clingak-clinguk*
*jingkat-jingkat lagi*
*copy-paste dari blognya yang komen, diedit dikit*
Huehehe….
*telat lagi*
Lho, jadi kuliah umumnya itu siapa yang ikut kalau mahasiswa ga boleh masuk kampus? trus temanya berat gitu…reportasenya tambah lagi, peserta kuliah umumnya ga dilaporkan siapa…
Kuliah umum yang ganjil, (eh ini semester genap padahal…) Gimana ya kalau saya itu salah satu peserta kuliah umum itu? Begitu selesai, keluar, mungkin dihujani tatapan kesal (dan pasti lebih dari itu) oleh anak2 kampus yang ga bisa masuk…
Ck ck ck…
*keluar dengan tetap bingung*
mungkin JK iri sama SBY yang dah dapet gelar doktor dari IPB… jadinya dia menjajaki kemungkinan untuk ambil gelar doktor dari ITB (ambil gelar loh… bukan kuliah…)
kenapa kok di ITB??? ya meneketehe…
Maaf deh, cuma mau meramaikan
Hehehe, btw kalau SBY yang datang mungkin tutup seminggu, ya
@sora9n
So, koreksi dikit, itu sebenernya UTS kuliah Biologi Umum, cuma karena gw belum ngambil, yah jadilah gw bersama2 anak 2006 ujian beralaskan tikar.
nah, berkaitan dengan alasan sterilisasi tersebut, seharusnya yang perlu ditakuti dari kawasan ganesha bukanlah demo mahasiswa (ehm, tergantung yang ikut demo berapa ya?), kerumunan massa penggemar JK atau bahkan teror bom! yang perlu ditakuti adalah serangan bom
taikoak dan ranjautaikuda!yah, sudahlah, ambil positifnya aja. kapan lagi bisa ujian beralaskan tikar, masih banyak anak2 indonesia di luar sana yang ruang kelasnya aja terancam roboh (eh, atau udah roboh ya?). kapan lagi ujian di alam terbuka, kalau ada soal susah tinggal mencari ilham dari kicauan burung dan sinar matahari pagi yang menelisik di antara rindangnya pohon. kapan lagi bisa merasakan jadi orang tertindas yang ga boleh masuk rumahnya sendiri? (eh, doanya orang tertindas mudah dikabulkan kan?) kapan lagi? kapan lagi? wah, kalo gitu sering2 aja pejabat dateng! *ups, ntar ada yang kehilangan akses internet*
btw, So, blogmu bener2 udah jadi blog seleb nih. di post sabtu sore setelah boleh masuk, senin pagi udah lebih dari 20 komen.
ja, wassalamu ‘alaikum
@ Luthfi
Hmm, Luthfi? Wah, terlambat lagi. Silakan berdiri di depan, kaki diangkat. Jangan lupa posisi tangan di kuping, ya.
:::::
@ jejakpena
Peserta kuliahnya boleh masuk, tapi pakai undangan khusus. Mahasiswa lain sebetulnya boleh masuk sih, cuma harus ngantri + nyerahin KTM di gerbang depan.
Lah, sama aja jadi tamu di rumah sendiri, itu mah…?
m_(o_0)_m
Iya, kayak mbaknya yang lagi ngomong.
- tindas teruuusss….
(bercanda) -
Awas mbak, ada tembok di depan. Ntar nabrak lho.
:::::
@ YaYaN
Mungkin beliau terpana sama nama besarnya… Institut Terkenal Bergengsi gitu lho.
Padahal isinya penindasan, euy…. (-_-)
:::::
@ Mr. Geddoe
Ya nggak papa sih; asal jangan kebanyakan. Jangan jadi “The Next Wak Abdul” aja….
-ups-
Hush, kamu™ tuh yaaa…. jangan doain yang jelek-jelek!!
Cukup satu JK… *halah*
:::::
@ Rifu
Waw! Tumben lo berkata bijak!!
Kayaknya lo perlu main ke blognya bapak ini deh kalau mau liat contoh blog “rame”… (walaupun yang punya nggak ngaku seleb). Kaget, kaget dah tuh ngeliat jumlah pengunjungnya…
Kepada
Sora-kunMahasiswa ITB yangtidakberbahagia…Kami ingin menyampaikan dua informasi penting:
Pertama:
Kami mohon maaf dengan adanya pemindahan kegiatan kuliah secara mendadak dan tanpa pemberitahuan. Semua itu kami lakukan demi keselamatan bangsa dan negara kita…bukankah keselamatan pemimpin negara juga berarti keselamatan negara juga?
Informasi yang kedua adalah:
Pada hari Rabu tanggal 11 April 2007 dengan sangat bangga dan bahagia, Ganesa 10 akan kami tutup lagi berhubung adanya kunjungan dari deKing.
Being a bad blogger doesn’t make deKing a bad lecturer kan? hehehe
Wah, mas, eh, pak, eh, mas deKing bakal jadi dosen tamu di ITB?
Er, waktu itu pernah ada Presiden India dateng ke NTU, smua murid adem ayem, ga ada ribut2 apalagi pembatalan macem2 acara.
Ada lagi pernah Lee Hsien Long dateng, lebih damai lagi, malah aku baru sadar 2-3 hari kemudian XD. (saking kurang signifikannya)
Pas ada Menteri dateng malah lecturenya ga ada yg dateng, (bahkan saya pun dipaksa2 dateng buat menuh2in kursi).
JK emang bombastis! *satire mode =on* =p
@ Sora9n
Iya, kayak mbaknya yang lagi ngomong.
Soraaaaa!!! Apa maksudmu??!!
*tatapan menyelidik*
- tindas teruuusss…. (bercanda)
Oh becanda toh? Syukurlah…tapiiii tetap saja, gaya penindas itu…mengerikan…!!
*Mbalas*
@ deKing
Waaa…cepat sekali menularnya. Lho, maunya jangan dikasi tahu dulu dong Mas, kan Bahaya…
hmm… hayoo kapan-kapan buat kuliah umum di blogosphere, yang ngisi mas deKing.
Eh, ingat Rabu, 11 April, hati-hati Sora, internet gratis bisa terancam lagi tuh…
@ deKing
Heh?
Hum….
Ho…
Guru kok ngaku-ngaku dosen? Sana kerjain paper! Tugas masih ada kan?
Btw, mau ngasih kuliah umum “mempelajari huruf Jawa” ya Mas?
:::::
@ Rifu
Mustahil….
Kalaupun iya, palingan isinya kayak yang gw sebutin di atas.
:::::
@ Apret
Hmm, jadi inget kata-kata ini:
Kalo sampai disuruh menuh2in kursi, artinya apa yaaa?
Waduh… betul-betul tamu yang baik rupanya lo ini.
Udah numpang kuliah, kabur ke Eropa…. eh, pas yang punya negara dateng lo malah ketinggalan berita.
Untung aja lo nggak lagi mewakili NKRI, ya.
@ jejakpena
Nggak tau. Seneng aja ngeledek si mbak ini.
Halaaah… paling kuliah tentang huruf Jawa. Nggak dateng ah.
Btw, internet kampus udah dua hari ini lambat. Kenapa ya?
Bukan kuliah tentang itu Mas, tapi mau kuliah
tentang kepemimpinan hehehe…
Halah..dosen juga guru kan? Hanya namanya saja yang terkesan keren hehehe…
Maaf Pak dosen…maaf Bu dosen…
hm?
dateng beneran ya pak DeKing?
kuliah umum di mana? acara apa? dan yang paling penting, jam berapa?
biar saya ga usah cape2 bangun pagi2 lagi cuma buat liat polisi di gerbang ganesha…..
JK cari S1 di Ganesha kali, buat syarat pilihan tahun depan
@sora
kmu itu kuliah di ITB apa di IPDN sih??? emang di ITB ada penindasan ya? jangan-jangan ITB = Institut Tertindas Bandung hehehe
@ damarberlari
Udah pasti nggak, lah. Lha, sekarang aja saya masuk kampus dengan santai kok.
:::::
@ peyek
Salam kenal,
Mungkin juga ya?
~hari gini wapres ngejar S1?~
:::::
@ YaYaN
Penindasan itu ada di mana-mana. Tugas kita sebagai mahasiswa untuk menentangnya, Mas!! *halah nggak penting
*
Yah, itu namanya Institut Tugas Bertumpuk. Senin praktikum, rabu laporan. Selasa PR, rabu kuis, dll… Jadi deh mahasiswa tertindas dan kekurangan waktu untuk aktivitas non-akademik. *bleh*
Malah pernah tuh pas saya semester 3, satu minggu ada dua UTS dan tiga kuis. Saya malah lupa PR-nya ada berapa. :glek:
@ Sora9n
Mahasiswa memang aneh, tidak dibebani tugas, laporan, kuliah nyantai, nganggap dosen tidak serius, pas tugas numpuk malah merasa menderita. Bukankah itu salah satu konsekuensi jadi mahasiwa? *halaah*
Eh, Sora nge-list “penderitaan” itu ke Mas Yayan? gak ada maksud lain kan?
@ jejakpena
*clingak-clinguk*
*bongkar2 komen lama*
Halaaah, mahasiswa yang fisikanya dipertanyakan tahu apa soal kuliah? Diem aja deh…
*ehem*
“Ukhti, kalau tidak ada ilmunya, tak usahlah bicara… sesungguhnya diam adalah hikmah™ .
#Sora9n
Gerrammmm!!!
Apalagi Trade-Mark gitu!! Sesama mahasiswa yang Fisikanya dipertanyakan, dilarang lanjut saling meledek,
…..
Tapi sudah saja, kasus ditutup, nanti tambah OOT, ga enak jadinya…
PS :komen yang di atas itu dihapus aja Sora ya, ga tau tuh kok ilang isinya
Si JK itu kan ndak punya gelar akademis apa pun kayaknya.
maka biarkanlah dia terkagum2 masuk kampus. kalo perlu, oknum2 yang disinyalir bakal mengganggu proses kekagumannya nyingkir dulu deh
@ jejakpena
Ukhti, ilmu tetaplah ilmu sekalipun dari sesama mahasiswa yang fisikanya dipertanyakan. Jangan mendewa-dewakan akal & pendapat sendiri…
…sesungguhnya, diam adalah hikmah™.
:::::
@ joesatch
Kalau kubilang, dia nggak mau terlihat rendah diri di hadapan mahasiswa — yang katanya pada rajin, doyan berdiskusi, dan bertampang akademisi.
Alhasil, demi terjaganya citra diri beliau, dilaranglah para mahasiswa tsb untuk masuk kampus…
[...] pengamanan seorang objek vital negara lah. Ssstt… dua tahun kemarin sewaktu dia datang ke ganesha 10 ini di demo lho atas kebijakan menaikkan BBM, sekarang nggak tahu apa didemo [...]