[satire mode = on]
Dengan hormat,
Saya baru saja mendengar kabar bahwa Bapak dan Ibu di Senayan sedang sibuk mengusahakan keberadaan komputer jinjing (laptop) baru untuk setiap anggota dewan. Bahkan rencana ini didukung oleh seorang dari Bapak dan Ibu dengan semangat, walaupun memang banyak dari Bapak dan Ibu yang tidak menyetujui hal itu.
Bukan main kagetnya saya mendengar kabar bahwa Bapak dan Ibu (mendadak) jadi begitu tertarik pada dunia IT, sehingga berkeinginan untuk memiliki laptop baru — tetapi, sekarang saya sudah sedikit bisa menguasai diri, sehingga saat ini saya menulis surat ini dengan menggunakan laptop saya.
Tapi, kita langsung saja ke pokok bahasan; saya yakin Bapak dan Ibu pasti tidak suka pembicaraan yang bertele-tele. Maka izinkanlah saya menyampaikan inti dari surat saya ini.
Secara jujur, saya ingin menyampaikan bahwa Bapak dan Ibu SEBAIKNYA tidak mendapat laptop baru, sebagaimana halnya yang dinyatakan oleh para aktivis LSM, mahasiswa, dan bahkan sebagian dari Bapak dan Ibu sendiri. Mengapa? Karena ada alasan-alasan berikut ini.
:::::
1) Penyebaran Video Porno Akan Meningkat!
Anda sekalian tentu masih ingat pada aksi ujung tombak DPR di dunia akting, yang, sayangnya, saya lupa namanya. Kalau Anda mau tahu, sebetulnya video gulat amatir yang porno itu sangat terkenal di internet! Tentu saja ini tidak lepas dari peran YouTube yang bertindak sebagai host video tersebut. Tapi, tetap saja ini mencoreng citra Bapak dan Ibu sekalian di Senayan.
Coba bayangkan! Video tersebut sudah masuk internet! Padahal, saya cukup yakin HP yang dipakai untuk merekam adegan tersebut menggunakan koneksi GPRS — yang MUSTAHIL dipakai untuk meng-upload video ke internet. Sekarang, coba bayangkan jika ada laptop yang dilengkapi wireless-fidelity (WiFi) adapter, yang koneksinya bisa dibilang andal. Bakal terjadi ledakan aksi uploading video gulat amatir dari Senayan.
Segala macam video porno bisa berhamburan dari laptop Bapak dan Ibu!! Bapak dan Ibu harus ingat, bahwa hacker sekarang makin ahli — laptop Bapak dan Ibu bisa dibajak hanya dengan modal antena kaleng susu! Oleh karena itu, saya SANGAT menentang penggunaan laptop oleh Bapak dan Ibu di Senayan. Bahkan dengan HP saja Bapak dan Ibu tidak tahan untuk tidak menyimpannya; apalagi dengan laptop yang kapasitas memorinya puluhan kali HP!! Saya percaya Bapak dan Ibu orang baik, tapi bukan tidak mungkin Anda tergoda untuk menyimpan video amatir Anda di laptop.
Dan, jika itu terjadi, para hacker amatir boleh jadi akan bersiaga: mereka akan nongkrong di sekitar kediaman dan kantor Bapak/Ibu, dan mulai menyadap jaringan wireless!! Hanya dengan antena murahan, segala video gulat Anda bisa terbang ke Internet!! INI JELAS AKAN MERUGIKAN CITRA INDONESIA NANTINYA!!!
2) Bakal Muncul Ladang Korupsi Baru!
Ketika Bapak dan Ibu sibuk mengadakan tender untuk mengadakan laptop, ada satu pihak lagi yang tersenyum culas. Pihak itu adalah penyedia koneksi wireless.
Ya! Provider koneksi wireless takkan tinggal diam melihat seisi Senayan penuh laptop baru, yang semuanya men-support koneksi nirkabel 802.11a/b/g. Pasti mereka tergiur!!
Lima ratus lima puluh laptop baru, dan semua menanti uluran koneksi Internet wireless!! Ini bisa jadi ladang kongkalikong tender wireless!! Jangan sampai ini terjadi. Saya tidak yakin Bapak dan Ibu sepenuh hati mencintai Indonesia dan rakyatnya, tapi saya yakin Bapak dan Ibu membenci segala macam tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme. Jadi, sebelum semuanya terlambat, kita harus menutup peluang korupsi ini. Oleh karena itu, sebaiknya Anda jangan minta laptop baru!! Itu hanya akan membuka peluang korupsi di Senayan!!
3) Sekretaris Bakal Menganggur!
Khas orang sibuk, Bapak dan Ibu pasti punya sekretaris pribadi. Sekarang, coba bayangkan apa jadinya jika Bapak dan Ibu punya laptop sendiri. Sekretaris itu pasti menganggur kecewa, karena semua tugasnya bisa ditangani oleh laptop yang akan jadi milik Bapak dan Ibu. Surat bisa diketik sendiri, organizer bisa diinstall, dan jadwal bisa diatur dengan laptop!! Bahkan hasil rapat pun bisa dibuat softcopy-nya dengan program speech-to-text, tanpa perlu melibatkan notulen. Semua itu hanya akan mengakibatkan sekretaris dan notulen menganggur!!
Jadi, sekali lagi, saya katakan: Jangan terima laptop baru itu. Anda sedang membunuh masa depan pegawai Anda sendiri!
4) Kehidupan Pribadi Anda bisa Terbongkar!
Anda mungkin hobi mengunjungi situs XXX. Atau suka chatting di channel mesum. Atau mungkin suka men-download berbagai macam film, anime, dan dorama — yang, bila ketahuan melakukannya, Anda bisa didakwa menggunakan properti negara untuk kesenangan pribadi.
Nah, sekarang pikirkan akibatnya jika laptop Anda dicuri orang. Matilah Anda: segala macam history dan saved pages Anda terbuka di hadapan si maling. Si maling akan tahu bahwa Bapak X atau Ibu Y yang terhormat suka berkunjung ke situs laknat!! Anda tentu tak ingin ini terjadi, bukan?
Yang lebih parah terjadi jika Anda memilih setting “remember me in this computer” pada browser Anda. Si maling bisa masuk akun Friendster Anda, dan mengubah-ubah isinya sedemikian hingga Anda merasa sangat malu — dan berpikir sebaiknya Anda tidak usah lahir saja ke dunia ini. Contoh yang bagus tentang ini ada di sini. Saya yakin Anda tak berharap hal macam itu menimpa Anda.
Untuk keempat kalinya, saya ingatkan Anda: Jangan terima laptop itu!! Kebusukan Anda akan terungkap dengan mudah!!
5) Anda akan dicap Pemboros!
Kalau Anda mau tahu, harga laptop Rp. 21 juta itu terlalu mahal. Jika Anda bersedia menerima laptop seharga Rp. 21 juta untuk menemani Anda di kantor, maka Anda kena tipu. Anda tak perlu laptop semahal itu untuk membunuh waktu di kala sidang!!
Percayalah, dengan laptop seharga Rp. 10-15 juta saja Anda bisa bersenang-senang dengan puas, selama sidang pleno yang membosankan itu. Anda bisa tersambung ke internet, menginstall game yang menarik, dan mendengarkan lagu dengan earphone untuk mengalahkan suara datar si pemimpin sidang di depan sana. Malah, ada kelebihannya jika Anda memilih laptop berharga murah: Jika terjadi baku hantam di gedung DPR (seperti entah tahun berapa itu, saya lupa), maka bisa Anda gunakan laptop itu untuk membungkam penyerang Anda. Cukup dengan satu gebrakan di kepala orang itu, dan Anda sudah memenangkan pertarungan dalam sekejap.
Rusak? Ah, harganya kan murah. Sepuluh sampai limabelas juta rupiah itu seper-berapanya gaji Anda sih? Yang jelas, Anda bakal ketempuhan dua kali lipatnya, jika laptop seharga Rp. 21 juta itu yang Anda pakai untuk menggetok kepala ’sohib’ Anda di Senayan sana.
6) Masyarakat akan Mengutuki Anda
Sekarang, coba bayangkan dengan seksama kelima kemungkinan yang telah saya jabarkan sebelumnya. Bagaimana reaksi masyarakat jika satu saja dari kelima kemungkinan di atas terjadi?
Sudah dapat dibayangkan dari sekarang. Masyarakat akan kecewa karena laptop Rp. 21 juta itu memicu korupsi dan membeberkan borok anggota Dewan ke berbagai tempat. Percayalah, mereka sangat mencintai Anda di Senayan — buktinya, mereka marah-marah jika Anda berbuat salah. Dan, kalau mereka melihat laptop-21-juta Anda ternyata berakhir mengecewakan… mereka akan menjadi gelap mata dan berkata:
“Harusnya laptopnya buat gua aja!! Sia-sia tuh anggota DPR dapet laptop. Udah bikin aib, gaptek lagi!!”
Ya. Anda akan dianggap gaptek karena tidak menyadari adanya ancaman hacking bermodal antena kaleng susu; karena mengabaikan bahayanya membiarkan authenticated session di laptop Anda yang sekarang berpindah tangan; karena Anda memanfaatkan benda berteknologi tinggi itu layaknya batu bata di kala tawuran. Dan masyarakat akan marah, menggeram, dan membenci Anda — Anda akan diseret ke pengadilan jalanan dan laptop Anda akan dilucuti dari Anda, karena Anda sendiri tidak becus mengurus “harta” tersebut.
***
Bapak-bapak dan Ibu-ibu anggota Dewan yang terhormat,
Resiko yang ada terlalu besar untuk Anda tanggung, jika Anda jadi menerima laptop seharga Rp. 21 juta itu. Oleh karena itu, saya rasa Anda dapat mengerti, bahwa apa yang saya sampaikan di atas itu adalah untuk kebaikan Anda juga:
JANGAN TERIMA LAPTOP ITU!!! Demi Tuhan, JANGAN TERIMA laptop ITU!!! Apapun yang terjadi, JANGAN!!!
.
[UPDATE]:
Syukurlah, akhirnya saya mendapat kabar yang menggembirakan itu. Akhirnya Bapak dan Ibu tidak jadi mengajukan permintaan akan laptop tersebut.
Saya ucapkan terima kasih atas perhatian Bapak dan Ibu terhadap masukan dari surat saya ini, sekalipun mungkin bukan itu yang melandasi keputusan akhirnya. Sekarang, Anda sekalian telah terhindar dari keenam resiko yang berbahaya itu!! Terima kasih, dan salam sejahtera untuk Bapak dan Ibu sekalian.
.
~~~~~
Ps:
[satire mode = off]
Wakakakaka….
PuWaass…? PuwWaasss….?
*gaya Tukul*
menurut kabar burung, lawan gulat amatir itu rutin dipasok ke sana.
Heuh.. wakil-wakil kita ko kualitasya ga berubah gt. 21 jt man, gw bisa beli laptop paling canggih sejagat. Bwt apa.. mereka beli laptop secanggih ituh kalo cuma bwt ngetik. Emangnya rame2 mau bikin video editing. kudu istigfar..
Hlaaah… Mas Sora, enak, ‘kan, menulis satir?
Wakil rakyat bermental bejad pasti kepalanya akan mengeluarkan uap kalau membacanya.
Wakil rakyat bermental standar akan tersenyum kecut.
Wakil rakyat bermental bagus akan semakin semangat menyerukan kampanye menolak!
Huahahaha! Pahala, mas! Hidup tulisan satir!
kok yang ini :
ndak dimasukin?
padahal ini yang paling logis untuk terjadi di gedung laknat itu…
@Mr.Geddoe
yah lagi booming nih tulisan satire!!!
huakakak…
ASTAGFIRULLAH
MASYA ALLAH
&^^&%^$%%#$&^*^* (selanjutnya disensor, ga baek)
Itulah mengapa gw jarang baca koran dan baca berita, bikin jantungan, lemes dan sakit hati T_T *ngeles(kalo males ya males aja)*.Koq ngeliat kualitas anggota dewan yg begini gw serasa jadi orang paling pinter sedunia, hauhauaha.
Mari kita luncurkan prototype nuklir iran ke Senayan *duerrr*
anngota dewan yg terhormat itu mau nyaingi sampean lho… mau ikut2 bikin lukisan digital juga.
Tapi kalau mereka dikasih laptop kemudian rajin ngeblog sebenarnya bagus juga yah, kita bisa berkomunikasi dengan mereka itu. mahal yah gak papa toh wong dia yang punya negara, rakyat miskin mah ketahuan pas kampanye, kalau sudah di gedung itu, rakyat sudah kelihatan pada makmur kok.
DPR…. shameless.. *sigh*
@ Biho
Salam kenal,
Hah? Waduh, gile… Betulan tuh? Dan Severn diundang nggak? Bagus banget tuh kalau iya; dunia gulat kita bisa tambah maju lho.
Mungkin kita bisa berharap satu medali di Asian Games mulai sekarang.
*pura2 bego
*
:::::
@ Heri Heryadi
Iya, kisaran harga notebook paling top memang segitu. Sony Vaio kalau nggak salah dulu dibandrol 25 juta-an; mungkin sekarang udah turun jadi sekitar itu. Dan itu termasuk laptop yang dianggap kelas wahid lho….
Makanya, ketepatgunaan laptop macam itulah yang dipertanyakan. Tuh, kan sudah saya tuliskan di nomor (5), tentang laptop yang “lebih murah”.
:::::
@ Mr. Geddoe
Hehehe… bukannya enak nggak enak sih…
Kalau marah, itu udah biasa. Semua orang juga udah — dari mahasiswa, LSM, dll. Cuek? Itu juga biasa. Banyak orang yang bilang, “alah, DPR lagi… bodo ah….”
Tapi, mengajak orang tertawa sambil garuk-garuk kepala, itu baru spesial
. Saya sih cuma sebisa mungkin menyalurkan energi positif; daripada bikin pembaca ikut2an misuh, mendingan saya kasih aja “makanan ringan” model gini. Ya tho?
Memangnya suhu kulit kepala bisa sampai 100 derajat C yah?
Hehehe… inget nggak sama quote ini:
Makanya, yang merasa tersindir harus bijak.
:::::
@ antobilang
Udah kok. Tuh ada, di nomor (5). Ada kan yang bagian “jika terjadi baku hantam”.
Daripada marah-marah kan mendingan gini… paling nggak ada yang bisa ketawa. Tuh, kayak Mas Geddoe.
:::::
@ Apret
Katanya, kalau rasa malas sudah hinggap, kegiatan apapun jadi bikin lemes dan sakit hati, loh.
Paling nggak mereka pernah lulus kuliah (seengaknya, ngakunya sih gitu
). Jangan samakan lah, sama kita yang mahasiswa biasa & nilai “biasa”…
…walaupun gw yakin, kalau mereka disuruh UTS lagi, rata2 nilai mereka nggak akan jauh lebih bagus daripada kita.
Jangan, kasihan kan…
…kasihan P900 itu, iPod-iPod itu, communicator itu, dan (mungkin) Sony Vaio di sana. Kalau mereka semua tewas gimana!!?? Lo nggak berperasaan banget sih jadi orang!?
:::::
@ helgeduelbek
Hihihi, iya juga kali ya. Tapi komputer saya harganya cuma sepertiga (calon) laptop mereka lho?
Idealnya memang begitu. Cuma, dari 550 orang, ada berapa yang cukup mengerti internet, dan berani bikin blog? Mungkin harus dibikin aturan tambahan kali yah,
Menandakan semangat untuk berkomunikasi tuh, terutama dengan komunitas blogger/netter.
:::::
@ grandiosa12
Iya… betul Pak…
*nggak bisa menemukan kata lain yang lebih tepat*
ironis ya…di satu sisi ada masyarakat yang sudah makan nasi bekas trus dimasak lagi, yang kembali makan ubi itu bukan satu-dua orang melainkan sekampung…kesengsaraan dimana-mana… ini malah pengen laptop, yang pasti apapun alasannya mereka-mereka itu dah ilang rasa empatinya bagi masyarakat kecil yang tertindas… sial banget ya kita idup di negara ini saat ini….
@ dediependi
Salam kenal,
Sebetulnya laptopnya sih nggak masalah, asalkan memang bermanfaat besar. Tapi, kan manfaatnya nggak kelihatan sebesar itu…
…dan waktunya juga salah lagi. Negara lagi sering dilanda bencana dan kecelakaan, tapi malah mengusahakan barang yang (bagi banyak orang) terasa “mewah”.
Ya enggak lah Mas. Kalau kita hidup pas masa kekacauan PKI 1965, pasti kita juga bakal ngomong gitu, Kita juga kan banyak yang ngomong gitu pas Mei 1998.
Semua zaman punya ‘kesialan’-nya sendiri-sendiri kok.
buat mereka, seharusnya yg 4 jutaan juga udah cukup. toh nggak pada mainan maya atau 3dsmax. syukur2 kalo bisa make ms-office (yang ms-access), kekekekekeke…
@Apret
“Koq ngeliat kualitas anggota dewan yg begini gw serasa jadi orang paling pinter sedunia, hauhauaha.”
Kita sekarang berdoa aja supaya generasi berikutnya lebih baik.
“Mari kita luncurkan prototype nuklir iran ke Senayan *duerrr*”
Ayo, aku juga ikutan.
[Tring… mengaktifkan spell “Crimson Sky” dari Dawn Rune ke gedung DPR. ***Blaaarrr…. grudug grudug grudug grudug… 1500 damage.*** >:-D
@ joesatch
Kata KRMT-RS, harganya cocoknya sekitar 8 juta tuh…
(baca di sini)
Btw Joe, nggak boleh buruk sangka gitu dong. Mungkin aja mereka mau belajar 3D-modelling sambil kerja; makanya butuh laptop bagus. Niat mencari ilmu gitu kan baik?
:::::
@ p4ndu_454kura
Oooii, kok jadi hancur-hancuran gini...?
Hentikan, hentikaaan!!! Kasihan mereka!! Kasihan P900 yang bertebaran di atas meja ituuu...!!!!
[summon Carbunkle untuk menangkis magic]
[Lah, beda aliran... yang ini malah FF.
]
Oke, biar ku-heal lagi.
[Tring… mengaktifkan spell “Light of Day” dari Dawn Rune ke gedung DPR dan seisinya. *Whooshhh… Gedung DPR + orang kembali seperti semula*
@ p4ndu_454kura:
Wah sugoi masi inget semua spell nya, mantab :p
@ all :
Tapi apalah daya, kita cuman rakyat, cuman mahasiswa biasa dengen nilai pas2an (T_T), mao ngomong apa juga gak bakal didengerin. Masalah ginian kan udah banyak dari dulu (contohnya DPR jalan jalan ke Mesir). Diprotes kanan kiri tapi tetep jalan.Yang tersisa hanya ratapan, caci maki dan sakit hati *alah dangdut*.
Makanya demi kesehatan mental kita bersama, jauhkan koran, berita televisi dan majalah2 “pinter” (Tempo, etc) dari anda2 semua, dalam radius 500m. Dijamin secara psikologis anda akan menjadi lebih sehat.
Contohnya seperti saya, kalo Sora-kun gak nulis kan saya nggak tau ada berita kyk gini, hihi.Jangan lupa, jauhkan blog2 “pinter” juga, yg kritis, up to date dan analitis, ganti dengan blog seputar game, anime dan dorama.Yes!
*kabur*
emang laptop yang mo dikasi merknya apa, ampe semahal itu? sony vaio ya? gue juga mau kalo jadi DPR dikasi lap-top *langsung coba ngelamar jadi DPR*
btw..jangan2 ntar malah ada acara 6 mata, 8 mata, 10 mata yang isinya anggota2 DPR, terus mereka semua beramai-ramai bilang “kembali ke LAP TOP!!!”
wong ndeso!
*Pakai spell-nya Viki, laptop yang dibeli hilang semua*
Huahahaha
Kasihan perusahaan yang mo ikutan open tender pengadaan laptop, pada gigit jari semua!!!
belum lagi si Tukul yang akhirnya tersenyum lebar, karena yang bisa ngomong kembali ke Laptop tetap cuman dia seorang….
menurutku sih, sebenernya agung laksono itu ngefans berat sama tukul, dan saking seringnya (tiap malem) dia nonton tukul, dia lama-lama geregetan, secara status pekerjaannya lebih tinggi dari tukul (ketua DPR RI gitu loh), masa dia ga punya laptop sih… akhirnya dia berinisiatif buat beli laptop… biar ga ada yang nyaingin lagi… dia mintanya yang 21 jutaan… nggak yang murah kaya acer punya… meski sebenernya sih bisa jadi laptop yang dibeli itu seharga acer… cuma karena ada warisan orde baru yang mengharuskan adanya proses tender dalam pengadaan barang atau inventaris, jadinya harganya bukan lagi harga acer di pasaran… tapi harga rekanan… (gitu…)
tapi kemaren pas liat liputan 6 tengah malam… katanya proyek laptop 21 juta dibatalkan ya…
btw knapa DPR ga ada inisiatif beli green laptop aja ya??? yg satu jutaan itu loh
@ p4ndu_454kura | Apret | Mr. Geddoe
Kok jadi gini…?
Woi, dilarang gaya2an Suikoden di sini!
~soalnya yang punya blog ini (mantan) gamer FF
~
:::::
@ Apret
Eh, katanya rencana ini udah batal lho. Nih, sini dan sini.
Apa gara2 mereka baca tulisan ini ya? Baguslah kalau mereka sadar akan berbagai ‘bahaya’ yang gw ungkapkan.
Bikin dorama yuk,
Wakakakaka….
:::::
@ cK
Judul acaranya “Seribu Seratus Mata” Mbak… soalnya anggota DPR jumlahnya 550 orang.
:::::
@ Ken Reidy
Betul, bener banget. Coba, ada berapa produsen laptop yang punya product line berharga 20-an juta?
Kedua, laptop apa yang identik dengan harga 20 juta?
Hehehe, dari situ aja udah keliatan mau ke arah mana cita-citanya. Kalau menurut saya, Ac*r dan Re*ion nggak bakal dihitung ikut tender sama mereka…
Yuk, kita usulkan Tukul ke Senayan tahun depan… (2009 maksudnya)
:::::
@ YaYaN
Tapi dia kan lebih ganteng dan bermartabat daripada Tukul; buktinya bisa jadi orang tertinggi di Bina Graha.
Eh, atau dia merasa sebaliknya ya?
Acer itu enak kok dipakainya, walaupun murah — Kecuali kadang masalah driver bawaannya sih. Buktinya saya coba pakai linux normal2 aja tuh.
Mungkin mereka punya standar untuk selalu pakai barang mahal, termasuk dalam hal laptop dan OS.
Iya, udah batal. Beritanya udah saya link tuh di awal komentar ini, pas bales komentarnya Mbak Apret.
Maksudnya yang “One Laptop per Child” itu bukan? Kalau nggak salah, itu cuma buat kepentingan pendidikan aja; jadi nggak bisa buat pemerintahan atau kantor.
Btw, mungkin bisa juga proyek yang “One Laptop per Child” itu dicobain. Buat pendidikan kan?
eh, tapi kalo ada versi komersialnya, dengan harga yang.. yah, maksimal 2jutaan lah, boleh juga tuh. dengan kemampuan wifi dan batrei tarik/engkol ~ ngenet almost anywhere tanpa perlu colokan dan khawatir dengan sisa batrei.
tapi kapan yah? di indonesia aja untuk pendidikan ga ada. kalah dari thailand dan nigeria. atau kita bikin inisiatif aja? kumpul2, mensinergiskan ide terus kirim proposal ke pak Negroponte?
maaf malah ngomongin OLPC nya..
wassalamu ‘alaikum
@ Rifu
Jaka Sembung makan tofu…
…kurang nyambung, Fu.
Btw, emangnya para penghuni Senayan mau nerima laptop 2 juta? Mereka kayaknya (merasa) kelas mereka lebih tinggi deh, daripada mahasiswa kere pengguna Ac*r, Re*ion, dan N*C — padahal harga ketiga jenis laptop itu nggak semurah itunya amat.
Tetapi saya merasakan kelucuan seperti biasa atas alasan pembatalan rencana tersebut.
Di berita yg saya baca, DPR membatalkan rencana laptop tersebut karena ada pro-kontra yg sangat kuat sesama anggota DPR WALAUPUN mereka merasakan reaksi keras dr masyarakat juga.
Dr berita tsb saya merasakan kalo pembatalan rencana tersebut lebih karena alasan internal yg sangat konyol…dan EGOIS
Bagaimana seandainya semua anggota DPR setuju rencana itu, bukan tdk mungkin rncana itu tetap dijalankan gak peduli rakyat menangis darah
Buat anda anda sekalian penggemar laptop (A)was(CE)pat(R)usak.
Saya tegaskan sekali lagi, jauhilah merek ini sekarang juga. Service center mereka emang bagus banget, tapi ini service center keliatan bagus karna kualitas barangnya yg emang jelek -_-*. (kalo di pelajaran Product Pricing Management, prinsipnya “Tutupilah kualitas barang yg jelek dengan service center yg bagus niscaya produk itu akan terkenal bagus dimana2″)
Saya selama dua setengah taun pake AwasCEpatRusak, udah pernah ganti :
1) Motherboard
2) Harddisk
3) USB
4) Graphic Card
(semuanya dalam waktu sebulaaannnn, bayangkaaaan *mata keluar api*)
Sementara, karna beberapa problem, udah diformat ulang lebih dari 6 kali selama dua stengah tahun
(enam kali kehilangan dataa, bayangkaaaannnnnnn *lidah keluar api lagi*)
*batuk2 terus serius lagi*
Wah senangnyaaaa, DPR ngga jadi beli laptop. Wah senang senang senang Alhamdulillah terima kasih Ya Allah ^0^.
Ayo teruskan menulis yg kritis2 kalau begitu hahaha
Det lyder godt, Sora-kun! (You are awesome, Sora-kun)
@ deKing
Yah, satu lagi bukti mentalitas yang buruk dari paleg (para legislatif
) kita: menyembunyikan niat buruk pun nggak becus. Dan ini membuat saya mikir juga, bahwa rasa “malu pada masyarakat” mungkin memang belum mengakar kuat di sana. (-_@)
Ah, sudahlah. Paling nggak, masih ada yang cukup sadar diri untuk menentang ide tersebut, kan?
~kebersyukuran dalam ketidakpuasan nih, mengutip tulisannya Mas deKing
~
:::::
@ Apret
*maaf nih, mau numpang ketawa dulu
*
HUAHAHAHAHAHAHAHAAAA….
*ehem*
*serius lagi*
Halah, itu mah nggak mesti, kali. Laptop saudara gw ACER Travelmate, usia menginjak 2 tahun ga ada keluhan separah itu amat.
Laptop gw juga dari 14 Sept 2006 sampai sekarang belum ada masalah hardware. Paling banter masalah sound yang kemaren dulu, tapi itu juga gara2 maksain driver printer.
Kalo gw rasa, keadaan yang lo maksud itu singkatannya “ACER Laptop” deh
(== Apret CEpat Rusakkan Laptop)
(eits, sebelum lo marah: coba tanya mas YaYaN, deKing, sama yud1 dulu soal laptop mereka. Semuanya pakai Acer lho, dan — dugaan gw — nggak ada tuh yang reparasinya segawat lo punya
)
Itu mah lo yang nggak ngupdate antivirus kali… atau FAT di harddisk lo nggak stabil (bisa jadi lho). Btw, kalau mau taruh data2, mendingan jangan di partisi C: (Windows), kalau mau diformat seengaknya data lo bisa tertolong sebagian.
Horee… horee….
*sok ikutan larut dalam kebahagiaan
*
Silakan ditunggu, tapi jangan dipaksa-paksain ya.
Lah, pakai bahasa Denmark… SLI nih (bukan roaming lagi)
Oh, SLInya dibayarin
. Danke…
*gak nyambung2 dah tuh*
my nice friend!
dalih untuk peningkatan kinerja saya setuju, tapi bukankah mereka mampu membeli sendiri demi berempati terhadap rakyat yang menjadi wakilnya. tapi coba lihat statement “angelina f sondakh”(maaf kalo ejaan nama salah), dia bilang bahwa TIDAK SEMUA ANGGOTA DEWAN MAMPU MEMBELI LAPTOP. dengan melihat take home pay anggota dewan, menurut saya beliau ini tidak menggunakan kemampuan aritmatika dengan baik(gimana mas deking)
kadang-kadang kita dengan jelas melihat bahwa sesuatu itu salah, dan sang pelaku pun jelas-jelas melihat bahwa itu salah(kalo ia bertanya pada nuraninya). tapi dengan bahasa yang menarik dengan penjelasan yang kelihatan nya masuk akal, mereka membuat logika pembenaran untuk kepentingannya.
aahh, doaku pada tuhan semoga jumlah anggota dewan yang punya nurani selalu lebih banyak dibanding yang cuman politikus oportunis, minimal lebih satu, biar gak kalah dalam voting.
@ yoed
Salam kenal,
Iya, yang itu sih udah jelas kelihatan dibuat-buat. Lha, dosen saya saja, tanpa mroyek, masih mampu beli laptop kok buat ngajar. Masa anggota Dewan yang gajinya jauh lebih besar bilang ‘tidak mampu’?
Untungnya, akhirnya keputusan ini nggak jadi disahkan, ya.
Mungkin memang ada seni tersendiri untuk itu, Mas/Mbak (maaf, soalnya saya nggak tahu jenis kelaminnya
). Btw, di postingan terbaru saya, saya sekilas menyinggung ini kok: “segala sesuatu itu bisa benar (sekaligus salah) tergantung dari sudut pandang si pengamat”.
Jadi, tinggal kita lihat dengan cara tertentu, maka yang “salah” bisa terlihat “lebih benar”. Tentunya dengan mengabaikan landasan moral, etika, dan agama — hal yang harusnya malah kita junjung tinggi.
Amiin…
Telat deh..telllaaat!!
Gini kejadiannya beberapa hari ga “jalan”…
EH..tapi gak papa kan ya, yang penting rencananya itu sudah dibatalkan
*lega…lega*
Iya..iya..mungkin ada yang “tersentuh” abis baca tulisan Sora kun, trus ngusulin pembatalan, keep writing
@ jejakpena
Lho, di Fukui bukannya internet kenceng?
*copy-paste dari yang nulis*
Telat deh..telllaaat!!
Silakan ditunggu, tapi jangan dipaksa-paksain ya.
@ Sora9n
Gak salah internetnya Sora, saya nya yang gak sempat blogwalking kemarin
*sok sibuk nih orang*
Iya…iya…just drop it when you want to, memang ada yang maksa2in ya Sora?
B-)
[...] ini, dan menerima saran dari seorang rekan di Virginia, USA besok pagi. Saya bisa menulis tentang berita laptop DPR, dan menerima tanggapan dari Denmark dua hari lagi. Saya bisa berdiskusi dengan rekan di Paris hari [...]
DPR nggak jadi dibagikan laptop, sekarang DPRD…!
negara yang “keren”!
waduhhhh
jangnlah begitu bapak ibu dewan, kalo anda2 mau laptop buat kerja kantor anda jangan yang seharga 21jt-an lah, ntar bukan buat ngurus ketikan kantor lagi malah ngurus gulat2 anda untuk masuk ke internet. kalau anda mau laptop untuk kantor, anda bisa minta yang seharga 10-15jt-an kan? Anda gak perlu minta yang 21jt-an, nanti anda bisa ngalami 6 kecelakaan yang sangat buruk yang sering terjadi pada anda seperti yang sudah disampaikan oleh penulis diatas. zaman sekarang sudah banyak hal-hal yang begituan, para hacker and cracker bisa masuk kedalam acara gulat anda hanya dengan bermodalkan antena kaleng twister atau kaleng susu bendera dan menyebarkan amatir gulat anda ke internet, jadi kalau saran saya ya, jangan terima laptop yang 21jt-an itu. JANGAN….BERTAUBATLAH SEBELUM HARI KIAMAT…..PINTU TOUBAT MASIH TERBUKA BAGI ANDA….JANGAN TUNGGU ANDA BERTAUBAT PADA SAAT NAFAS TERAKHIR, BERTAUBALAH SEKARANG
KE NYAMANAN
1. GAJI GEDE
2. DAPET MOBIL DINAS
3. DAPET LAPTOP
4. LAMPU MERAH BABLAS..
TAPI
1. PERNAH MEMBERI CONTOH BAIK..???
2. KINERJA BAIK….???
3. KUALITAS BAIK..???
4. UDAH MEMPERSEMBAHKAN KE BANGSA INDONESIA APA..??
5. TEMO LALU REBUTAN MICK ATO BERANTEM..??
6. NGEGUNAIN LAPTOP AJA MASIH BINGUNG…ZZZzzzz
7. LAPTOP YG 21 JUTA BISA BELI SENDIRIKAN…?? KNP HARUS
DI BELIIN..??? UANG ELO KEMANA OM..???
HARAPAN SAYA
1. DENGAN LAPTOP YG HARGANYA 21 JUTAAN DAPAT
MENGHASILKAN BANGSA YG KUALITASNYA LEBIH BAIK
MAAF JIKA SAYA TERLALU MELUAPKAN ISI HATI SAYA
“keritik itu biasa….manusia pasti punya kesalahan….tapi harus
segera di perbaiki”
[...] yang dulu, hingga kesan intoleransi yang tampaknya dimiliki oleh umat agama saya. Kemudian, soal kasus laptop DPR dan kliping kelakuan pejabat di blog seberang sana. Tentunya saya juga harus memasukkan soal teori [...]
[...] Sora-kun – Bapak dan Ibu yang Terhormat, JANGAN sentuh Laptop Itu [...]
ah…..walofun telad, saia cuma ingin bersedekah samfah
be te we negh ya kawand, postingan ini masi berbau komfuter, kalofun dibaca mereka ndak akan ngerti
mhuehuehuehue