Dalam entry blog-nya yang baru lalu, yud1 membahas (dengan gaya agak sarkas juga sih
) tentang bagaimana cara membuat sebuah “blog seleb”. Sebuah istilah yang, menurut gw pribadi, sudah menjadi patokan umum para blogger yang mengharapkan pengakuan ingin dikenal luas di seantero blogosphere.
Di post tersebut, dia menggambarkan cara-cara “mudah” (baca: “nggak mutu”) agar blog kita cepat mencapai derajat “seleb”. Diantaranya,
(quoted, dipotong-potong supaya nggak kepanjangan)
1. perbanyak teman!kata siapa dunia nyata dan dunia maya itu tidak berhubungan? kenyataannya, teman-teman anda adalah aset untuk membuat blog anda menjadi sebuah blog seleb. kalau anda punya banyak teman, anda bisa dengan mudah meminta mereka untuk datang dan memberikan comment. [...]
2. request inlink ke teman-teman blogger anda
seperti dikatakan. anda cukup meminta link dari teman-teman blogger anda ke blog anda, dan sebagai gantinya anda akan memberikan link blog anda kepada mereka… kalau anda mau, sih. dan ini pertukaran yang bagus. parameter eksistensi anda akan meningkat! [...]
3. commence (baca: COMMENT) attack!
sebagai calon blog seleb, anda tentu sudah mempersiapkan daftar blog-blog seleb yang siap anda datangi — yang mungkin mutu tulisannya tidak jauh lebih bagus dari tulisan anda, walaupun hal ini tidak mutlak adanya. dan inilah yang akan anda lakukan: tebar comment di mana-mana!
dan jangan lupa untuk mengisi field URL sebelum anda comment. itu tujuan utama anda! terserah anda mau comment apa, mau OOT, pasang smiley doang, atau sekadar comment gak penting alias absen dulu, yang penting link anda nongol di blog orang! [...]
[...]
jadi, siapa yang peduli dengan mutu tulisan anda? ha! anda tidak butuh hal tersebut, kok. eksistensi anda sudah terpetakan di dunia maya — terlepas dari kemampuan anda membuat tulisan yang menarik di blog.
…dan percayalah, anda tidak perlu takut bahwa tulisan anda tidak akan dibaca oleh orang lain. kok bisa? gampang saja, sebab blog anda sekarang adalah blog seleb! dan kalau anda mau tahu, sebagian pembaca membaca blog karena blog tersebut adalah blog seleb, bukan sebaliknya! haha!
…sampai jumpa di puncak selebritas blogger!
***
Hal yang lucu juga kalau dipikir-pikir, mengingat ADA orang-orang yang menilai suatu blog dari jumlah link dan komentar — dengan mengabaikan (atau, paling bagus, cuma sedikit memperhatikan) kualitas tulisan dari blog tersebut. Meskipun demikian, bukan itu yang hendak gw bahas kali ini.
Terlepas dari pembahasan yang mengutamakan “jalan gampang” dan nggak mutu yang dijelaskan dari kutipan di atas, gw jadi tertarik untuk menganalisis “jalan susah” menuju selebritas blog. Biasanya sih (biasanya lho!
) jalan yang ‘baik’ itu cenderung susah, “mendaki lagi sukar” dan susah ditembus. Tapi, tak apa — bukankah harus selalu ada counter-measurement di dunia ini? halah gayanya
Jadi, apabila kutipan di atas menjelaskan dengan via negativa mengenai masalah ini, maka gw akan mencoba menjelaskan sebaliknya: jalan yang lebih sulit (dan lebih mulia
) menuju “selebritas blogger”.
Seperti apa kira-kira? Here goes….
:::
Pertama: Sebisa Mungkin, Perbanyak Tulisan yang Informatif dan Bukan Curhat
Ini adalah persyaratan dasar, yang belum akan menarik para pembaca ke blog Anda. Meskipun begitu, ini adalah syarat awal yang penting: jika mutu tulisan Anda “biasa” (atau malah isinya curhat semua dan nggak ada pemikiran yang berfaedah bagi pembacanya), maka pembaca juga nggak bisa merasa tuned-in dengan blog Anda. Istilah kasarnya, ini disebut sebagai Blog ABG.
Karena yang diceritakan terkait dengan masalah pribadi (yang sangat mungkin nggak penting buat orang lain), maka pembaca akan malas untuk ‘menghabiskan’ isi blog Anda. Akibatnya, tidak ada ‘pengikat’ yang membuat pembaca Anda rajin berkunjung!!
Jadi, syarat pertama, buatlah tulisan yang bagus. “Bagus” di sini didefinisikan sebagai bisa dimengerti dan bermanfaat jika dibaca oleh orang lain. Entah itu tentang berbagi pengalaman Anda menanam bonsai, membahas drama yang baru dirilis, atau malah membahas ide-ide yang menyegarkan. Yang penting, ada manfaat yang didapat setelah membaca postingan Anda.
:::
Kedua: Perkenalkan Diri Anda (di Internet)
Setelah Anda membuat tulisan yang (berpotensi) memberikan faedah untuk orang lain, maka Anda harus mulai “menarik” pemirsa. Tujuannya, tentu saja, agar sedikit-sedikit ada orang yang membaca tulisan Anda. Syukur-syukur, berbagai post Anda dianggap menarik dan bermanfaat — dan orang tersebut jadi sering tune-in ke blog Anda.
Bagaimana caranya memperkenalkan diri? Jika Anda mengikuti kelompok mailing-list (milis), maka menyertakan signature dengan alamat blog Anda bisa jadi cara promosi yang efektif. Bisa juga, jika milis tersebut membolehkan topik OOT, maka kirimkan saja satu mail tentang blog Anda — dengan deskripsi yang memadai tentunya. Nggak usah serius banget, cukup dengan “gw baru bikin blog yang blablabla” juga cukup kok. Nanti juga kalau ada yang berkunjung dan melihat tulisan Anda yang “bermutu” (dari prasyarat pertama), mereka juga akan rajin datang lagi. Syukur-syukur jika mereka malah memberikan link ke tempat Anda.
Hal yang sama berlaku jika Anda aktif di forum diskusi. Tapi ya, jangan sampai terkesan terlalu agresif. Salah-salah, tidak ada orang yang tertarik — karena kesannya Anda terlalu promosi sendiri dengan blog Anda.
:::
Ketiga: Nyemplung ke Blogosphere
Tentu saja, cara yang paling efektif untuk dikenal adalah dengan cara memasuki suatu komunitas. Agar blog Anda dikenal, maka Anda harus nyemplung ke komunitas para blogger di blogosphere mereka.
Caranya? Tentu saja dengan memberikan comment. Meskipun begitu, memberikan komentar di sini ada rambu-rambunya.
Ingatlah selalu untuk memberikan komentar yang nyambung dengan pokok bahasan. Jangan bikin komentar ’sampah’ yang isinya cuma sebangsanya “iya ya”, “saya juga”, atau “artikel yang menarik” thok. Kalau gw pribadi, komentar-komentar model gini biasa gw anggap “junk” — orang yang ngeliatnya pun jengkel, dan gw pun jadi males nge-klik link/URL yang dia berikan.
Ada juga yang memberikan smiley doang setiap kali komen — yang kayak gini sih semua orang juga bisa. Anak TK pun, nggak usah jadi blogger, bisa nulis tanda titik-dua-ditambah-kurung-tutup.
Sebaliknya, buatlah komentar yang “berkualitas”. Jika Anda menemukan bahasan yang menarik (dan kebetulan Anda cukup menguasai bahasan tersebut), maka berikanlah komentar yang relevan. Bahkan, kalau bisa, sampaikan pendapat orisinal Anda, yang bisa merangsang terjadinya diskusi pada post tersebut. Dari komentar Anda inilah, orang akan melihat seperti apa kualitas pengetahuan dan pribadi Anda — dan dengan demikian, membuat mereka tertarik untuk meng-klik link menuju blog Anda.
Intinya, tunjukkanlah kualitas diri Anda melalui komentar yang bermutu dan nyambung. Siapa sih yang nggak tertarik, buat pergi ke blog-nya orang yang tulisannya bagus?
:::
Keempat: Bersikaplah Ramah di “rumah” Anda
Ada orang yang berkata bahwa “di dunia maya (Internet), e-mail itu ibarat kotak surat — dan website adalah rumah pribadi Anda”. Oleh karena itu, bersikap ramah pada visitor di blog Anda adalah kewajiban, terutama jika Anda berharap mereka untuk datang kembali (dan membaca tulisan-tulisan Anda, tentunya
).
Bersikap ramah di sini tentu saja tidak dengan menyuguhkan makanan ringan ataupun teh manis hangat. Yang perlu Anda lakukan simpel saja: jika ada komentar yang masuk (dan bukan junk, apalagi spam), maka balaslah jika Anda sempat. Apalagi jika komentar yang masuk bersifat mengajukan pertanyaan, maka Anda sangat disarankan untuk menjawab komentar tersebut. Bukan apa-apa; ada nggak sih orang yang bertanya sesuatu hal, berkaitan dengan topik Anda, tapi malah Anda kacangin?
Pasti nggak ada kan? Maka, bersikap baiklah pada komentar yang masuk, terutama bila bertanya dengan sopan. Mendiamkan, apalagi merendahkan (atau malah mencela) pembaca yang bertanya di blog Anda mungkin akan mengakibatkan Anda kehilangan seorang calon pelanggan setia di blog Anda.
Tentunya Anda punya regulasi sendiri mengenai seperti apa “pertanyaan bermutu” dan “pertanyaan nggak mutu” yang bisa masuk ke blog Anda. Apapun itu, yang jelas buatlah para pembaca Anda merasa “nyaman” di rumah Anda. Toh akhirnya yang untung Anda juga, jika mereka mau balik lagi ke “rumah maya” Anda. Sekurangnya, traffic Anda naik gara-gara kedatangan mereka.
***
Jadi?
Jauh lebih logis (dan menyenangkan) jika Anda memandang blogging sebagai tindakan berorientasi-mutu, daripada sekadar mengharapkan incoming-link dan komentar di blog Anda, tanpa memperhatikan mutu tulisan. Lagipula, jika Anda bisa konsisten dan menerapkan keempat poin di atas dengan baik, tampaknya tinggal tunggu waktu sebelum Anda akhirnya dikenal di blogosphere. Syukur-syukur tulisan Anda memiliki banyak penggemar, sehingga komentar dan inlink mengalir tanpa perlu Anda minta lagi — banyak lho orang yang me-link ke suatu blog, semata karena tulisan-tulisannya yang enak dibaca dan perlu
.
Sampai jumpa di puncak selebritas blogger!
.
~~~~~
Ps:
Berapa kali gw menyebut kata “traffic” dalam penjelasan keempat butir di atas?
Satu kali. Huruf kecil semua lagi.
Pertama: Buat Tulisan yang Bermutu dan Bukan Curhat
ummmmm………… gwe kurang setuju sih
coz alasan utama gwe bwat blog adl sbg (nggak baku bgt bahasanya) diary
@ cholisina
Hmm, gw juga curhat kok di blog. Pak Budi Rahardjo juga. Demikian juga Pak Priyadi juga terkadang cerita tentang kehidupan pribadinya di blog. Tapi mereka kok jadi blogger terkenal?
Karena, itu cuma jadi sebagian dari total tulisan2 mereka. Adapun porsi yang lebih besar di blog mereka didedikasikan untuk tulisan-tulisan yang sifatnya berita (atau opini) yg sifatnya informatif.
Contoh yang lain bisa dilihat di blognya Mas Arif Kurniawan; isinya pengalaman pribadi dia semua — tapi tetap ada manfaat yang bisa didapat oleh pembacanya.
Btw, makasih atas masukannya yah. Sekarang subjudulnya gw update jadi seperti di atas, soalnya ini nggak mutlak “harus” selalu begitu.
waduh, jadi kesindir nih
soalnya, tak semua pertanyaan pemirsa sempat kujawab
maklum, akses warnet ‘kan butuh biaya yang (untuk ukuranku) lumayan mahal
…kirain apa, ternyata tulisan gw masuk ke sini, toh =)
tentu saja, bukan berarti semua blog seleb itu tulisannya ‘gak mutu’, demikian juga kenyataan bahwa tidak semua blog dengan tulisan bermutu jadi blog seleb. tampaknya, memang tidak ada korelasi yang signifikan antara kedua hal tersebut, tuh.
…kok bisa ya? tampaknya itu memang hukum alam di blogosphere =P
@ M Shodiq Mustika
Salam kenal,
Memang masalah utama adalah akses internet. Saya juga kalau lagi libur nggak dapet internet kampus — alhasil, jadilah terpaksa bergantung pada warnet/telkomnet instan.
Meskipun begitu, untuk mengatasi ini, saya biasanya men-save halaman yg dapet komentar (tidak langsung dibalas) ketika sedang online via warnet/telkomnet. Adapun balasannya dirancang sambil offline, dan baru dikirim pas online berikutnya.
Jadi, saya bisa online sekitar 10-15 menit, lihat komentar (dan save), kemudian offline lagi. Baru ketika hendak membalas, saya online lagi, kirim, dan baru baca komentar baru lagi, selama 10-15 menit juga. Dengan begini, saya bisa bisa menghemat waktu online saya untuk membalas komentar.
:::::
@ yud1
Iya, makanya ada “jalan gampang” dan “jalan susah”-nya. Gampangnya kan seperti yang lo tulis, sementara yang susahnya seperti yang gw bikin di atas
.
Entahlah kalau dinilai dari sisi mutu tulisannya — nyatanya ada juga blog seleb yang mutu tulisannya bagus banget, atau moderat, atau malah biasa-biasa saja dan cenderung mirip blog ABG, tuh.
Tahu yah… di dunia nyata juga kayak gitu kok. Kan ada orang-orang yang “dibesarkan oleh media” (contoh, “pakar” telematika yang bukan pakar; atau pemain bola yang lebih terkenal sebagai “selebritis” tapi jarang main). Sebaliknya, ada juga “orang besar” yang tidak dibesarkan oleh media (Nelson Tansu? Atau Yudhistira Virgus pas juara IPhO 2004?
).
Gitu deh.
stujuh…
pokonya stujuh aja dah ama sora9n…
semua yang anda katakan mewakili kemelut dikepala saya…
sakit perut gw liat blog yang stats nya naik bcoz tulisan gak mutu apalagi gambar2 syur, hahaha…
*halah*
Quote Sora :
1. perbanyak teman!
kenyataannya, teman-teman anda adalah aset untuk membuat blog anda menjadi sebuah blog seleb.
Gw koq dapet kesan kalo banyakin temen di blogosphere cuman berguna buat solely ngejadiin blog pribadi jadi blog seleb, huhuhu kesian deh T_T.
2) request inlink ke teman-teman blogger anda
anda cukup meminta link dari teman-teman blogger anda ke blog anda, dan sebagai gantinya anda akan memberikan link blog anda kepada mereka
Ini juga, kesannya nge-link orang cuman biar blognya di-link dan jadi popular di technocrati karna banyak di link =S
3. commence (baca: COMMENT) attack!
dan jangan lupa untuk mengisi field URL sebelum anda comment. itu tujuan utama anda! terserah anda mau comment apa, mau OOT, pasang smiley doang, atau sekadar comment gak penting alias absen dulu, yang penting link anda nongol di blog orang!
Tulisan khan sifatnya relatif yah, ada orang yg ga bisa ngomong serius jadi mao seserius apapun pasti keliatannya tulisannya ngacrut, dan ada yg sebaliknya. Kalo field URL ga diisi, kesannya coward, anonymous. Kalo field URL diisi dibilangnya biar ngetop =S.
Bloggers Prisoner’s Dilemma… (entar kalo gw ga ada kerjaan gw bikin akh flow chart nya, hauhahaha).
Selebihnya mohon maap dan terima kasih. Artikelnya patut diacungin jempol, koq bisa yah mikir sampe situ =).
@ antobilang
Bukannya udah banyak tuh di top-10 id.wordpress?
Ampun dah, yang kayak gitu-gitu tuh yang bikin gw merasa ‘ajaib’…
:::::
@ Apret
Loh, yang lo quote itu semuanya bukan tulisan gw, tapi tulisannya si yud1. Kan udah gw kasih tau bahwa cara2 itu dijelasin sama dia di blognya…
Adapun dia juga nulis begitu dengan gaya nyindir koq, tenang aja.
Yang murni tulisan gw ya, yang di bawahnya. Yaitu, yang “jalan yang lebih sulit (dan lebih mulia
) menuju ’selebritas blogger’.”
Gitu…
Ditunggu lho. (eh, bentuknya kayak gimana yah?
)
Blog ABG ? Istilah baru nih mas Sora9n…
Tapi kalau kelewat informatif dan serius bisa-bisa jadi blog ABG beneran alias blog angkatan babe gue…
saya merasa tersanjung neh…
tapi (ini serius), apakah menjadi selebrity itu penting ? atau dengan kata lain, apakah tujuan menulis di blog itu memang adalah supaya menjadi selebrity dan punya banyak penggemar ?
*dari orang yang “takut” jadi selebrity*
Menarik nih yang ini…
Bisa gak ya, curhat tapi sekaligus informatif (atau sebaliknya)?
Blog ABG itu apa sih. Please dijelaskan sedikit donk.
Andai di dunia nyata (bukan di dunia maya) ada tis en trik menjadi seleb (tanpa harus ngeblog). Pasti inpoteinmen ga laku. Karena semua orang tiba-tiba jadi seleb. (*halah ga nyambung… e-eh nyambung ga sih nih komennya? halah, makin ngaco!*)
Eh Sora-Kun… blog saya blog ABeGe bukan? Saya kan masih ABG nih
(*senyum-senyum cute pamer kumis ama jenggot yang klimis abege*)
ahh nyoba jadi seleb ahh
*kabur*
Keren
Aku setuju banget. Terutama dengan poin pertama. Yang bikin kita dicari adalah karena kita berguna.
Jumlah komentar tidak lagi relevan dengan ke-berguna-an, karena tidak semua orang (yang merasa tulisan kita berguna) merasa perlu berkomentar. Mereka hanya ‘bookmark’ atau ’save as’
Mau tahu jumlah pengunjung ‘real’? Jangan lihat link. Lihat statistik aja.
Serius juga ngga selalu bikin blog nampak seperti ‘tua’. Bahkan informatif pun ngga harus selalu serius hehehe…
Aku juga percaya ngga ada jalan pintas. Dan butuh 1 tahun untuk mulai ‘punya’ traffic seperti sekarang ini.
Salam kenal
Menurut sayah mah apapun isi tulisannya, mau informatif atau curhat, yang penting cara penyampaiannya/ penulisannya menarik. Bahasa yang sesuai EYD pun kalo pinter nulisnya bisa menarik.
Menurutku sih terserah aja orang2 mau nulis apa, hak mereka kok,…, yg baca ya terserah juga…. yg mau jd seleb ya terserah juga…wong sama2 gratis…baru ngerti aku klo ada orang mikirin jd seleb dan apa juga manfaatnya ga ngerti aku?
masalah mutu atau manfaat, kadang itu ga bisa di nilai secara obyektif.., misal aku nulis ttg celft ga bermanfaat buat org yg ga tertarik…, tapi sangat bermanfaat buat org yg membutuhkan informasi tsb…apalagi org tua yg lagi sedih anaknya lahir dg cleft bisa jd lega oh bisa dibenerin to? Trus misal aku nulis ttg JK buat yg udah tahu, alah gituan aja ditulis…., buat yg lain mungkin jadi dapet ide…
So menurutku keep writing aja, dont worry be happy… ga usah perduli pingin jd seleb…, kok repot bener
Waduh, dah numpuk lagi…
(seneng dikit
).
Sebelumnya, makasih buat semua responnya yah.
:::::
@ fertobhades
Sebetulnya sih bukan istilah saya juga, soalnya pernah denger sebelumnya di Internet (nih, di blognya Mas Luthfi). Adapun istilah “ABG” itu berkaitan dengan kebiasaan ABG yang (punya kecenderungan) curhat di berbagai media. Misalnya di diary, forum, shoutbox, dan lain-lain…
Jadi bukan saya yang menemukan istilah ini lho….
Halah, ge-eran lagi nih orang. Kemaren dulu “ganteng” dan sekarang “bermutu”?
Ya enggak lah! Tapi, kenyataannya, ada lho sekelompok orang yang mementingkan traffic, komentar, dan incoming link semata dalam blog. Dulu malah ada gerakan “jangan komen di blog seleb!”…
Ini pertanda apa ya? Seperti penulis novel memburu peringkat best-selling aja kayaknya… (ambisius euy
)
:::::
@ Paman Tyo
Salam kenal,
Bisa kok. Misalnya, curhat soal “linux saya kemaren crash, gara-gara utak-atik file /etc/fstab sembarangan… huhuhu…
“. Atau soal pengalaman (dari contoh di atas) menanam bonsai; bisa juga curhat soal dosen menyebalkan yang ‘memaksa’ mahasiswa hadir minimal 80% (dan ujung-ujungnya mempertanyakan, efektifkah absensi 80% kalau si mahasiswa cupa numpang hadir dan malah tidur di kelas).
Intinya, sebisa mungkin, buatlah “curhatan” yang bisa ditarik hikmahnya oleh orang lain. Di komentar #2 sudah saya tulis soal blognya Mas Arif Kurniawan (eh ada orangnya di sini. Halo Bang Aip
), isinya semua pengalaman pribadi beliau — tapi selalu ada nilai ‘lebih’ yang bisa diambil para pembacanya.
:::::
@ alifreza
Salam kenal,
Udah saya jelaskan pas membalas komentar fertobhades di atas. Bisa dilihat di situ; adapun istilah tersebut saya dengar pertama kali dari blognya Mas Luthfi).
:::::
@ arifkurniawan
Hehehe… mau tau aja. Dah, baca sana komen saya yang no #2 — sama balesan yg di atas, tuh.. tuh…
:::::
@ kakaceria
Salam kenal,
Ayoo, ditunggu tenarnya. Lewat jalan mana, yang “gampang” (mazhab yud1) atau yang “susah” (mazhab saya) ?
:::::
@ Lita
Salam kenal juga,
Waduh, makasih nih dibilang keren
. Iya, betul — memang yang membuat suatu blog itu “dicari” adalah isinya. Meskipun begitu, ada juga blog yang isinya pop (dan nggak ada informasinya) tapi tetep aja dilahap dengan ‘nikmat’ dan kebanjiran komen. Alhasil, dianggap sebagai “blog seleb”.
Dan para blogger pemula pun berharap curhatan mereka bisa mendatangkan inlink serta komentar, dan dimulailah fenomena “yang penting rame!” dalam ngeblog
. Tuh, cara-cara ‘yang penting rame’-nya saya link dari blog rekan saya di atas.
Betul. Kayak Pak Akhmad Murtajib, wadehel, ataupun Pak Rovicky; mereka bahasannya bagus-bagus (walaupun dengan penyampaian yang berbeda-beda, sih). Adapun blog mereka nggak terasa ’sok serius’, apalagi ‘tua’ — dalam konotasi ‘kolot’ lho ya
.
:::::
@ ardhi
Salam kenal,
Iya, memang tergantung pada cara penyampaiannya. Ibaratnya, itu seperti make-up (atau malah bumbu yah?) yang membuat suatu tulisan jadi ‘enak dibaca’.
Meskipun begitu, kalau misalnya pembaca harus membaca dari awal isinya curhat semua (dan nggak ada solusi dari masalah yang dicurhatin, jadi nggak ada pencerahan), maka repot juga mengharapkan suatu masukan dari tulisan tersebut.
Misalnya, pertama: “pacar saya menyebalkan”
kedua: “saya baru liburan ke Anyer”
ketiga: “dosen saya itu baik banget, saya dikasih nilai A”
Walaupun tulisannya bagus (dan mengena), pembaca kan nggak kenal siapa pacarnya, atau dosennya orangnya kayak gimana. Akibatnya, walaupun menarik, pembaca akan cenderung “susah nyambung” sama materi yang sedang dibahas.
Gitu deh.
:::::
@ senyumsehat
Hmm, kalau isinya seperti begini:
“saya patah hati nih, huhuhu…”, atau
“itu drama payah banget, tukang jiplak!! payah!!”
Itu ada manfaatnya nggak ya?
Adapun yang saya maksud dengan “informatif” itu maksudnya menyediakan informasi yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain, terutama yang membutuhkan. Saya juga nulis tentang Photoshop atau Belajar Linux, belum tentu semua orang mau memakai info itu. Tapi, saya harap, bisa membantu kalau ada yang perlu materi yang berkaitan dengan bidang tersebut.
Setujuu…
. Ajaibnya, ada lho yang merasa membutuhkan komentar dan statistik. Makanya, muncullah istilah macam “seleb blog” dan “jablay blog”.
Tapi yang penting nulis sih enjoy aja, sambil berharap ada yang menuai manfaat dari tulisan kita. Bukan begitu?
Hakikat nge-blog itu bagi pribadi saya sejak awal, tidak lebih dari katarsis bahkan narsis (gak masalah kan?), belajar menulis, kalau bisa sedikit berbagi pengalaman dan pengetahuan, itupun kalau dianggap bermanfaat. Selebihnya adalah mencari temen dengan jalan2 seperti ini. Yang penting selalu berprasangka baik kepada sesama blogger.
@ helgeduelbek
Kan memang begitulah hakikat nya do-blog. Curhat, narsis, katarsis, dan sambil berbagi ilmu tentunya
. Meskipun begitu, ada juga blogger (biasanya pemula) yang ke mana-mana asal tebar komentar (yang cuma smiley-lah, yang “pertamax!!” lah…) semata mengharapkan agar blog-nya dikunjungi balik, setelah meletakkan komentar macam itu di “blog seleb”.
Makanya, penobatan “blog seleb” atau “jablay blog” itu sebetulnya mengakibatkan blogging yang berorientasi traffic, terutama oleh blogger pemula. Padahal, kalau mereka (blogger, terutama yang baru mulai) memperbagus isi blognya dulu, kayaknya nggak usahlah mereka tebar komentar ‘junk’ ataupun smiley ke “blog seleb”.
Hehehe… asal niatnya jangan buat “tebar URL” aja
. Tapi Pak Urip kayaknya nggak butuh sih; lha wong udah langganan big-4 di id.wordpress?
Halah..sora9an mau jd seleb jg ya? Eh sudah ya?
)
Setuju kalau berikan proporsi yg lebih utk hal2 yg brsifat informatif (bukan berarti hrs mengeliminir curhat).
Tapi yang jadi masalah adalah kadang perbedaan dunia yang
dijadikan alasanmenghalangi maksud penulisan hal2 informatif (sesuai keahlian/kemampuan blogger) tsb.Kalau ngomongin tentang komputer misalnya tentu banyak peminatnya tetapi mungkin banyak orang yg tdk bisa berbagi ttg komputer (terutama saya
Lalu bagaimana dengan orang yg mempunyai kemampuan lain yang mungkin jarang peminatnya (hehe ujung2nya ttg popularitas jg)Lalu bagaimana dengan orang yang lebih senang dan lebih bisa curhat sehingga mereka tidak bisa menulis hal2 informatif dan bermanfaat?
Kalau saya pribadi, blog saya gunakan untuk latihan menulis (terutama akhir2 ini mumpung tugas kuliah sedikit). Jujur saya tidak bisa menulis tetai saya ingin menulis sehingga saya manfaatkan blog sbg wahana berlatih. Lha kalau baru latihan sdh ada tuntutan dan patokan ini itu kan bs jadi malas sehingga saya lebih senang waton nulis (asal nulis).
Mau nulis tentang bidang yg sdng tak pelajari saya merasa belum mampu dan belum cukup ilmu.
Tentang komentar yang cuma numpang nyengir, saya juga tidak senang (walau kadang saya melakukan hal itu juga ).
Lalu tentang post yg seronok tapi sering jadi top post (tentang R#$ma itu lho), saya juga heran tapi bagaimanapun juga itu menjadi gambaran kegemaean beberapa blogger (buktinya “ratingnya” cukup tinggi).
Terus terang saya pribadi
dulutidak peduli dengan yang namanya statistik.Tetapi karena saya penasaran dgn kata2 Matt ttg “formula khusus” utk BOTD maka lama2 saya jd perhatian juga dgn yg namanya statistik (salah satunya mungkin ada kaitannya dgn kemelut di kepala anto).
Sehingga kemarin saya mengubah setting blog saya dari bahasa Inggris menjadi bahasa Indonesia utk mengetahui pengaruh (batas minimal) blog stat harian dgn BOTD.
PS:
Saya dulu set pakai bahasa Inggris bukan karena sok inggris tapi justru karena saya tidak peduli (baca: tidak tahu hehehe) tentang settingan bahasa, kan jarang2 ada pilihan setting bahasa Indonesia sehingga pilihan bahasa tsb saya acuhkan.
@ deKing
Ha? Nggak, nggak ada itu… seleb itu baru ada kalau dia diakui oleh orang lain…
(eh, tapi kan Mas deKing udah bilang ya? Jadi… saya ini…??
)
Latihan menulis? Misalnya lawak ya?
(masih ketawa2 baca artikel terbaru deKing.wordpress.com)
Yang pas negatif-kali-negatif udah lumayan bagus kok Mas…
Tunggu sebentar. Orang yang berkata tidak menyukai sesuatu tapi melakukannya, itu namanya mu…. (apa hayo??
)
Waah, lagi mau riset statistik buat BOTD ya?? Ayoo… ayoo… nanti segera umumkan hasil akhirnya.
(dan orang2 pun berebut menyalahgunakan aturan demi menaikkan traffic.
– ketawa nggak jelas- )
Mu…???
Apa ya? Kalau saya hanyalah seorang yang kontradiktif saja kok
Tambahan Mas (halah gak pernah ada puasnya)
*
BTW Mas Sora9an sudah nemu kelemahan “metode” yang saya gunakan di negatif-kali-negatif?
*sengaja biar Sora9an nengok blog-ku lagi biar trafik terus naik
:: sora9n
oii…
kok dibilang mazhab yud1, sih? salah kaprah tuh…
kesannya kok seolah gw yang meng-encourage buat bikin ‘blog seleb’, sih? *duh!*
::
…yah, saya ini tipe penulis tak-peduli-traffic, (i believe in content, terserah mau dibaca atau nggak
), jadi entah kenapa tidak terlalu peduli dengan yang namanya ‘traffic’.
dulu pernah pakai traffic counter, tapi akhirnya malah dibuang, tuh
kalau di wordpress.com ada stats di dashboard-nya, kan? di engine WordPress yang saya pakai nggak ada…
belakangan, saya malah tidak tahu lagi berapa persisnya jumlah pengunjung di tempat saya
Mau komen:
Untuk blogger pemula seperti saya ini, masalah Trafffic bener2 jadi prioritas utama. Ya mau gimana lagi, udah bikin tulisan tapi ga ada yang singgah, males juga kan?! Ya walaupun tulisannya belum bermutu tapi teteep aja itu tulisan. Namanya juga newbie ya jangan dibandingin ama yang Pro, Dewa masa mau dibandingin ama Siluman! Serius, seneng banget Lho rasanya kalo tulisan kita diliat orang banyak, apalagi sampe ada yg ngasih komentar (sejelek dan sependek apapun itu..)
Wah sama Sora…aku disuruh wadehel pindah bahasa indonesia, tadinya aku ga ngerti kenapa dan apa pengaruhnya, katanya biar lebih bermanfaat bu…, lebih banyak yg baca… ealaah tahunya ada statistik to? Tadinya bingung orang ributin statistik sampe sekarang masih ga ngerti juga tp… gara2 gitu otaknya jd jahil…hehehe….judulnya pake yg heboh meski isinya mah biasa aja… kagak heboh….pengen nge test juga ternyata bener banyak orang yg judging from the first sight….weeek…kecele…
Mau Ngetop? Tulis aja kata2 jorok dalam posting, pasti banyak yang nyasar kena tangkap search engine..
@ deKing
Saya ngutip kata-kata Anung ajalah… “males”.
Kapan kamu tidak males dan loyo lé? *halah*
:::::
@ yud1
Itulah resikonya nulis pakai gaya sarkas… Udah disalahpahamin orang, pas di-link masih disalahpahamin lagi!!
(sebetulnya sih gw tau, hehehe…
)
Btw, memangnya lo nggak tau kisahnya blogger-blogger korban salah paham? Tanya wadehel atau joesatch deh, korban dari penglihatan kacamata kuda.
:::::
@ Heri Heryadi
Salam kenal,
Saya juga kok dulu, blog saya nggak ada yang ngunjungin (pas masih di blog yang lama), Coba aja tanya sama yud1 di atas, ada berapa komentar yang masuk di blog saya itu sejak Juni 2006 sampai sekarang.
Tentu saja bikin BeTe kalau udah bikin tulisan tapi nggak ada yang baca, apalagi komentar. Tapi, waktu itu saya nggak mempopulerkan blog saya sendiri — makanya nggak banyak yang tahu bahwa saya menulis ini-dan-itu.
Traffic itu penting (iyalah, memangnya enak nulis nggak ada yang baca?
). Tapi, bagaimana cara mendapatkan traffic yang baik, itulah yang saya tuliskan di post saya di atas. Walaupun Anda juga baru mulai menulis dan tulisan Anda masih begitu-begitu aja, bukan berarti Anda nggak bisa berkembang kan?
Lagipula, kalau Anda mau tahu, lebih mudah dapet traffic di WordPress daripada di LiveJournal atau Blogspot. Di sini, ada sistem statistik dan komunitas id.wordpress, yang langsung dapet “info” kalau Anda menulis sesuatu yang ‘unik’ dan ’segar’.
Dan (entah kenapa) blog WP lebih gampang masuk Google. Bisa dicoba nih: hasil search Google untuk blog lama saya, dan hasil search Google untuk blog saya yang sekarang.
Gitu deh.
Iya, saya ngerti kok. Saya juga pernah pulang malam dari kampus sambil tersenyum, karena sebelumnya ada beberapa komentar nyambung masuk ke blog saya yang lama (ini betulan loh, jujur!). Tapi, Anda cukup beruntung karena nge-blog di wordpress — setidaknya, kalau Anda bikin headline yang mencolok, banyak orang bakal mengklik blog Anda — entah itu lewat admin panel, id.wordpress, maupun lewat Google.
:::::
@ senyumsehat
Iya, memang ada kelebihan kalau kita set ke Bahasa Indonesia, yaitu blog kita bakal didaftarkan ke id.wordpress.com. Makanya, kalau kita menulis headline yang ‘heboh’, atau post kita dapet traffic banyak, maka bakal langsung muncul di situs tersebut.
Lagipula, di dashboard juga ditampilkan kok, sekilas dari top-10 id.wordpress. Makanya, sebetulnya berita dari blog kita lebih mudah tersebar, terutama pada sesama blogger WP Indonesia.
Kayak yang Britney Spears sama Kucluk Air ya, Bu Dokter?
:::::
@ manusiasuper
Salam kenal,
Ahihihi…. tipnya sama seperti yang dari Mas antobilang (komentar #6) dan tanggapan saya di #8. Ya iyalah, apalagi didukung sama sistem id.wordpress yang sudah saya sebut di atas, ditambah lagi sama tingkat “keter-google-an” yang tinggi. Sukses, sukses dah tuh…. tapi dengan jalan yang “nggak bener” tentunya.
*kesambet setan mesum…*
Sebenernya dalam blog itu yang penting konten, sampaikan pesan anda, dengan cara sebaik yang anda
maumampu. Kebijaksanaan alam akan mempertemukan pesan anda dengan orang-orang yang harus mendapatkannya. Sedikit atau banyak hit/komen jangan jadi pikiran, bisa saja pesan anda memang bukan untuk orang awam (baca: pasaran), mungkin blog anda seperti butik dimana yang datang hanya orang-orang kelas tertentu, emang ga rame tapi berkelas.Intinya, jangan minder kalau blog anda sepi, bisa jadi karena level anda terlalu tinggi untuk pemahaman orang-orang biasa. Tak perlu ngiri pada seleb-seleb yang komen/hitnya banyak. Lha blog yang isinya cuma porno ga mutu juga hitnya luar biasa banyak, buat apa kayak gitu? anda gak perlu merendahkan diri demi popularitas diantara orang-orang pasaran.
*nyadar lagi*
blog itu untuk berbagi, untuk propaganda, untuk apa aja terserah. Untuk menipu diri hingga ngerasa seleb juga gamasyalah, namanya juga rumah pribadi di dunia maya. Saya sendiri kadang memakainya untuk berbagi pengetahuan, kadang untuk curhat jablay ala abg, kadang untuk menghasut agar orang-orang pasaran itu levelnya naik jadi
sesesatsetinggi saya, huehehe..sekian. tadi dah submit kok ga nongol, akismet? ini dah di edit dan resubmit.
*kebanyakan nulis disini, hari ini ga jadi ngeblog deh. sigh*
@ wadehel
Lho??
Wadehel… kok… jadi formal begini ??? Wadehel berubah!!! (terharu…
)
*halah*
Ooh, lagi kesambet setan mesum, rupanya.
Ahihihi…. ini lagi sarkas nih? Atau lagi normal?
Betul, propaganda kek, tebar pesona kek,
tebar ping kek, nggak masalah!! Blog itu rumah pribadi!! Isinya terserah! wakakakaka…. :mode berserk on:…nggak ding. Btw, mas Wadehel (mas?
), kalau tamunya nggak suka propaganda gimana tuh? Nanti malah diserang balik lho?
mas!!??(masih teringat postingan tentang ‘pengacau bertulisan kotor’)
Nggak ada tuh. Barusan saya cek di akismet, kosong-kosong aja…
kenapa ya?
Copy-paste aja komennya, terus upload
.
Btw, makasih lho; dikasih link di blogwalking ente kemaren hari. *halah*
Biar ketularan jadi seleb, blog ini akan saya masukin blogroll. Ijin yah…
BTW, kalau diamati, tidak selalu tulisan yang informatif yang membuat suatu blog bisa menjadi blog seleb. Contohnya seperti kata sora9n sendiri, Pak Budi juga curhat di blognya. Walaupun cuma curhat, karena Pak Budi sudah telanjur terkenal, apa pun yang ditulis akan dibaca orang. Akan tetapi, di sisi lain, ada juga blog yang isinya informatif dan bermutu yang artikelnya doang bisa dibaca ribuan kali. Cek blognya Romi yang selain isi blognya bermutu, dia juga cukup terkenal. Yang berisi topik khusus seperti Dongeng Geologi juga lumayan terkenal.
Membuat blog dengan isi informatif dan bermutu aku kira kurang cepat jadi selebnya ketimbang terkenal dulu baru bikin blog. Namun, bukan berarti hal itu tidak bisa dilakukan.
Tapi, apakah tujuan kita ngeblog itu hanya supaya jadi seleb blog?
@ Kang Kombor
Salam kenal,
Ketularan? Waks, saya bukan seleb lho! Salah alamat nih…
Soal blogroll, silakan aja; nggak perlu izin2an kok. Kan saya juga yang untung, soalnya blog saya jadi makin gampang dikunjungi.
Iya, betul. Pak Budi kan memang sudah terkenal, jadi tulisan ‘biasa’ pun pembacanya juga asyik2 aja. Tetapi, pada umumnya blogger kan belum terkenal; tapi malah sudah mengharapkan curhatan mereka mendatangkan inlink dan komen. Akhirnya, timbul deh semangat “ngeblog asal rame” seperti yang saya link dari rekan saya di atas.
Terus, gimana caranya supaya blogger pemula itu bisa dapet traffic? Mau nggak mau, ya mulailah dengan membuat tulisan yang bagus dan memperkenalkan diri. Selengkapnya ya, seperti yang saya tuliskan di post saya di atas.
Begitu deh…
Iya, betul. Memang ini bukan cara instan — seperti halnya kata Mbak Lita di komen #14. Cara yang instan sih ada lagi — seperti yang dibilangin sama yud1; atau, seperti kata Kang Kombor: terkenal dulu baru bikin blog.
Meskipun begitu, suatu blog itu jadi ‘asyik’ (menurut saya pribadi lho
), kalau blog itu bisa memberikan sesuatu setiap kali tulisan barunya muncul. Beberapa contoh buat ini ada di halaman link-list saya; beberapa blog yang saya kira cukup menarik saya cantumkan di situ.
Jadi, kalau isinya menarik, maka pengunjung juga akan datang sendiri. Terlepas dari orangnya terkenal atau tidak — malah mungkin saja, justru orangnya sendiri jusru jadi terkenal gara-gara blognya?
Mungkin lho.
Ya enggak lah! Kan sudah saya tuliskan di komentar #14 saat menanggapi pertanyaan fertobhades. Adapun pendapat saya juga sejalan dengan komentar helgeduelbek di #18 ; dan tanggapan untuk beliau di #19.
Jadi, yang penting itu adalah bagaimana membuat blog yang (sebisa mungkin) ada manfaatnya buat orang lain. Traffic akan menyusul dengan sendirinya kok, kalau blog yang berkualitas itu ‘diperkenalkan’, seperti yang saya tuliskan di tips nomor dua. Itu kalau mengejar traffic lho! Kalau nggak sih cuek-cuek aja, seperti kata yud1 di #25: “just believe in content”.
Lain kata kalau sudah terkenal, menulis apa saja pasti dilahap dengan nikmat oleh para pembacanya. Gitu…
sora9n selebblog baru…..
pasang banner SELEB BLOG yang aku buatin atuh… hahaha
di [sini]
@ antobilang
Apa? Seleb Blog? Nggak, nggak ada itu. Seleb Blog itu cuma ‘tren sesaat™’. Cuma katarsis™ saja itu…
*halah*
Nanti deh, kalo udah jadi seleb betulan, baru saya pasangin itu (mungkin lho
). Yang seleb betulan mah kayak si Joe tuh, hits sama komennya banjir banget…
~enggakMauNgakuTapiSenengDikit
~
[...] bukan itu maksud saya! seperti yang saya tangkap setelah membaca ini, blog sebagai sarana bersosialisasi tentu membutuhkan perhatian tersendiri dari si pemilik blog [...]