Feeds:
Tulisan
Komentar

Archive for Januari, 2007

Beberapa waktu terakhir ini, gw sempet jalan-jalan ke berbagai tempat (di internet) — yang, ajaibnya, ngomongin sebuah “sinetron” dengan penuh kebencian. Tebak apa? :)

OK deh, gw pribadi melihat bahwa masalah “Buku Harian Nayla” (selanjutnya, BHN) ini membuat banyak orang jadi teragitasi (baca: marah-marah), sampai menghina para produser dan cast yang terlibat dalam pembuatan sinetron ini. Pendapat yang banyak beredar, “1 LITRE no Namida” (alias “One Litre of Tears”) betul-betul dijiplak dan direndahkan sedemikian hingga jadi sinetron yang “jelek”…

…tidak bisa dibandingkan dengan aslinya yang bisa bikin orang nangis berliter-liter, demikian kata mereka. Jadi, anggapan yang berkembang, BHN itu “sampah” dan “One Litre of Tears” (selanjutnya 1LT) itu “bagus”. Kenapa BHN jadi “sampah”? Karena itu bajakan.

Ada yang aneh? Ya.

1LT, betapapun suksesnya di Jepang, belum pernah masuk secara resmi ke pasar Indonesia, baik versi VCD maupun DVD-nya. Yang paling gampang ditemui adalah versi fansub-nya yang tersebar di Internet (bisa didownload gratis), DAN berbagai macam VCD serta DVD yang dijual di pinggir jalan. Memang ada beberapa cara untuk mendapatkan DVD original 1LT (e.g. nitip sama kenalan yg pergi ke Malaysia (yang dijadiin master bajakan di sini) atau Jepang (yang jadi negeri asalnya drama ini) — tapi, dengan menimbang semua kemungkinan itu, berapa banyaknya sih orang, di Indonesia ini, yang benar-benar menonton 1LT secara legal?

Gw cukup yakin jumlahnya nggak bakal sebanyak jumlah kritikus BHN all over the web.

Pertanyaan yang cukup mendasar sebenarnya, dan penting: jika Anda (atau orang lain) mengkritik BHN karena membajak 1LT, apa iya Anda sendiri nggak nonton bajakannya 1LT? Mungkin Anda berdalih bahwa Anda nonton via fansub — tetapi, fansub sekalipun bukanlah barang yang “otomatis-halal”. Ada semacam golden rule di dunia fansubbing:

You may download the flick for free, BUT please support the creators by purchasing the original DVDs when they’re around in your region.

Gw rasa itu cukup bisa menggambarkan: bahwa fansub bukanlah sebuah solusi untuk memuaskan kebutuhan nonton secara gratis; bahwa mendukung para pembuat film itu penting; dan bahwa menjaga kelangsungan industri hiburan itu butuh lebih dari sekadar rasa “bangga” dan “memiliki” sebuah karya.

Tentu saja, gw bukannya membela pihak yang melakukan plagiat dalam hal ini. Plagiat itu salah, tentu saja — dan gw sedikitpun nggak setuju jika sebuah karya besar seperti 1LT dijiplak. Kalau memang mau protes, sampaikanlah dengan proporsional dan obyektif — dan dengan bukti tentunya. Dan tidak dengan flame, apalagi marah-marah.

Tapi, kalau Anda cuma hendak mengatakan “Sinetron Indonesia pembajak busuk” atau “bakar yang bikin skenario”… memangnya Anda sendiri nggak membajak?

Read Full Post »

Awal tahun 2007 ini, gw menyempatkan diri main ke salah satu FTP(wiki?) server di kampus gw, yang khusus menyimpan berbagai macam jenis manga-scanslation — alias, komik Jepang yang di-scan dan diterjemahkan gratis via internet. Hal yang cukup aneh sebenernya, mengingat gw nggak begitu suka baca komik juga akhir-akhir ini — though, let’s take another story for this time.

Nah, di antara puluhan (eh… ratusan? :P ) judul komik yang ada di FTP itu, tahu-tahu gw menemukan judul yang *agak* familiar buat gw:

“Minto na Bokura” (alias: MINT na bokura), karangan Wataru Yoshizumi

Waii, gw tau komik ini!! Waktu itu adek gw (cewek, sekarang kuliah juga) pinjem dari temennya di SMA, dan gw (sama saudara gw) jadi numpang baca komik ini karena lagi nggak ada kerjaan. Walaupun sebetulnya ini shoujo manga, tapi…

…tunggu sebentar. Kok gw mau sih baca shoujo manga?

Simple: it’s hilarious to the core!! Komik ini sukses bikin gw terpingkal-pingkal sejak pertama kali baca. Bahkan, ketika gw baca buat kedua kalinya di versi scanslation, serial ini masih berhasil membuat gw tidak bisa tersenyum (baca: tetap tertawa) di setiap punchline-nya. Kalau menurut gw pribadi, komik ini bisa dibilang cukup ‘netral’ untuk dibaca oleh cowok sekalipun (walaupun genrenya shoujo) — setara dengan, misalnya, Appare Jippangu karya Watase Yuu atau Mirumo de Pon! karya Hiromu Shinozuka. Romance sih ada, cuma nggak “banjir” banget — jauh lebih banyak humor yang bisa ditangkap di komik ini dan dua serial yang udah gw sebut sebelumnya.

Tapi, tentu saja, ini cuma buat cowok yang nggak make prejudice semacamnya “manga shoujo? ah, paling-paling…” Guys, read them first before commenting. It’s quite worth it. :P

Gw? Gw sih netral aja. Gw cukup suka komik itu… itu kan punya temen adek gw. Kalau dia mau beli sih bagus, tapi kalau gw… eh… o_o

NGGAK PENTING AH. Anyways, untuk peredaran di Indonesia, penerbitan komik ini ditangani oleh M&C Comics, dengan judul “Mint na Bokura: We are Twins”. Kalau gw nggak salah inget, totalnya semua ada 6 edisi… atau 8 ya? Yah, soalnya gw baca itu udah dua-tiga tahun yang lalu sih. Gomen… -_-’

Well… that’s for the introduction. Lebih jauh lagi tentang komik ini…

————
Note:

Raw material scans from Spanish edition, by Planeta DeAgostini Comics, as scanned by crew at Manga Daisuki (#manga-daisuki@dal-net)

Indonesian translation done by me, according to my previous reading on the M&C Indonesian version of the comics.
————

Story (no major spoiler here)

Minamino Maria dan Noel adalah saudara kembar identik beda-gender, di mana Noel adalah adik laki-laki Maria. Noel sendiri selalu menganggap bahwa ia dan Maria memiliki ikatan yang spesial, karena mereka selalu bersama sejak kecil dan melakukan banyak hal bersama-sama. Baginya, Maria sudah seperti bagian yang tak terpisahkan di hatinya.

Masalah timbul ketika Maria mendadak pindah sekolah ke Morinomiya Junior High, sebuah sekolah berasrama di kota mereka — demi mengejar cinta pertamanya di klub basket SMP tersebut. Untuk tujuan ini, ia sengaja tidak memberi tahu Noel tentang rencana kepindahannya.

Tentu saja Noel kecewa berat. Ia sendiri kemudian meminta orangtuanya untuk mentransfer dirinya ke Morinomiya — dengan satu tujuan (yang, kalo menurut gw sih, agak busuk :P ), yaitu menggagalkan kisah cinta Maria dan membawa Maria pulang ke sekolah mereka yang lama. Baginya, sangat keterlaluan bahwa Maria mengabaikan dia dan sekolahnya yang lama untuk mengejar cowok di SMP lain. Maka, Noel-pun bertekad membawa Maria pulang ke sekolah mereka yang lama.

Sial buat Noel: semua ruang asrama putra di Morinomiya sudah penuh terisi. Hanya ada satu tempat kosong di seluruh sekolah tersebut, yaitu di asrama putri. Jika Noel bersikeras ingin pindah, kata ayahnya, maka tidak ada pilihan selain mendaftarkan diri sebagai siswi pindahan.

Dan bodohnya (oh, bodohnya…), Noel menyanggupi tantangan ini. “Apapun akan kulakukan untuk membawa Maria pulang!!”

Maka dimulailah hari-hari Noel (yang menyamar) sebagai siswi pindahan di Morinomiya…

***

Walaupun dari sisi cerita komik ini agak ‘ajaib’ (Noel sounds like a pervert to me), pendekatan yang diberikan jauh lebih ringan daripada yang disangka. Noel sama sekali nggak digambarkan sebagai pervert, walaupun dia sendiri terpaksa tinggal di asrama putri. Justru di komik ini karakter Noel digambarkan sebagai orang yang perhatian (dan jadi teman curhat) pada rekan sekamarnya — sampai akhirnya malah dia sendiri jatuh cinta sama cewek tsb. Selain itu, Noel juga digambarkan sebagai orang yang kesepian (karena nggak nyambung sama pembicaraan para cewek di sekitarnya — Noel, I sympathize you. I know it best :D :D :D ), sampai akhirnya dia bertemu Ryuji Sasa yang kemudian jadi teman baiknya di Morinomiya.

Yaah, penggambaran macam itu jauh lebih ringan dan less-disturbing, daripada kalau, misalnya, di manga shonen. Bayangkan ada cowok tinggal di asrama putri — pasti bakal banyak gambar “aneh-aneh” bertebaran. And the male character’s face will be blushing red all the time, when he faces cute girls in WTF outfit… Hey, we don’t need that, please? (baca: gw nggak suka fanservice, jadi ini subyektif :) )

Untunglah, ini shoujo-manga. Jadi, hal-hal yang gw sebutin di atas emang nggak terjadi di komik ini :).

Nah, back to the story….

Kisah Noel di Morinomiya tidak berjalan mulus. Akhirnya, beberapa orang di Morinomiya mengetahui identitas Noel yang sebenarnya (dan mereka sih setuju-setuju aja untuk membantu dia merahasiakan hal tersebut; walaupun dengan beberapa shock attack tentunya). Misalnya ketika rekan sekamar Noel, Makimura Miyuu mengungkap rahasia Noel dan marah besar karenanya (yah, wajarlah!). There’s something fun at this part:

Yep, Noel nyuruh Miyuu baca “MINT na Bokura” volume 1. :P

Sasa juga mengetahui bahwa Noel adalah cowok, jauh sebelum Miyuu. Sebetulnya, Sasa sendiri mengira Noel sebagai cewek dan sempat jatuh cinta pada Noel:

***

Walaupun kisah di komik ini berfokus pada penyamaran Noel, aspek romance (yang, tampaknya, mutlak harus ada di komik shoujo) tidak serta-merta dilupakan — dan ini juga sukses diramu sebagai humor oleh Yoshizumi-sensei. Misalnya, pada waktu Maria menyadari bahwa cintanya pada Hirobe-san bertepuk sebelah tangan. Belakangan, Hirobe-san mengenalkan Maria pada adiknya, Yoshiaki, yang juga masih SMP. Di luar dugaan, Yoshiaki ternyata telah mendengar banyak tentang Maria dari Hirobe dan tertarik padanya. Maria sendiri jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Yoshiaki:

Masih ada lagi soal Maria. Setelah putus dari Yoshiaki, Maria pacaran dengan Daisuke Sakurai, sahabat karib Noel dari sekolah mereka yang lama. Kejadian berikut ini terjadi ketika hari ulang tahun Daisuke dan Maria lupa sama sekali tentangnya:

(FYI, these are two of my favorite pages in this series :) )

Demikian juga persahabatan antara Noel dan Sasa digambarkan seperti halnya persahabatan antar cowok — tanpa bumbu yaoi — walaupun Noel sendiri lebih sering digambarkan berpakaian cewek.

As for me, story-nya komik ini bisa gw bilang cukup baik, walaupun nggak istimewa amat. Meskipun begitu, fun-factor-nya komik ini sangat tinggi, terutama berkat munculnya karakter-karakter “tukang garing” macamnya Sasa, Noel, dan Chris Jirou.

***

Ini komik humor. Seberapa humor? Yah, gw mesti bilang bahwa ini adalah salah satu komik paling fun yang pernah gw baca (tentu saja, mengecualikan Kungfu Komang yang garingnya ancur-ancuran :) ). Mungkin karena gw cowok, gw jadi nggak peduli banget soal bagian-bagian romance-nya yang agak serius — yang jelas, jika Anda menyukai kisah cinta banyak bumbu garing-dan-nggak-pentingnya, serial ini bisa jadi pilihan yang bagus. (~_^)/

~~~~

Ps:

(tumben euy, gw mau nge-review komik…)

~~~~

Special thanks:

PulliyWilky (yg udah minjem komik ini sehingga gw bisa baca ~_^ )

Manga Daisuki (#manga-daisuki@dal-net) for doing the scanslation

Para uploader di ftp kampus gw, yg udah ngupload-in komik ini sampai complete (walaupun ada yg kepotong…) btw, sori bgt gw ga bs ngasih link, soalnya ftp ini tertutup buat akses luar kampus gw… -_-’

Read Full Post »

« Newer Posts

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya.