Akhirnya creme de la creme dari drama Asia ini sukses ditiru oleh para pembuat sinetron di Indonesia. Di page “Buku Harian Nayla” milik website RCTI, gw menemukan sinopsis yang (sialnya) menunjukkan banyaknya kemiripan diantara keduanya.
Seberapa banyak miripnya?
Hmm, mungkin bisa gw bikin daftar berikut ini. Gw mencatat beberapa statement di webpage sinetron tersebut, dan membandingkannya dengan beberapa event di “One Litre of Tears”.
Selamat membaca…
Tokoh utama ceria, rajin, pintar, jago basket
Aya Ikeuchi di “One Litre of Tears” adalah anggota tim basket di SMA-nya, dan sudah aktif bermain basket sejak SMP. Ia juga berhasil masuk SMA Higashikou yang terkenal sebagai SMA unggulan.Tokoh utama terpilih sebagai ketua kelas
Aya terpilih sebagai ketua kelas menjelang acara paduan suara di sekolahnya, berpasangan dengan Asou Haruto.Tokoh utama mengalami penyakit berat yg menuju pada kelumpuhan
Hal yang jadi inti cerita ini menimpa Aya ketika ia masih duduk di kelas I. Penyakit yang diderita adalah spinocerebellar ataxia alias spinocerebelar degeneration disease.Kedua tokoh utama bertemu tokoh yang mengalami penyakit serupa dan menunjukkan gejala yang mirip, dan kemudian bertanya pada dokter yang merawatnya
Aya bertemu dengan ayah dari Yuka-chan, dan setelah itu mencari data tentang gejala penyakitnya di Internet. Ia juga menghubungi dokter yang merawatnya, walaupun akhirnya tidak jadi menanyakan masalah penyakinya.
Tokoh utama cowok masuk sekolah kedokteran untuk menyembuhkan si tokoh utama
Asou Haruto memutuskan masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Jonan dengan harapan bisa menemukan penyembuhan untuk Aya.Tokoh utama menjauhi cowok yang dekat dengannya karena khawatir hanya akan membebani perasaan cowok tsb.
Episode 9 dari “One Litre of Tears” menampilkan Aya yang mengirim surat perpisahan kepada Asou karena merasa bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membalas kebaikan yang telah dilakukan Asou.Tokoh utama mengirim tulisan ke majalah, dan banyak orang merasa terbantu dengan hasil karya yang dia tulis
Aya juga mengirimkan tulisannya ke majalah, dan belakangan banyak orang merasa tergugah setelah membaca berbagai tulisannya — yang dia buat sambil bertarung melawan penyakitnya.Tokoh utama cowok mendatangi tokoh utama dan menyampaikan surat pembaca yang menyatakan rasa terima kasih
Ini terjadi pada episode terakhir “One Litre of Tears”. Asou datang ke ruang tempat Aya dirawat dan menyampakan surat pembaca yang menyatakan terima kasih — karena tulisan Aya telah membantunya untuk lebih tegar dalam menghadapi hidup.
Sebelumnya, perlu dicatat bahwa “One Litre of Tears” pertama kali diputar di Jepang sejak bulan Oktober 2005; adapun “Buku Harian Nayla” baru mulai ditayangkan tanggal 1 Desember 2006 di RCTI. Selisih antara keduanya sendiri sekitar satu tahun sejak yang pertama mengudara lebih dulu.
Any comments?
.
~~~
Update:
Ternyata ending-nya diganti, jadi yang butir terakhir nggak berlaku lagi. Nayla akhirnya menikah sama Moses; yang ini nggak ngambil dari “One Litre of Tears”.
2nd Update:
Webpage yang di RCTI udah di-remove, jadi link yang di atas udah nggak jalan lagi. Bukan salah gw ya, soalnya dulu memang URL-nya di situ.
Guys gw yakin kita semua dah banyak yang tau kalau di forum manapun lagi ramai meributkan soal pembajak.an cerita-cerita Asia Drama, terutama di forum ini. Gue sih tutup mata aja selama ini soal ini. Tapi gue prihatin abis setelah liat banyak orang yang meributkan soal Bukuan Harian Nayla yang disebutkan membajak cerita One Litre Of Tears yang merupakan adaptasi cerita asli Ikeuchi Aya Kitou, remaja jepang yang kini saya ketahui sudah almarhum. Gue bukan prihatin sama perfilman indonesia yang sembarangan membajak cerita-cerita orang lain tanpa ijin, bukan prihatin liat akting orang indonesia yang ga sebagus serial jepangnya.
Buka mata aja guys, Ikeuchi Aya bisa tersenyum disaat hembusan nafas terakhirnya karena apa? Karena ia bahagia mengetahui bahwa buku harian yang selama ini dia tulis ketika menjalani hari-harinya yang cacat bisa menjadi pendorong semangat hidup buat mereka yang putus asa dan hampir menyerah menghadapi persoalan-persoalan hidup yang demikian rumit. Ikeuchi Aya bisa tersenyum saat ia tau kalau ia masih bisa menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain meskipun keadaannya cacat sedemikian rupa.
Dan sekarang kita semua justru malah meributkan soal license? soal duit? permission? Manusiawi sedikitlah, sangat disayangkan kalau ternyata apa yang Aya tulis selama menjalani hari-hari akhirnya justru jadi bahan perdebatan yang panas seperti saat ini.
SILAHKAN buat kalian yang mau mempermasalahkan film-film serial lain yang ditiru. Ada banyak kan, but please jangan bawa cerita Ikeuchi Aya ini menjadi topik perdebatan. Coz, bukan itu inti yang mau disampaikan Ikeuchi Aya lewat buku hariannya. Kasih respect sedikit buat almarhum Ikeuchi Aya Kitou.
Sebelum gue post semacam ini di forum ini dan forum-forum lainnya gue udah nyari-nyari foto asli dari Aya sendiri.
http://www.xanga.com/home.aspx?user=OneLitre&nextdate=3%2f25%2f2006+21%3a27%3a5.560
Kalian liat aja sendiri, di foto-foto itu dia senyum dan tertawa. Tapi kalau kalian semua baca isi buku hariannya kalian akan melihat wajah yang menangis di foto itu. Wajah yang disimpan dalam hatinya. Meskipun demikian dia tidak meminta belas kasihan orang. Meskipun dalam keadaannya yang menyedihkan dia hanya ingin jadi orang yang berguna buat orang-orang disekitarnya. So kalau kalian ngerasa kasian sama Aya, berarti kalian orang yang picik. Atau mungkin kalian sudah nonton One Litre Of Tears dan sudah meneteskan banyak air mata. Setelah itu kalian justru memerangi serial Buku Harian Nayla, berarti itu air mata buaya. Karena Aya adalah sosok yang pantas untuk dihargai dan dihormati. Saya yakin banyak orang yang menjadikan dia sosok pahlawan ataupun teladan yang memberikan dorongan semangat hidup, setelah membaca sendiri isi buku hariannya.
Kebanyakan orang gw liat mempermasalahkan kalau artis indonesia ga sekeren artis jepangnya, aktingnya kurang oke, ga ada ijin. Gw ga liat ada yang salah dengan buku harian Nayla, lewat sinetron itu gw yakin jadi banyak orang yang tau perjuangan Aya. Gw yakin banyak juga orang indonesia yang ga akan tahu soal Aya ataupun 1 LOT seandainya ga ada “Buku Harian Nayla”. So gw masih liat sisi positif dari film ini. Only one mistakes that mades by Sinemart, ga mencantumkan kalau cerita ini di “adaptasi”(adaptasi karena ga sepenuhnya serupa dengan kisah aslinya, begitu juga 1LOT) dari cerita nyata Aya.
Dan gw juga bilang, mau meributkan soal peniruan sinetron2 lain seperti Magician Of Love, Meteor Garden, bla bla bla…. SILAHKAN…. Tapi buat kalian yang paham sama cerita dan isi hati yang ingin disampaikan Aya, ga usah diributin soal kisahnya dia, karena bukan itu yang mau disampaikan. gw yakin dia juga senang seandainya makin banyak orang yang tau dan paham akan hasrat hidup dan semangat untuk terus maju. Dan lalu membawa semangatnya itu dalam kehidupan pemirsa masing2. Yang pasti bukan membawa semangatnya untuk menjatuhkan nama serial BHN.
Nah lewat BHN kan semangatnya disampaikan ke banyak pemirsa indonesia dengan cara yang berbeda. tentunya ini jadi kepuasan tersendiri buat Aya. mengesampingkan masalah uang, license, dan soal tiru meniru.
Tapi mohon buat sinemart kasih pengakuan aja kalau memang cerita itu di adaptasi dari real story of Ikeuchi Aya. meskipun tidak sepenunya serupa, tapi saya yakin BHN mendapat inspirasi juga dari real story Aya.
So, stop memperdebatkan soal One Litre Of Tears dan Buku Harian Nayla, with all your respect, karena menurut saya sangatlah tidak pantas. Thanks.
@ s1nch4n86
Salam kenal,
Sebetulnya, post ini bukannya dimaksudkan untuk mendiskreditkan Buku Harian Nayla (selanjutnya: BHN). Yang gw ingin sampaikan di sini adalah bahwa ada sangat banyak kemiripan diantara keduanya — bahkan, banyaknya kemiripan ini dinyatakan secara ofisial (melalui website RCTI yang gw link di atas).
Yang gw maksud bukanlah soal lisensi atau sebangsanya. Yang ingin gw sampaikan adalah lack of originality, alias hilangnya sebuah kemampuan untuk memunculkan sesuatu yang baru. Gw pribadi nggak peduli amat sama masalah licensing, ataupun uang yang didapat — itu sih urusannya Sinemart. Meskipun begitu, gw melihat bahwa apa yang disampaikan di BHN itu kok mirip banget sama One Litre of Tears (selanjutnya: 1LT)…? Oleh karena itu, gw jadi tergelitik untuk menampilkan berbagai kemiripan tersebut di post ini.
Sejujurnya, ini lebih berhubungan dengan sense gw terhadap seni itu sendiri. Seni itu proses kreatif; dan menjadi kreatif itu berarti menghasilkan sesuatu yang orisinil. Tentu saja di dunia ini nggak ada yang 100% orisinil — tapi, kalau sampai ada suatu karya yang jadi “terlalu mirip” sama karya lain, then the artist has missed the point.
Apakah gw mengkritik BHN karena menabrak license? Nggak lah, biarlah itu jadi urusan Sinemart. Yang ingin gw sampaikan adalah bahwa karya hebat semacam 1LT seharusnya nggak dijiplak habis macam itu; alangkah baiknya jika Sinemart ngasih notification berupa “diadaptasi dari…”
Mengenai semangat Aya-san yang disebarkan sebanyak mungkin, termasuk dengan versi Indonesianya… why not? Itu bagus kok. Tapi, yang penting adalah menjelaskan dari mana mereka mendasarkan ide ceritanya — jangan sampai terjadi klaim bahwa “cerita ini adalah fiksi”, padahal bukan.
Btw, nggak semua kisah di 1LT itu asli lho. Karakter Asou juga aslinya nggak ada di diary-nya Aya-san…
yahh emang seh terlalu menjiplak skali tp gw lebih suka yg srial jepangnya dr pd versi indonesianya yaitu buku harian nayla….
setelah gua baca orang yang nulis di nomer satu..apa yang diomonginnya bener juga.. tadinya gua menghujat habis habisan yang namanya buku harian nayla, karena dy nyandur ga pake otak. setelah gua baca nomer 1.gua mikir balik..ga ada gunanya juga kalau gua berdebat kaya gitu..toh..apa hujatab gua juga gak bakal didenger.. tapi please sinemart…cantumin kalau itu adalah felm adaptasi dan itu real story…bukan fiktif belaka.. kitou aya yang nulis pasti juga ga seribut kita yang ngeributin BHN.. hormatin lah kitou aya..SEtidaknya ambil hikmah buku harian nayla jga..kalo itu sebagai penyaluran perjuangan kitou aya secara gak langsung… oke??? dulu juga gua ngata ngatain BHN @$%%%%%&*^%$#%^^ pokokya kata kata parah deh,,, thx yah buat orang yang nulis nomer satu..uda buat guw ngerti in aya…. thx
melissa jakarta
Mencontoh dan mengcopy itu bagus bukannya tidak bagus, itu salah satu cara untuk belajar betul kan?
Tapi yang saya sayangkan kenapa cerita buku harian nayla yang terakhir tidak sesuai dengan cerita asli? Kalau tidak mau cantumkan sumber cerita dari mana itu sih tak masalah, tapi kenapa harus mengubah cerita asli? Memang dia sudah menjadi almarhum tapi kita harus menghargai ceritanya dan buku harian diarynya. Dia tak pernah menikah sampai akhir hayatnya kenapa harus menulis cerita bahwa dia menikah?Kenapa tidak sesuai dengan cerita asli saja?Bukankah itu lebih bagus?
@ unnamed
Salam kenal,
Betul, mengimitasi adalah salah satu bentuk pembelajaran manusia (katanya buku Sosiologi kelas 2 SMA sih begitu
). Meskipun begitu, dalam kegiatan “membuat seni” (artworking) itu ada suatu proses yang namanya “berkreasi”, yang sangat tergantung pada kreativitas.
Kreativitas itulah yang membuat seorang seniman (atau pihak yang membuat karya seni) menjadi bernilai spesial. Dalam kasus ini, 1LT bisa dibilang monumental. Script-nya, ceritanya (diadaptasi bukan disalin plek, lho
), musiknya, dll. Imitasi? Boleh, kan udah saya tulis di komentar di atas, sebelum ini. Asal jangan terlalu banyak, dan ditulis dari mana sumber inspirasinya. Begitu…
Wah, kalau itu saya nggak tau deh. Itu sih urusannya Sinemart, selaku pembuat serial ini…
daripada memperdebatkan film ini semua, lebih baik segera tayangkan saja film aslinya yg berjudul 1 litre of tears. katanya salah satu tv swasta ingin menayangkannya , tetapi terkesan ragu-ragu.
Sebetulnya saya telah menonton film ini, dan menangis banyak sekali. Semoga dapat ditayangkan dengan bahasa Indonesia. Semua orang pasti juga berharap seperti saya
Film ini nih film jepang yang paling bagus. Apalagi akting pemeran utamanya “Aya”, yang meranin tokohnya dengan baik banget. Top Dah Untuk ‘1 litre of tears’,
Dan untuk masalah penjiplakan filmnya emang keterlaluan banget dah. Walaupun versi Indonesianya cukup bagus, tapi yang namanya nge-jiplak tetep aja ngejiplak.
Apakah tidak ada hukum tentang hak cipta tentang masalah penjiplakan film ???????
Selain itu, nih aku kasih daftar daftar film yang di jiplak ama Indonesia, dan semuanya itu film Asia.
Princess Hours vs Benci Bilang Cinta
Devil Beside You vs Pangeran Penggoda
Itazura Na kiss vs Cowok Impian
1 litre of tears vs Buku harian Nayla
Dan masih banyak lagi.
@ Moehar DP
Salam kenal,
Masalah penjiplakan, saya rasa itu urusan Production House (PH) dan stasiun TV yang bersangkutan. Dan memang sih, daftarnya lumayan panjang kalau mau dibikin. Meskipun begitu, post ini lebih menekankan ke arah ‘kemiripan’ diantara kedua karya tersebut, dari sudut pandang seninya saja.
Adapun untuk masalah legal, baiknya kita serahkan saja pada Sinemart, RCTI, maupun TV Fuji selaku pemilik lisensi 1LT (karena ini bukan wilayah saya juga sih buat ngomonginnya)
.
Lebih lengkap tentang hal ini bisa dibaca di komentar #2.
yang namanya tindak plagiarisme di Indonesia tercinta tu emang dah amat sangat banyak banget ….silahkan kalau mau ngitung (tindak palgiarisme di mulai semenjak tahun 50an. beberapa tahun setelah Indonesia merdeka) entah dah berapa karya asing yang di jiplak oleh para PLAGIATOR INDONESIA.
comment gue : gue bener-bener salut sama The Miracle Of One Litre Of Tears…yang bisa membuat anak-anak muda indonesia jadi….paling tidak sedikit melek lah kalau tindak plagiaisme di indonesia tu dah banyak banget dan di mulai semenjak Zamanya Embah buyut kita………………………..
bayangkan saja gimana kalo kita kena penyakit kayak begitu? Aku hanya berpasrah dan menanti ajal sebelum itu aku akan membahagiakan orang banyak…
wah, s1nch4n86 kayanya ga pernah denger yang namanya royalty ?
kita sendiri kalo punya kemampuan berkreasi pasti pengen dihargai dong. bukan dicopy.
jangan lupa kalo hasil penjualan royalty, (yang asli) pasti kasi ke orang2 yang bersangkutan (termasuk keluarga aya)
kalo cuman jiplak duitnya masuk ke tukang jiplak dong.
menurut g kalo emang niat publikasiin cerita, setel yang asli aja langsung kaya indosiar, ga usah repot2 jiplak.
kan bukan masalah royalty tapi penghargaan terutama buat pembuat ma fans-nya, ya ga?
sedih nee……..
ternyata sekarang giliran Taiyou no Uta [terus pa lagi ya? Nobuta wa Produce pa Sekachu? kl Ganbatte Ikimashoi ga mungkin kan ada klub mendayung ma lomba tingkat nasional-nya ^^]
wuah………………
one litre of tears itu keren bgt….
biasanya gw nangis cuma pas nonton pertama kali
tapi
nih film selalau bikin gw nangis setiap nonton
keren bgt deyh pokoknya
huhuhuhu……. hiks hiks
gw lg pengen cari novel buku harianya kitou aya neyh
ada yang taw ga carinya di mana???
n harganya berapa???
beda bagt sama jiplakan nya BUKU HARIAN NAYLA
emang orang indonesia bisanya cuma menjiplak
mana jiplakan nya sama persisi lagi….
ga kreatif
norak pula…..
huh sebel……
Yo yo bener indonesia emang plagiator film…. !!! -) hikzzz menyedihkan
betul banget, sineas indonesia kayaknya perlu refreshing deh buat nyegerin otaknya mereka yang udah terkena virus plagiat. mereka apa g malu y ngambil cerita orang tapi g ngaku!!!!!
hikzz….hikzzz …… pantes aja indonesia dikenal sebagai gudangnya pembajakan.
Wah, ternyata aku banyak ketinggalan dengan dorama ini ya.
By the way, ada yang bisa kasih tau gak dimana bisa beli buku diary nya Aya ?
Tolong ya…..
Rgds
Lia
@ Amalia
Salam kenal,
Kalau bukunya, nggak tahu bisa dapet di mana sih. Tapi versi online-nya ada, sekarang ini lagi diterjemahin sama beberapa orang secara keroyokan. Bahasa Inggris, sih.
Link-nya bisa diklik di komentar #1, oleh s1nch4n86.
salam kenal,
hi..hoho dorama jepang ichi ritoru nonamida itu emang paling keren wajar donk klu ada org indonesia menirunya…
emang klo ada org indonesia membjakx itu dah ngak asing lgi krn bkn cm 1 litre of tears aja yg di bajak, masih bnyk lg dorama jepang yng lain yang menjadi korbann pembajakan…
hiks…mudah2an orang indonesia bisa kreatif dikit jangan cuma biasa make baju orang laen….hehehe…
yah,,yah,,,yah,,,
kalo kata gw sih,
orang indonesia tuh kudu sadar (terutama yang terlibat diperfilman)
klo film yang hanya menggunakan imajinasi (istilahmya)
aja niru…apalagi yang pake otak..iya gak???
nampaknya sinetron sekarang tuh gak ada ide and gak ngedidik banget…..yang penting artis-artisnya asal ganteng ato cantik,,tapi soal kemampuan dinomor sekiankan
ironis banget…trus pa kabar ma orang yang berbakat di akting tapi punya muka pas-pasan????
dan lebih parahnya….para pengejar bakat tuh nyarinya yang keturunan indo..jadi produk aslinya m dikemanain????
yah,,intinya dunia perfilman indonesia gak bisa dijadiin jaminan hidup, kayak diluar negeri sana……..!!!
ahhhhh bangsaku
gw mau kita sbagai anak muda bisa ngerubah bangsa kita
yang udah parah kayak gini
Waaahh….
gua bener – bener salut sama Aya Kitou, biarpun dalam kondisi
seperti itu, dia tetep semangat dan masih bisa tersenyum..
Semangatnya ngajarin setiap orang yang nonton 1 liter of tears buat tetep hargain hidup yang udah dikasih ma Tuhan…
Didetik – detik terakir hidupnya pun Aya masih bisa tersenyum dan tetep semangat…
kegigihannya patut kita kasih beribu jempol
yang gua sayangkan..
bangsa gua tercinta menayangkan BHN, buku harian nayla..
pertama kali gua nonton tuh sinetron gua ngerasa kesentuh banget…
dan bener – bener nggak kepikiran kalo sinetron itu ternyata nyontekkk!!!
Yaahh… ternyata emang bener, setelah one litre of tears tayang.. gua baru nyadar, sinetron yang bener – bener gua suka itu adalh hasil nyontekk!!
bukan cuma kecewa, tapi rasanya ada yang ngebuat gua benci ma karya anak bangsa…
Dengan adanya BHN, itu sama aja ngeremehin semangat Aya
sama aja ngeremehin keluarga Aya yang udah berjuang mati – matian buat Aya
Indonesia, tempat tanah air gua..
ternyata punya sifat yang bener- bener busukk!!!
mau ditaro dimana muka Indonesia dimata negara lain??!
udah banyak utang, musibah, dll
masih aja cari masalah sama negara lain..
Indonesia, pliss…. stop pembajakan ini!!!
kasian orang Korea, hormatin kaya orang Korea juga duunnn….
@ nana
Salam kenal,
Betul… udah terlalu banyak akting pas2an di sinetron kita. Kebanyakan memang cuma modal tampang sih.
Terlalu jauh kalau kita bandingin sama film2 Jepang/Korea/Taiwan, yang di samping fisiknya bagus juga aktingnya menonjol. Heuu~… (-_-)
E.g. aktor/aktris di J-drama ya Takuya Kimura atau Erika Sawajiri. Aktingnya bagus dan tampang mereka di atas rata2. ^^;
Lah, itu namanya selera pasar… yang penting Indo itu cakep. Pribumi = jelek…
[/sarcasm]
Nggak ding, ada juga tampang asli Indonesia yang jadi artis. Misalnya Helmalia Putri, tampangnya kan melayu banget.
:::::
@ abii
Euh, “One Litre of Tears” itu film Jepang lho… ^^;;
orang(cewek) yang tegar menghadapi masalah yg menimpanya, hanya Tuhan yg dpt menolongx
aku punya cerita nieh tentang one liter of tears..
awalnya,aku gak pernah tahu soal cerita ini, tapi..saat pertama kali ngeliat dan itupun tanpa disengaja, aku tiba-tiba berhenti di channel itu. “seolah-olah ada yang menghentikan tanganku dan menyuruhku untuk menontonnya”.kalian mau tahu, hanya dalam 1 detik saya langsung tertarik,:sungguh, saya belum pernah ngalamin yang namanya sekali lihat dan langsung mengatakan “kisah ini bagus”.saat saya nonton, saya bisa langsung menebak bahwa ini pasti kisah nyata bahkan setiap cerita yang ditampilkan saya sudah bisa menebak jalan ceritanya.bukan berarti filmnya meniru,,,tapi hati saya langsung tertarik dan mengerti apa yang ingin disampaikan oleh aya kitou.soal,yang selam ini diributkan,kita ambil positifnya saja, “anggap saja aya kitou ingin orang mempelajari kisah hidupnya yang berat tapi dia tidak menyerah”,,walaupun sebenarnya saya tidak suka dengan adanya penjiplakkan apalagi sampai merekayasa bagian-bagian yang penting.jadi,kita harus punya kreatifitas yang tinggi,jangan hanya bisa mengkritik…KHEY,,,
perjalanan hidup yang penuh dengan perjuangan,,,berbagai macam pemikiran dan usaha yang timbul hanya untuk menguatkan hati aya kitou,.,,pertanyaannya, apakah kita mampu menghadapi hal seperti ini???????????????????????maka kisah inilah jawabannya,,,kita tidak pernah berharap hal itu akan menimpa kita,begitu pula dengan aya,,,tapi,akhirnya dia harus menerima kenyataan akan hal ini,,dia tidak dapat mengelak,,maka lewat buku harian yang setiap harinya dia tulis,bisa buat pelajaran bagi kita…………………….pengalaman hidup itu sangat berharga,jadi pelajarilah pesan-pesan apa yan gdisampaikan dengan cara memahami perasaan AYA KITOU……………….
@ ashari
Salam kenal,
Betul, memang semangat dari Aya-san itu sangat besar manfaatnya untuk dipelajari. Tapi, alangkah sayangnya kalau ada pihak yang mengambil keuntungan atas hal mulia tersebut, dan malah memberikan label hanya sebagai “fiksi belaka” — tanpa menghargai bahwa karakter seperti Aya-san pernah hidup di dunia ini.
Lebih lanjut tentang ini bisa dibaca di komentar2 saya, nomor #2, #6, dan #9 di atas.
Ps:
Waduh, isian URL/website jangan ditulis alamat saya dong. Itu harusnya diisi sama alamat website/blog/friendster dari orang yang mau ngasih komen. ^^;;
Saya hapus ya, thx.
karakter AYA sangat hebat.meskipun ia selalu dicela oleh setiap orang yang melihatnya.karena ini bukan fiktif belaka tapi kisah nyata!!
menurut aku film adalah budaya, selama ini banyak film kita yang menjiplak karya orang lain ,, nah dari situ maukah kita disebut negara berbudaya penjiplak, tidak maukan???kita udah punya budaya kkn dan apakah akan ditambahi dengan budaya menjiplak, aku malu sekali. kalau kita mentolerir sebuah penjiplakan maka hal itu akan terbiasa dilakukan dan dilakukan lagi, so dimana dong penghargaan terhadap sebuah karya yang orisinil yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuatnya, so bukannya cari masalah ya…tapi aku tidak setuju sama sekali apa yang namanya penjiplakan, apaun alasannya karena itu sama artinya dengan pencurian hasil karya orang yang bener-bener orisinil.
1 liter tear merupakan hasil karya yang terinspirasi dari kehidupan nyata bukan khayalan dan begitu menyedihkan bila harus dijiplak. betapa kasihannya aya…, cerita kehidupan dia harus ditiru oleh sebuah PH yang ujung-ujungnya duit, aya adalah aya yang begitu tegar menghadapi hidup ini dan begitu menghargai hidup, dan apa salahnya jika kita juga menghargai cerita tentangnya, ini bukan cerita fiksi, ini cerita nyata dari seorang gadis yang rela mendonorkan tubuhnya demi kepentingan dunia kesehatan, tapi mengapa harus dijiplak???kalau memang ingin buat film, cobalah liat realitas sosial sekitar, pelajari dan pahami, banyak cerita yang bisa diangkat menjadi cerita yang bagus jugakan, ayolah..kita belajar…, jangan asal suka menjiplak dan malas berpikir dan belajar, udah menjiplak, malas lagi. kalau mentolerir sebuah perbuatan buruk maka perbuatan itu akan menjadi kebiasaan yang dainggap wajar, aduh mengenaskan sekali, dan semakin banyak jiplakan yang dibuat oleh sinemart, so apakah kita harus diam, please de…stop menjiplak, cobalah hargai hasil karya orang lain.kalau memang menjiplak atau apalah, akan lebih fair bila dicantumkan, diadaptasi dari….”
dan semoga aya selalu bahagia disana begitu pula dengan keluarga dan teman-temannya, abngga sekali bisa menjadi bagian dari aya, ikeuchi aya..
yupz………..
menurut aku film yang bagus adalah film yang bukan jiplakan ……..
tapi film yang merupakan karya asli bukan plagiat…..
film yang bagus adalah film yang mengajarkan bagaimana menjadi diri sendiri bukan film jiplakan yang seolah sudah melupakan karakter,budaya dan kreatifitas anak bangsa
bangsa ku tercinta……
kenapa kau tega menjiplak suatu perjuangan nyata dari seorang remaja dalam menghadapi penyakitnya yang mematikan…………
uuuhhh,, dasar Indonesia.. PLAGIAT yah!!
mau dong diulang lagi filmnya !
nayla aj bisa dimulai, masa OLOT ga bisa…
koMen 9w bwT enTe2:
WeiTzzz………….
sbLmNya
sowRy doWry sTrawbErY aj nih ya………
1. Lw2 pD musTinYa j9n bS koMen doaNk!!! bukTiin kLo bS biKin sSwaTu y9 bKn jipLaKan!! kLo mo biKin kRiTik Lw2 pD j9 hrS pnY soLusi bwT meCahin mSaLah iTuW…..suKuR2 Lw bS nYumBan9in kaRYa Lw sNdR………..
2.taPi iTu bKn b’aRTi 9w duKun9 inDusTri siNetRon InDoNeSia y9 deMen n9ejipLaX, Lho….
3.iNi j9 9a LePas dR miNaT dR masYaRaKat y9 terLaLu terTaRiK ma dRaMa2 dSaNa…..jD paRa inDusTri siNeTron miKir mun9kin meReKa baKaL LebiH LaKu kLo n9ejipLaK dRaMa dSaNa…..coBa deH Lw miKir……mereKa dpT uan9 dRmN kLo siNetr0Nnya 9a dTon2 or92…..sMenTaRa kaLiaN LeBiH suKa aCaRa2 LuaR ne9Ri…….
4.kaLian tu aNaK ban9sa ne9ri ini bKn dR n9r LuAr……jD cinTaiLaH n9r iNi n bwTanNya…….mNuRuT 9w kauM muDa n9ri iNi cuMa bS nunTuT….sba9ai kauM muDa b9sa iNi 9w mRasa poLa piKiR Qt hRs di uBaH………….j9n nunTuT tP bwTLaH kaRya y9 bS bwT ban99a InDoNeSiA………….
5.oKe???!!!
@ viVa
Salam kenal,
Iya, betul. Masyarakat kita memang terlalu tertarik pada J-Drama dan K-Drama, sehingga akibatnya lebih banyak drama dari kedua negara itu yang laku di sini.
Sayangnya, drama buatan negeri kita sendiri (sinetron) sejauh ini juga kualitasnya masih rendah banget, sehingga jadilah J dan K-drama berkembang makin subur di sini…
Sekarang saya jawab pertanyaannya ya.
1)
Kalau soal menyumbang karya, ini sangat tergantung dari kemampuan kita di suatu bidang. Kalau misalnya saya mahasiswa kedokteran, masa saya harus nekat bikin drama/film sendiri tanpa modal? Beda ceritanya kalau saya sutradara film, misalnya, baru saya bisa membuat drama yang lebih baik.
Lho, seluruh isi blog ini bukan jiplakan lho, suer!
Kalau soal solusi, saya rasa sudah dibahas di berbagai komentar sebelum ini. Yang paling penting. harus mengakui bahwa Aya Kitou itu kisah hidupnya adalah sumber inspirasi cerita — dan dia itu pernah hidup betulan (bukannya “fiksi belaka”).
2)
Setuju…
3)
Kalau menurut saya, ini kembali ke masalah kualitas juga. Kalau sinetron bagus, pasti orang pada mau nonton kok. Dulu kan ada ‘Si Doel’ atau ‘Keluarga Cemara’, dan mereka itu ratingnya lumayan bagus lho.
Susah kalau bandingin sama sinetron sekarang, yang masalahnya berkisar di soal harta warisan, cerai, dan pengasuhan anak doang… (-_-)’
4)
Ini juga setuju; kita harus buat karya dan cinta negeri sendiri. Tapi, tetap harus mengutamakan kualitas — jangan sampai kita cinta negeri sendiri tapi kualitas barangnya ancur2an, itu nggak bagus juga.
Kalau memang orang kita bikin film bagus, harus kita hargai lah. E.g. kayak “Denias” atau “Nagabonar jadi 2″, kan bagus tuh. Tapi kalau sinetronnya sendiri (mayoritas) nggak mutu, susah juga mau cinta produk dalam negeri.
Btw, sumbangsih itu juga tergantung pada bidang yang ditekuni lho. Jadi, kalau soal film ya kita serahkan saja pada yang berkompeten. Kalau misalnya saya nanti jadi insinyur (misalnya), ya di situlah sumbangsih saya nantinya…
(jadi jangan disuruh bikin film juga ya
)
……
Yah, kira-kira begitu sih. Makasih udah main ke sini yah.
@rieYdha..
udahlah kalo bukan karena bajak membajak kita juga gag bakalan nonton ONE LITERS OF TEARS….
kita juga dapet tuch film2 itu lewat dvd BAJAKAN juga kan…..
budaya BAJAK MEMBAJAK emang udah mendarah daging di negara kita…
GW GAG BANGGA JADI ANAK INDONESIA….
(
udah matiin aja tv kalian…
tv skrg udah jadi racun…
apa coba yang kita dapet dari tv????
udah buang2 uang bwd bayar listriknya…
buka buku kalian…
koran di rumah juga masih numpuk…
ada NATIONAL GEOGRAPHIC di perpus sekolah yang berdebu gara-gara gag pernah disentuh…
ada INTERNET…
jangan takut ketinggalan info…
kan sekarang banyak forum…
tgl gabung aja truz bagi-bagi informasi…
udah banting aja tv kalian…….
wah…baru baca nih postingan yang ini, ternyata seru juga ya. hmmm…balik lagi saya cuma mau bilang, kalau mau menjiplak akan lebih terhormat apabila menuliskan sumber jiplakan itu. bayangkan, kita sudah capek-capek menulis postingan, cerpen, cerita bersambung, novel atau membuat film/sinetron yang kemudian
ditirudiplagiat begitu saja tanpa konfirmasi. apakah anda akan diam saja?atau hanya gigit jari lantaran tidak bisa protes??. think about it!@ viva
maaf kalau saya mau mengkritik, akan lebih baik menulis dengan huruf normal seperti ini bukan Yan9 sEpeRti iNi karena
bikin sakit mataterlihat tidak sedap dipandang. memang buat anak seumuran kalian itu terlihat keren, tapi tidak keren buat pembaca lainnya.terutama saya
maap OOT“One Liter of The Tears”. sumpah sumpah sumpah…. this is the best movie i ever watched!!! Aya yg diperanin sawajiri erika perannya dapet banget, banget banget banget!! gw ngga abis-abis mikir kok bisa ya orang sekuat itu… setabah itu… hebat bgt, hebat hebat hebat…!!!
Aya… gw bisa ngerasain banget penderitaannya, pesannya nyampe banget, berasa gimanaaaaa gthu!!
Aya… aya akan terus hidup, akan terus hidup, di hati kami…
“Buku Harian Nayla”, T** T** T** banget!! gw benci sebenci2nya film itu!!!! terlalu dibuat buat, terlalu over!! ngga dapet banget perannya si chelse t**, jelek!!! bikin gondok banget!!! kenapa sich orang indonesia sukanya niru!!!! ga bisa apa creative bikin film sendiri!!! BT bgt gw!!!!
gw cinta One Liters of the Tears!!!
DaSar Ngga Tau malu !!!!!
Klo ga puNya ide yang Bagus2, ga UsahLah Niru2 Atuh,,
Tuh contohnya kayak Film KesukaaNQ,
One Liter of Tears VS Buku Harian NayLA
Malu Gua NonTon Pas Tau Klo CeritanYa Jeplak,
Gua Setuju Dech saMa Kritikan Sobat2 Di Sini
ga Rela Ditiru saMa Produser2 + Sutradara Indonesia Yang SuKa NgeJiplak Cerita Orang T-T,,….
Uhhhhh…… SEbeLLLLLLL !!!!!!
Q BenCi PemikiRAn Para SutraDara Indonesia
halah2,, sara nonton 1 litre of tears dulu baru buku harian nayla, makanya jadi subjektif dan ga terlalu suka dengan buku harian nayla,, yaaah, sara pikir, pendapat orang kan milik masing-masing..
tapi yang sara ga abis pikir, ada adek kelas sara yang bilang,
“Eh, aku udah liat lho Buku Harian Nayla versi Jepang,, ya ampun, ngebosenin banget,, aku ketiduran nonton episode pertamanya”
“Kalo aku, blo baru berapa menit aja udah tidur,, ga seru ya”
*O My God!!* ada ya orang mikir gitu????
atau mereka emang lagi pada ngantuk aja???
ORANG iNDONESIA GAK KREATIF BISANYA NGEJEPLAK FILM ASIA DOANG
Penyakitnya sama ga sih?
Kalau sama berarti contekannya agak lucu ya? Tapi yah relatif lah…
Salken.
bah, banyak kali komentar yang ada di halaman ini.. sampe pusing bacanya.
regard to slnch4n86, she/he thinks of the box really!
gak banyak yang bisa melihat hal positif dari perlakuan negatif seperti plagiarisme sekalipun
saya sendiri merasa gak perlu berlarut-larut kasih komentar yang gak perlu, kita semua dah sama-sama tau bahwa sinetron indonesia banyak yang hasil contekan, dan sebanyak apapun komentar yang dilempar, selama kita nggak melakukannya secara cerdas (seperti kompas minggu yang mengangkat topik ini beberapa bulan yang lalu) komentar kita gak berarti apa-apa. ingat pepatah ‘anjing menggonggong kafilah berlalu’ kan? saya enggan menjadi si anjing yang terus menggonggong.
gak jauh dari topik ini, saya memberi hormat setinggi-tingginya pada para pembuat film independen indonesia. beberapa stasiun tv pernah menayangkan karya-karya mereka. bahkan metro pernah memberi penghargaan pada mereka (dalam kategori khusus tentunya). mereka adalah orang-orang yang berani mengubah ide orisinil ke bentuk konkret dan membuat orang lain berpikir untuk mencontoh mereka.
sekarang bukan waktunya untuk tetap menjadi anjing yang tak pernah puas menggonggong bukan?
@ D.A.
Salken juga.
Ah, sebetulnya penyakitnya sama. Cuma, di Buku Harian Nayla, ada kesalahan penamaan penyakit.
Harusnya “spinocerebellar ataxia” (penyusutan otak kecil”); tapi di Nayla disebutnya “ataxia” doang — yang sebetulnya salah kaprah. Soalnya “ataxia” adalah gejala kelumpuhan yang terlihat aja, bukan nama penyakit… (AFAIK, CMIIW)
:::::
@ sipahi.oftheporte
Ahem, post ini ditulisnya sejak bulan Desember 2006 kok Mas… Jadi sekarang ya topiknya bisa dibilang basi.
Betul, masih banyak sineas Indonesia yang layak dipuji. Kayak yang bikin Denias, misalnya. Atau jaman dulu, film dokumenter “Anak Seribu Pulau”…
tolong ceritain film 1litre of tears keduanya……..
aku blm nonton
moga ga dijiplak lagi….
masa ga malu gitu sinemart……kalo
ngejiplak film lanjutannya….
dasar……ga tau malu
aku mau tanya, di indonesia ada g yang menerbitkan buku hariannya aya? aku mau beli, tp aku cari kemana mana g ada…kalo mau pesen gimana caranya?ngirim email ke web apa coba?
Gw kesel banget setiap kali ng’inget saat dimana gw nangis saking terharunya sama penderitan si Nayla. Gimana nggak, setelah gw tahu ceritanya dijiplak habis-habisan dari sebuah kisah nyata yang di dorama-kan, ‘Buku Harian Najis (oops Nayla)’ imagenya bener-bener down di mata gw.
Padahal kan sinetron itu termasuk sinetron religi.
Yang pasti gw gak setuju dengan [eristiwa penjiplakkan seperti itu. tapi, emang kayaknya di Indonesia lagi ngetren sama yang namanya ngejiplak. (Mungkin udah kebiasaan dari masa sekolah, suka ngejiplak pr sama jawaban ujiannya temen) itu udah tradisi di Indonesia?
Btw, si Chelsea tuh sama skali nggak ada apa-apanya dibanding Sawajiri Erika. tapi Glen jauh lebih ganteng dari Ryo Nishikido. sayang Glen malah jadian sama Chelsea.
Viva One Litre of Tears!
Bless Aya’s soul!
pussing bgt .. denger org ind. ngebejak lagi..gw sempet kaget gw kira bk hrian nayla tu bkn bjakan ternyata.. hmmmm… 9 bs di tolerin.. seharusnya kita lebih kreativ donk. kalaupun pingin di bikin versi indnya seharusnya dikasi tau dari mana asal usulnya bkanya kyak gini.. byk kontroversi deh.. dan seharusnya kita JIPLAK film dr luar . sumpah gw kesel abbbiiiisssss 9 bsa ap pk crita yg lain tp intinya sama si 9 ap-ap. tp ni hmp sm persis! cman endingnya doank yg beda!gw 9 rela erika di tiru ma chelsea o. itu ,,,,, 9 RELA!!!
YMPUUUUNNNN…!!!!!!!!!! 9w bs ngerti knp anak” rmj indo lebih suka film luar dibndingkan film dalam negri.. gw jg lbh suka film luar dbndingkan dlm..knp…krna film dlm negri bnyk yg ngejiplak! kalo ngambil intinya trus dkembangin lagi pasti jdnya bgus,,kpn y perfilm-an ind bs 9 jiplak film” lwar..?? ntah tu kpan? tau de kpan!!!!!!! benciiiii……… knp erika hrs ditiru ma chelsea ituu…9 TERIMA!!!!!!!! apalagi aso du ditiru ma glen… hhiikkkkhhh………mmmmmmmmooooooooohhhhhh!!!gw berharap orng ind 9 NGEJIPLAK LAGI…….!
Biasa aja kali meniru itu…
Soalnya cinta ya ruang lingkupnya itu2 aja…
Cerita mirip, belum tentu meniru…
soalnya, kita gag pernah tahu, definisi “mirip” itu seperti apa.
syarat minimal sesuatu disebut mirip itu seperti apa? ya kan?
klo gag ada syarat minimal/definisinya, berarti kita hanya menjudge berdasarkan perasaan kita saja, ^^
hehe…
@ Agung
Sekadar mirip? Lha, itu di atas saya bikin list adegan/jalan cerita yang mirip. Rasanya agak terlalu banyak deh, kalo dibilang karena “sama-sama bertema cinta”.
Ahem, silakan nonton dua-duanya dulu kalau begitu.
idih, film cw w dibajak ma buku harian nayla..
jelas” akting erika sawajiri lebih menghayati dari pada chelsea…
dari muka aje udah keliatan klo erika sawajiri tuh jauh lebih cantiq imoet manies luthu dll..
palagi si glen yg sok mirip kaya asao tp ga bisa..
apa kata dunia..
w brharap 1 litre of tears ditayangkan lagi di indonesia, tapi jgn buku harian nayla…
banzaiiii..
i luph erika sawajiri
hidup bajak membajak…..
sori, wat LATAHers yg ada d muka bumi ini!!!
sy akui d bumi indonesia ini byk skali LATAHers yg ahli ngbikin produk copy-an(yg hsl’y hmpr gk bs d bedain alias mirip smpe detil2nya)
ada jg diary yg bs d copy y. . . so amazing. . .
knp cm final product nya ja yg dcopy??knp gk ngopy DAPURnya ja??apa mmg bs’y cm makan doank??gk tw cara masaknya??
gmn bs ngehargain perjuangan orang!!!
all ’bout MORAL
itu skedar unek2 wat yg ngrasa aj. . .
btw soal 1LoT, ceritanya bnr2 ngeuna&dalem. mainin emosi. palagi ni felm brgkt dr “true story”. blm prnh liat yg spt ini.
salut wat Aya. u’re my inspiration
Aya ganbatte!!!!!!!
wow memang film yang menguras air mata…….
serial ini ok banget udah lama ya tamat dari Indosiar ……….. OK banget dech ? ……
gue cuma mau bilang kalo one litre of tears itu film-nya okeee bangettzzz. tiap gue tonton dulu sama temen-temen, gue slalu aja nangis. gue slalu mikir gimana kalo gue yang jadi Aya. Gue pasti dah gak tahan dan rasanya mo bunuh diri aja. buat yang belom pernah nonton nieh film, nih film bagus banget buat dipantengin sama loe pada. Asli, loe pasti nangis, meskipun cuma setetes dua tetes gue jamin dah. Gue suka banget nih film. gue mengharap aja kalo nih film diputar lagi. bukan versi Indo-nya tapi versi luar negrinya ajah yang lebih yahut. Buat yang jiplak,….yah… mo gimana lagi. jiplak itu nggak bagus. anak sekolah itu gak asyik kalo jiplak, so film jangan jiplak juga. coba aja buat sendiri cari orang-orang yang penyakitan di rumah sakit trus suruh aja cerita. Apalagi pada yang mau ko-it. bisa-bisa ngalahin nih film. yah kalo ada orang tersinggung ya…. sori dori mori kalo ada yang tersinggung, tapi ini beneran and suer deh. Dari pada nonton film misteri Indosiar, mending nih film di puter. Gue emang nulis buwat para pembuat film negara kita yang ceritanya bisa dibilang payah kalo gak mau dibilang kampungan.
wah gue pingin memperdebatkan omongan si s1nch4n86.
gue gak habis pikir apa yang loe omongin…
seolah-olah loe jadi pihak yang ngedukung BHN…
Gini aja, soal license? permission? yang kata loe gak manusiawi, justru malah RCTI yang ga manusiawi, kalo RCTI manusiawi pasti mereka sadar ama pasti minta izin dulu buat ngebuat ini serial.
Loe tau dari mana kalo gak ada BHN gak banyak yang tau 1 LOT? gue aja tau tuh jauh sebelum ada BHN jadi yang loe katain tuh gak semuanya patut.
gue emang setuju soal Kitou Aya yang ngebuat nih diary buat orang-orang, tapi di lain pihak juga, loe seolah-olah memojokkan 1 LOT dan mendukung penuh BHN!
yah by the way, soal ribut-ngeributin mah gak apa-apa ,toh orang cuman ingin berpendapat…
Tapi menurut gw seh, apa yang loe semua omongin tuh semuanye BENER BENER BANGET gitu loe, Si SHiNcAn86 ngomong kita gak usah ngeributin masalah jiplak – jiplakkan, yang penting kite bisa ngambil sisi positifnya man!!! dari film Ntu, iya gak???, masalah jiplak – menjiplak mah, itu urusan negaralah, selama tidak melanggar hukum so what man, toh yang melakukan jiplak – menjiplak film tuh bukan kite(INDONESIA) doank lagi, JEPANG JUGA MENJIPLAK DRAMA DARI KOREA DAN TAIWAN ,contohnya METEOR GARDEN yang dari Taiwan dengan judul HANAYORI DANGGO, dan MY SASSY GIRL dari Korea dengan judul MY SASSY GIRL juga, dan menurut gw ceritanya hampir sama, hanya jepang lebih keren atau lebih inovatif dari segi ide dan alur cerita, tapi mereka orang gak ngeributin sampe kaya kita, so janganlah kita membeda – bedakan film Buku Harian Nayla dengan One Litre of Tears, semunya sama cuman beda versi doank kok…
Yang terpenting tuh ape nih, Maap bukan so ngajerin, lebih baik kite semua meliht sosok aya sebagai seseorang yang semangatnya harus ditiru daripada kita memperdebatkan isi cerita lah, karakter lah, tampang lah, IT’S NOT IMPORTANT GUYS, THE IMPORTANT IS WHAT YOU CAN DO FOR THE NEXT DAY FOR THE OTHER PEOPLE AROUND YOU, THAT’S WHAT AYA WANTS TO SAY FROM HER DIARY^-^
SEDIKIT CURHAT DARI KOKO TAMPAN^^
Waktu pertama kali gw nonton Film One litre of tears adalah waktu gw masih kelas 2 SMK waktu itu gw masih 16 tahun, kalo gak salah film AYA itu kan tayang pada sore hari kan, gw pertama kali nonton film Ntu gak dari pertama tapi pas tengah – tengah, walau nonton dari tengah – tengah tapi WEH GILA BANGET TU FILM, GW SELALU MENANGIS ABIZZ NONTON FILM ITU, mungkin loe pade ngetawain w, masa gw cowo tpi nangis gara – gara Drama, tapi gak ape – ape, gw seorang PENULIS sudah biasa terharu akan cerita
AYA bagi gw adalah sosok yang sangat menginspirasikan gw untuk berbuat bagi sesama apa yang gw bisa lakukan untuk orang lain yang membutuhkan, semngatnya gak akan pernah pudar, ketika gw inget kata – kata dia yang satu ini :
When my existence seems to disappear,
I will look for the place where i can do the best I can.
From now on, I’ll deliberate slowly. I won’t be impatients.
I won’t be greedy. I won’t give up.
Because everyone takes things step by step.
membuat gw sadar kita hidup itu sementara man!!!, DO IT WHAT YOU CAN DO, BUT THE BEST YOU CAN DO 4 EVERY SINGLE THING, NEVER GIVE UP, Gak tahu mengapa hati gw selalu miris kalo denger kata itu, tapi gw harap loe semua jadilah dewasa guys, bukan gw ngeguruin lu pade, tapi berpikir lah luas jangan cuman NGELIT DARI SISI NEGATIF DOANK, MAU JADI APA BANGSA KITE KALO CUMAN BISA BERDEBAT TANPA BERBUAT, THIS BLOG IS NOTHING IF YOU DON’T DO ANYTHING OUTSIDE THERE!!!
mAAf semuanya W mau NGERALAT SEDIKIT, sorry METEOR GARDEN BUKAN JEPANG YANG MENJIPLAK, TAPI TAIWAN HAHAHA, MAKLUM NO ONE’S PERFECT GUYS, METEOR GARDEN KAN DARI KOMIK JEPANG TAPI YANG BIKINDRAMA PERTAMA KALINYA DARI TAIWAN HE2 CORY – CORY , SOALNYA NTAR W BISA DIMARAHIN NEH AMA ORANG JEPANG HE YANG PENTING KITA BISA MENGHARGAI SESAMA ITU DOANK KOK, GAK ADA UNTUNGNYA KITA MEMPERDEBATKAN MASALAH LICENSE, YANG PENTING MAH ASAL JANGAN MERUGIKAN SATU SAMA LAIN DOANK KOK, MALAH HARUSNYA KITA BANGGA TERHADAP INDONESIA, OH TERNYATA NEGARA KITA ITU PUNYA TALENTA – TALENTA YANG BERBAKAT JUGA KOK GAK KALAH DEH SAMA ORANG JEPANG, TAPI KALO BISA INDUSTRI2 FILM DI INDONESIA KALO MENJIPLAK BISA MEMBERITAHUKANJIPLAKKANNYA DARI MANA, SOALNYA NGEMALUIN NAMA NEGARA LAGIH KALO DILIHAT AMA ORANG LUAR HE2 POKOKE GAMBATE JIAYO HIDUP PERFILMAN INDONESIA
mAAf semuanya W mau NGERALAT SEDIKIT, sorry METEOR GARDEN BUKAN JEPANG YANG MENJIPLAK, TAPI TAIWAN HAHAHA, MAKLUM NO ONE’S PERFECT GUYS, METEOR GARDEN KAN DARI KOMIK JEPANG TAPI YANG BIKIN DRAMA PERTAMA KALINYA DARI TAIWAN HE2 CORY – CORY , SOALNYA NTAR W BISA DIMARAHIN NEH AMA ORANG JEPANG HE YANG PENTING KITA BISA MENGHARGAI SESAMA ITU DOANK KOK, GAK ADA UNTUNGNYA KITA MEMPERDEBATKAN MASALAH LICENSE, YANG PENTING MAH ASAL JANGAN MERUGIKAN SATU SAMA LAIN DOANK KOK, MALAH HARUSNYA KITA BANGGA TERHADAP INDONESIA, OH TERNYATA NEGARA KITA ITU PUNYA TALENTA – TALENTA YANG BERBAKAT JUGA KOK GAK KALAH DEH SAMA ORANG JEPANG, TAPI KALO BISA INDUSTRI2 FILM DI INDONESIA KALO MENJIPLAK BISA MEMBERITAHUKAN JIPLAKKANNYA DARI MANA, SOALNYA NGEMALUIN NAMA NEGARA LAGIH KALO DILIHAT AMA ORANG LUAR HE2 POKOKE GAMBATE JIAYO HIDUP PERFILMAN INDONESIA
curhat lagi dari koko YANG TAMPAN BANGET, GR YA GW , SOALNYA EMANG TAMPAN LAGI Heeeee
LOE semua pecinta SEMANGAT AYA KAN, gw juga, gw harap kit semua bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari ya,
GW selalu inget dengan foto THE REAL AYA di akhir film biasanya, dengan wajah yang penuh dengan semangat dan tangan terkepal, mungkin hatinya sedih, tapi ia tidak ingin orang tahu akan kesedihannya, karena dibalik kesedihannya ia ingin sekali membagi kebahagiaan dengan orang disekitarnya, ia ingin membuat setiap orang ceria, itulah yang gw sangat sukai dari AYA, KALIAN JUGA IKAN HEEE GAMBATE LAH POKOKNYA
sebenernya hanayori danggo pernah dibuat jauh sebelum meteor garden, lalu beberapa tahun kemudian dibuat hanayori danggo lagi yang baru
kayaknya kalo hana yori dango, meteor garden dan bbf yang dari korea. mereka punya license deh. coba indonesia waktu bikin siapa takut jatuh cinta itu dengan maksimal. pasti bisa menyaingi 3 serial dari 3 negara itu
SAAALUUUUUDDDD bUaT KItOU AYA Yang benar” berjuang dalam Hidupnya, meskipun dia uda tau waktunya tinggal dikit, tapi tetep PERJUANGAN nya yang ga ilang! Ayya bener” kamu amat memaknai KEHIDUPAN!!! kamu tu yang jadi Inspirasi banyak orang!!! saaluudd ayya!!!